Pondok Pesantren Salafiyah Babussalam

Pondok Pesantren Salafiyah Babussalam Pendidikan islam yang hakiki

21/07/2024

مهما كان الشخص صَالِحًا، فإن فيه شرا إن كان ما تبحث عنه شَرًّا
Sebaik apapun seseorang pasti ada keburukannya jika yang kamu cari adalah keburukan

ومهما كان الشخص شريرا، فإن فيه صلاحا إن كان ما تبحث عنه صلاحا
Seburuk apapun seseorang dia pasti ada kebaikannya jika yang kamu cari adalah kebaikan.

فالشخص الصالح يبحث دائمًا عن الصلاح والشخص الشرير يبحث دائمًا عن شرور وعيوب الآخرين.

Orang yang baik akan selalu mencari kebaikan dan orang yang buruk akan selalu mencari keburukan dan kekurangan orang lain.

ZUHUD TIDAK HARUS MISKINBanyak orang kaya yang bisa zuhudDan banyak orang miskin namun tidak ZUHUD.Bersikap ZUHUD bukan ...
04/10/2023

ZUHUD TIDAK HARUS MISKIN

Banyak orang kaya yang bisa zuhud
Dan banyak orang miskin namun tidak ZUHUD.

Bersikap ZUHUD bukan berarti tidak memiliki apapun, namun bagaimana apapun yang kita miliki tidak dimasukkan kedalam hati.

Apa yang kita miliki niatkan untuk jadi manfaat bagi banyak orang.
Cari dengan cara yang halal dan gunakan ke hal hal yang halal juga.

Jangan cari dengan cara yang tidak halal dan setelah dapat jangan p**a digunakan untuk hal hal yang tidak halal dan tidak bermanfaat.

Meninggalkan dunia adalah dengan tidak memasukkan dunia ke dalam hati namun tetap berusaha maksimal agar tidak menjadi orang yang malas terlebih hanya meminta belas kasihan orang lain.

Dan ketika ia mendapatkan dunia ia tidak bangga dan ingin dipuji orang lain.
Begitu juga ketika ia tidak mendapatkannya maka ia tidak kecewa karena yang ia tuju adalah Allah. Adapun harta dunia hanyalah wasilah untuk bisa berbuat banyak kebaikan.

Semoga bermanfaat. Silahkan share jika bermanfaat.

ISTIGHFAR |Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. Di masa akhir hi...
05/11/2019

ISTIGHFAR |
Imam Ahmad bin Hambal Rahimakumullah (murid Imam Syafi'i) dikenal juga sebagai Imam Hambali. Di masa akhir hidupnya beliau bercerita;
Suatu waktu (ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju satu kota di Iraq. Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada keperluan.
Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau bercerita;
Begitu tiba di sana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat.
Begitu selesai solat dan jamaah bubar, Imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba penjaga masjid datang menemui Imam Ahmad sambil bertanya; "Kenapa kamu di sini, syaikh?."
Penjelasan
Kata "syaikh" boleh digunakan untuk 3 panggilan:
1⃣untuk orang tua,
2⃣orang kaya atau pun
3⃣orang yg berilmu.
Panggilan Syaikh dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena penjaga tu memanggil hanya sebagai orang tua.
Penjaga masjid itu tidak tau yang lelaki itu adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad pun tidak memperkenalkan dirinya. Di Iraq, semua orang kenal siapa Imam Ahmad, seorang ulama besar & ahli hadits, sejuta hadits dihafalnya, sangat shalih & zuhud. Zaman itu tidak ada kamera / gambar sehingga orang tidak tau wajahnya, cuma namanya sudah terkenal.
Imam Ahmad menjawab, "Saya ingin istirahat, saya musafir."
Kata penjaga tu, "Tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid."
Imam Ahmad bercerita,
"Saya diusir oleh orang itu, disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, dikuncinya pintu masjid. Lalu saya ingin tidur di birai masjid."
Ketika sudah berbaring di birai masjid Penjaganya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad. "Kamu nak apa lagi syaikh?". Kata penjaga itu.
Sy nak tidur, saya musafir", kata Imam Ahmad.
Lalu penjaga masjid berkata;
"Di dalam masjid tidak boleh, di birai masjid juga gak boleh." Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad bercerita, "Saya diusir sampai jalanan."
Di samping masjid ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat & menjual roti). Penjual roti ini sedang membuat adunan, sambil melihat kejadian imam Ahmad diusir oleh penjaga masjid tadi.
Ketika Imam Ahmad sampai di jalanan, penjual roti itu memanggil dari jauh; "Mari syaikh, anda boleh nginap di tempat saya, saya punya tempat, meski pun kecil."
Kata Imam Ahmad, "Baik". Imam Ahmad masuk ke rumahnya, duduk di belakang penjual roti yg sedang membuat roti (dengan tetap tidak memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir).
Penjual roti ini punya perilaku baik dan memuliakan tetamu. Kalau Imam Ahmad mengajak bersembang, pasti dijawabnya. Kalau tidak, dia terus membuat adunan roti sambil *(terus-menerus)* melafazkan *ISTIGHFAR.* _"Astaghfirullah"_
Saat meletakkan garam, _astaghfirullah_, memecah telur, _astaghfirullah_ , mencampur gandum _astaghfirullah_. Dia senantiasa mengucapkan _istighfar_. Sebuah kebiasaan mulia. Imam Ahmad terus memerhatiknnya.
Lalu imam Ahmad bertanya, _"Sudah berapa lama kamu lakukan ini?"_
Orang itu menjawab;
"Sudah lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya lakukan."
Imam Ahmad bertanya;
"Apa hasil dari perbuatan mu ini?"
Orang itu menjawab;
"(lantaran wasilah istighfar) Tidak ada hajat / keinginan yg saya minta, kecuali PASTI dikabulkan Allah. Semua yg saya minta ya Allah... pasti saya akan dapat"
Rasulullah
صلى الله عليه وسلم
pernah bersabda;
"Siapa yg menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rezeki dari jalan yg tidak disangka-sangkanya."
Lalu orang itu melanjutkan, "Semua dikabulkan Allah kecuali satu, masih satu yg belum Allah beri."
Imam Ahmad penasaran lantas bertanya;
"Apa itu?"
Kata orang itu;
"Saya minta kepada Allah supaya dipertemukan dengan Imam Ahmad."
Seketika itu juga Imam Ahmad bertakbir, "Allahu Akbar..!
Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke Bashrah dan bahkan - sampai diusir oleh penjaga masjid - Sampai ke jalanan, ternyata karena ISTIGHFAR MU."
Penjual roti itu terperanjat, memuji Allah, ternyata yg di depannya adalah Imam Ahmad.
Ia pun langsung memeluk & mencium tangan Imam Ahmad.
(SUMBER: Kitab Manakib Imam Ahmad)
Wallahu a'lam
Saudara ku & Sahabat ku tercinta... Mulai detik ini - marilah senantiasa kita hiasi lisan kita dengan ISTIGHFAR - bila mana dan di mana pun kita berada.
Jangan biarkan posting ini terputus,.dan JANGAN SAMPAI ilmu yang SANGAT PENTING ini TIDAK DIAMALKAN OLEH MASING-MASING DIRI KITA...
Silahkan share kepada yang lain sebanyak banyaknya 😊
Semoga Allah merahmati kita semua, Aamiin...

SUKSES SEJATISeorang Guru membuat garis sepanjang 10 cm di atas papan tulis, lalu berkata : "Anak2, coba perpendek garis...
24/02/2017

SUKSES SEJATI

Seorang Guru membuat garis sepanjang 10 cm di atas papan tulis, lalu berkata : "Anak2, coba perpendek garis ini!"

Anak pertama maju kedepan, ia menghapus 2 cm dr garis itu, skrg menjadi 8 cm. Pak Guru mempersilakan anak ke 2. Iapun melakukan hal yg sama, 'sekarang' garisnya tinggal 6 cm. Anak ke 3 & ke 4 pun maju kedepan, skrg garis itu tinggal 2 cm.

Terakhir, anak yg Bijak maju kedepan, ia membuat garis yg lbh panjang, sejajar dgn garis pertama, yg tinggal 2 cm itu.

Sang Guru menepuk bahunya,
*"Kau memang bijak. Utk membuat garis itu menjadi pendek, tak perlu menghapusnya - cukup membuat garis yg lbh panjang. Garis pertama akan menjadi lbh pendek dgn sendirinya."*

*Utk memenangkan Tak perlu mengecilkan yg lain, Tak usah menjelekan yg lain, krn secara tak langsung, membicarakan kejelekan yg lain adalah cara tak jujur utk memuji diri sendiri. Cukup lakukan kebaikan terbaik yg dpt kita lakukan utk smuanya, biarkan wkt akan membuktikan kebaikan tersebut.

07/10/2015

Dikisahkan pada suatu hari ada seorang lelaki yang bekerja di sebuah hotel yang biasa menyajikan arak (minuman memabukan) ...

24/01/2015

Alfiyah Ibnu Malik merupakan kitab yang disusun oleh seorang ulama besar bernama Jamaludin Muhammad Bin Abdullah Bin Malik. Beliau merupakan ulama kenamaan yang lahir di kota Jayyan Andalusia (Sekarang masuk dalam wilayah Spanyol). Dan sampai saat ini, kitab Alfiyah Ibnu Malik karangan beliau masih dipelajari diberbagai madrasah keilmuan sebagai rujukan utama dalam disiplin ilmu tata bahasa arab, khusunya di bidang Nahwu dan Shorof.

Namun tahukah anda? Bahwa dibalik kesuksesan Alfiyah Ibnu Malik sebagai mahakarya dalam bidang ilmu tata bahasa arab, ternyata ada sebuah kisah menarik yang mengiringi kehadirannya? Kisah ini patut disimak karena sungguh mengandung faidah dan hikmah.

Pada suatu hari, Syeikh Jamaludin Muhammad (sang pengarang Alfiyah) hendak membuat pendahuluan (muqodimah) terhadap kitab Alfiyahnya. Beliau khusyu merangkai kata demi kata hingga kemudian tersusun menjadi bait-bait muqodimah kitab Alfiyah. Namun entah kenapa ketika muqodimahnya sampai pada bait:

و أستعين الله في ألفية***مقاصد النحو بها محوية
Dan ku memohon pada Allah menjadikan Alfiyyah bisa mencakupi tujuan Ilmu Nahwu

تقرب الأقصى بلفظ موجز***و تبسط البذل بوعد منجز
Mendekatkan yang jauh dengan lafadz yang ringkas,

و تقتضي رضا بغير سخط***فائقة ألفية ابن معط
Yang menuntut keridloan tanpa kebencian, Yang meluhuri Alfiyahnya Ibnu Mu'thi

فائقة لها بألف بيت٭٭٭..............ه
Yang meluhuri dengan seribu bait, .......................

Tiba-tiba, jlebbb! Beliau merasa ngeblank. Pemikirannya seperti buntu untuk meneruskan potongan bait (فائقة لها بألف بيت) tersebut. Ia merasa kesulitan untuk menyempurnakan bait yang secara tidak langsung didalamnya ada sesuatu hal yang sifatnya meluhurkan Alfiyah karyanya sendiri dibanding Alfiyah karya Ibnu Mu’thi. Hingga tanpa sebab beliau menjadi buntu dalam berfikir.

Dan saat beliau tidur, tiba-tiba beliau bermimpi bertemu dengan sosok laki-laki tua yang berwibawa namun laki-laki itu tidak ia kenali. Beliau mengatakan pada laki-laki tua itu, “aku penadzom alfiyah”. Kemudian laki-laki tua itu memintanya memperdengarkan alfiyah tersebut. Lantas Syeikh Jamaludin pun membacakan bait-bait alfiyahnya. Namun ketika bacaanya sampai pada bait (فائقة لها بألف بيت) beliau tidak bisa melanjutkan.

Laki-laki tua berkata, “Ayo lanjutkan!”. Namun Syeikh Jamaludin tidak bisa melanjutkannya. Maka laki-laki tua itu pun menawarkan dirinya untuk melanjutkan bait Alfiyah tersebut. Dan Syeikh Jamaludin mempersilahkannya. Kemudian laki-laki tua melanjutkan dengan bait (semacam sindiran/mengingatkan)..

فائقة لها بألف بيت *** و الحي قد يغلب ألف ميت
Yang meluhuri dengan seribu bait, yang hidup terkadang s**a menimpa seribu mayat

(Sebuah pengingat: kita tidak boleh menceramahi keilmuan orang terdahulu yang sudah meninggal. Karena orang meninggal tidak bisa memberi pembelaan.)

Dan plak! Syeikh Jamaludin tersadar bahwa laki-laki tua itu adalah Yahya Bin Mu’thi Bin Abdi Nur Az-Zawawi (Ibnu Mu’thi). Hingga akhirnya ia terbangun dari tidurnya. Dan langsung melanjutkan bait Alfiyahnya dengan menyusuli bait sebelumnya yang mengandung kesombongan. Ia melanjutkan dengan bait:

و هو بسبق حائز تفضيلا***مستوجب ثنائي الجميلا
Namun beliau memiliki keutamaan karena sebagai pendahulu, yang mesti mendapat sanjungan yang indah
و الله يقضي بهبات وافرة***لي و له في درجات الآخرة
Semoga Allah memberi lumuran hibah derajat akhirat untukku dan untuknya.

****************
Ringkasnya, Syeikh Jamaludin sempat mengagungkan Alfiyah karyanya dari pada Alfiyah yang sebelumnya pernah dikarang oleh Ibnu Mu’thi. Akibatnya beliau mendadak buntu untuk melanjutkan bait alfiyah miliknya. Namun setelah beliau bermimpi, dan sadar akan kekhilafannya, beliau langsung membuat bait lanjutan yang secara tidak langsung menghapus keluhuran sikap beliau yang ada pada bait sebelumnya.

Hikmahnya,

Kita tidak boleh menceramahi keilmuan orang terdahulu yang sudah meninggal. Karena orang meninggal tidak bisa memberi pembelaan. Dan bila pun ada kekurangan, itu adalah kewajaran karena keilmuan orang terdahulu pasti banyak keterbatasan dengan berbagai hal. Berbeda dengan generasi selanjutnya. Justru generasi selanjutnya harus berterimakasih terhadap orang terdahulu. Karena keilmuan terdahulu telah memberi dan membuka fondasi terhadap perkembangan keilmuan dimasa selanjutnya.

Sadar tidak sadar, kita tidak boleh punya sifat berbesar kepala (sombong) sedikit pun. Karena hal tersebut dapat menghancurkan apa yang telah kita miliki. Kita mesti banyak bertafakur agar tidak terjerumus pada sifat sombong.

*) Kisah diatas bisa dilihat diberbagai syarah/hasiyah Alfiyah. Salah satunya dalam jasyiyah ibn Hamdun Syarah Al-makudi
*) Jika ada kesalahan, mohon dikoreksi khususnya dalam menterjemah syair (bait)nya. Syukran,

10/11/2014

100 Mutiara Indah Bahasa Arab
مَنْ سَارَ عَلَى الدَّرْبِ وَصَلَ
Barang siapa berjalan pada jalannya, maka dia akan sampai (pada tujuannya).
مَنْ جَدَّ وَجَدَ
Barang siapa bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkan (kesuksesan).
مَنْ صَبَرَ ظَفِرَ
Barang siapa yang bersabar, maka dia akan beruntung.
مَنْ قَلَّ صِدْقُهُ قَلَّ صَدِيْقُهُ
Barang siapa yang sedikit kejujurannya, sedikit p**alah temannya.
جَالِسْ أَهْلَ الصِّدْقِ وَالْوَفَاءِ
Bergaulah dengan orang yang jujur dan menepati janji.
مَوَدَّةُ الصَّدِيْقِ تَظْهَرُ وَقْتَ الضِّيْقِ
Kecintaan seorang teman itu, akan tampak pada waktu kesempitan.
وَمَااللَّذَّةُ إِلاَّ بَعْدَ التَّعَبِ
Tidak ada kenikmatan kecuali setelah kepayahan.
الصَبْرُ يُعِيْنُ عَلَى كُلِّ عَمَلٍ
Kesabaran itu akan menolong segala pekerjaan.
جَرِّبْ وَلاَحِظْ تَكُنْ عَارِفًا
Cobalah dan perhatikanlah, niscaya kau jadi orang yang tahu.
اُطْلُبِ الْعِلْمَ مِنَ الْمَهْدِ إِلَى اللَّحْدِ
Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga liang kubur.
بَيْضَةُ الْيَوْمِ خَيْرٌ مِنْ دَجَاجَةِ الْغَدِ
Telur hari ini lebih baik daripada ayam esok hari.
اَلْوَقْتُ أَثْمَنُ مِنَ الذَّهَبِ
Waktu itu lebih berharga daripada emas.
اَلْعَقْلُ السَّلِيْمُ فِى الْجِسْمِ السَّلِيْمِ
Akal yang sehat itu terletak pada badan yang sehat.
خَيْرُ جَلِيْسٍ فِى الزَّمَانِ كِتَابٌ
Sebaik-baik teman duduk pada setiap waktu adalah buku.
مَنْ يَزْرَعْ يَحْصُدْ
Barang siapa yang menanam pasti akan memetik (mengetam).
خَيْرُ الْأَصْحَابِ مَنْ يَدُلُّكَ عَلَى الْخَيْرِ
Sebaik-baik teman itu ialah yang menunjukkan kamu kepada kebaikan.
لَوْلاَ الْعِلْمُ لَكَانَ النَّاسُ كَالْبَهَائِمِ
Kalaulah tidak karena ilmu niscaya manusia itu seperti binatang.
اَلْعِلْمُ فِى الصِّغَرِ كَالنَّقْشِ عَلَى الْحَجَرِ
Belajar diwaktu kecil itu, bagaikan mengukir di atas batu.
لَنْ تَرْجِعَ الْأَيَّامُ الَّتِى مَضَتْ
Tidak akan pernah kembali lagi hari-hari yang telah berlalu.
تَعَلَّمَنَّ صَغِيْرًا وَاعْمَلْ بِهِ كَبِيْرًا
Belajarlah di waktu kecil dan beramalah dengannya di waktu besar.
اَلْعِلْمُ بِلَا عَمَلٍ كَالشَّجَرِ بِلاَ ثَمَرٍ
Ilmu tanpa amal/praktek bagaikan pohon yang tidak berbuah.
اَلْإِتِّحَادُ أَسَاسُ النَّجَاحِ
Persatuan adalah pangkal keberhasilan.
لاَ تَحْتَقِرْ مِسْكِيْنًا وَكُنْ لَهُ مُعِيْنًا
Jangan engkau menghina orang miskin dan jadilah penolong baginya.
الشَّرَفُ بِالْأَدَبِ لَا بِالنَّسَبِ
Kemuliaan itu karena adab kesopanan (budi pekerti) bukan karena keturunan.
سَلاَمَةُ الْإِنْسَانِ فِى حِفْظِ اللِّسَانِ
Keselamatan manusia itu terdapat dalam penjagaan lidahnya (perkataannya).
آدَابُ الْمَرْءِ خَيْرُ مِنْ ذَهَبِهِ
Adab seseorang itu lebih baik (lebih berharga) daripada emasnya (kekayaannya).
سُوْءُ الْخُلُقِ يُعْدِى
Budi pekerti/akhlaq yang buruk itu menular.
آفَةُ الْعِلْمِ النِّسْيَانُ
Bencananya ilmu adalah lupa.
إِذَا صَدَقَ الْعَزْمُ وَضَحَ السَّبِيْلُ
Jika ada kemauan yang sungguh-sungguh, pasti terbukalah jalannya.
لاَ تَحْتَقِرْ مَنْ دُوْنَكَ فَلِكُلِّ شَيْئٍ مَزِيَّةٌ
Jangan menghina seseorang yang lebih rendah daripada kamu, karena setiap orang mempunyai kelebihan.
أَصْلِحْ نَفْسَكَ يُصْلِحْ لَكَ النَّاسُ
Perbaikilah dirimu sendiri, niscaya orang-orang lain akan baik padamu.
فَكِّرْ قَبْلَ أَنْ تُعْزِمَ
Berpikirlah dahulu sebelum kamu berbuat.
مَنْ عَرَفَ بُعْدَ السَّفَرِ اِسْتَعَدَّ
Barang siapa yang tahu jauhnya sebuah perjalanan, hendaklah dia bersiap-siap.
مَنْ حَفَرَ حُفْرَةً وَقَعَ فِيْهَا
Barang siapa yang menggali lobang, maka akan terperosoklah ia di dalamnya.
عَدُوٌّ عَاقِلٌ خَيْرٌ مِنْ صَدِيْقٍ جَاهِلٍ
Musuh yang pandai itu lebih baik daripada sahabat yang bodoh.
مَنْ كَثُرَ إِحْسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
Barang siapa banyak perbuatan baiknya, maka banyak p**alah temannya.
اِجْهَدْ وَلاَ تَكْسَلْ وَلاَ تَكُ غَافِلاً فَالنَّدَامَةُ الْعُقْبَى لِمَنْ يَتَكَاسَلُ
Bersungguh-sungguhlah,jangan bermalas-malasan dan jangan p**a lengah, karena penyesalan itu resiko bagi orang yang bermalas-malasan.
لاَ تُؤَخِّرْ عَمَلَكَ إِلَى الْغَدِ مَا تَقْدِرُ أَنْ تَعْمَلَهُ الْيَوْمَ
Janganlah menunda pekerjaanmu hingga esok hari, sesuatu yang kamu dapat mengejakannya hari ini.
اُتْرُكِ الشَّرَّ يَتْرُكْكَ
Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan meninggalkanmu.
خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ
Sebaik-baik manusia adalah yang terbaik budi pekertinya dan yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.
فِى التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفِى الْعَجَلَةِ النَّدَامَةُ
Di dalam kehati-hatian itu terdapat keselamatan, dan di dalam ketergesa-gesaan itu terdapat penyesalan.
ثَمَرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمَرَةُ الْحَزْمِ السَّلاَمَةُ
Buah kelengahan adalah penyesalan dan buah kecermatan adalah keselamatan.
الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنَ الْخُلُقِ الشَّرِيْفِ
Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu termasuk perangai orang yang mulia (terhormat)
فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةُ مِثْلِهَا
Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang sama dengannya.
تَرْكُ الْجَوَابِ عَلَى الْجَاهِلِ جَوَابٌ
Tidak menjawab (pertanyaan) orang yang bodoh adalah suatu jawaban.
مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
Barang siapa manis tutur katanya (perkataannya) maka banyaklah temannya.
إِذَا تَمَّ الْعَقْلُ قَلَّ الْكَلاَمُ
Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya.
مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِي بِلاَ أَخٍ
Barang siapa yang mencari teman tanpa bercela, maka ia akan selamanya tidak mempunyai teman.
قُلِ الْحَقَّ وَلَوْ كَانَ مُرًّا
Katakanlah kebenaran itu walaupun pahit.
خَيْرُ مَالِكَ مَا نَفَعَكَ
Sebaik-baik hartamu adalah yang bermanfaat bagimu.
خَيْرُ الْأُمُوْرِ أَوْسَطُهَا
Sebaik-baik perkara itu adalah pertengahanya (yang sedang-sedang saja).
لِكُلِّ مَقَامٍ مَقَالٌ وَلِكُلِّ مَقَالٍ مَقَامٌ
Setiap tempat mempunyai perkataan masing-masing, dan untuk setiap perkataan memiliki tempat masing-masing.
إِذَا لَمْ تَسْتَحِي فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
Apabila engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendakmu (apa yang engkau kehendaki).
لَيْسَ الْعَيْبُ لِمَنْ كَانَ فَقِيْرًا بَلِ الْعَيْبُ لِمَنْ كَانَ بَخِيْلاً
Bukanlah cela itu bagi orang yang miskin, tapi cela itu terletak pada orang yang kikir.
لَيْسَ الْيَتِيْمُ الَّذِيْ قَدْ مَاتَ وَالِدُهُ بَلِ الْيَتِيْمُ يَتِيْمُ الْعِلْمِ وَالْأَدَبِ
Bukanlah yang dinamakan anak yatim itu yang telah meninggal orang tuanya, tapi (sebenarnya) anak yatim itu adalah yang tidak memiliki ilmu dan budi pekerti.
لِكُلِّ عَمَلٍ ثَوَابٌ وَلِكُلِّ كَلاَمٍ جَوَابٌ
Setiap pekerjaan itu ada upahnya, dan setiap perkataan itu ada jawabannya.
وَعَامِلِ النَّاسَ بِمَا تُحِبُّ مِنْهُ دَائِمًا
Dan pergaulilah manusia itu dengan apa-apa yang engkau s**ai daripada mereka semuanya.
هَلَكَ امْرُؤٌ لَمْ يَعْرِفْ قَدْرَهُ
Hancurlah seseorang yang tidak tahu kemampuan dirinya sendiri.
رَأْسُ الذُّنُوْبِ الْكَذَبُ
Pokok dosa itu adalah kebohongan.
مَنْ ظَلَمَ ظُلِمَ
Barang siapa yang menganiaya niscaya akan dianiaya.
لَيْسَ الْجَمَالُ بِأَثْوَابٍ تُزَيِّنُنَا إِنَّ الْجَمَالَ جَمَالُ الْعِلْمِ وَالْأَدَبِ
Bukanlah kecindahan itu dengan pakaian yang menghiasi kita, sesungguhnya kecantikan itu ialah kecantikan dengan ilmu dan kesopanan.
لاَ تَكُنْ رَطْبًا فَتُعْصَرَ وَلاَ تَكُنْ يَابِسًا فَتُكَسَّرَ
Janganlah engkau bersikap lemah sehingga kamu akan ditindas, dan janganlah kamu bersikap keras sehingga kamu akan dipatahkan.
مَنْ أَعَانَكَ عَلَى الشَّرِّ ظَلَمَكَ
Barang siapa menolongmu dalam kejahatan maka sungguh ia telah menyesatkanmu.

أَخِيْ لَنْ تَنَالَ الْعِلْمَ إِلاَّ بِسِتَّةٍ سَأُنْبِيْكَ عَنْ تَفْصِيْلِهَا بِبَيَانٍ
ذُكَاءٌ وَحِرْصٌ وَاجْتِهَادٌ وَدِرْهَمٌ وَصُحْبَةُ أُسْتَاذٍ وَطُوْلُ زَمَانٍ
Saudaraku! Kamu tidak akan mendapatkan ilmu, kecuali dengan enam perkara, akan aku beritahukan perinciannya dengan jelas : Kecerdasan, Kethoma’an (terhadap ilmu), Kesungguhan, Harta benda (bekal), Akrab, Dekat, Ta’at kepada guru serta Waktu yang panjang.
اَلْعَمَلُ يَجْعَلُ الصَّعْبَ سَهْلاً
Bekerja itu membuat yang s**ar menjadi mudah.
مَنْ تَأَنىَّ نَالَ مَا تَمَنىَّ
Barang siapa berhati-hati niscaya akan mendapatkan apa-apa yang dicita-citakannya.
اُطْلُبِ الْعِلْمَ وَلَوْ بِالصِّيْنِ
Tuntutlah ilmu walaupun di negeri Cina.
اَلنَّظَافَةُ مِنَ الْإِيْمَانِ
Kebersihan adalah bagian dari iman.
إِذَا كَثُرَ الْمَطْلُوْبُ قَلَّ الْمُسَاعِدُ
Kalau banyak permintaannya maka sedikitlah penolongnya.
لاَ خَيْرَ فِى لَذَّةٍ تَعَقَّبَ نَدَمًا
Tidak ada kebaikan dari suatu kenikmatan yang menyebabkan penyesalan.
تَنْظِيْمُ الْعَمَلِ يُوَفِّرُ نِصْفَ الْوَقْتِ
Manajemen pekerjaan itu akan menghemat separuh waktu.
رُبَّ أَخٍ لَمْ تَلِدْهُ أُمُّهُ
Betapa banyak saudara yang tidak dilahirkan oleh satu ibu.
دَاوُوْا الْغَضَبَ بِالصُّمْتِ
Obatilah kemarahan itu dengan diam.
اَلْكَلاَمُ يَنْفُذُ مَالاَ تَنْفُذُهُ الْإِبَرُ
Perkataan itu dapat menembus apa yang tidak bisa ditembus oleh jarum.
لَيْسَ كُلُّ مَا يَلْمَعُ ذَهَبًا
Bukanlah setiap sesuatu yang mengkilat itu emas.
سِيْرَةُ الْمَرْءِ تُنْبِئُ عَنْ سَرِيْرَتِهِ
Gerak-gerik seseorang itu menunjukkan isi hatinya.
قِيْمَةُ الْمَرْءِ بِقَدْرِ مَا يُحْسِنُهُ
Derajat seseorang itu sebesar kebaikan yang telah diperbuatnya.
صَدِيْقُكَ مَنْ أَبْكَاكَ لاَ مَنْ أَضْحَكَكَ
Temannmu ialah orang yang membuatmu menangis bukan orang yang membuatmu tertawa.
عَثْرَةُ الْقَدَمِ أَسْلَمُ مِنْ عَثْرَةِ اللِّسَانِ
Tergelincirnya kaki itu lebih selamat daripada tergelincirnya lidah.
خَيْرُ الْكَلاَمِ مَا قَلَّ وَدَلَّ
Sebaik-baik perkataan ialah yang sedikit dan jelas.
كُلُّ شَيْئٍ إِذَا كَثُرَ رَخِصٌ إِلاَّ الْأَدَبَ
Segala sesuatu apabila banyak menjadi murah kecuali budi pekerti.
أَوَّلُ الْغَضَبِ جُنُوْنٌ وَآخِرُهُ نَدَمٌ
Permulaan marah adalah kegilaan dan akhirnya adalah penyesalan.
اَلْعَبْدُ يَضْرِبُ بِالْعَصَا وَالْحُرُّ يَكْفِيْهِ بِالْإِشَارَةِ
Hamba sahaya itu harus dipukul dengan tongkat, dan orang yang merdeka cukup dengan isyarat.
اُنْظُرْ مَا قَالَ وَلاَ تَنْظُرْ مَنْ قَالَ
Perhatikanlah apa-apa yang diucapkan dan janganlah meperhatikan siapa orang yang mengatakannya.
اَلْحَسُوْدُ لاَ يَسُوْدُ
Orang yang pendengki itu tidak akan menjadi mulia.
اَلْأَعْمَالُ بِخَوَاتِمِهَا
Tiap-tiap pekerjaan itu dengan penyelesaiannya.
إِلَهِيْ لَسْتُ لِلْفِرْدَوْسِ أَهْلاً
وَلاَ أَقْوَى عَلَى النَّارِ الْجَحِيْمِ
Wahai Tuhanku ! Aku bukanlah ahli surga, tapi aku tidak kuat dalam neraka Jahim.
فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً وَاغْفِرْ ذُنُوْبِيْ
فَإِنَّكَ غَافِرُ الذَّنْبِ الْعَظِيْمِ
Maka berilah aku taubat (ampunan) dan ampunilah dosaku, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dosa yang besar.
ذُنُوْبِيْ مِثْلُ أَعْدَادِ الرِّمَالِ
فَهَبْ لِيْ تَوْبَةً يَاذَاالْجَلاَلِ
Dosaku bagaikan bilangan pasir, maka berilah aku taubat wahai Tuhanku yang memiliki keagungan.
وَعُمْرِيْ نَاقِصٌ فِى كُلِّ يَوْمٍ
وَذَنْبِيْ زَائِدٌ كَيْفَ احْتِمَالِي
Umurku ini setiap hari berkurang, sedang dosaku selalu bertambah, bagaimana aku menanggungnya.

إِلَهِيْ عَبْدُكَ الْعَاصِي أَتَاكَ
مُقَرًّا بِالذُّنُوْبِ وَقَدْ دَعَاكَ
Wahai, Tuhanku ! Hamba Mu yang berbuat dosa telah datang kepada Mu dengan berlumur dosa, dan telah memohon kepada Mu.
فَإِنْ تَغْفِرْ فَأَنْتَ لِذَاكَ أَهْلٌ
فَإِنْ تَطْرُدْ فَمَنْ نَرْجُو سِوَاكَ
Maka jika engkau mengampuni, maka Engkaulah yang berhak mengampuni,
Jika Engkau menolak, kepada siapakah lagi kami mengharap selain kepada Engkau?
فِى أَيِّ أَرْضٍ تَطِأْ فَأَنْتَ مَسْؤُوْلٌ عَنْ إِسْلَامِهَا
Di manapun anda berada, maka anda bertanggung jawab terhadap keislamannya.
اَلْمُحَافَظَةُ عَلَى الْقَدِيْمِ الصَّالِحِ وَالْأَخْذُ بِالْجَدِيْدِ الْأَصْلَحِ
Melestarikan (nilai-nilai) lama yang relevan dan mengadopsi (metode) baru yang lebih relevan.
اَلدَّهْرُ يَوْمَانِ : يَوْمٌ لَكَ وَيَوْمٌ عَلَيْكَ
Masa itu ada dua : saat kebahagiaan dan saat kesedihan.
مَنْ عَرَفَ لُغَةَ قَوْمٍ سَلِمَ مِنْ مَكْرِمِهِمْ
Barang siapa menguasai bahasa suatu kaum, maka ia akan selamat dari tipu daya mereka.
اَلْحَقُّ يَعْرِفُ بِالدَّلِيْلِ لاَ بِالْقَلِيْلِ وَلاَ الْكَثِيْرِ
Kebenaran itu harus berdasarkan wahyu dan bukti, bukan karena sendikit atau banyaknya (yang melakukan/mengikuti).
وَمَنْ طَلَبَ الْعَلِى سَهَرَ اللَّيَالِى
Barang siapa yang mencari ketinggian derajat, hendaklah ia qiyamullail (sholat malam).
اَلْإِسْلاَمُ يَعْلُو وَلاَ يُعْلاَ عَلَيْهِ
Islam itu agama tertinggi dan tidak ada yang bisa menandinginya.
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيْرَنَا وَلَمْ يُوَقِّرْ كَبِيْرَنَا
Bukanlah termasuk golongan kami (umat Nabi Muhammad SAW), orang yang tidak menyanyangi yang yunior dan tidak menghormati senior.

pray for us :)
25/09/2014

pray for us :)

Address

Dayo Kec Tandun Kab Rohul
Ujungbatu
28554

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pondok Pesantren Salafiyah Babussalam posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share