Al-Munji; Seni Membaca dan Menerjemah Kitab Kuning

Al-Munji; Seni Membaca dan Menerjemah Kitab Kuning Seni Membaca dan Menerjemah Kitab Kuning Sistem 2 Langkah Dalam penerapannya, metode ini menggunakan sistem 2 langkah, yang masing-masing mempunyai 3 tahapan.

"Metode Al-munji; Panduan Praktis Membaca dan Menerjamah Kitab Kuning" ini adalah hasil dari pengalaman belajar-mengajar selama bertahun-tahun. Dalam prosesnya, metode ini telah mengalami beberapa kali perubahan, baik di segi materi maupun pola pembelajaran. Hal ini dimaksudkan agar menghasilkan metode yang praktis, mudah dan efesien, yang dapat diterapkan tidak hanya bagi tingkat menengah maupun

lanjutan saja, tetapi juga tingkat pemula sekalipun. Berikut adalah perinciaannya:

1. LANGKAH PERTAMA: MENGUASAI KATA
• Tahapan I: menentukan jenis kata
• Tahapan II; menentukan fungsi, pola dan bentuk kata
• Tahapan III; menentukan akar dan arti kata

2. LANGKAH KEDUA: MENGUASAI KALIMAT
• Tahapan I; menentukan jenis kalimat, frasa dan klausa
• Tahapan II; menentukan kedudukan kata, frasa dan klausa dalam kalimat
• Tahapan III; menentukan bacaan akhir kata

Mohon doa teman-teman, semoga proses layout al-Munji; Kamus Besar Arab-Indonesia _yang sekarang sedang digarap oleh saud...
15/07/2018

Mohon doa teman-teman, semoga proses layout al-Munji; Kamus Besar Arab-Indonesia _yang sekarang sedang digarap oleh saudara Ali Nu'man_ diberi kelancaran, sehingga pada bulan September depan sudah dapat naik cetak.

Perlu diketahui bahwa kamus ini mulai saya tulis sejak tahun 2007-2017. Dan rencananya akan saya mintakan kata pengantar pada KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus).

Pertemuan (38)Penjabaran Tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk Kata.Pola Fi'il ...
18/03/2018

Pertemuan (38)
Penjabaran Tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk Kata.

Pola Fi'il Mudhari' (Kata Kerja Bentuk Sedang/ Akan KKBS/A)

Setelah mengetahui pola-pola fi'il madhi dalam pertemuan (37), sekarang kita akan mempelajari pola-pola fi'il mudhari'.

Perlu diketahui, bahwa untuk membuat pola-pola fi'il mudhari' adalah dengan menambahkan huruf mudhara'ah (hamzah untuk menunjuk kata ganti orang pertama tunggal, nun untuk kata ganti orang pertama jamak, ya untuk kata ganti orang ketiga laki-laki, dan ta' untuk kata ganti orang ketiga perempauan dan kata ganti orang kedua laki-laki) di depan pola-pola fi'il madhi dengan dibaca fathah untuk selaian jenis akar 4 huruf atau jenis akar 3 huruf + 1, maka dibaca dhammah, serta membaca rafa' (u) huruf akhir. seperti:

فَعَلَ = أَفْعَلُ ، نَفْعَلُ، يَفْعَلُ، تَفْعَلُ
اِفْتَعَلَ = أَفْتَعِلُ ، نَفْتَعِلُ، يَفْتَعِلُ، تَفْتَعِلُ
أَفْعَلَ = أُفْعِلُ ، نُفْعِلُ، يُفْعِلُ، تُفْعِلُ ...............................dll

Baiklah, berikut adalah pola-pola fi'il mudhari' beserta contoh-contohnya. (Lihat juga gambar di bawah; Tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk Kata pada kolom fi'il madhi!

Tsulatsi Mujarrad.(Jenis akar 3 huruf)

1. يَفْعَلُ contoh يَفْتَحُ
2. يَفْعِلُ contoh يَضْرِبُ
3. يَفْعُلُ contoh يَحْسُنُ

Tsulatsi Mazid bi Harfin Wahid (Jenis akar 3 + 1 huruf)

1. يُفْعِلُ contoh يُكْرِمُ
2. يُفَاعِلُ contoh يُقَاتِلُ
3. يُفَعِّلُ contoh يُفَرِّحُ

Tsulatsi Mazid bi Harfain (Jenis akar 3 + 2 huruf)

1. يَفْتَعِلُ contoh يَجْتَمِعُ
2. يَنْفَعِلُ contoh يَنْكَسِرُ
3. يَتَفَاعَلُ contoh يَتَقَاتَلُ
4. يَتَفَعَّلُ contoh يَتَدَبَّرُ
5. يَفْعَلُّ contoh يَصْفَرُّ

Tsulatsi Mazid bi Tsalatsati Ahruf (Jenis akar 3 +3 huruf)

1. يَسْتَفْعِلُ contoh يَسْتَخْرِجُ
2. يَفْعَوْعِلُ contoh يَحْلَوْلِقُ
3. يَفْعَالُّ contoh يَصْفَارُّ
4. يَفْعَوِّلُ contoh يَعْلَوِّطُ

Ruba'i Mujarrad (Jenis akar 4 Huruf)

1. يُفَعْلِلُ contoh يُدَحْرِجُ

Ruba'i Mazid bi Harfin Wahid (Jenis akar 4 + 1 huruf)

1. يَتَفَعْلَلُ contoh يَتَدَحْرَجُ

Ruba'i Mazid bi Harfain (Jenis akar 4 +2 huruf)

1. يَفْعَنْلِلُ contoh يَقْعَنْسِسُ
2. يَفْعَلِلُّ contoh يَطْمَإِنُّ

Jadi, setiap kata yang mengikuti pola-pola di atas, bisa dipastikan kata tersebut adalah fi'il mduhari'.

Perlu diingat, pola-pola tersebut adalah untuk bina' shahih. Sedangkan bina' selain shahih (mudh'af, mu'tal, dan mahmuz) mengalami perubahan. Perubahan pola-pola di atas bisa anda lihat pada (Tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk kata pada kolom fi'il madhi)

Sekarang cobalah cari fi'il mudhari' pada ayat-ayat di bawah berdasarkan pola-pola di atas!!

سُوْرَةُ الْبَقَرَةِ

بسم الله الرحمن الرحيم
الم (1) ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (4) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (5) إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ (6) خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ وَعَلَى سَمْعِهِمْ وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (7) وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آَمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآَخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ (8) يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَمَا يَخْدَعُونَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (9) فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ (10)

2018
Muhammad Nadjib Sadjak

15/03/2018

insyaAllah mulai besok, setelah pertemuan (37) berhenti pada tahun 2015, akan dilanjutkan dengan pertemuan (38). masih fokus pada penjabaran tabel kedua langkah pertama; menentukan fungsi, pola dan bentuk kata dalam bahasa Arab. terima kasih

METODE AL-MUNJISENI MEMBACA DAN MENERJEMAH KITAB KUNINGTelah hadir Metode baru "Al-Munji; Membaca dan Menerjemah Kitab K...
07/09/2016

METODE AL-MUNJI
SENI MEMBACA DAN MENERJEMAH KITAB KUNING
Telah hadir Metode baru "Al-Munji; Membaca dan Menerjemah Kitab Kuning" dengan Sistem 2 Langkah. Sangat mudah digunakan, baik tingkat pemula, menengah dan "apalagi" tingkat lanjutan.
Berisikan 10 tabel materi dan kolom-kolom latihan. Hanya perlu kamus pendamping untuk berselancar membaca dan menerjemah kitab kuning.
Untuk siapa saja yang minat mendapatkan versi "PDF"-nya, silahkan inbox, atau mengirim e-mail ke kolom komentar.

Pertemuan (37)Penjabaran Tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk Kata.Pola Fi'il ...
21/09/2015

Pertemuan (37)
Penjabaran Tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk Kata.

Pola Fi'il Madhi (Kata Kerja Bentuk Lampau/ KKBL)

Setelah mengetahui difinisi Fungsi (shigat), Pola (wazan) dan Bentuk kata (bina'), pada pertemuan kali ini kita akan mempelajari pola-pola fi'il madhi terlebih dahulu, sebelum nanti dilanjutkan fi'il mudhari', amar, isim fa'il, maf'ul, makan/ zaman, alat dan masdar.

Sengaja dalam penjabaran wazan di sini tidak didasarkan pada bab-babnya, melainkan pada jenis kata, dimaksudkan agar lebih mudah dimengerti dan dipahami.

Pada pertemuan (36) telah kita ketahui bahwa akar kata dalam bahasa Arab ada yang terdiri dari akar 3 huruf (Tsulatsi) dan ada yang terdiri dari 4 huruf (Ruba'i). Tsulatsi ada yang berupa mujarrad (tanpa huruf tambahan), ada yang mazid (diberi huruf tambahan) 1, 2 dan atau 3 huruf. Pun juga ruba'i, ada yang mujarrad, ada juga yang mazid 1 dan 2 huruf.

Baiklah, berikut adalah pola-pola fi'il madhi beserta contoh-contohnya. (Lihat juga gambar di bawah; Tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk Kata pada kolom fi'il madhi!

Tsulatsi Mujarrad.(Jenis akar 3 huruf)

1. فَعَلَ contoh نَصَرَ
2. فَعِلَ contoh عَلِمَ
3. فَعُلَ contoh حَسُنَ

Tsulatsi Mazid bi Harfin Wahid (Jenis akar 3 + 1 huruf)

1. أَفْعَلَ contoh أَكْرَمَ
2. فَاعَلَ contoh قَاتَلَ
3. فَعَّلَ contoh فَرَّحَ

Tsulatsi Mazid bi Harfain (Jenis akar 3 + 2 huruf)

1. اِفْتَعَلَ contoh اِجْتَمَعَ
2. اِنْفَعَلَ contoh اِنْكَسَرَ
3. تَفَاعَلَ contoh تَقَاتَلَ
4. تَفَعَّلَ contoh تَدَبَّرَ
5. اِفْعَلَّ contoh اِصْفَرَّ

Tsulatsi Mazid bi Tsalatsati Ahruf (Jenis akar 3 +3 huruf)

1. اِسْتَفْعَلَ contoh اِسْتَخْرَجَ
2. اِفْعَوْعَلَ contoh اِحْلَوْلَقَى
3. اِفْعَالَّ contoh اِصْفَارَّ
4. اِفْعَوَّلَ contoh اِعْلَوَّطَ

Ruba'i Mujarrad (Jenis akar 4 Huruf)

1. فَعْلَلَ contoh دَحْرَجَ

Ruba'i Mazid bi Harfin Wahid (Jenis akar 4 + 1 huruf)

1. تَفَعْلَلَ contoh تَدَحْرَجَ

Ruba'i Mazid bi Harfain (Jenis akar 4 +2 huruf)

1. اِفْعَنْلَلَ contoh اِقْعَنْسَسَ
2. اِفْعَلَلَّ contoh اِطْمَأَنَّ

Jadi, setiap kata yang mengikuti pola-pola di atas, bisa dipastikan kata tersebut adalah fi'il madhi.

Perlu diingat, pola-pola tersebut adalah untuk bina' shahih. Sedangkan bina' selain shahih (mudh'af, mu'tal, dan mahmuz) mengalami perubahan. Perubahan pola-pola di atas bisa anda lihat pada (Tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk kata pada kolom fi'il madhi)

Sekarang cobalah cari fi'il madhi pada ayat-ayat di bawah berdasarkan pola-pola di atas!!

سورة الليل
بسم الله الرحمن الرحيم
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى (1) وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى (2) وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى (3) إِنَّ سَعْيَكُمْ لَشَتَّى (4) فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى (5) وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى (6) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى (7) وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى (8) وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى (9) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى (10) وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا تَرَدَّى (11) إِنَّ عَلَيْنَا لَلْهُدَى (12) وَإِنَّ لَنَا لَلْآَخِرَةَ وَالْأُولَى (13) فَأَنْذَرْتُكُمْ نَارًا تَلَظَّى (14) لَا يَصْلَاهَا إِلَّا الْأَشْقَى (15) الَّذِي كَذَّبَ وَتَوَلَّى (16) وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى (17) الَّذِي يُؤْتِي مَالَهُ يَتَزَكَّى (18) وَمَا لِأَحَدٍ عِنْدَهُ مِنْ نِعْمَةٍ تُجْزَى (19) إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَى (20) وَلَسَوْفَ يَرْضَى (21)

2015
Muhammad Nadjib Sadjak

09/09/2015

Pertemuan (36)
Penjabaran Tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk Kata.

Pola Kata (Wazan)

Dalam ilmu shorof terdapat istilah al-waznu yang arti literalnya timbangan. Secara definitif dapat diartikan standar untuk menentukan pola kata yang ditimbang (al-mauzun) dengan disandarkan kepada kata yang menimbang (wazan) dengan menyejajarkan huruf yang berharakat dengan huruf yang berharakat, dan huruf yang mati dengan huruf yang mati, serta membilang huruf asal dengan ف. ع. ل dan huruf zaidah dengan huruf zaidah.

Pola kata dari fi'il tsulasti (jenis akar tiga huruf) adalah (فَعَلَ)

Pola kata dari fi’l ruba’i (jenis akar empat huruf) adalah (فَعْلَلَ).

Setiap huruf yang bersejajar dengan fa’ dinamakan fa’ fi'il. Yang bersejajar dengan 'ain dinamakan 'ain fi'il, dan yang bersejajar dengan laam dinamakan laam fi'il.

Contoh: Wazan لَ عَ فَ
Mauzūn بَ رَ ضَ
Wazan لَ لَ عْ فَ
Mauzūn جَ رَ حْ دَ

Jika dalam al-mauzun (الموزون) ditambahkan satu huruf atau lebih, maka huruf itu juga harus ditambahkan dalam al-wazan (الوزن) sama dalam tempatnya.

Huruf tambahan (zaidah) ada sepuluh:
(السين), (الواو), (الهمزة), (النون), (اللام), (الياء), (التاء), (الهاء), (الميم), (الألف). Yang terkumpul dalam lafal: (سَاَلْتُمُوْنِيْهَا). Lihat contoh!

Contoh:

Mauzūn أَ كْ رَ مَ
Wazan أَ فْ عَ لَ

Mauzūn اِ سْ تَ غْ فَ رَ
Wazan اِ سْ تَ فْ عَ لَ

Setiap kalimat dalam bahasa Arab _baik fi'il maupun isim_ mempunyai wazan-wazan tertentu. Dan wazan-wazan tersebut _baik fi’il tsulatsi (jenis akar 3 huruf) maupun fi’il ruba’i (jenis akar 4 huruf)_ jumlahnya ada tigapuluh enam bab dengan perincian sebagai berikut:

Lihat tabel:
Enam bab untuk tsulatsi mujarrad (jenis akar tiga huruf):

Bab I : (فَعَلَ – يَفْعَلُ)
Bab II : (فَعَلَ – يَفْعِلُ),
Bab III : (فَعَلَ – يَفْعَلُ),
Bab IV : (فَعِلَ – يَفْعَلُ),
Bab V : (فَعُلَ – يَفْعُلُ),
Bab VI ; (فَعِلَ – يَفْعِلُ)

Tiga bab untuk tsulatsi mazid biharfin wahid (jenis akar tiga huruf + huruf)

Bab I : (أَفْعَلَ)
Bab II : (فَاعَلَ)
Bab III : (فَعَّلَ)

Lima bab untuk tsulatsi mazid biharfain (jenis akar dari tiga huruf + 2 huruf)

Bab I: (اِفْتَعَلَ),
Bab II: (اِنْفَعَلَ),
Bab III: (تَفَاعَلَ),
Bab IV: (تَفَعَّلَ),
Bab V: (اِفْعَلَّ)

Empat bab untuk tsulatsi mazid bi tsalatsati ahruf (jenis akar tiga huruf + 3 huruf)
Bab I: (اِسْتَفْعَلَ),
Bab II:(اِفْعَوْعَلَ),
Bab III: (اِفْعَالَّ),
Bab IV:(افْعَوَّلَ)

Satu bab untuk ruba’i mujarrad (jenis akar empat huruf)

Bab I: (فَعْلَلَ)

Enam bab untuk al-mulhaq bi dahroja (jenis fi'il yang di samakan dengan dahroja):

Bab I: (فَعْلَلَ), Bab II: (فَوْعَلَ), Bab III: (فَيْعَلَ),
Bab IV: (فَعْوَلَ),
Bab V:(فَعْيَلَ), dan
Bab VI: (فَعْلَى)

Satu bab untuk ruba’i mazid biharfin wahid (jenis akar empat huruf +1 huruf)

Bab I: (تَفَعْلَلَ)

Enam bab untuk ats-tsulatsi al-mulhaq bi tadahroja (jenis akar 3 huruf yang disamakan dengan tadahroja):

Bab I: (تَفَعْلَلَ), Bab II: (تَفَوْعَلَ),
Bab III: (تَمَفْعَلَ),
Bab IV: (تَفَعْيَلَ),
Bab V: (تَفَعْوَلَ),
Bab VI: (تَفَيْعَلَ)

Dua bab untuk ruba’i mazid biharfain (jenis akar empat huruf + 2 huruf)
Bab I: (اِفْعَنْلَلَ)
Bab II: (اِفْعَلَلَّ)

Dua bab untuk ats-tsulatsi al-mulhaq bi ihronjama (jenis akar 3 huruf yang disamakan dengan ihronjama)

Bab I: (اِفْعَنْلَلَ)
Bab II: (اِفْعَنْلَى)

Dan untuk lebih jelasnya, besok kita akan mengurai bab perbab berikut contoh dan latihan masing-masing!

2015
Muhammad Nadjib Sadjak

08/09/2015

Pertemuan (35)
Penjabaran Tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk kata

Bentuk Kata (Bina')

Binâ’ (الْبِنَاء) adalah bentuk kata yang dipandang dari segi huruf asal dan tata letaknya. Dalam bahasa Arab, bina’ ada dua, yaitu:

Salim (السَّالِمُ)
Ghairu salim (غَيْرُ السَّالِمِ)

Bina' salim adalah lafal yang huruf asalnya tidak berupa huruf ‘illat (yaitu wawu, ya’, dan alif), hamzah, dan tadh’if (huruf dobel), seperti: نَصَرَ (menolong) dan ضَرَبَ (memukul).

Bina’ ghoiru salim adalah lafal yang salah satu huruf asalnya berupa huruf ‘illat, seperti: وَعَدَ(berjanji), يَسَرَ (mudah) dan قَامَ (berdiri), berupa hamzah, seperti أَخَذَ (mengambil), dan atau berupa huruf dobel, seperti مَدَّ (memanjangkan).

Binâ’ ghoiru salim ada tiga:

Al-mudha’af (المضاعف)
Al-mahmūz (المهموز)
Al-mu’tal (المعتل)

Binâ’ mudha’af adalah lafal yang di dalamnya terdapat dua huruf yang sama.

Bina’ mudha’af ada dua:

Mudha’af tsulatsi (الْمُضَاعَفُ الثُّلاَثِيُّ)
Mudha’af ruba’i (الْمُضَاعَفُ الرُّبَاعِيُّ)

Mudho’af tsulasti _dari jenis akar 3 huruf_ adalah kata yang ‘ain dan lâm fi’ilnya berupa huruf sejenis, seperti: مَدَّ asalnya مَدَدَ (memanjangkan)

Mudho’af ruba’i _dari jenis akar 4 huruf_ adalah kata yang fa’ dan lâm fi’il pertama dan ‘ain dan lâm fi’il kedua berupa huruf sejenis, seperti: زَلْزَلَ (berguncang)

Binâ’ mahmūz (المهموز)adalah lafal yang salah satu huruf asalnya berupa hamzah. Bina’ mahmuz ada tiga:

Mahmuz fa’ (مَهْمُوْزُ الْفَاءِ)
Mahmuz ‘ain (مَهْمُوُزُ الْعَيْنِ)
Mahmuz laam (مَهْمُوْزُ اللاَّمِ)

Mahmuz fa’ adalah kata yang fa' fi'ilnya berupa hamzah, seperti: أَخَذَ (mengambil).

Mahmuz 'ain adalah kata yang 'ain fi'ilnya berupa hamzah, seperti: سَأَلَ (bertanya/ meminta).

Mahmūz lâm adalah kata yang lâm fi'ilnya berupa hamzah, seperti: قَرَأَ (membaca).

Binâ’ mu'tal (المعتل) adalah lafal yang salah satu huruf asalnya berupa huruf ‘illat.

Bina’ mu’tal ada tujuh:

Mu’tal fa’ (مُعْتَلُ الْفَاءِ)
Mu’tal ‘ain (مُعْتَلُ الْعَيْنِ)
Mu’tal laam (مُعْتَلُ اللاَّمِ)
Mu’tal ‘ain dan laam (مُعْتَلُ الْعَيْنِ وَاللاَّمِ)
Mu’tal fa’ dan laam (مُعْتَلُ الْفَاءِ وَاللاَّمِ)

Mu’tal fâ’ adalah kata yang fâ’ fi'ilnya berupa huuruf 'illat, disebut juga “mitsal”, seperti وَعَدَ (berjanji) dan يَسَرَ (mudah).

Mu’tal 'ain adalah kata yang ‘ain fi'ilnya berupa huruf 'illat, di sebut juga “ajwaf”, sepertiقَامَ asalnya قَوَمَ(berdiri) dan بَاعَ asalnya بَيَعَ(menjual).

Mu’tal laam adalah kata yang lâm f'i'ilnya berupa huruf 'illat, disebut juga “nâqish”, seperti غَزَا asalnya غَزَوَ (berperang) dan رَمَىْ asalnya رَمَيَ (melempar).

Mu’tal 'ain dan lâm adalah kata yang ‘ain dan lâm fi’ilnya berupa huruf 'illat, disebut juga “lafỉf maqrūn”, sepertiشَوَى asalnya شَوَيَ (memanggang).

Mu’tal fâ’ dan laam adalah kata yang fâ’ dan lâm fi’ilnya berupa huruf 'illat, disebut juga “lafỉf mafrūq”, sepertiوَقَى asalnya وَقَيَ (menjaga.

@ CopyRight 2015
Muhammad Nadjib Sadjak

07/09/2015

Pertemuan (34)
Penjabaran Tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk kata

Fungsi kata (Shigat)

Shigat adalah bentuk kata yang dipandang dari segi makna (fungsi).

Fungsi kata dalam bahasa Arab ada 11 (sebelas):

Fi’il Madhi (الْفِعْلُ الْمَاضِيْ)
Fi’il Mudhari’ (الْفِعْلُ الْمُضَارِعُ)
Masdar Ghoiru Mỉm (الْمَصْدَرُ غَيْرُ الْمِيْمِيِّ)
Masdar Mỉm (الْمَصْدَرُ الْمِيْمِيُّ)
Isim Fâ’il (اِسْمُ الْفَاعِلِ)
Isim Maf’ūl (اِسْمُ الْمَفْعُوْلِ)
Fi’il Amar (فِعْلُ الْأَمْرِ)
Fi’il Nâhi (فِعْلُ النهي)
Isim makân (اِسْمُ الْمَكَانِ)
Isim zamân (اِسْمُ الزَّمَانِ)
dan Isim Âlat (اِسْمُ الْآلَةِ)

Fi'il madhi (الماضي) adalah kata kerja yang menunjukkan makna mandiri dan bersamaan dengan zaman madhi (masa lampau), atau bisa disebut kata kerja bentuk lampau, seperti ضَرَبَ (telah memukul).

Fi'il madhi diambil dari masdar dengan wazan yang berbeda-beda. seperti ضَرَبَ asalnya ضَرْبًا.

Fi'il Mudhari’ (المضارع) adalah kata kerja yang menunjukkan makna mandiri dan bersamaan dengan zaman haal (masa sekarang) atau mustaqbal (masa akan datang), atau disebut kata kerja bentuk sedang/akan, seperti أَضْرِبُ (saya sedang/ akan memukul), نَضْرِبُ (kami sedang/ akan memukul), تَضْرِبُ (kamu (lk)/ dia (pr) sedang/ akan memukul) dan يَضْرِبُ (dia (lk) sedang/ akan memukul).

Fi'il mudhari’ diambil dari fi'il madhi dengan menambah-kan salah satu huruf mudhôra’ah yang ada 4 (empat), yaitu hamzah untuk mutakallim wahdah (orang pertama tunggal), nun untuk mutakallim ma’a al-ghoir (orang pertama jama’), ta’ untuk mukhotob (orang kedua), dan muannatsah ghoibah (orang ketiga perempuan), dan ya’ untuk mudzakar ghoib (orang ketiga lk) serta membaca rafa’ akhirnya, seperti أَضْرِبُ asalnya ضَرَبَ, نَضْرِبُ asalnya ضَرَبَ, تَضْرِبُ asalnya ضَرَبَ, dan يَضْرِبُ asalnya ضَرَبَ.

Masdar ghoiru mim (المصدر غير الميمي) adalah masdar yang huruf pertamanya tidak berupa mim, seperti: ضَرْبًا (pemukulan).
Masdar ghoiru mim adalah akar kata.

Masdar mim (المصدر الميمي) adalah masdar yang huruf pertamanya berupa mim, seperti مَضْرَبًا (pemukulan).

Wazan masdar mim dari الثُّلاَثِي (jenis akar tiga huruf) mengikuti wazan (مَفْعَلٌ), seperti: مَضْرَبًا (pemukulan), kecuali yang berupa mitsal yang shohih akhir, karena wazannya adalah (مَفْعِلٌ), seperti مَوْجِلاً (ketakutan)

Dan dari غَيْرُ الثُّلاَثِيّ (jenis akar lebih dari tiga huruf) mengikuti wazan isim maf’ulnya, seperti: مُكْرَمٌ (penghormatan)

Isim fâ’il (اسم الفاعل) adalah kata benda yang menunjukkan makna pelaku pekerjaan, seperti ضَارِبٌ (orang yang memukul)
Isim fa’il diambil dari fi'il mudhari’ yang mabni ma’lum (kalimat aktif).

Wazannya dari الثُّلاَثِيّ (dari jenis akar tiga huruf) mengikuti wazan (فاعل) dengan menambahkan alif di antara fa’ dan 'ain fi'il, seperti ضَارِبٌ asalnya يَضْرِبُ

Dan dari fi'il غَيْرُ الثُّلاَثِيّ (jenis akar lebih dari tiga huruf) mengikuti wazan fi'il mudhari’nya dengan membuang huruf mudlôro’ah dan menambahkan mim berharokat dhommah serta huruf sebelum akhir dibaca kasrah, seperti مُكْرِمٌ asalnya يُكْرِمُ.

Isim maf’ūl (اسم المفعول) adalah kata benda yang dikenai sasaran pekerjaan, seperti مَضْرُوْبٌ (orang yang dipukul).

Isim maf’ul diambil dari fi'il mudhari’ yang mabni majhul (kalimat pasif).

Wazannya dari fi'il الثُّلاَثِيّ (jenis akar tiga huruf) mengikuti wazan (مفعول) dengan menambahkan mim di depan dan wawu di antara 'ain dan laam fi'il, seperti مَضْرُوْبٌ asalnya يُضْرِبُ

Dan dari غَيْرُ الثُّلاَثِيّ (jenis akar lebih dari tiga huruf) mengikuti wazan fi'il mudhari’nya yang ditambahkan mim yang dibaca dhommah dan huruf sebelum akhir dibaca fathah, seperti مُكْرَمٌ asalnya يُكْرَمُ.

Fi'il amar (فعل الأمر) adalah kata kerja yang menunjukkan makna perintah, seperti اضْرِبْ (pukullah).

Fi'il amar diambil dari fi'il mudhari’ dengan membuang
huruf mudhora’ah. Jika huruf setelah huruf mudhora’ah mati, maka harus didatangkan hamzah washl, seperti: اِضْرِبْ asalnya تَضْرِبُ. Dan jika huruf setelah huruf mudhora’ah hidup, maka ditetapkan sebagaimana adanya, seperti أَكْرِمْ asalnya تُؤَكْرِمُ.

Fi'il nahi (فعل النهي) adalah kata kerja yang menunjukkan makna larangan dengan memakai laa nahi “لا الناهية”, seperti: لاَ تَضْرِبْ (jangan pukul).

Fi'il nahi sebenarnya adalah fi'il mudhari’ yang kemasukan لا الناهية (La yang bermakna larangan).

Isim makan (اسم المكان) adalah kata benda yang menunjukkan makna tempat terjadinya pekerjaan, seperti مَضْرَبٌ (tempat terjadinya pemukulan).

Isim makan diambil dari fi'il mudlôri’ untuk menunjukkan makna tempat terjadinya suatu pekerjaan, dengan menambahkan mim di depan.

Wazan isim makan dari الثُّلاَثِي (jenis alar tiga huruf) mengikuti wazan (مَفْعَلٌ) untuk fi'il yang mengikuti wazan (يَفْعُلُ يَفْعَلُ) dan fi'il naqish (معتل الآخر) meski mengikuti wazan (يَفْعِلُ), sepertiمَنْصَرٌ asalnya يَنْصُرُ, مَفْتَحٌ asalnya يَفْتَحُ dan مَسْرًى asalnya يَسْرِيْ. Dan mengikuti wazan (مَفْعِلٌ) untuk fi'il yang mengikuti wazan (يَفْعِلُ) yang shohih, seperti مَجْلِسٌ asalnya يَجْلِسُ, dan fi'il yang berbina’ mitsal wawi, seperti مَوْجِلٌ asalnya يَوْجَلُ.

Dan wazan isim makan dari غير الثلاثي (jenis akar lebih dari tiga huruf) sama dengan wazan isim maf’ul ghoiru
ats-tsulatsi, seperti: مُكْرَمٌ asalnya يُكْرَمُ.

Isim zaman (اسم الزمان) adalah kata benda yang menunjukkan makna waktu terjadinya pekerjaan, seperti مَضْرَبٌ (waktu terjadinya pemukulan)

Isim zaman diambil dari fi'il untuk menunjukkan makna waktu terjadinya pekerjaan. Wazannya dari tsulatsi dan ghoiru ats-tsulatsi sama dengan isim makan.

Isim alat (اسم الآلة) adalah kata benda yang menunjukkan makna alat pekerjaan, seperti مِضْرَبٌ (alat memukul)

Isim alat diambil dari fi'il tsulatsi mujarrad yang muta’addi (transitive) untuk menunjukkan makna alat suatu pekerjaan. Wazannya ada tiga, yaitu: (مِفْعَلٌ), (مِفْعَلَةٌ) & (مِفْعَالٌ), seperti مِضْرَبٌ (alat memukul), مِرْآةٌ (cermin) dan مِفْتَاحٌ (kunci).

2015
Muhammad Nadjib Sadjak

Pertemuan (33)Tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk kataMateri:1. Fungsi kata (...
06/09/2015

Pertemuan (33)
Tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk kata

Materi:
1. Fungsi kata (shigat)
2. Pola kata (wazan)
3. Bentuk kata (bina')

Target:
- Peserta didik mampu menentukan fungsi, pola dan bentuk kata

Baiklah, pada pertemuan kali ini, kita akan menapak tahap kedua dari langkah pertama, yaitu menentukan fungsi, pola dan bentuk kata. Saya harap anda sudah tidak kesulitan lagi bagaimana cara menentukan kata pada tahap pertama.

Setelah mengetahui jenis kata, maka hal berikutnya adalah menentukan fungsi (shigat), pola (wazan) dan bentuk (bina') kata. Lihatlah kedua gambar di bawah!. Berisikan fungsi, pola dan bentuk kata, baik isim maupun fi'il.

Ups, perlu saya ingatkan, tahap kedua ini hanya diperuntukkan untuk kata-kata yang mutasharrif, yaitu fi'il madhi, mudhari', amar, masdar, isim fa'il, maf'ul, makan/ zaman, dan isim alat. Untuk huruf, isim dhamir, isyarah, maushul, istifham, dan syarat, tidak masuk dalam bahasan tahap ini. Jadi, jika anda mendapati kata-kata tersebut, berilah tanda silang dalam kolom pengisian tahap kedua. (Lihat gambar ketiga).

Adapun cara menggunakan tabel di bawah adalah sebagai berikut:

1. Jika kata tersebut berupa fi'il, maka carilah mulai dari fi'il madhi, diteruskan mudhari', baru amar.
2. Jika kata tersebut berupa isim, maka carilah mulai dari isim fa'il, diteruskan maf'ul, makan/ zaman, alat, baru kemudian alat.
3. Abaikan awalan "أل", akhiran "ان", "ون, "ات", dan dhamir (ا، وْا، تْ، تَا، نَ، تَ، تِ، تُمَا، تُمْ، تُنَّ، تُ، نَا).

Bagi yang belum menguasai materi-materi tahap kedua ini, jangan kuatir. Pada pertemuan-pertemuan berikutnya, saya akan memosting penjabaran tabel (2); Tahap Kedua dari Langkah Pertama Menentukan Fungsi, Pola dan Bentuk kata.

Sekarang mari kita mencoba mempraktekkan tabel (2) ini pada contoh di bawah ini:

بسم الله الرحمن الرحيم
وَلاَ أَنْتُمْ عَابِدُوْنَ مَا أَعْبُدُ

lihat jawabannya pada gambar ketiga di bawah!!

Maaf, untuk kata "عابدون", mestinya dikolom pertama menentukan jenis kata, pengisiannya adalah (fi'il/ isim). Sementara dalam gambar ditulis (isim).

@ Copyright 2015
Muhammad Nadjib Sadjak

Pertemuan (32)Review Tabel (1); Tahap Pertama dari Langkah Pertama Menentukan Jenis kataSebelum kita menapak ke tahap 2,...
05/09/2015

Pertemuan (32)
Review Tabel (1); Tahap Pertama dari Langkah Pertama Menentukan Jenis kata

Sebelum kita menapak ke tahap 2, alangkah baiknya jika kita mencoba mempraktekkan tahap pertama dengan mengerjakan beberapa latihan di bawah ini.

Setelah penjabaran panjang lebar, saya harap materi-materi untuk tahap pertama sudah dikuasai dengan baik, sehingga dapat menerapkan tabel tanpa ada kesulitan lagi, syukur-syukur ciri-ciri isim, fi'il dan daftar huruf sudah hafal semua, paling tidak "nititeni".

Oke, sekarang coba identifikasi masing-masing kata pada ayat di bawah ini.

بسم الله الرحمن الرحيم
الم (1) ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآَخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (4) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (5)

Ingat.
Jika tidak terdapat ciri-ciri yang tertera, maka lihatlah daftar huruf. Kemudian bila tidak ada, lihatlah catatan tabel I; isim dhamir, isyarah, maushul, istifham, syarat dan isim-isim yang wajib diidhafahkan. Jika tidak ada lagi, maka isilah fi'il/ isim.

Akurasi tabel (1) ini dalam menentukan jenis kata mencapai 95%. Untuk 5% lainnya pada tahap II.

2015
Muhammad Nadjib Sadjak

01/09/2015

Pertemuan (31)
Penjabaran Tabel (1); Tahap Pertama dari Langkah Pertama Menentukan Jenis kata

Harf (kata tugas)

Kemudian huruf berikutnya adalah huruf yang berupa 4 (huruf) dan 5 (huruf). Di bawah ini adalah contoh dan penjelasannya:

اِذْمَا
"Jika/ kalau"

وَإِنَّكَ اذما تَأْتِ مَا أَنْتَ آمِرٌ Sesungguhnya jika kamu melakukan apa yang kamu perintahkan,

اَلاَّ
"Maukah/ sudikah"

أَلاَّ تَتُوْبُ مِنْ ذَنْبِكَ Maukah engkau bertaubat dari dosamu

اِلاَّ
"Kecuali"

فَسَجَدُوْا إِلاَّ إِبْلِيْسَ Maka mereka sujud kecuali Iblis

اَمَّا
"Adapun"

وَأَمَّا الْيَتِيْمَ فَلاَ تَقْهَرْ Dan adapun anak yatim, maka janganlah kau bentak

اِمَّا
"Adakalanya"

إمَّا زَيْدٌ وَإِمَّا عَمْرٌوْ Adakalanya Zaid dan adakalanya Umar

حَاشَا
"Kecuali"

قَامَ الْقَوْمُ حَاشَا زَيْدًا Orang-orang berdiri kecuali Zaid

حَتَّى
"Sehingga"

حَتَّى تُنْفِقُوْا مِمَّا تُحِبُّوْنَ Sehingga kamu menginfaqkan sebagian yang kamu cintai

كَأَنَّ
"Seakan-akan"

فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا Maka Seakan-akan membunuh manusia semuanya

كَلاَّ
"Sekali-kali tidak"

كَلاَّ سَيَعْلَمُوْنَ Sekali-kali tidak, mereka akan mengetahui

لَكِنْ
"Tetapi"

زَيْدٌ قَائِمٌ لَكِنْ عَمْرٌوْ جَالِسٌ Zaid berdiri, tetapi Umar duduk

لَعَلَّ
"Barangkali/ semoga"

لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ Semoga engkau bertaqwa

لَمَّا
"Belum, ketika"

وَلَمَّا يَأْتِكُمْ Dan belum datang pada kalian
فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ Ketika dia (Adam) menceritakan pada mereka

لَوْلاَ
"Jika tidak/ andaikan tidak"

لَوْلاَ رَحْمَةُ اللهِ لَهَلَكَ النَّاسُ Jika saja kalau bukan karena rahmat Allah, binasalah manusia

لَوْمَا
"Jika tidak/ andaikan tidak"

لَوْمَا الْكِتَابُ لَضَاعَ الْعِلْمُ Jika tidak ada buku, hilanglah semu ilmu

هَلاَّ
"Mengapa tidak"

هَلاَّ يَرْتَدِعُ فُلاَنٌ عَنْ غَيِّهِ Mengapa seseorang tidak menghalangi kesesatannya

Dan huruf yang berupa 5 (huruf) adalah hanya ada satu, yaitu:

لَكِنَّ
"Tetapi"

وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ Dan tetapi kebanyak manusia tidak mengetahui

Sekarang marilah kita mencoba mengerjakan soal-soal latihan di bawah ini!!

1. Carilah huruf yang berupa 4 (empat) huruf dalam ayat di bawah ini!

4 huruf Ayat
وَإِنَّكَ اذما تَأْتِ مَا أَنْتَ آمِرٌ
فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيسَ أَبَى
مِنْهَا جَمِيعًا فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ
لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا
كَلاَّإِنَّهُ كَانَ لِآَيَاتِنَا عَنِيدًا
وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
لَوْلاَ أَخَّرْتَنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ.
أَلاَّ تَتُوْبُ مِنْ ذَنْبِكَ
فَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَأُعَذِّبُهُمْ
قَامَ الْقَوْمُ حاشا زَيْدٍ
كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ
وَلَكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى
فَلَمَّا فَصَلَ طَالُوتُ بِالْجُنُود
لَوْمَا تَأْتِينَا بِالْمَلَائِكَةِ .. ... .. ... .. ... .. ... .. ... .. ...


2. Baca dan artikanlah kata di bawah ini!
إذما تَأْتِ ألاّ تَتُوْبُ إلاّ إِبْلِيْسَ
… kamu mendatangi ... kamu bertaubat … Iblis
وَأمّا الْيَتِيْمَ إمّا زَيْدٌ حاشا زَيْدٍ
Dan … anak yatim … Zaid … Zaid
حتى يَرْجِعَ كأنّمَا قَتَلَ كلاّ سَيَعْلَمُوْنَ
… dia (lk) kembali … telah membunuh … mereka akan mengetahui
لكنْ عَمْرٌوْ لعلكُمْ تَتَّقُوْنَ لمّا يَأْتِكُمْ
… Amar ... kalian bertaqwa ... datang pada kalian
لمّا أَنْبَأَ لولا رَحْمَةُ اللهِ لوما الْكِتَابُ
… dia (lk) menceritakan … rahmat Allah … kitab
هلاّ يَرْتَدِعُ
… dia (lk) menghalangi

© Copy Right, 2015
Muhammad Nadjib Sadjak

31/08/2015

Pertemuan (30)
Penjabaran Tabel (1); Tahap Pertama dari Langkah Pertama Menentukan Jenis kata

Harf (kata tugas)

Berikutnya adalah huruf yang berupa 3 (huruf). Di bawah ini adalah contoh dan penjelasannya:

اِذَا
"Ketika, apabila, tiba-tiba"

إِذَا زُلْزِلَتِ الأَرْضُ زِلْزَالَهَا Ketika bumi diguncang dengan dahsyatnya
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ Apabila datang pertolongan Allah
خَرَجْتُ إِذَا فِيْ الْبَابِ أَسَدٌ Saya keluar, tiba-tiba di depan pintu ada harimau

اِذَنْ
"Jika demikian"

إِذَنْ أُكْرِمَكَ Jika demikian, aku akan memuliakanmu

اَلاَ
"Ingatlah!, sudikah"

أَلاَ إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهَ Ingatlah! Sesungguhnya wali-wali Allah
ألاَ تَزُوْرُنَا Sudika engkau mengunjungi kami

اِلَى
"Ke/ kepada, sampai"

وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوْسَى Dan kami wahyuhkan kepada Musa
إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى Sampai masjid Aqsho

اَيُّ
"Hai!"

يَا أَيُّهَاالَّذِيْنَ آمَنُوْا Hai orang-orang yang beriman

اَجَلْ
"Ya"

أَتَذْهَبُ؟ أَجَلْ Apakah kamu akan pergi, Ya

اَمَا
"Ingatlah !"

أَمَا إنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ Ingatlah, sesungguhnya Allah kuasa atas segala sesuatu

اَنَّ
"Sungguh"

أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ Sesungguhnya jiwa dibalas dengan jiwa

اِنَّ
"Sungguh"

إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ Sesungguhnya Allah kuasa atas segala sesuatu

اَيَا
"Hai !"

أَيَا رَجُلُ Hai lelaki!

رُبَّ
"Banyak sekali, sedikit sekali"

رُبَّ كَرِيْمٍ Sedikit sekali orang dermawan
رُبَّ رَاغِبٍ فِيْكَ Banyak orang yang menyukaimu

بَلَى
"Ya"

أَلَسْتُ بِرَبّكُمْ، بَلَى Buakankah Aku adalah Tuhanmu, Ya

ثُمَّ
"Kemudian"

نَكَحَتْ فَاطِمَةُ ثُمَّ وَلَدَتْ Fatimah menikah kemudian melahirkan

جَلَلْ
"Ya"

أَتَذْهَبُ، جَلَلْ Apakah kamu akan pergi, Ya

جَيْرِ
"Ya"

أَتَذْهَبُ، نَعَمْ Apakah kamu akan pergi, Ya

خَلاَ
"Kecuali"

قَامَ الْقَوْمُ خَلاَ زَيْدًا Orang-orang berdiri kecuali Zaid

سَوْفَ
"Akan"

سَوْفَ تَعْلَمُوْنَ Kalian akan mengetahui

عَدَا
"Kecuali"

قَامَ الْقَوْمُ عَدَا زَيْدًا Orang-orang berdiri kecuali Zaid

عَلَى
"Di atas/ pada"

عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ Atas orang-orang mukmin

لاَتَ
"Tidak ada"

وَلاَتَ حِيْنَ مَنَاصٍ Dan tidak ada saat melarikan diri

لَيْتَ
"Andaikan"

لَيْتَ لِيْ مَالاً كَثِيْرٌ Andaikan aku mempunyai uang banyak

مُنْذُ
"Sejak"

مَا لَقِيْتُهُ مُنْذُ يَوْمِ الْجُمْعَةِ Saya tidak bertemu dengannya sejak hari Jumat

نَعَمْ
"Ya"

أَتَذْهَبُ؟ نَعَمْ Apakah kamu akan pergi, Ya

sekarang cobalah kerjakan soal latihan di bawah ini!!

1. Carilah huruf yang berupa 3 huruf dalam ayat di bawah ini!
Kata Tanya Ayat
إِذَنْ وَاللهِ نَرْمِيَهُمْ بِحَرْبٍ
إِنَّ رَبِّي بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌ.
قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتَأْتِيَنَّكُمْ
فَكَفَرُوا بِهِ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
يَا لَيْتَ بَيْنِي وَبَيْنَكَ
مَا رَأَيْتُكَ مُنْذُ يَوْمِنَا
وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَلْقِ
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللهِ
أَلاَ إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ
وَأَنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي كَيْدَ الْخَائِنِينَ
ولات حِيْنَ مَنَاصٍ
قَالُوا نَعَمْ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ
قَدِ افْتَرَيْنَا على اللَّهِ كَذِبًا
رُبَّ كَاسِيَةٍ فِيْ الدُّنْيَا.. ... .. ... .. ... .. ... .. ... .. ...


2. Baca dan artikanlah kata di bawah ini!
إذا زُلْزِلَ إذا جَاءَ فَإذا فِيْ الْبَابِ
… diguncang Datang Maka … di depan pintu
إذن أُكْرِمَكَ ألا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللهِ ألا تَزُوْرُنَا
… aku akan memuliakanmu … sesungguhnya kekasih Allah … kamu mengunjung kami
إلى مُوْسَى إلى الْمَسْجِدِ يَا أيّهَا الَّذِيْنَ
… Musa … Masjid … orang-orang yang
أجل أما إِنَّ اللَّهَ أنّ النَّفْسَ
… … sesungguhnya Allah … jiwa
إنّ اللَّهَ أيا زَيْدُ ربّ كَرِيْمٍ
… Allah … Zaid! …. Orang yang dermawan
ربّ جَاهِلٍ بلى ثم وَلَدَتْ
… orang yang bodoh … … melahirkan
جلل جير خَلاَ زَيْدٍ
… … … Zaid
سوف تَعْلَمُ عدا زَيْدٍ على الْمُوْمِنِيْنَ
Kamu … mengetahui … Zaid … orang-orang mukmin
ولات حِيْنَ ليت لِيْ منذ يَوْمِ الْجُمْعَةِ
… saat … aku … hari Jumat
نعم


© Copy Right, 2015
Muhammad Nadjib Sadjak

Address

Jalan P. Sudirman No. 14 Sadang Rt. 01 Rw. 01 Jatirogo
Tuban
62362

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Al-Munji; Seni Membaca dan Menerjemah Kitab Kuning posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Al-Munji; Seni Membaca dan Menerjemah Kitab Kuning:

Shortcuts

Share

Category