Pesantren Mata'ul Ghurur Klumpit Tuban

Pesantren Mata'ul Ghurur Klumpit Tuban Pados Ridhone Gusti

12/04/2022

Kisah Perkembangan Islam di Desa Klumpit Soko Tuban.

Kisah perkembangan Islam Di Desa Klumpit secara zahir di tandai dengan bangunan musholla atau langgar. Dan musholla yang pertama dibangun di desa tersebut adalah musholla yang dibangun oleh Mbah Wasidin (Haji Muhtarom).

Mbah Wasidin berasal dari Desa Ngarum dan menikah dengan Mbah Puryati. Beliau seorang petani yang sekaligus juga pedang yang berdakwah Islam. Pasangan Mbah Wasidin Dan Mbah Puryati Dikaruniai 6 Orang anak perempuan.

MASA PERJUANGAN
Selain giat berdakwah beliau juga aktif dalam organisasi pemuda PETA (Pembela Tanah Air), dan beliau juga melatih pemuda pemuda untuk baris berbaris dan latihan perang (demikian dari sumber Mbah Lasemin).

Pada masa agresi Belanda kedua, Mbah Wasidin ditangkap oleh Belanda selama seminggu, kemudian dipulangkan dengan diberi setengah kantong kacang hijau yang sudah bubuken (kutu makanan).

DAKWAH
Mbah Wasidin membangun Musholla sekitar tahun 1943 saat pendudukan Jepang di Indonesia. Musholla ini dibangun disebelah barat rumah beliau. Menurut cerita, musholla ini selain digunakan untuk sholat 5 waktu, juga digunakan sholat Jumat dan idul Fitri. Karena waktu itu Masjid besar desa belum berdiri.

Setelah tahun 1960, perjuangan dakwah Mbah Wasidin dibantu oleh menantu beliau KH. Mawahib, K. Sutajid dan besan beliau K. Abu Bakar (Mbah Bakar).

Pada tahun 1975 Mbah Wasidin menunaikan ibadah haji bersama Mbah haji Seger (adiknya) dan Mbah Radimo (Kepala Desa Klumpit masa itu).

Wallahu 'alam

Sejarah Perjuangan Dakwah Dan Karomah Kyai Sutadjid Atau Mbah Jid  Klumpit Soko Tuban Jawa Timur.Mbah Jid atau dikenal o...
06/04/2022

Sejarah Perjuangan Dakwah Dan Karomah Kyai Sutadjid Atau Mbah Jid Klumpit Soko Tuban Jawa Timur.

Mbah Jid atau dikenal oleh masyarakat dengan Kyai Sutadjid adalah seorang kyai yang berasal dari Desa Prambontergayang yang berdakwah di Desa Klumpit.

Beliau adalah putra dari pasangan suami istri, Mbah Masykur dan Mbah Maslekah Prambon Tergayang. Dari garis ibu, Mbah Maslekah adalah putri dari Mbah Kaji cilik atau Mbah Nurhadi Bin Haji Sombo dari Desa Klumpit. Mbah Maslekah adalah cucu dari Mbah Kyai Mukaral (Muharror) yang dikenal sebagai Kyai yang berdakwah di Desa Prambontergayang.

Kyai Sutadjid datang ke Desa Klumpit sekitar tahun 1969. Beliau menikah dengan Mbah Tik (Watiah), putri dari pasangan Mbah Wasidin (Haji Muhtarom) dan Mbah Puryati. Dari pernikahan Beliau, dikaruniai satu orang putra.

Sejarah Pendidikan Kyai Sutadjid
Karena Kyai Sutadjid lahir dari keluarga besar santri, maka masa kecil beliau didik oleh ayah dan ibunya, serta kakek Beliau yang juga seorang Kyai kharismatik di masa itu (Mbah Kyai Mukaral) dan juga paman beliau Mbah Nurhadi bin Mukaral, yang sangat tenar di masanya karena kanuragannya. Termasuk guru beliau yaitu Kyai Mashari yang masih pamannya.

Setelah usia 12 tahun, beliau melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Tanggir Kecamatan Singgahan Tuban, bersama Kaka beliau KH Mustain Rengel. Setelah 6 tahun belajar di Pesantren Tanggir, kemudian, beliau melanjutkan pendidikan ke Pesantren Langitan Widang Tuban.

Perjalanan dakwah beliau dimulai dari mengajar di musholla sebelah rumah, yang sebelumnya telah dibangun oleh mertua beliau (Mbah Haji Wasidin). Menurut sebuah sumber. Musholla yang dibangun oleh Haji Wasidin ini merupakan cikal bakal masjid di desa Klumpit. Hal ini disampaikan oleh sumber tersebut, bahwa musholla ini digunakan sholat Jumat dan pernah digunakan sholat id, sebelum adanya masjid besar desa Klumpit.

Di awal perjuangan Beliau, para santri belajar ngaji turutan dan Al Qur'an. Yang diajarkan setelah sholat maghrib hingga jelang sholat isya.

Di era tahun 1980an, beliau juga mengajarkan beberapa kitab kitab pesantren atau dikenal dengan kitab kuning di musholla. Santri Santrinya meliputi anak anak sekitar musholla, hingga Kebon, Bentaor, Ngarum, Wadung, Tluwe dan daerah sekitarnya. Banyak para santri beliau yang kini menjadi kyai kyai di Desa Klumpit dan sekitarnya.

Selain itu, Beliau juga menjadi khatib dan Imam di Masjid Nurul Yakin Klumpit.

Pada sekitar tahun 1993, beliau juga menjadi inisiator berdirinya Madrasah Ibtidaiyah (MI Nurul Yakin), sekaligus menjadi ketua yayasan madrasah.

Beliau juga aktif di organisasi NU (Nahdlatul Ulama) dan pernah menjadi Ketua Ranting NU Desa Klumpit.
...

Beliau wafat pada tanggal 2 Agustus 2021. Atas wasiat beliau meminta kembali pulang ke desa kelahiran beliau dan dimakamkan di makam umum Desa Prambon Tergayang Soko Tuban, di dekat makam orang tua beliau. Wallahu'alam

Address

Desa Klumpit Soko Tuban
Tuban

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pesantren Mata'ul Ghurur Klumpit Tuban posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share