18/11/2021
BERDOA ITU DIALAMATKAN KEPADA ALLAH DAN AR-RAHMAN SAJA.
Rasulullah saw diperintahkan untuk mengajarkan umatnya dalam berdoa, untuk berdoa kepada ALLAH dan AR RAHMAN.
قُلِ ادْعُوا اللّٰهَ اَوِ ادْعُوا الرَّحْمٰنَۗ اَيًّا مَّا تَدْعُوْا فَلَهُ الْاَسْمَاۤءُ الْحُسْنٰىۚ.
"Katakanlah (Muhammad), Berdoalah kepada Allah atau kepada Ar Rahman. Pilihlah dengan nama keduaNya untuk berdoa kepadaNya. Maka bagiNya Asmaul Husna" (Al Isra 110).
Asmaul Husna yang dimaksud adalah 2 nama Allah swt itu, yakni nama Allah dan nama Ar Rahman.
Bukan 99 nama yang diajarkan dalam tsaqafah lama semenjak dahulu. (Tulisan berikutnya akan bahas tentang ini).
Berdoa adalah senjata bagi orang beriman dan doa adalah otaknya sebuah ibadah.
Tapi apa jadinya kalau salah dalam berdoa ?
Salah menfalamatkan doa, juga salah dalam redaksi doa, bagaimana bisa memperoleh ijabah?
Mengalamatkan doa kepada Allah, redaksinya menggunakan "م" (mim yang bertasydid fatah). Yakni الله + م = ( اللهم) .
Allah swt perintahkan untuk menggunakan redaksi ini,
قُلِ : اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ
" Katakanlah (Muhammad), "Allahumma Malikal Mulk...... (QS. Ali Imran 26).
Dan Mengalamatkan doa kepada Ar Rahman, redaksinya menggunakan kata "ربي" ataupun "ربنا".
وَقُلْ رَّبِّ زِدْنِيْ عِلْمًا
"Dan katakanlah (Muhammad), 'Rabbi tambahkanlah aku ilmu.. " ( QS. Taha 114).
Selanjutnya dalam petunjuk alquran, diantara sekian banyak doa yang diajarkanNya, tidak ada doa yang menggunakan "يا " Yaa ( yaa panggilan) dalam redaksinya.
Redaksi 'Yaa Allah atau Yaa Rabb' tidak pernah diajarkan Alquran.
Sebab 'Yaa' (panggilan) digunakan untuk 'dari Atas ke bawah, dari Besar ke Kecil ataupun untuk panggilan yang jauh.
Allahlah yang berhak gunakan Yaa (panggilan) kepada hambaNya.
Seperti, Yaa Aadam, Ya Zakaria, yaa Yahya, Yaa Isa....
Jangan sebaliknya, manusia yang memanggil Allah dengan Yaa Allah yaa Rab ( redaksi ini tidak diperkenankan).
Juga dalam mensifati Allah, sering sekali pakai Yaa (panggilan) . Seperti Yaa Arhama Rahimin.
Redaksi ini keliru menurut al qur'an.
Gantilah 'Yaa' dengan gunakan 'wa anta' atau innaka'.
وَاَيُّوْبَ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ ۚ
"Dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (QS. Al Anbiya 83).
Demikian pemaparan cara mengalamatkan doa dan redaksinya.
Semoga bermanfaat.