20/09/2013
Copast dari milist tetangga, kiriman dari Br Frans Sugi FIC
-------------
Sembilan puluh tiga (93) tahun FIC di Indonesia
Pada tanggal 19 September 1920 para misionaris pertama yaitu Br. August, Br. Constantius, Br. Lebuinus, Br. Eufratius, dan Br. Ivo tiba di pelabuhan Tanjung Priok. Rm. Van Lith SJ sendiri yang datang menjemput dan mengucapkan ‘Selamat Datang.’ Sungguh suatu peristiwa yang penuh makna dan lebih jelas lagi betapa penting kedatangan 5 (lima) bruder tersebut. Kemudian pada tanggal 20 September 1920 para bruder melanjutkan perjalanan ke Jawa Tengah hingga tiba di Jogjakarta.
Kedatangan para misionaris FIC ini disambut oleh Superior Misi Pastor Hoeberechts SJ. Kemudian para bruder menempati rumah sederhana bekas kantor pabrik besi. Lokasinya sangat dekat dengan keraton yang berbatasan dengan alun-alun utara. Daerah sekitar bruderan disebut Kidul Loji (artinya: sebelah selatan benteng). Sekarang Jln. Panembahan Senopati 18 Jogjakarta.
Para bruder ini diutus bekerja untuk melayani anak-anak Hindia Belanda, dalam hal ini anak-anak Jawa. Dalam segala keterbatasan pengetahuan lingkungan, budaya, maupun bahasa di tempat yang baru, mereka mulai mengajar anak-anak di HIS (sederajat SD).
Pembangunan gedung sekolah dimulai tahun 1922, gedung 2 lantai terdiri 18 kelas. Pada tanggal 23 Januari 1923 gedung baru ini diberkati. Bruderan Kidul Loji dibangun mulai Oktober 1923 dan pemberkatannya bulan Maret 1924.
Dari sinilah ‘biji sesawi FIC’ tumbuh dan berkembang ke tempat-tempat pelayanan Bruder FIC lewat karya pendidikan Yayasan Pangudi Luhur ke daerah-daerah seperti Keuskupan Agung Semarang (Muntilan, Boro, Sedayu, Ambarawa, Tlogo, Salatiga, Surakarta, Semarang, Klaten, Wedi, Bayat, Cawas, Gantiwarno, Giriwoyo); Keuskupan Agung Jakarta (Kembangan, Kampung Sawah, Haji Nawi, Delta Mas); Keuskupan Ketapang (Ketapang, Tumbang T**i, Tanjung); Keuskupan Agung Palembang (Sukaraja dan Belitang); Keuskupan Purwokerto (Pemalang); dan Sorong.
Karya para bruder FIC di Indonesia meliputi bidang pendidikan (play group, TK-SD, SMP dan SMA/SMK) di bawah naungan Yayasan Pangudi Luhur. Di samping pelayanan dalam bidang pendidikan, para bruder FIC juga berkarya di asrama, panti asuhan, pertenunan, unit produksi (logam, produksi kayu), pelayanan sosial lainnya. Jumlah bruder FIC (sudah prasetia) di Indonesia ada 150. Masih ada novis dan postulan.
Hari Jadi FIC di Indonesia tanggal 20 September
-----------
trims untuk kehadiran para bruder FIC yang telah mewarnai dunia pendidikan secara khusus di daerah Giriwoyo