LPPU Al-Hikmah Soppeng

LPPU Al-Hikmah Soppeng Yayasan Lembaga Pelatihan dan Pemberdayan Umat

Lembaga yang berorientasi pada pemberdayaan dan pembinaan generasi muda dan pelajar yang berlandaskan utamanya adalah nilai - nilai islami

Ramadhan bukan hanya bulan meningkatkan hubungan kita dengan Allah, tetapi juga dengan sesama manusia. Mari di bulan Ram...
29/05/2018

Ramadhan bukan hanya bulan meningkatkan hubungan kita dengan Allah, tetapi juga dengan sesama manusia. Mari di bulan Ramadhan ini kita dedikasikan sebagian waktu untuk Umat!
Cek ide-ide kontribusi ini, pilih beberapa ide, dan praktikan.
Nikmati Ramadhan barumu dengan pahala vertikal dan horizontal!

✔️Dari Balik Kamarmu
☑ Berdakwah Lewat Blog
Gunakan blog sebagai media berdakwah: terjemahkan artikel dari bahasa asing ke Bahasa Indonesia, posting tulisan tentang miskonsepsi Barat terhadap Islam, posting vlog kamu tentang Islam dan puasa, upload
komik, poster, infografik atau foto-foto masjid dan kebesaran alam ciptaan Allah ke blogmu!

☑ Berdakwah Lewat Media Sosial
Gunakan media sosialmu untuk menyebarkan pesan-pesan Islami seperti satu ayat / hadits / kutipan tiap hari. Kirim kutipanmu via Line, WA,
Facebook, Twitter atau medsos lain. Yakin dah, pulsa atau kuotamu yang berkurang akan menjadi pahala! InsyaaAllah. Menuju Masjid

☑ Jadi Sukarelawan Masjid!
Luangkan waktu untuk menjadi sukarelawan: bantu takmir menyiapkan iftar, membersihkan masjid, dan mendistribusikan Zakat.

☑ Bagi Ilmumu!
Sampaikan walau satu ayat. Tawarkan
bantuan kepada takmir masjid atau mushallah depan rumahmu untuk: membantu mengajari anak kecil membaca al Qur’an atau menceritakan mereka kisah-kisah Islami, bantu isi mading masjid dengan kutipan-kutipan indah.

☑ Sampaikan Ide Kreatifmu!
Jangan sungkan, sampaikan ide-ide kreatifmu kepada takmir masjid, seperti: mengadakan halaqah untuk pelajar, lomba-lomba Islami, pembuatan website masjid, diskusi film Islam, dll. Sampaikan juga kalau kau akan dengan senang hati membantu mereka melaksanakan ide itu! Kepada Mereka yang Tidak Seberuntung Kamu

☑ Kumpulkan Zakat dan Sadaqah,
Kunjungi Mereka!
Ajak teman-temanmu untuk mengumpulkan sadaqah. Jadikan Ramadhanmu bulan yang dapat melatih sisi kemanusiaanmu dengan mengunjungi mereka. Cobalah berempati dengan penderitaan mereka.

☑ Iftar dan Sahur Gratis
Tangan diatas lebih baik dari tangan di bawah. Bekerjasamalah dengan ayah dan ibumu, juga teman-temanmu untuk menyisihkan sebagian makanan buka puasa atau sahur untuk
disadaqahkan kepada mereka. Memberi sahur kepada mereka sama dengan menguatkan puasa mereka, memberi buka puasa kepada mereka, adalah sebuah kenikmatan.

☑ Jariyah Ilmu!
Salah satu amal jariyah adalah ilmu yang bermanfaat. Gapai pahala jariyah ini dengan: hadiahkan mushaf terjemah, sumbangkan mushaf berlebih layak bacamu, sumbangkan
buku layak baca. Selama al Qur’an dan buku tersebut masih dibaca, pahala akan terus mengalir. Bayangkan bila mushaf itu digunakan untuk tahfidz al
Qur’an, pahalanya? MasyaaAllah

✔️4TheUmmah
☑ Amalan Sederhana Berpahala ++
Beberapa aktivitas kecil bisa membuat kita meraih pahala hablu min Allah dan hablu minannas sekaligus. Ajak / tebengi sahabatmu untuk pergi ke masjid, bantu orang yang i’tikaf
dengan memberi makan, camilan, atau selimut; cetak dan perbanyak jadwal imsakiyah lalu bagikan pada jamaah.

☑ Kolaborasi, Adakan Event Islami!
Bekerjasamalah dengan banyak orang, keluarga, sahabat, teman, takmir masjid, dll. Ajak mereka untuk mengadakan event Islami kecil-kecilan seperti buka bersama, open house, bazar buku bekas layak baca, donasi umat, diskusi buku bersama, berda’wah di bus, dll. Manfaatkan waktumu untuk mempererat koneksi dengan Allah dan memperluas koneksi dengan hamba-hamba-Nya.

✔️Teruntuk Alam Tanda Kebesaran Allah

☑ Menjaga Alam
Jaga alam yang indah ini dengan: menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, kurangi penggunaan plastik, stirofoam, atau bahan lain yang sulit dicerna alam, dan tanamlah pohon!

☑ Bijak terhadap Sumber Daya Alam
Berlakulah bijak terhadap sumber daya alam yang Allah siapkan untuk kita: menghemat air dengan mengecilkan ukuran aliran kran saat berwudhu, menggunakan alat transportasi umum untuk mengurangi penggunaan BBM dan polusinya, mengurangi konsumsi listrik dll.

Sumber : Extraordinary Ramadhan

khir-akhir ini hampir seseantero jagad raya dibuat geram dengan PENINDASAN terhadap etnis ROHINGYA di MYANMAR yang mayor...
13/09/2017

khir-akhir ini hampir seseantero jagad raya dibuat geram dengan PENINDASAN terhadap etnis ROHINGYA di MYANMAR yang mayoritas MUSLIM.

Mereka bukan saudara kita, mereka juga jauh dari kita, tapi mereka menyentuh sisi kemanusiaan kita untuk turut berdoa dan membantu mereka.

Mari mengulurkan tangan untuk membantu dengan cara datang ke lokasi AKSI SOPPENG PEDULI (PENGGALANGAN DANA UNTUK ROHINGYA)

Hari minggu,
17 sept 2017
Pelataran Mesjid Raya Soppeng/lokasi Car Free Day
Start pukul 06.00

Anda bisa beramal sambil menikmati:
-OLAHRAGA PANAHAN
-MENGHIAS TANGAN ANDA DENGAN HENNA
-MENIKMATI ANEKA JAJANAN

Semua Untuk ROHINGYA









Info lebih lanjut LPPU Al-Hikmah Soppeng

Pembukaan
14/06/2017

Pembukaan

13/06/2017

13 followers

Rapat Kerja sekaligus penyerahan dokumen dari pengurus lama LPPU AL-HIKMAH ke pengurus yang baru.Ahad 18 Oktober 2016 di...
18/09/2016

Rapat Kerja sekaligus penyerahan dokumen dari pengurus lama LPPU AL-HIKMAH ke pengurus yang baru.
Ahad 18 Oktober 2016 di Sekret LPPU AL-HIKMAH Jl. Merdeka no 087A Watansoppeng.
Bismillah moga apa yang dirancang bisa dijalankan sebaik-baiknya dan di berkahi Allah swt...
generasi muda Soppeng yg religius & berkualitas

09/09/2016

Idul Adha merupakan peristiwa penting dan hari besar Islam yang penuh berkah dan kegembiraan. Oleh karena itu, pelaksanaan shalat ini dihadiri oleh semua orang Muslim, baik tua, muda, dewasa, anak-anak, laki-laki dan perempuan, bahkan perempuan yang sedang haid, juga diperintahkan oleh Nabi saw supaya hadir. Hanya saja mereka tidak ikut shalat dan tidak masuk ke dalam shaf shalat, namun ikut mendengarkan pesan-pesan Idul Adha yang disampaikan oleh khatib

1. Memperbanyak membaca tahlil, takbir, tahmid, mengerjakan amal shaleh, terutama pada tanggal 1 sampai 10 Dzulhijjah, bagi yang tidak sedang berhaji.
Kemuliaan bulan Dzulhijjah, khususnya pada sepuluh hari pertama telah diabadikan dalam al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
[وَٱلۡفَجۡرِ (١) وَلَيَالٍ عَشۡرٍ۬ (٢) وَٱلشَّفۡعِ وَٱلۡوَتۡرِ (٣) وَٱلَّيۡلِ إِذَا يَسۡرِ (٤
Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil, dan malam bila berlalu (QS. Al-Fajr (89): 1-4)
Para ulama tafsir seperti, Ibnu Abbas ra, menafsirkan maksud malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Tidaklah Allah SWT bersumpah dengan sesuatu, kecuali pada saat yang sama memberikan isyarat tentang keagungan sesuatu tersebut. Maka, keagungan sepuluh hari awal dzulhijjah pun semakin dapat dirasakan.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, dari Nabi saw. Beliau bersabda, ”Tiada hari-hari dimana amal shalih paling utama di sisi Allah dan paling dicintai-Nya melebihi sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Perbanyaklah pada hari itu dengan Tahlil, Takbir dan Tahmid.” (HR. Ahmad)
Ibnu Umar dan Abu Hurairah pada hari sepuluh pertama Dzulhijjah pergi ke pasar bertakbir dan manusia mengikuti takbir keduanya. (HR. Al-Bukhari)
Keutamaan dzikrullah pada sepuluh hari awal Dzulhijjah ini bisa dibagi menjadi tiga bagian :
a. Dzikr Mutlaq: yaitu berdzikir secara umum dan mutlak tanpa terikat waktu khusus, sebagaimana disebutkan dalam al-Quran dalam surat al-Ahzab (33): 35.
إِنَّ ٱلۡمُسۡلِمِينَ وَٱلۡمُسۡلِمَـٰتِ وَٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَـٰتِ وَٱلۡقَـٰنِتِينَ وَٱلۡقَـٰنِتَـٰتِ وَٱلصَّـٰدِقِينَ وَٱلصَّـٰدِقَـٰتِ وَٱلصَّـٰبِرِينَ وَٱلصَّـٰبِرَٲتِ وَٱلۡخَـٰشِعِينَ وَٱلۡخَـٰشِعَـٰتِ وَٱلۡمُتَصَدِّقِينَ وَٱلۡمُتَصَدِّقَـٰتِ وَٱلصَّـٰٓٮِٕمِينَ وَٱلصَّـٰٓٮِٕمَـٰتِ وَٱلۡحَـٰفِظِينَ فُرُوجَهُمۡ وَٱلۡحَـٰفِظَـٰتِ وَٱلذَّٲڪِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرً۬ا وَٱلذَّٲڪِرَٲتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغۡفِرَةً۬ وَأَجۡرًا عَظِيمً۬ا -٣٥
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Qs. al-Ahzab: 35)
b. Dzikir Khusus yang disyariatkan: seperti beberapa doa dan dzikir di pagi dan sore hari, atau doa sebelum melakukan sesuatu.
c. Dzikir yang Terikat: yang dimaksud adalah Takbir Hari Raya yang mempunyai lafadz secara khusus dan waktu pembacaan yang terbatas p**a. Untuk takbir Idul Adha bisa dimulai dari fajar hari Arafah, hingga Ashar hari Tasyriq yang terakhir, khususnya setelah usai shalat lima waktu.

2. Puasa Arafah
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan, sunnah muakkad. Puasa Arafah memiliki keutamaan yang luar biasa, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:
Diriwayatkan dari Abu Qatadah al-Anshari ra, Rasulullah saw pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya. (HR. Muslim)
Abu Qatadah juga meriwayatkan Hadis yang lain:
Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu. (HR. Muslim).
Dalam Hadis yang lain, Nabi saw berpuasa sembilan hari pada awal Zulhijjah,
Diriwayatkan dari Hunaidah bin Khalid, dari isterinya, dari beberapa isteri Nabi saw: Sesungguhnya Rasulullah saw melakukan puasa sembilan hari di awal bulan Zulhijjah, di Hari Asyura dan tiga hari di setiap bulan iaitu hari Isnin yang pertama dan dua hari Khamis yang berikutnya. (HR. Ahmad)

3. Berhias dengan Memakai Pakaian Bagus dan Wangi-wangian.
Orang yang menghadiri shalat Idul Adha baik laki-laki maupun perempuan dituntunkan agar berpenampilan rapi, yaitu dengan berhias, memakai pakaian bagus (tidak harus mahal, yang penting rapi dan bersih) dan wangi-wangian sewajarnya.
Diriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Nabi saw selalu memakai wool (Burda) bercorak (buatan Yaman) pada setiap ‘Id (HR. Asy-Syafi’i dalam kitabnya Musnad asy-Syafi’i)
Diriwayatkan dari Zaid bin al-Hasan bin Ali dari ayahnya ia mengatakan: kami diperintahkan oleh Rasulullah saw pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) untuk memakai pakaian kami terbaik yang ada, memakai wangi-wangian terbaik yang ada, dan menyembelih binatang kurban tergemuk yang ada (sapi untuk tujuh orang dan unta untuk sepuluh orang) dan supaya kami menampakkan keagungan Allah, ketenangan dan kekhidmatan (HR. Al-Hakim dalam kitabnya al-Mustadrak, IV: 256)

4. Tidak Makan Sejak Fajar Sampai dengan Selesai Shalat Idul Adha
Diriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya (yaitu Buraidah bin al-Husaib) ia berkata: Rasulullah saw pada hari Idul Fitri tidak keluar sebelum makan, dan pada hari Idul Adha tidak makan sehingga selesai shalat (HR. At-Tirmizi)
Hikmah dianjurkan makan sebelum berangkat shalat Idul Fitri adalah agar tidak disangka bahwa hari tersebut masih hari berpuasa. Sedangkan untuk shalat Idul Adha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu adalah agar daging qurban bisa segera disembelih dan dinikmati setelah shalat ‘Id.

5. Dianjurkan Berangkat dengan Berjalan Kaki dan Pulang Melalui Jalan Lain
Diriwayatkan dari Muhammad bin Ubaidillah bin Abi Rafi’ dari ayahnya dari kakeknya, bahwasanya Nabi saw mendatangi shalat ‘Id dengan berjalan kaki dan beliau p**ang melalui jalan lain dari yang dilaluinya ketika pergi. (HR. Ibnu Majah)

6. Shalat Dihadiri oleh Semua Umat Islam
Idul Adha merupakan peristiwa penting dan hari besar Islam yang penuh berkah dan kegembiraan. Oleh karena itu, pelaksanaan shalat ini dihadiri oleh semua orang Muslim, baik tua, muda, dewasa, anak-anak, laki-laki dan perempuan, bahkan perempuan yang sedang haid, juga diperintahkan oleh Nabi saw supaya hadir. Hanya saja mereka tidak ikut shalat dan tidak masuk ke dalam shaf shalat, namun ikut mendengarkan pesan-pesan Idul Adha yang disampaikan oleh khatib.
Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiyah al-Anshariyah ia berkata: Rasulullah saw memerintahkan kami untuk menyertakan gadis remaja, wanita yang sedang haid, dan wanita pingitan. Adapun wanita yang sedang haid supaya tidak memasuki lapangan tempat shalat, tetapi menyaksikan kebaikan hari raya dan dakwah yang disampaikan khatib bersama kaum muslimin. (HR. Ahmad).

Sumber:
Materi Pengembangan HPT
Majelis Tarjih PP Muhammadiyah
tuntunanislam.com

Idul Adha merupakan peristiwa penting dan hari besar Islam yang penuh berkah dan kegembiraan. Oleh karena itu, pelaksana...
09/09/2016

Idul Adha merupakan peristiwa penting dan hari besar Islam yang penuh berkah dan kegembiraan. Oleh karena itu, pelaksanaan shalat ini dihadiri oleh semua orang Muslim, baik tua, muda, dewasa, anak-anak, laki-laki dan perempuan, bahkan perempuan yang sedang haid, juga diperintahkan oleh Nabi saw supaya hadir. Hanya saja mereka tidak ikut shalat dan tidak masuk ke dalam shaf shalat, namun ikut mendengarkan pesan-pesan Idul Adha yang disampaikan oleh khatib

1. Memperbanyak membaca tahlil, takbir, tahmid, mengerjakan amal shaleh, terutama pada tanggal 1 sampai 10 Dzulhijjah, bagi yang tidak sedang berhaji.
Kemuliaan bulan Dzulhijjah, khususnya pada sepuluh hari pertama telah diabadikan dalam al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
[وَٱلۡفَجۡرِ (١) وَلَيَالٍ عَشۡرٍ۬ (٢) وَٱلشَّفۡعِ وَٱلۡوَتۡرِ (٣) وَٱلَّيۡلِ إِذَا يَسۡرِ (٤
Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil, dan malam bila berlalu (QS. Al-Fajr (89): 1-4)
Para ulama tafsir seperti, Ibnu Abbas ra, menafsirkan maksud malam yang sepuluh adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Tidaklah Allah SWT bersumpah dengan sesuatu, kecuali pada saat yang sama memberikan isyarat tentang keagungan sesuatu tersebut. Maka, keagungan sepuluh hari awal dzulhijjah pun semakin dapat dirasakan.
Diriwayatkan dari Ibnu Umar, dari Nabi saw. Beliau bersabda, ”Tiada hari-hari dimana amal shalih paling utama di sisi Allah dan paling dicintai-Nya melebihi sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Perbanyaklah pada hari itu dengan Tahlil, Takbir dan Tahmid.” (HR. Ahmad)
Ibnu Umar dan Abu Hurairah pada hari sepuluh pertama Dzulhijjah pergi ke pasar bertakbir dan manusia mengikuti takbir keduanya. (HR. Al-Bukhari)
Keutamaan dzikrullah pada sepuluh hari awal Dzulhijjah ini bisa dibagi menjadi tiga bagian :
a. Dzikr Mutlaq: yaitu berdzikir secara umum dan mutlak tanpa terikat waktu khusus, sebagaimana disebutkan dalam al-Quran dalam surat al-Ahzab (33): 35.
إِنَّ ٱلۡمُسۡلِمِينَ وَٱلۡمُسۡلِمَـٰتِ وَٱلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَـٰتِ وَٱلۡقَـٰنِتِينَ وَٱلۡقَـٰنِتَـٰتِ وَٱلصَّـٰدِقِينَ وَٱلصَّـٰدِقَـٰتِ وَٱلصَّـٰبِرِينَ وَٱلصَّـٰبِرَٲتِ وَٱلۡخَـٰشِعِينَ وَٱلۡخَـٰشِعَـٰتِ وَٱلۡمُتَصَدِّقِينَ وَٱلۡمُتَصَدِّقَـٰتِ وَٱلصَّـٰٓٮِٕمِينَ وَٱلصَّـٰٓٮِٕمَـٰتِ وَٱلۡحَـٰفِظِينَ فُرُوجَهُمۡ وَٱلۡحَـٰفِظَـٰتِ وَٱلذَّٲڪِرِينَ ٱللَّهَ كَثِيرً۬ا وَٱلذَّٲڪِرَٲتِ أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُم مَّغۡفِرَةً۬ وَأَجۡرًا عَظِيمً۬ا -٣٥
Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. (Qs. al-Ahzab: 35)
b. Dzikir Khusus yang disyariatkan: seperti beberapa doa dan dzikir di pagi dan sore hari, atau doa sebelum melakukan sesuatu.
c. Dzikir yang Terikat: yang dimaksud adalah Takbir Hari Raya yang mempunyai lafadz secara khusus dan waktu pembacaan yang terbatas p**a. Untuk takbir Idul Adha bisa dimulai dari fajar hari Arafah, hingga Ashar hari Tasyriq yang terakhir, khususnya setelah usai shalat lima waktu.

2. Puasa Arafah
Puasa Arafah merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan, sunnah muakkad. Puasa Arafah memiliki keutamaan yang luar biasa, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut:
Diriwayatkan dari Abu Qatadah al-Anshari ra, Rasulullah saw pernah ditanya tentang puasa hari Arafah, beliau menjawab, “Puasa itu menghapus dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun berikutnya. (HR. Muslim)
Abu Qatadah juga meriwayatkan Hadis yang lain:
Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu. (HR. Muslim).
Dalam Hadis yang lain, Nabi saw berpuasa sembilan hari pada awal Zulhijjah,
Diriwayatkan dari Hunaidah bin Khalid, dari isterinya, dari beberapa isteri Nabi saw: Sesungguhnya Rasulullah saw melakukan puasa sembilan hari di awal bulan Zulhijjah, di Hari Asyura dan tiga hari di setiap bulan iaitu hari Isnin yang pertama dan dua hari Khamis yang berikutnya. (HR. Ahmad)

3. Berhias dengan Memakai Pakaian Bagus dan Wangi-wangian.
Orang yang menghadiri shalat Idul Adha baik laki-laki maupun perempuan dituntunkan agar berpenampilan rapi, yaitu dengan berhias, memakai pakaian bagus (tidak harus mahal, yang penting rapi dan bersih) dan wangi-wangian sewajarnya.
Diriwayatkan dari Ja’far bin Muhammad dari ayahnya dari kakeknya, bahwa Nabi saw selalu memakai wool (Burda) bercorak (buatan Yaman) pada setiap ‘Id (HR. Asy-Syafi’i dalam kitabnya Musnad asy-Syafi’i)
Diriwayatkan dari Zaid bin al-Hasan bin Ali dari ayahnya ia mengatakan: kami diperintahkan oleh Rasulullah saw pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) untuk memakai pakaian kami terbaik yang ada, memakai wangi-wangian terbaik yang ada, dan menyembelih binatang kurban tergemuk yang ada (sapi untuk tujuh orang dan unta untuk sepuluh orang) dan supaya kami menampakkan keagungan Allah, ketenangan dan kekhidmatan (HR. Al-Hakim dalam kitabnya al-Mustadrak, IV: 256)

4. Tidak Makan Sejak Fajar Sampai dengan Selesai Shalat Idul Adha
Diriwayatkan dari Abdullah bin Buraidah dari ayahnya (yaitu Buraidah bin al-Husaib) ia berkata: Rasulullah saw pada hari Idul Fitri tidak keluar sebelum makan, dan pada hari Idul Adha tidak makan sehingga selesai shalat (HR. At-Tirmizi)
Hikmah dianjurkan makan sebelum berangkat shalat Idul Fitri adalah agar tidak disangka bahwa hari tersebut masih hari berpuasa. Sedangkan untuk shalat Idul Adha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu adalah agar daging qurban bisa segera disembelih dan dinikmati setelah shalat ‘Id.

5. Dianjurkan Berangkat dengan Berjalan Kaki dan Pulang Melalui Jalan Lain
Diriwayatkan dari Muhammad bin Ubaidillah bin Abi Rafi’ dari ayahnya dari kakeknya, bahwasanya Nabi saw mendatangi shalat ‘Id dengan berjalan kaki dan beliau p**ang melalui jalan lain dari yang dilaluinya ketika pergi. (HR. Ibnu Majah)

6. Shalat Dihadiri oleh Semua Umat Islam
Idul Adha merupakan peristiwa penting dan hari besar Islam yang penuh berkah dan kegembiraan. Oleh karena itu, pelaksanaan shalat ini dihadiri oleh semua orang Muslim, baik tua, muda, dewasa, anak-anak, laki-laki dan perempuan, bahkan perempuan yang sedang haid, juga diperintahkan oleh Nabi saw supaya hadir. Hanya saja mereka tidak ikut shalat dan tidak masuk ke dalam shaf shalat, namun ikut mendengarkan pesan-pesan Idul Adha yang disampaikan oleh khatib.
Diriwayatkan dari Ummu ‘Athiyah al-Anshariyah ia berkata: Rasulullah saw memerintahkan kami untuk menyertakan gadis remaja, wanita yang sedang haid, dan wanita pingitan. Adapun wanita yang sedang haid supaya tidak memasuki lapangan tempat shalat, tetapi menyaksikan kebaikan hari raya dan dakwah yang disampaikan khatib bersama kaum muslimin. (HR. Ahmad).

Sumber:
Materi Pengembangan HPT
Majelis Tarjih PP Muhammadiyah
tuntunanislam.com

Address

Jalan Merdeka No. 087A
Watansoppeng
90814

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when LPPU Al-Hikmah Soppeng posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category