PPPI Jeru Tumpang

PPPI Jeru Tumpang PPPI adalah sebuah lembaga pendidikan islami yang berdiri pada tahun 1953. PPPI selalu berpedoman ا

Keluarga Besar PPPI Jeru turut berduka cita.Telah wafat Ibu Nyai Hajah Mutammimah Harir (Pengasuh Pondok Pesantren Busta...
21/08/2025

Keluarga Besar PPPI Jeru turut berduka cita.
Telah wafat Ibu Nyai Hajah Mutammimah Harir (Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul 'Usysyaqil Qur'an, Betengan, Demak) pada Rabu, 20 Agustus 2025 M.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَها وَارْحَمْها وَعَافها وَاعْفُ عَنْها وَأَكْرِمْ نُزُلَها وَوَسِّعْ مَدْخَلَها وَاغْسِلْها بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّها مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نقيت الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَ مِنْ عَذَابِ النَّار. آمِين يا ربَّ الْعَالَمِيْنَ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثاَنَا.⁣
اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى اْلِإسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلِإيْمَانِ.⁣
اَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرٙها وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَها وَاغْفِرْ لَنَا وَلَها بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ⁣
أَمِيْن يَا رَبَّ العَالَمِينَ⁣
-⁣
الفاتحة⁣
-⁣
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحمٰنِ الرَّحِيْم ۞ أَلحَمدُ لِلّه رَبِّ العَالَمِين ۞ ألرَّحمٰنِ الرَّحِيم ۞ مالِكِ يَوْمِ الدِين ۞ إيّاكَ نَعبُدُ وَ إيّاكَ نَستعِين ۞ إهدِنَا الصِّرَاط المُستَقِيم ۞ صِرَاطَ الَذِينَ أنعَمتَ عَليهم غَيْرِ المَغضُوبِ عَليْهِم وَلاَ الضَّالِّين ۞⁣
أمِين


‐----------------------
Follow :
Instagram :
Facebook : PPPI Jeru
Tik tok : PPPI Jeru
Youtube : PONDOK JERU

Ungkapan "Tidak ada orang sabar, yang ada menyabar-nyabarkan" mengandung makna bahwa kesabaran itu bukan sifat alami yan...
20/08/2025

Ungkapan "Tidak ada orang sabar, yang ada menyabar-nyabarkan" mengandung makna bahwa kesabaran itu bukan sifat alami yang langsung ada pada seseorang, melainkan sebuah usaha untuk melatih diri agar bisa bersikap sabar. Jadi, bukan berarti tidak ada orang yang sabar, tetapi kesabaran itu perlu diupayakan dan dilatih. 

Berikut penjelasannya.

Kesabaran adalah proses:

Ungkapan ini menekankan bahwa kesabaran itu bukan sesuatu yang instan, melainkan hasil dari usaha dan latihan diri.

"Menyabar-nyabarkan" adalah usaha:

Ketika seseorang "menyabar-nyabarkan" dirinya, ia sedang berusaha untuk mengendalikan emosi, menahan diri, dan berpikir jernih dalam menghadapi suatu situasi.

Contoh dalam hadits:

Ada hadis yang mengatakan, "Barang siapa yang berusaha menyabarkan dirinya, maka Allah akan menjadikannya orang yang sabar,"
Ini menunjukkan bahwa kesabaran itu bisa diusahakan.

Pentingnya latihan:

Ungkapan ini juga menyiratkan bahwa untuk mencapai tingkat kesabaran yang tinggi, seseorang perlu terus-menerus melatih dirinya dalam menghadapi berbagai situasi yang menuntut kesabaran.

Jadi, intinya, ungkapan ini bukan berarti tidak ada orang yang sabar, tetapi lebih kepada menekankan bahwa kesabaran itu adalah sebuah proses yang membutuhkan usaha dan latihan. 

Ungkapan "sabar itu ada batasnya" seringkali muncul dalam percakapan sehari-hari, namun dalam konteks agama dan spiritual, kesabaran tidak memiliki batas yang pasti. Yang membatasi kesabaran adalah diri kita sendiri, bukan karena cobaan yang diberikan. Kesabaran adalah sifat yang Allah anugerahkan, dan orang yang bersabar akan mendapatkan balasan tanpa batas. 
Namun yang perlu diperhatikan adalah firman Allah yang menjelaskan bahwa pahala orang yang sabar itu tidak ada batasnya.
Wallahu a'lam.


---‐------------------------
Follow :
Instagram :
Facebook : PPPI Jeru
Tik tok : PPPI Jeru
Youtube : PONDOK JERU

Kok 'قال' Bisa Artinya Tidur?!Kata yang kita kenal artinya "berkata" ini.... ternyata bisa juga bermakna "tidur siang"?!...
19/08/2025

Kok 'قال' Bisa Artinya Tidur?!

Kata yang kita kenal artinya "berkata" ini.... ternyata bisa juga bermakna "tidur siang"?!

Yes, di Bahasa Arab, satu bentuk kata bisa punya makna beda... tergantung wazannya (pola fi'il), harakat tengah dan konteks kalimatnya.

Jangan lupa like, coment, dan share juga

---‐----------------------
Follow :
Instagram :
Facebook : PPPI Jeru
Tiktok : PPPI Jeru
Youtube : PONDOK JERU



MENUJU ALLAH DENGAN SYARIAT, TAREKAT, DAN HAKIKATإِنَّ الطَّرِيقَ شَرِيعَةٌ وَطَرِيقَةٌ ۞ وَحَقِيقَةٌ فَاسْمَعْ لَهَا مَ...
17/08/2025

MENUJU ALLAH DENGAN SYARIAT, TAREKAT, DAN HAKIKAT

إِنَّ الطَّرِيقَ شَرِيعَةٌ وَطَرِيقَةٌ ۞ وَحَقِيقَةٌ فَاسْمَعْ لَهَا مَا مُثِّلاَ
“Sesunggahnya jalan adalah syarat, toriqoh dan haqiqah. maka dengarkan yang dicontohkan”

Hidup ini adalah perjalanan dalam meraih ridha Allah. Agar ketakwaan, juga ikhtiar penjauhan dari hawa nafsu terus terjaga dengan mudah, maka manusia pejalan memerlukan metode-metode suluk (perjalanan).

Jalan menuju Allah agar manusia berbahagia di akhirat itu ada tiga jenis, dimulai dengan syariat, kemudian tarekat, dan buahnya, yaitu hakikat. Ketiganya saling terkait dan tidak boleh dinegasikan salah satu di antara ketiganya.
Mengapa demikian?
لِأَنَّ الْحَقِيْقَةَ بِلاَ شَرِيْعَةٍ بَاطِلَةٌ وَالشَّرِيْعَةُ بِلاَ حَقِيْقَةٍ عَاطِلَةٌ
“Karena *hakikat tanpa syariat adalah bathil (batal/rusak dan *syariat tanpa hakikat adalah 'athil(kosong/hampa).*”

Contoh *Hakikat tanpa syariat*
Seperti seseorang yang enggan shalat dengan alasan bahwa ia tak lagi membutuhkan shalat (karena sudah merasa dalam taraf hakikat). Ia mengatakan, "Sesungguhnya seorang yang berbahagia itu adalah sesiapa yang ditakdirkan menjadi orang yang berbahagia pada azali. Jika memang saya sebagai orang yang berbahagia, maka pasti saya akan masuk surga, walaupun saya tidak mendirikan shalat. Dan seandainya ditakdirkan celaka, toh saya akan tetap masuk neraka, walaupun saya shalat.
Perkataan semacam itu adalah perkataan bathil/rusak, sebab ia hanya mengambil hakikat saja tanpa mengambil syariat, padahal yg namanya hakikat dan syariat harus ditempuh semuanya, sebagaimana perumpamaan syari'at thoriqat haqiqot yang insya Allah akan diterangkan.

Contoh *Syariat tanpa hakikat*
Seperti orang beramal ibadah karena tujuan surga, lalu ia berkata: “Seandainya bukan karena amal ibadahku, pasti aku tidak akan masuk surga.”
Ini adalah kategori syariat yang kosong. sebab ia hanya melihat dan membatasi bahwa amal ibadahnyalah yg memasukkannya ke surga, Karena seolah syariat itu seperti tidak ada (wujuduha ka'adamiha). Padahal manusia masuk surga itu bukan karena amal ibadahnya, melainkan karena mendapatkan anugerah Allah Ta'ala.
Lanjut
⬇️⬇️⬇️

Sebuah hakekat dalam memaknai kemerdekaanSelamat Hari Ultah Republik Indonesia ke 80
17/08/2025

Sebuah hakekat dalam memaknai kemerdekaan

Selamat Hari Ultah Republik Indonesia ke 80



Tujuh Butir Makna Kemerdekaan Menurut Gus DurPresiden Republik Indonesia yang keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) men...
17/08/2025

Tujuh Butir Makna Kemerdekaan Menurut Gus Dur

Presiden Republik Indonesia yang keempat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menegaskan tujuh butir makna kemerdekaan Indonesia, momen tersebut terekam saat Forum Demokrasi (Fordem) pada 8 Agustus 1991 silam untuk memperingati HUT ke-46 Republik Indonesia. Dokumen tersebut dimuat di Majalah AULA Nahdlatul Ulama.

Butiran tersebut mengandung alasan fundamental bangsa Indonesia untuk melangkah ke depan sebagai modal moral, spiritual, maupun material. Menurut Gus Dur, ketujuh butiran tersebut adalah alasan kuat para Founding Fathers (Bapak pendiri bangsa) melakukan berbagai perjuangan untuk kemerdekaan ini.

Berikut tujuh pernyataan tersebut:
Pernyataan pertama, kemerdekaan lebih merupakan proses perjuangan menentukan nasib sendiri daripada keadaan yang bebas dari segala soal, kesulitan, dan hambatan. Pada tanggal 18 Agustus 1945, bangsa dan negara Indonesia menjamin dalam Undang-Undang Dasar (UUD)-nya bahwa sistem yang menghambatnya (penjajahan) tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan.

Pernyataan kedua, kemerdekaan adalah hak. Hak yang mendasar bagi setiap manusia. Karena itu, harus dijamin dalam hidup kemasyarakatan, terutama dalam hidup berbangsa dan bernegara. Sejak 17 Agustus 1945 sampai dengan 17 Agustus 1959, perangkat hidup kebangsaan dan kenegaraan Indonesia disusun dan digunakan sedemikian rupa sehingga kemerdekaan justru terancam oleh tindakan sewenang-wenang (license).

Pernyataan ketiga, musuh kemerdekaan bukanlah kekuasaan masyarakat dan negara. Melainkan kesewenang-wenangan (license) dalam mengguna kekuasaan itu. Tergantung dari susunan dan penggunaannya, kuasa kemasyarakatan dan kenegaraan bisa mempersempit dan memperbesar peluang bagi kemerdekaan. Dari 17 Agustus 1959 sampai Maret 1966, susunan kuasa kemasyarakatan dan kenegaraan begitu terpusat di satu tangan seorang pemimpin, sehingga kemerdekaan tidak saja tertekan, tetapi juga telah mengakibatkan malapetaka kemiskinan dan kekerasan.
Lanjut⬇️⬇️⬇️

TAQWASyekh Zainuddin bin 'Ali bin Ahmad al-Ma'bari al-Mallibari asy-Syafi'i dalam sebuah nadhoman atau syair yang termua...
16/08/2025

TAQWA
Syekh Zainuddin bin 'Ali bin Ahmad al-Ma'bari al-Mallibari asy-Syafi'i dalam sebuah nadhoman atau syair yang termuat di dalam kitab Hidayatul Adzkiya’ ‘ila Thoriqil Auliya’ menjelaskan tentang arti taqwa, dan kerugian bagi yang menjauhinya. Nadhoman tersebut berbunyi:
تَقْوَي الْاِلَهِ مَدَارُ كُلِّ سَعَادَةٍ * وَتِبَاعُ اَهْوَاءٍ رَأْسُ شَرٍّ حَبَائِلاَ
Taqwa itu pokoknya segala beruntung (3)
Ikut hawa sumber jahat jadi buntung
Syekh Abu Bakr bin Muhammad Syatha ad-Dimyathi dalam kitab Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya’ menjelaskan tentang arti nadhoman tersebut bahwa taqwa pada Alllah SWT (mengerjakan perintah Allah dan meninggalkan semua larangan-Nya) merupakan pokok segala keberuntungan dan merupakan sumber kebahagiaan dunia ahirat, sedangkan mengikuti hawa nafsu adalah pokok segala kejahatan dan kemungkaran serta sumber kehancuran juga sebagai jaring perangkap yang dipasang oleh setan.
Taqwa adalah mengerjakan perintah perintah Allah SWT dan meninggalkan semua larangan-Nya secara dhohir bathin dengan disertai rasa takdim dan rasa takut kepada-Nya.
An-Nashrobadziy mengatakan, “Barang siapa melanggengkan taqwa, makai a rindu untuk berpisah dengan dunia karena Allah SWT berfirman kepada akhirat,” dan Sungguh akhirat itu lebih baik bagi orang yang bertaqwa. Apakah kalian berfikir?”.
Sebagian Ulama’ mendifinisikan Taqwa adalah Menjauhi sesuatu selain Allah SWT. Abu Abdullah RA berkata ” Taqwa yaitu: menjauhi sesuatu yang bisa menjauhkan diri dari Allah SWT “. Sebagian ulama’ berkata: “barang siapa yang menghendaki sahnya taqwa maka tinggalkanlah semua dosa”.
Taqwa merupakan sumber kebahagiaan dunia ahirat serta penolak kesialan dan kehancuran dunia ahirat, dengan demikian maka ketahuilah bahwa: Allah selalu bersama-sama dengan orang-orang yang bertaqwa, Ilmu laduni diberikan oleh Allah kepada orang-orang yang bertaqwa, selamat dari neraka karena taqwa, keluar dari kesulitan karena taqwa, datangnya rizqi tak terduga karena taqwa, dipermudah semua masalah karena taqwa, dilipatgandakan pahalanya karena taqwa, surga diberikan oleh Allah kepada orang yang bertaqwa, memiliki keramat didunia dan akhirat karena taqwa.
Lanjut
👇

Dirgahayu Republik Indonesia ke 80.     ♥️🇲🇨
16/08/2025

Dirgahayu Republik Indonesia ke 80.


♥️🇲🇨

Discografi Turba YPPPI ke 11 di Masjid Babul Hidayah Desa Baran Kambingan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.Jum'at 06 S...
02/08/2025

Discografi Turba YPPPI ke 11 di Masjid Babul Hidayah Desa Baran Kambingan Kecamatan Tumpang Kabupaten Malang.
Jum'at 06 Shafar 1447/01 Agustus 2025

01/08/2025

Pembacaan Sholawat Nariyah 4444 kali di SMP NU Al-Hikmah.
Upaya mendobrak langit demi terkabulnya sebuah hajat.


PELATIHAN KEPENGURUSAN PONDOK PESANTRENPelatihan Kepengurusan ini dirancang untuk membekali para pengurus dan calon peng...
31/07/2025

PELATIHAN KEPENGURUSAN PONDOK PESANTREN

Pelatihan Kepengurusan ini dirancang untuk membekali para pengurus dan calon pengurus dengan keterampilan kepemimpinan yang tangguh dan berintegritas.

Dengan landasan nilai-nilai keislaman, para pengurus diajak untuk menggali potensi diri, memahami pentingnya tanggung jawab, dan menjadi pribadi yang amanah dalam setiap peran yang diemban.

Melalui berbagai kegiatan interaktif, diskusi, dan pembelajaran, para pengurus dari 9 pesantren yang pengasuhnya merupakan Dzurriyyah Hadrotus Syeikh KH. Mudjahid al-Maghfurlah dilatih untuk berpikir kritis, mengambil keputusan bijak, dan menjadi pemimpin yang mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan mereka.

Inilah langkah awal untuk membentuk generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia.




Pelatihan Kepengurusan Pondok Pesantren adalah program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kepemimpinan dan kete...
30/07/2025

Pelatihan Kepengurusan Pondok Pesantren adalah program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kepemimpinan dan keterampilan pengurus pondok pesantren utamanya di PPPI Jeru dalam berbagai aspek.

Selain itu, pelatihan yanh akan dilaksanakan pada hari Kamis esok, 31 Juli 2025 bertujuan untuk membentuk sikap kepemimpinan yang berintegritas dan berakhlak mulia pada diri pengurus dan calon pengurus PPPI dan Pesantren yang berada di naungan Dzurriyyah Al-Maghfurlah KH. Mudjahid, meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab sosial, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan kerja sama dengan tim.


Address

Jalan Masjid No 25 RT 02 RW 01 Jeru
Tumpang
65156

Telephone

+6281333352122

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PPPI Jeru Tumpang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to PPPI Jeru Tumpang:

Shortcuts

Share

Category