SDIT Al Ukhuwah Ngadirojo

SDIT Al Ukhuwah Ngadirojo SDIT Al Ukhuwah Ngadirojo

Ketonggo Rt. 002/002, Kerjo Lor, Ngadirojo, Wonogiri, Jawa Tengah
(1)

30/11/2025
📡 | Live Streaming 🔴Wonogiri Mengaji🎙 | Ustadz Adham Nugraha S.Pd.Hafizhahullahu Ta'ala📚 | Materi :Keindahan Syurga dan ...
25/11/2025

📡 | Live Streaming 🔴
Wonogiri Mengaji

🎙 | Ustadz Adham Nugraha S.Pd.
Hafizhahullahu Ta'ala

📚 | Materi :
Keindahan Syurga dan Mengerikannya Neraka

🕌 | Masjid Al Barokah
Lingkungan Sumber, Puloharjo,
Eromoko, Wonogiri, Jawa Tengah
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

YouTube Wonogiri Mengaji :

📡 | Live Streaming 🔴Wonogiri Mengaji🎙 | Ustadz Adham Nugraha S.Pd. Hafizhahullahu📚 | Materi :Keindahan Syurga dan Mengerikannya Neraka🕌 | Masjid...

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات Pada Lomba MAPSI ke 26 SDIT Al Ukhuwah Ngadirojo memperoleh:1....
11/09/2025

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات
Pada Lomba MAPSI ke 26 SDIT Al Ukhuwah Ngadirojo memperoleh:
1. Juara I Lomba Seni khot Putra
2. Juara II Lomba Hifdzil Qur'an Putri
3. Juara II Lomba Hifdzil Qur'an Putra
4. Juara II Lomba Seni Khot Putri
5. Juara III Lomba Seni TIK Putra
6. Juara III Lomba Pengetahuan Mata Pelajaran PAI BTQ Putra

جزاكم الله خيرا
بارك الله فيكم

Bismillah, Lomba Mapsi
11/09/2025

Bismillah, Lomba Mapsi

08/09/2025

*Sifat Ibadurrahman bagian ke 2*

3. Rajin Sholat Malam.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا
“Dan (mereka ibadurrahman adalah) orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka.” (QS. Al Furqan: 64).

Ayat yang semisal dengan firman Allah di atas,

كَانُوا قَلِيلا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالأسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).” (QS. Adz Dzariyat: 17-18)

Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata, “Shalat hamba di tengah malam akan menghapuskan dosa.” Lalu beliau membacakan firman Allah Ta’ala,

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, …” (HR. Imam Ahmad dalam Al Fathur Robbani 18/231. Bab “تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ “)

Amr bin Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhu berkata, “Satu raka’at shalat malam itu lebih baik dari sepuluh rakaat shalat di siang hari.” (Disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam Lathoif Ma’arif 42 dan As Safarini dalam Ghodzaul Albaab 2/498)

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Barangsiapa yang shalat malam sebanyak dua raka’at maka ia dianggap telah bermalam karena Allah Ta’ala dengan sujud dan berdiri.” (Disebutkan oleh An Nawawi dalam At Tibyan 95)

Ada yang berkata pada Al Hasan Al Bashri , “Begitu menakjubkan orang yang shalat malam sehingga wajahnya nampak begitu indah dari lainnya.” Al Hasan berkata, “Karena mereka selalu bersendirian dengan Ar Rahman -Allah Ta’ala-. Jadinya Allah memberikan di antara cahaya-Nya pada mereka.”

Al Hasan Al Bashri juga mengatakan, “Sesungguhnya karena sebab dosa seseorang menjadi terhalang untuk shalat malam.”

Nasehat dari Syaikh Utsaimin tentang cara mengerjakan Sholat Malam :

"Hendaklah sebelum tidur mengerjakan 4 rakaat dan apabila mampu pada waktu sepertiga malam terakhir mengerjakan 4 rakaat ditambah witir 3 rakaat, atau witir didahulukan sebelum tidur".

4. Berlindung Dari Siksa Neraka.

Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا (65) إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا (66)
“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Rabb kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. ” (QS. Al Furqan: 65-66)

Jahannam adalah di antara nama neraka. Ayat ini dengan jelas menunjukkan bahwa sifat orang beriman (‘ibadurrahman), mereka berlindung dari siksa neraka atau siksa jahannam. Dan ayat ini sekaligus bantahan pada keyakinan orang sufi yang nyatakan bahwa orang yang beramal karena ingin surga dan takut neraka adalah orang yang tidak ikhlas. Justru kita katakan bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang beramal demikian.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah memberikan jawaban,

“Perkataan ini muncul karena sangkaannya bahwa surga sekedar nama tempat yang akan diperoleh berbagai macam nikmat. Sedangkan neraka adalah nama tempat yang mana makhluk akan mendapat siksa di dalamnya. Ini termasuk mendeskreditkan dan meremehkan yang dilakukan oleh mereka-mereka karena salah paham dengan kenikmatan surga. Kenikmatan di surga adalah segala sesuatu yang dijanjikan kepada wali-wali Allah dan juga termasuk kenikmatan karena melihat Allah. Yang terakhir ini juga termasuk kenikmatan di surga. Oleh karenanya, makhluk Allah yang paling mulia selalu meminta surga pada Allah dan selalu berlindung dari siksa neraka.” (Majmu’ Al Fatawa, 10/240-241)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

“Meminta surga dan berlindung dari siksa neraka adalah jalan hidup para Nabi Allah, utusan Allah, seluruh wali Allah, ahli surga yang terdepan (as sabiqun al muqorrobun) dan ahli surga pertengahan (ash-habul yamin).” (Majmu’ Al Fatawa, 10/701).

Melihat wajah Allah di akhirat kelak, itulah kenikmatan yang paling besar dan istimewa dari kenikmatan lainnya. Dari Shuhaib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika penduduk surga memasuki surga, Allah Ta’ala pun mengatakan pada mereka, “Apakah kalian ingin sesuatu sebagai tambahan untuk kalian?” “Bukankah engkau telah membuat wajah kami menjadi berseri, telah memasukkan kami ke dalam surga dan membebaskan kami dari siksa neraka?”, tanya penduduk surga tadi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah pun membuka hijab (tirai). Maka mereka tidak pernah diberi nikmat yang begitu mereka s**a dibanding dengan nikmat melihat wajah Rabb mereka ‘azza wa jalla.” (HR. Muslim no. 181)

*Catatan Abu Musa*

07/09/2025

*Sifat Ibadurrahman*

Allah Ta’ala berfirman,

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

“Dan hamba-hamba Tuhan Yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang baik.” (QS. Al Furqon: 63)

Sifat Mereka adalah:

1. Tawadhu ( Rendah Hati )

Kata Ibnu Katsir rahimahullah,

فأما هؤلاء فإنهم يمشون من غير استكبار ولا مرح، ولا أشر ولا بطر،

“Adapun mereka berjalan tidak dengan sifat angkuh dan sombong.” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim,10/319 )

Al Hasan Al Bashri berkata, “Tahukah kalian apa itu tawadhu’? Tawadhu’ adalah engkau keluar dari kediamanmu lantas engkau bertemu seorang muslim. Kemudian engkau merasa bahwa ia lebih mulia darimu.”

Imam Asy Syafi’i berkata, “Orang yang paling tinggi kedudukannya adalah orang yang tidak pernah menampakkan kedudukannya. Dan orang yang paling mulia adalah orang yang tidak pernah menampakkan kemuliannya.” (Syu’abul Iman, Al Baihaqi, 6: 304)

Abdullah bin Al Mubarrok berkata, “Puncak dari tawadhu’ adalah engkau meletakkan dirimu di bawah orang yang lebih rendah darimu dalam nikmat Allah, sampai-sampai engkau memberitahukannya bahwa engkau tidaklah semulia dirinya.” (Syu’abul Iman, Al Baihaqi, 6: 298)

2. Bersikap lemah lembut meski mendapatkan perlakuan kasar.

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, “Jika orang jahil mengajak bicara mereka yaitu dengan kejelakan, mereka tidak membalasnya dengan semisalnya. Bahkan mereka memberi maaf dan tidak membalas kecuali dengan kebaikan. Sebagaimana sikap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, semakin orang yang jahil bertindak kasar pada beliau, semakin beliau berlaku lemah lembut pada mereka. Hal ini sebagaimana diisyaratkan p**a pada firman Allah Ta’ala,

وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلامٌ عَلَيْكُمْ لا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ

“Dan apabila mereka mendengar perkataan yang tidak bermanfaat, mereka berpaling daripadanya dan mereka berkata: ‘Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amalmu, kesejahteraan atas dirimu, kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang yang jahil’.” (QS. Al Qashash: 55) (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 10/320)

*Catatan Abu Musa*

07/09/2025

Ada Perkataan imam Syafi'i tentang adab penuntut ilmu yg intinya:

"Ketika aku belajar ilmu agama ataupun ilmu apapun yang bermanfaat maka disitu selalu aku berikan adab, bahkan ketika sedang mengajarpun aku memperhatikan bajuku karena menyesuaikan ilmu yg aku ajarkan, karena ilmu yg aku ajarkan adalah Al Qur'an dan hadits , ilmu tsb mulia dan suci maka selayaknya aku berpenampilan yg menyesuaikan dg ilmu tsb."

Imam Syafii sangat beradab dg guru nya yaitu imam Malik, begitu juga murid murid imam Syafi'i sangat beradab kepada beliau. Balasan sesuai amal perbuatan kita. Adab kepada ilmu dan pembawa ilmu ( guru) adalah pengaruhnya sangat besar kepada keberkahan ilmu, walaupun engkau mempelajari 1 huruf dari guru tsb.

*Catatan Abu Musa*

Semoga diberikan keberkahan dan istiqomah
05/09/2025

Semoga diberikan keberkahan dan istiqomah

27/08/2025

Hukum Meninggalkan Sholat 5 waktu, Ust Yazid Rohimahulloh

Dauroh di Sekolah Tinggi Al Ukhuwah bersama Ust Dr. Firanda.... Banyak bertemu Dai dari berbagai daerah dan ketemu temen...
24/08/2025

Dauroh di Sekolah Tinggi Al Ukhuwah bersama Ust Dr. Firanda.... Banyak bertemu Dai dari berbagai daerah dan ketemu temen lama....

Upacara 17 Agustus 2025 Di Lapangan Kec Ngadirojo, Bersama Para Ustadz SD lT AL Ukhuwah Ngadirojo. Juga bertemu Alumni s...
18/08/2025

Upacara 17 Agustus 2025 Di Lapangan Kec Ngadirojo, Bersama Para Ustadz SD lT AL Ukhuwah Ngadirojo. Juga bertemu Alumni sd it al ukhuwah yg sekarang sekolah di SMA Muhamadiyah Program Pondok Tahfidz. اللَّهُمَّ فقههم في الدين و علمهم التأويل

16/08/2025

Address

Ketonggo Rt. 002/002, Kerjo Lor, Ngadirojo
Wonogiri
53411

Telephone

0812-2673-4845

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SDIT Al Ukhuwah Ngadirojo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category