13/09/2022
Gadis 10 tahun bernama "Marwa" ini berjualan tisu di kota Aswan, Mesir.
Dia bergegas untuk menonton maraton yang diselenggarakan untuk anak-anak dari kejauhan dan dia dengan cepat berlari ke arah mereka untuk menanyakan apakah dia dapat berpartisipasi.
Meskipun dia tidak bisa membayar biaya partisipasi, dia juga tidak memiliki sepatu atau pakaian olahraga untuk berpartisipasi, dia tetap ingin ambil bagian dan memiliki keinginan untuk menang!
Penyelenggara tidak melarang anak yang tidak punya ini mengikuti lomba maraton. Marwa berlari tanpa alas kaki.. dia berlari seperti biasa mengejar orang-orang di jalanan untuk menjual tisu kepada mereka... Dia berlari dengan kebanggaan, dia berlari seolah-olah dia terbang menuju langit untuk menembus garis finish.
Yang membuat semua orang tercengang dan terkejut, dia berada di posisi pertama dan memenangkan medali emas.
Terlepas dari keadaannya yang tidak menguntungkan, dia percaya pada dirinya sendiri dan tidak membiarkan rintangan atau kemunduran apapun menghalangi pencapaian tujuannya.
12/10/2021
JANGAN MENCERITAKAN MIMPI BURUK
ASSALAMUALAIKUM.......
Seringkali mimpi membuat orang jadi gelisah , bertanya-tanya bahkan sampai ada yang mempercayai keyakinan-keyakinan Takhayul , kalau mimpi ini akan terjadi sesuatu, kalau mimpi ini harus melakukan ini, dsb...itu semua adalah perangkap SYAITHAN agar manusia terperangkap dalam syirik
Islam memberi solusi sekaligus menutup cela kesyirikan yang diakibatkan mimpi buruk, berikut hadits-hadits tentang mimpi ....
1. "Mimpi itu ada tiga macam : mimpi kosong yang berasal dari pikiran , mimpi buruk dari setan , dan mimpi baik dari Allah " ( HR.BUKHARI dan MUSLIM)
2. Rasullulah bersabda " Mimpi yang bagus itu dari Allah, jika kalian bermimpi baik ceritakan mimpi tersebut kepada orang yang kalian cintai dan bila kalian mimpi buruk, hendaklah ia meludah sedikit ke kiri tiga kali , berlindung kepada Allah dari kejelekan setan dan dari kejelekan mimpi tersebut , dan jangan di ceritakan mimpi itu kepada seorang pun niscaya mimpi itu tidak akan membahayakanya "
( HR Muslim)
3. Dari Jabir Radhiallahu'anhu ada seorang Arab badui sayang menemui Nabi kemudian bertanya " ya Rasulullah, aku bermimpi kepalaku dipenggal lalu menggelinding kemudian aku berlari kencang mengejarnya " Nabi bersabda kepada orang tersebut , " jangan kau ceritakan kepada orang lain ulah setan yang mempermainkan dirimu di alam mimpi " setelah kejadian itu , aku mendengar Nabi menyampaikan dalam salah satu khutbahnya :
" janganlah kalian menceritakan ulah setan yang mempermainkan dirinya dalam alam mimpi " ( HR. MUSLIM )
Jadi jelas ya , kalau mengalami mimpi lagi , entah itu mimpi Tsunami, mimpi masuk neraka dsb... jangan di ceritakan itu akal-akalnya setan untuk membuat manusia resah sebaiknya Wa'llahu A'lam bishshawab saja ...
Semoga bermanfaat
12/10/2021
[ JANGAN ASAL SHOPPING ]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda
لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ
Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya (dimintai pertanggungjawaban) tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya
HR at-Tirmidzi (no. 2417), ad-Daarimi (no. 537), dan Abu Ya’la (no. 7434), dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan al-Albani dalam “as-Shahiihah” No. 946
Hadits yang agung ini menunjukkan kewajiban mengatur pembelanjaan harta dengan menggunakannya untuk hal-hal yang baik dan diridhai oleh Allah
Karena pada hari kiamat nanti manusia akan dimintai pertanggungjawaban tentang harta yang mereka belanjakan sewaktu di dunia
Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
Sesungguhnya Allah tidak menyukai bagi kalian tiga perkara…(di antaranya) idho’atul maal (menyia-nyiakan harta
HR al-Bukhari No.1407 dan Muslim No.593
Arti “idho’atul maal” (menyia-nyiakan harta) adalah menggunakannya untuk selain ketaatan kepada Allah Ta’ala, atau membelanjakannya secara boros dan berlebihan
01/10/2021
Sifat yang Menunjukan Istri Durhaka kepada Suami
Menjadi seorang istri yang shalihah memang menjadi dambaan setiap wanita, namun untuk mewujudkan hal tersebut tidaklah mudah. Terlebih di era modern saat ini, banyak wanita yang lebih menginginkan sesuatu yang lebih dari kemampuan sang suami. Sehingga bisa dikatakan wanita tersebut durhaka kepada suami. Banyak sekali sifat-sifat istri yang menunjukan bahwa ia durhaka kepada suaminya. Di bawah ini adalah beberapa sifat-sifat tersebut:
1. Menuntut keluarga yang ideal dan sempurna
Sebelum menikah, banyak wanita yang membayangkan pernikahan dan keluarga yang begitu indah, dengan kehidupan yang romantis dan gaya hidup serba mewah sebagaimana ia baca dalam novel atau ia saksikan dalam tayangan sinetron. Gambaran yang sebenarnya tentang pernikahan seperti, rasa lelah mengurus rumah, masalah keuangan, dan sejuta problematika dalam sebuah keluarga tidak pernah ia fikirkan.
Dan akhirnya, ketika ia harus menghadapi semua problematika tersebut, ia tidak siap. Ia tidak bisa menerima keadaan tersebut dan ia selalu menuntut suaminya agar keluarga yang mereka bina sesuai dengan gambaran sebuah keluarga yang senantiasa ia impikan sebelum menikah.
2. Tidak taat kepada suami (Nusyus)
Sikap nusyus adalah sikap seorang istri yang membangkang, tidak patuh dan tidak taat kepada suami. Nusyus memiliki beberapa bentuk, diantaranya:
Istri yang menghianati suami, misalnya dengan menjalin hubungan dengan pria lain.
Memasukkan seseorang yang tidak disenangi suami ke dalam rumah.
Lalai dalam melayani suami.
Mengambur-hamburkan uang.
Keluar rumah tanpa izin suami.
3. Tidak menyukai keluarga suami
Ada beberapa istri yang menginginkan agar seluruh perhatian dan kasih sayang sang suami hanya untuk dirinya saja. Ia meminta sang suami untuk tidak memberikan perhatian dan meluangkan waktu kepada orang lain selain dirinya, termasuk kepada orang tua sang suami. Padahal sang suami juga harus tetap berbakti dan memuliakan orang tuanya terlebih sang ibu meskipun ia sudah memiliki seorang istri. Selain itu ada juga istri yang meminta suaminya untuk lebih menyanyangi keluarga sang istri ketimbang keluarganya sendiri.
Bukankah pernikahan itu tidak hanya menyatukan dua insan (suami dan istri), namun juga ‘pernikahan antar keluarga’. Maksutnya adalah menyatukan keluarga suami dan keluarga istri, orang tua suami adalah orang tua istri, keluarga suami adalah keluarga istri dan begitu juga sebaliknya.
4. Kurang berterima kasih
Tak jarang, seorang suami tidak mampu memenuhi keinginan sang istri. Apa yang diberikan suami jauh dari apa yang ia harapkan dan ia tidak puas dengan pemberian suami tersebut. Atau bahkan istri kurang memiliki rasa terima kasih kepada suaminya sebab menurutnya pemberian sang suami tidak mampu mencukupi kebutuhannya.
Bukankah seorang istri yang shalihah itu adalah istri yang mampu memahami keterbatasan sang suami, dan tidak membebani suami dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan suami.
5. Tidak menjaga penampilan
Kebanyakan wanita hanya berhias, berdandan, dan menggenakan pakaian yang indah hanya ketika ia hendak keluar rumah, mengahdiri undangan atau ketika ada acara lainnya di luar umah. Dan hal ini sungguh berbalik ketika ia ada di depan suaminya. Ia tidak memperdulikan keadaan tubuhnya yang kotor dan beraroma dapur, ia cukup menggenakan pakaian yang seadanya dan kadang sudah lusuh dan kotor.
Jika hal ini terus menerus dilakukan oleh istri, jangan heran jika sang suami tidak betah di rumah. Jadi semestinya berhiasnya seorang istri itu lebih ditujukan kepada suami. Janganlah keindahan yang telah dianugerahkan Allah tersebut diberikan kepada orang lain, dan sejatinya suami ;ebih berhak untuk menikmati keindahan istinya tersebut.
Itulah tadi lima sifat yang menunjukan istri durhaka kepada suami. Tentunya masih banyak lagi sifat-sifat durhaka istri kepada suaminya. Semoga dengan mengetahui beberpa sifat di atas kita senantiasa bisa menjahui sifat-sifat tersebut dan mampu menjadi istri yang shalihah. Aamiin ya Allah.
26/09/2021
DOSAMU SEDANG DIAMPUNI
(Semoga Allah senantiasa mengampuni dosa-dosa kita)
Wahai saudaraku.
Mungkin saat ini kau dirundung duka,
Tetapi seharusnya tidak membuat engkau berlarut lama dalam kesedihan.
Wahai saudaraku.
Ingatlah, kondisi kita tidak selamanya harus dalam s**a,
Kadang akan merasakan duka.
S**a dan duka akan terus berganti dalam hidup kita.
Wahai saudaraku.
Takdir Allah itu begitu baik,
Jika kita pandang dari satu sisi mungkin terasa tidak enak,
Namun coba kita pandang dari sisi lain, Allah punya maksud lain yang terbaik.
Wahai saudaraku.
Bukankah Nabimu –shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ وَلاَ حُزْنٍ وَلاَ أَذًى وَلاَ غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا ، إِلاَّ كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu keletihan dan penyakit (yang terus menimpa), kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya.
Perhatikanlah bagaimana janji Rabbmu,
Dosa-dosamu akan berguguran satu demi satu,
Jadi tidak perlu bersedih.
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5)
Di balik kesulitan ada kemudahan yang begitu banyak,
Karena satu kesulitan mustahil mengalahkan dua kemudahan,
Jadi tidak perlu bersedih.
وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ
“Sesungguhnya pertolongan akan datang bersama kesabaran”
Jalan keluar begitu dekat bagi orang yang bertakwa,
Pertolongan mudah datang jika seseorang bersabar,
Jadi tidak perlu bersedih.
Jagalah hati, lisan dan anggota badan dari berkeluh kesah,
Ridholah dengan takdir ilahi,
Jadikan sabar sebagai jalan meraih pertolongan.
Musibah semakin mendewasakan diri,
Musibah semakin meninggikan derajat di sisi Allah,
Musibah semakin menguji iman seseorang,
Moga Allah menjadikan badai cepat berlalu.
Moga Allah menjadikan diri menjadi orang yang bersabar.
25/09/2021
Setiap diantara kita memilki masa lalu yang bermacam-macam. Ada yang memiliki masa lalu yang baik dan ada yang masa lalunya yang buruk.
Yang memilki masa lalu yang baik ia akan berusaha mempertahankannya dan memperbanyak berdoa kepada Allah semoga ia tetap istiqamah diatasnya.
Sedangkan yang memiliki masa lalu yang buruk ia bersedih bahkan menangis siang dan malam karena menyesali apa yang telah di perbuatnya.
Namun apa daya, waktu itu telah berlalu dan tak akan pernah kembali lagi.
Akhii/Ukhty...
Kita yang memiliki masa lalu yang buruk tak usah bersedih, karena semuanya telah di tetapkan oleh Sang kuasa sebelum adanya kita di dunia ini.
Yakinlah,, Masih ada hari esok yang menanti kita untuk memperbaiki cerita hidup kita ini untuk berusaha menjadi lebih baik.
Tetaplah menampakan senyum kebahagian di muka, walaupun kita memiliki masa lalu yang buruk.
Dengan idzin Allah, jika kita berusaha dan memperbanyak doa, maka masa lalu itu akan tergantikan dengan yang lebih baik. Hanya saja kita membutuhkan waktu dan prosesnya untuk menggapai itu semua.
20/09/2021
Shalat subuh adalah shalat yang paling berat bagi orang-orang yang memiliki penyakit dalam hatinya, mereka cenderung memilih menarik selimutnya, dan tidak bersemangat mendatangai masjid, bahkan ada yang mengakhirkan shalat subuh sampai waktu dhuha. Perbedaan orang munafik dan orang beriman bisa dilihat dalam saat subuh berjamaah.
-
Dari Jundab bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu, janganlah menyakiti orang yang shalat Shubuh tanpa jalan yang benar. Jika tidak, Allah akan menyiksanya dengan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 657)
-
Dari ‘Umaroh bin Ruaibah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar).” (HR. Muslim no. 634)
-
‘Azhim Abadi rahimahullah, penulis ‘Aunul Ma’bud menjelaskan hadits tersebut, “Yaitu maksudnya adalah melaksanakan shalat Shubuh dan ‘Ashar secara rutin. Dikhususkan dua shalat ini karena waktu shubuh adalah waktu tidur dan waktu ‘Ashar adalah waktu sibuk beraktivitas dengan berdagang. Barangsiapa yang menjaga dua shalat tersebut di saat-saat kesibukannya, tentu ia akan lebih menjaga shalat fardhu lainnya karena shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. Kedua waktu tersebut juga adalah waktu yang dipersaksikan para malaikat malam dan siang. Pada waktu tersebut amalan hamba diangkat dan sangat mungkin saat-saat itu dosa diampuni karena dua shalat yang dilakukan. Akhirnya, ia pun bisa masuk jannah (surga).” (‘Aunul Ma’bud, 2/68)
-
Jika kalian ingin mengetahui siapa yang pantas menjadi teman karibmu, coba datanglah ke mesjid di waktu subuh.
-
Semoga Allah memudahkan langkah kaki ini, untuk selalu berjalan ke mesjid kususnya shalat subuh berjamaah.