Distrik News Media Group

Distrik News Media Group Akun Resmi Distrik News dibawah perusahaan PT DISTRIK MEDIA GROUP

17/08/2026

DISTRIK NEWS - Sebuah video yang beredar di media sosial mendadak menjadi perhatian publik. Rekaman tersebut memperlihatkan momen yang diduga memperlihatkan ketegangan antara Kepala Desa Rahong, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten, dengan seorang wartawan.

Insiden itu disebut terjadi ketika wartawan berusaha meminta keterangan terkait pelaksanaan proyek irigasi di wilayah tersebut. Namun, suasana justru berubah tegang.

Dalam video yang beredar, Kepala Desa Rahong diduga tidak langsung memberikan penjelasan mengenai proyek tersebut. Sebaliknya, ia disebut-sebut melontarkan tantangan kepada wartawan untuk berduel.

Peristiwa ini memicu beragam reaksi masyarakat. Pasalnya, sebagai pejabat publik, kepala desa diharapkan menyampaikan informasi dan klarifikasi secara terbuka, terutama terkait pelaksanaan proyek yang menggunakan anggaran publik.

Hingga kini, belum diketahui secara pasti apa yang memicu ketegangan tersebut. Sementara itu, Kepala Desa Rahong juga belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan ajakan duel yang terekam dalam video yang beredar.

17/08/2026

DISTRIK NEWS - Sebuah rekaman dramatis memperlihatkan detik-detik penyelamatan penumpang sebuah mobil sedan yang terseret arus deras di luar negeri. Banyak orang awalnya mengira lokasi tersebut memiliki kedalaman yang berbahaya.

Video yang dibagikan melalui akun Instagram Sharing Travel menunjukkan sejumlah warga tanpa ragu turun ke aliran air. Mereka bahu-membahu menuntun dan mengangkat para penumpang keluar dari kendaraan menuju tempat yang lebih aman.

Berkat kerja sama dan keberanian warga, seluruh korban berhasil dievakuasi satu per satu. Aksi kemanusiaan ini pun menuai banjir pujian dari warganet yang mengapresiasi kepedulian serta keberanian para penolong dalam situasi penuh risiko.

16/08/2026

DISTRIK NEWS - Penampilan Tim Gerak Jalan dari Persatuan Waria Kabupaten Sikka (PERWAKAS) sukses menyita perhatian warga.

Dengan aksi yang penuh percaya diri dan menghibur, mereka memancing beragam reaksi dari para penonton. Seperti apa keseruannya hingga membuat banyak orang tak berhenti membicarakannya?

16/08/2026

DISTRIK NEWS - Tak lama lagi Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan. Namun sebelum tiba di 17 Agustus, menarik untuk menengok kembali sebuah film lawas yang ternyata menyimpan kritik sosial yang terasa masih relevan hingga sekarang.

Film komedi "Inem Pelayan Sexy III" karya Nya' Abbas Akup bukan sekadar menghadirkan tawa. Di balik kisah kocaknya, terselip sindiran tajam tentang kehidupan masyarakat, terutama nasib para pekerja kecil.

Salah satu adegan yang paling membekas adalah "Kongres Babu", lengkap dengan lagu yang menyuarakan keresahan kaum pekerja. Liriknya mempertanyakan mengapa negeri yang disebut kaya masih menyisakan ketimpangan, meski kemerdekaan telah dinikmati selama puluhan tahun.

Dalam ceritanya, Inem yang mendadak menjadi istri orang kaya menggelar kongres dengan slogan "Tanpa Babu Negara Kacau." Meski aksinya dipenuhi unsur komedi dan ambisi pribadi, pesan yang muncul justru jauh lebih dalam daripada sekadar hiburan.

Kritik yang disampaikan menyentuh soal penghargaan terhadap pekerja, kesetaraan derajat, hingga hak setiap orang untuk diperlakukan secara manusiawi.

Menariknya, pesan itu masih terasa dekat dengan kehidupan saat ini. Istilah "babu" mungkin telah berganti menjadi asisten rumah tangga, buruh, pekerja harian, atau karyawan kantoran. Namun persoalan mengenai penghormatan, kesejahteraan, dan keadilan bagi para pekerja masih terus menjadi perbincangan.

Tak heran jika banyak orang menilai film komedi klasik ini bukan hanya sukses menghibur, tetapi juga berhasil meninggalkan kritik sosial yang tetap relevan lintas generasi. Sebuah pengingat bahwa karya hiburan terkadang mampu menyampaikan realitas dengan cara yang sederhana, namun mengena.

16/08/2026

ACEH, DISTRIK NEWS - Suasana peringatan Hari Damai Aceh ke-21 pada Sabtu (15/8/2026) mendadak memanas. Sekelompok massa yang semula berkumpul di kawasan bekas Hotel Aceh bergerak menuju Pendopo Gubernur Aceh sekitar pukul 15.00 WIB.

Sesampainya di lokasi, massa menurunkan Bendera Merah Putih dan lambang negara Garuda Pancasila. Setelah itu, mereka mengibarkan Bendera Bulan Bintang. Aksi tersebut langsung menjadi sorotan publik.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kantor DPR Aceh. Selama konvoi berjalan kaki, mereka membawa Bendera Bulan Bintang, meneriakkan berbagai yel-yel, termasuk seruan "Aceh Merdeka", serta melepaskan umbul-umbul Merah Putih yang terpasang di sepanjang jalur yang mereka lintasi.

Sebelum aksi di Pendopo Gubernur berlangsung, ketegangan lebih dulu terjadi di kawasan Simpang Kodim. Massa terlibat adu argumen dengan aparat keamanan sambil menuntut pembebasan sejumlah rekan mereka yang sebelumnya diamankan di Makodim 0101/Kota Banda Aceh.

Rangkaian peristiwa ini menjadi perhatian luas dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Bagaimana menurut Anda mengenai kejadian tersebut? Sampaikan pendapat Anda di kolom komentar dengan tetap mengedepankan diskusi yang santun dan menghormati perbedaan pandangan.

15/08/2026

NTT, DISTRIK NEWS - Detik-detik kajian yang dipimpin Ustadz Abu Qotadah Hafizhahullahu Ta'ala mendadak terhenti setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026).

Suasana di dalam masjid yang semula khusyuk berubah menjadi tegang ketika guncangan terasa cukup kuat. Sejumlah jamaah tampak menghentikan kegiatan dan berupaya tetap tenang sambil menunggu kondisi kembali aman.

Gempa tersebut juga memicu peringatan dini tsunami. Masyarakat di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur, seperti Alor, Timor, Rote, Sabu, Sumba, hingga Flores, diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang terkait potensi dampak yang mungkin terjadi.

14/08/2026

DISTRIK NEWS - Aksi yang diduga melibatkan dua kelompok pelajar di Kota Serang menjadi sorotan setelah videonya ramai beredar di media sosial. Peristiwa tersebut disebut-sebut melibatkan siswa dari SMKN 2 Kota Serang yang dikenal dengan sebutan Genk STM 89 Banray dan pelajar dari SMKN PGRI 1 Kota Serang atau STM 55 Banser.

Dalam rekaman yang beredar, kedua kelompok terlihat berada di sebuah ruas jalan raya dan diduga saling berhadapan. Situasi tampak memanas hingga sejumlah pelajar terlihat mengacungkan benda yang diduga senjata tajam.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram .33basmanball_ dan langsung menarik perhatian warganet. Lokasi kejadian diduga berada di salah satu jalan raya di wilayah Kota Serang.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kronologi lengkap maupun penyebab insiden yang terekam dalam video tersebut. Informasi mengenai peristiwa ini masih menunggu konfirmasi dari pihak kepolisian maupun sekolah terkait.

14/08/2026

DISTRIK NEWS – Suasana di Sukajaya berubah mencekam setelah bentrokan terjadi antara warga dan pihak yang diduga berkaitan dengan pengelolaan lahan. Peristiwa itu dipicu saat masyarakat berusaha mempertahankan sawah serta lahan garapan yang selama ini menjadi sumber penghasilan mereka.

Menurut keterangan warga, kericuhan bermula ketika alat berat memasuki area persawahan. Kehadiran alat tersebut disebut-sebut merusak tanaman padi yang sudah memasuki masa menjelang panen. Kondisi itu memicu kemarahan warga karena mereka khawatir kehilangan hasil panen sekaligus mata pencaharian.

Situasi yang semula hanya dipenuhi adu argumen kemudian berubah menjadi bentrokan terbuka. Warga mengaku berbagai benda seperti batu, kayu, bambu, besi, hingga senjata tajam terlihat digunakan dalam kericuhan tersebut.

Akibat insiden itu, sebanyak 16 warga dilaporkan mengalami luka-luka. Dua di antaranya mengalami cedera cukup serius sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Sejumlah warga juga menyampaikan dugaan adanya tindakan kekerasan selama bentrokan berlangsung. Namun hingga kini, informasi tersebut masih berdasarkan kesaksian warga di lokasi dan belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak terkait.

Sampai berita ini ditulis, PT PMC maupun pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab bentrokan, jumlah korban, maupun hasil penyelidikan atas peristiwa tersebut.

Masyarakat diimbau tidak terburu-buru mempercayai informasi yang beredar di media sosial dan menunggu keterangan resmi dari aparat berwenang agar tidak terjadi penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

14/08/2026

SERANG, KILAS BANTEN - Ada camilan yang bukan cuma memanjakan lidah, tapi juga membangkitkan kenangan. Itulah sensasi saat menikmati Dodol Ibu Kita, dodol khas Kampung Nambo, Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang, Banten.

Dibuat dari beras ketan pilihan, santan segar, dan gula aren asli, setiap adonan dimasak perlahan dengan penuh ketelatenan hingga menghasilkan tekstur yang lembut, kenyal, legit, dan manisnya pas di lidah.

Cocok dinikmati kapan saja:
β˜• Teman ngopi dan ngeteh
🎁 Oleh-oleh khas Banten yang berkesan
🏑 Sajian istimewa bersama keluarga
❀️ Camilan favorit di setiap suasana

Rasakan sendiri kenikmatan dodol rumahan yang bikin susah berhenti mengunyah. Satu gigitan saja, dijamin ingin tambah lagi!

Cara Pemesanan

πŸ“ Offline (WhatsApp): 087886422717
Hubungi untuk informasi stok, harga, dan pemesanan.

πŸ›’ Online (Shopee):
https://s.shopee.co.id/BSyUYUqW4

Dodol Ibu Kita
Legit Rasanya, Hangat Kenangannya.




14/08/2026

DISTRIK NEWS - Tak banyak yang tahu, lagu "Indonesia Raya" ternyata memiliki versi asli yang berbeda dari yang biasa kita dengar saat ini.

Musisi dan penyanyi Antea Putri Tru, cicit buyut dari kakak kandung Wage Rudolf Soepratman, membagikan penampilan spesial dengan membawakan "Indonesia Raya" versi otentik tahun 1928.

Dalam video tersebut, Antea menyanyikan tiga stanza lengkap sambil mengiringinya dengan permainan biola. Lirik dan notasi yang digunakan merupakan naskah asli saat lagu itu pertama kali diperkenalkan, sebelum mengalami berbagai aransemen hingga menjadi versi resmi yang akrab di telinga masyarakat sekarang.

Penampilan ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi juga menjadi pengingat tentang perjalanan panjang lahirnya lagu kebangsaan Indonesia serta warisan W.R. Soepratman yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Pernahkah kamu mendengar "Indonesia Raya" dalam versi tiga stanza seperti ini? Bagikan pendapatmu di kolom komentar!

Address

Serang

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Distrik News Media Group posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share