28/10/2024
أَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَاسْتَطَعْتُ وَأَعُوذُ بكَ مِنْ شَرِمَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَى وَأَبُوهُ لَكَ بِذَنْبي فَاغْفِرْ لِي إِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنتَ.
Bacaan latin: Allahumma anta rabi, laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana 'abduka, wa ana 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, wa a'uudzubika min syarri maa abuu'u laka bi dzanbi faghfirlii innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta.
01/10/2024
Perubahan yang nyata dimulai dari dalam diri kita; teruslah berjuang!
"Sesungguhnya, Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Radu' : 11)
01/10/2024
1 kali zikir sirr sebanding dengan 35 juta dzikir lisan
Jika asma Allah diucapkan sekali saja dengan lisan, itu disebut dengan dzikir (mengingat) lisan. Namun
jika nama Allah diingat dengan hati maka itu akan sebanding dengan 35 juta dzikir lisan. Itulah dzikir hati
atau dzikir sirr.
Ada 35 juta pembuluh darah dalam tubuh dan semua terhubung ke jantung. Jika nama Allah diucapkan
bahkan walau hanya sekali saja (dengan hati) maka semua yang mengalir mengucapkan (berdzikir) p**a.
Rasulullah bersabda:
“wahai Abu Dzar, berdzikirlah kepada Allah dengan dzikir khamilan!”
Abu Dzar bertanya: Ap aitu dzikir khamilan?
Rasulullah: Khafi (dalam hati) (mizan al-hikmah 3: 435)
Tahap pertama adalah dzikir lisan. Kemudian dzikir kalbu yang cenderung diupayakan dan dipaksakan.
Selanjutnya dzikir kalbu akan berlangsung secara lugas tanpa perlu dipaksakan.
Serta yang terakhir adalah Ketika Allah sudah berkuasa di dalam kalbu disertai sirnanya zikir itu sendiri.
Inilah rahasia dari sabda Nabi saw: “siapa ingin bersenang-senang di taman surge, perbanyaklah
mengingat Allah”.
Tanda bahwa sebuah dzikir sampai pada sirr (Nurani yang terdalam yang menjadi tempat cahaya
penyaksian) adalah Ketika pelaku dzikir dan objek dzikirnya lenyap tersembunyi. Dzikir sirr terwujud
Ketika seseorang telah terliputi dan tenggelam di dalamnya. Tandanya, apabila engkau meninggalkan
dzikir tersebut tak pernah padam dan cahayanya tak pernah redup.
Namun engkau menyaksikan cahayanya selalu naik turun, sementara api yang ada disekitarmu
senantiasa bersih menyala. Dzikir yang masuk ke dalam sirr terwujud dalam bentuk diamnya si pelaku
dzikir seolah-olah lisannya tertusuk jarum. Atau, semua wajahnya adalah lisan yang sedang berdzikir
dengan cahaya yang mengalir darinya.
Ketahuilah, setiap dzikir yang disadari oleh kalbumu didengar oleh malaikat penjaga. Sebab perasaan
mereka Bersama perasaanmu. Di dalamnya ada sirr sampai saat dzikirmu juga gaib dari perasaan
mereka.
Kesimp**annya, berdzikir dengan ungkapan kata-kata tanpa hudhur (kehadiran hati) disebut zikir lisan.
Berdzikir dengan merasakan kehadiran kalbu Bersama Allah disebut dzikir kalbu, sementara berdzikir
tanpa menyadari kehadiran segala sesuatu selain Allah disebut dzikir sirr. Itulah disebut dengan dzikir
khafi.
Allah swt berfirman:
Dan berzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu (nafsika) dengan merendahkan dirimu dan rasa takut
dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang, dan janganlah termasuk orang-orang
yang lalai”(QS. Al-Araf: 2050
Rezki lahiriah terwujud dengan Gerakan badan, rezki batiniah terwujud dengan Gerakan kalbu, rezki sirr
terwujud dengan diam, sementara rezki akal terwujud dengan fana dari diam sehingga seorang hamba
tinggal dengan tenang untuk Allah dan Bersama Allah.
Nutrisi dan makanan bukanlah konsumsi rohani, melainkan konsumsi badan. Adapoun yang menjadi
konsumsi rohani dan kalbu adalah mengingat Allah Zat yang Maha Mengetahui yang gaib.
Allah swt berfirman: orang-orang beriman dan kalbu mereka tenteram dengan mengingat Allah.
Semua makhluk yang mendengarmu sebenarnya juga ikut zikir Bersamamu. Sebab, engkau berzikir
dengan lisanmu, lalu dengan kalbumu, kemudian dengan napasmu, kemudian dengan rohmu,
selanjutnya dengan akalmu, dan setelah itu dengan sirrmu.
Bila engkau berzikir dengan lisan, pada saat yang sama semua benda mati akan berzikir bersamamu.
Bila engkau berzikir dengan kalbu, pada saat yang sama alam beserta isinya juga turut berzikir
bersamamu.
Bila engkau berzikir dengan nafasMu, pada saat yang sama seluruh langit beserta isinya juga turut
berzikir bersamamu.
Bila engkau berzikir dengan roh-Mu, pada saat yang sama singgasana Allah (arsy) beserta seluruh isinya
ikut berzikir bersamamu.
Bila engkau berzikir dengan akalmu, para malaikat pembawa arsyi dan roh orang-orang yang memiliki
kedekatan dengan Allah juga ikut berzikir bersamamu.
Bila engkau berzikir dengan sirrmu, arsy beserta seluruh isinya turut berzikir hingga zikir tersebut
tersambung ke Dzat-Nya.
12/09/2024
DIAM ADALAH KUNCI MAKRIFAT
Nasihat dari Ibnu Arabi bahawa diam ialah anak kunci yang membuka pintu makrifat. Wahai Murid !!! Bila kamu hendak berjalan menuju ke jalan ahli makrifat atau ahwal, seharusnya kamu atau siapa pun mengikuti hal-hal sebagai bantuan menuju jalan kebahagiaan kerana makrifat ialah pengetahuan hakiki tentang Allah dan ahwal ialah keadaan rohani atau ciri orang yang telah mencapai makrifat. Salah satu jalan menuju makrifat ialah DIAM.
Ada dua jenis diam iaitu pertama diam lisan (lidah) yg berbicara tentang selain Allah s.w.t dan kedua diam hati dari hal-hal yg muncul di hati mengenal yg maujud, diam sama sekali. Dua jenis diam p**a terbahagi kepada empat pecahan diam. Pertama barang siapa yang lisannya diam tapi hatinya tidak diam maka dosanya akan ringan.
Kedua barang siapa yang lisannya diam dan hatinya diam maka yg rahsia akan menjadi jelas baginya dan Allah akan menjadi jelas p**a baginya. Ketiga barang siapa yang hatinya diam tapi lisannya tidak diam maka dia akan berkata dengan kata-kata hikmah dan keempat barang siapa yang lisannya tidak diam dan hatinya tidak diam maka itu adalah kekuasaan syaitan dan dia tunduk kepadanya.
Tiga kategori diam yang dimilikki manusia iaitu pertama diam dengan lisan adalah kelas orang awam dan mereka yang melakukan suluk (perjalanan kerohanian), kedua diam dgn hati adalah sifat para muqarrabin (mereka yg didekatkan Allah kepadaNya) dan ketiga diam milik ahli musyahadah (mereka mampu menyaksikan kebesaran Allah).
Hal (keadaan rohani) yg timbul dari diam para murid ialah selamat dari bahaya fitnah sedangkan hal yg timbul dari diam para muqarrabin ialah timbul nya dialog Kalbu yg lentur dan asyik. Barang siapa menjalankan diam dalam segala keadaan maka dia tidak akan sempat lagi berbicara kecuali dengan Tuhannya sebab diam sepenuhnya sama sekali bagi manusia dalam dirinya sendiri adalah mustahil. Bila dia berbicara, bicaranya hanya kerana Allah maka dia akan menjadi orang yang selamat, dekat kepada Allah dan kuat ucapannya.
Bila dia berbicara, dia akan berbicara dengan benar dan pembicaraannya bersumber dari Allah. Firman Allah s.w.t mengenai Nabi Muhammad s.a.w: “Dia tidak berbicara dari hawa nafsu (QS Al-Najm:3). Pembicaraan yang benar ialah hasil diam dari kesalahan, apa pun alasannya. Berbicara dengan selain Allah ialah kesalahan, sementara berbicara tentang selain Allah dilihat dari sudut mana sekalipun adalah keburukan. Salah satu hal yang timbul kerana diam adalah makam (kedudukan) wahyu yang segala macam nya dan diam menghasilkan makrifat kepada Allah kerana di dalam diam terkandung tafakur. “Berfikir sesaat itu lebih baik daripada beribadah setahun"
Semoga manfaat
23/08/2024
"jihad paling besar adalah memerangi diri sendiri, melawan setan salam dirimu" (Nabi Muhammad Saw)
23/08/2024
"Barang siapa yang mampu menahan hawa nafsunya, maka ia telah menaklukkan salah satu musuh terbesarnya."
17/07/2024
Tidak ada cinta yang lebih mulia daripada cinta kepada Baginda Nabi Muhammad dan Allah SWT.