SMP PGRI 2 PANGGUL Trenggalek

SMP PGRI 2 PANGGUL Trenggalek SMP PGRI 2 Panggul Trenggalek Indikator Visi :
1. Siswa memiliki keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
2.

Siswa memiliki kecerdasan untuk mengembangkan diri dan bersikap inovatif
3. Siswa memiliki pribadi yang luhur serta sehat jasmani rohani
4. Siswa memiliki ketrampilan sebagai bekal hidup
5. Siswa menjadi warga Negara yang baik dan bertanggungjawab

Penjabaran Misi :
1. Meningkatkan pelaksanaan pendidikan keagamaan dan implementasinya
2. Meningkatkan efektivitas pembelajaran Agama, Ilmu Pengetahuan

, dan Teknologi
3. Membentuk pribadi yang luhur serta sehat jasmani rohani
4. Meningkatkan ketrampilan siswa dengan fokus pendidikan terapan dan ekstrakurikuer
5. Membentuk kepribadian siswa yang memiliki basic pendidikan budaya berkarakter bangsa serta memiliki dedikasi, loyalitas, dan bertanggungjawab baik terhadap diri sendiri maupun sebagai warga negara

24/08/2014

semua harus tetap semangat meski birokrasi lambat

22/11/2013

INTEGRASI BUDAYA BANGSA DAN PEMAHAMAN MULTIKULTURAL KE DALAM SISTEM PENDIDIKAN
(Telaah kritis terhadap Pengembangan Pendidikan Berbasis Budaya Berkarakter Bangsa di SMP PGRI 2 Panggul)

Saat ini, dunia pendidikan Indonesia sedang uforia dengan slogan Pendidikan berkarakter. Menakjubkan sebenarnya, karena ide pendidikan berkarakter sudah ada sejak lama sekali, sedangkan Indonesia baru terbelalak pemikirannya di seputaran tahun 2007. Dan di tahun 2010/2011, meski sangat terlambat, Kementerian Pendidikan Nasional kembali menggiatkan wacana pendidikan berkarakter untuk menuntaskan peliknya masalah pendidikan di Indonesia.
Seakan gagap dan terlena, ketika Pendidikan berbasis budaya berkarakter bangsa disisipkan ke kurikulum dan silabus, sebagian pelaku pendidikan kelabakan untuk menentukan pengertian karakter itu sendiri. Kegamangan pendidik dalam menerapkan materi pelajaran yang disisipi pembentukan karakter siswa-siswi didiknya merupakan potret nyata bahwa selama ini pendidikan di Indonesia hanya pandai mencerdaskan otak, namun gagal dalam membentuk siswa yang berkarakter. Lagi, fenomena yang menarik adalah ketika dunia pendidikan asyik menciptakan siswa-siswi cerdas dengan memberikan beban pelajaran super berat dan banyak, padahal dengan beban pelajaran yang tinggi, energi guru dan siswa terbuang percuma karena mereka sadar hanya 5 sampai 10 % siswa saja yang mampu mengikuti pelajaran dengan baik.
Hal ini tentu menjadi bumerang bagi dunia pendidikan Indonesia, karena jelas-jelas mengabaikan 90% siswa dengan kemampuan di bawah rata-rata dan dianggap tidak memiliki nilai akademis tinggi. Bahwa dikatakan bumerang karena siswa dengan nilai akademis rendah dan sedang, menempati porsi terbesar di negara Indonesia, maka yang terjadi adalah pendidikan Indonesia menciptakan jurang dikotomi terhadap hak-hak pendidikan yang layak bagi 90% komunitas ini.
Sebagai gambaran, kalau pendidikan di Indonesia menyiapkan seluruh siswa-siswi menjadi ahli pemikir dan ilmuwan, maka itu adalah kebalikan dari negera Jepang. Kalau di Jepang, mereka sadar bahwa tidak semua siswa itu cerdas dan memiliki potensi yang sama, maka negara Jepang mempersiapkan pendidikan berbasis karakter untuk membentuk 90% siswa-siswinya memiliki skil dan kemampuan terampil siap pakai. Walhasil, negara Jepang kini menjadi negara paling maju di benua Asia dengan disiplin keilmuan berbasis karakter, dan bukan karena kecerdasan semata. Karena kecerdasan bukan hanya potensi akademik, tapi ada beraneka ragam dimensi kecerdasan yang sifatnya konkrit, seperti ketrampilan, seni, olahraga dan kegiatan non akademik lainnya. Lalu bagaimana dengan pendidikan Indonesia?... dengan SMP PGRI 2 Panggul?
Mengaca dari Program Pendidikan dari masa Orde Lama hingga sekarang, belum ada tanda-tanda perubahan berarti dari Pemerintah dalam mempersiapkan siswa-siswi Indonesia menjadi manusia berkarakter kuat. Contoh konkrit, salah satunya adalah masih digunakannya Ujian Nasional sebagai tolok ukur penilaian hasil belajar. Padahal pada faktanya, Ujian Nasional merupakan pembohongan publik, pembodohon pendidikan, dan penjerumusan karakter siswa.
Lalu yang menjadi pertanyaan, karakter apa saja yang cocok untuk ditanamkan pada sistem pendidikan nasional kita? Menurut UU No. 20 tahun 2003 pasal 3 menyebutkan; pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter bangsa yang bermartabat.
Maka dari pasal tersebut dapat ditarik sembilan pilar pendidikan berkarakter, yaitu: 1). Cinta tuhan dan segenap ciptaannya. 2). Tanggung jawab, kedisiplinan dan kemandirian. 3). Kejujuran /amanah dan kearifan. 4). Hormat dan santun. 5). Dermawan, s**a menolong dan gotong royong/ kerjasama. 6). Percaya diri, kreatif dan bekerja keras. 7). Kepemimpinan dan keadilan. 8). Baik dan rendah hati. 9). Toleransi kedamaian dan kesatuan.
Nah, ke-9 karakter inilah yang seharusnya menjadi pedoman pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Selanjutnya, bagaimana kesiapan SMP PGRI 2 Panggul mengaplikasikan pendidikan berbasis karakter ini?
Coba kita lihat, dalam Pasal 1 ayat 2 UU No. 20 Tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional yang mengatakan bahwa; pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.
Dari ayat di atas ditegaskan bahwa salah satu landasan dari pendidikan nasional ialah kebudayaan nasional dan hal ini yang masih jarang dalam konteks penerapannya. Mungkin pembuat kebijakan hanya memperhatikan dua kata terakhir dalam ayat ini yaitu “tanggap dengan perubahan zaman” yang diwujudkan dengan menjamurnya sekolah internasional dan bersaing nasional, tetapi mengesklusikan landasan / budaya bangsa yang berkembang di daerahnya. Jika dikembalikan dalam hubungan sebab akibat, maka sistem pendidikan yang tidak mengintegrasikan budaya bangsa di dalamnya, akan melahirkan generasi yang tidak berbudaya, dan nasionalisme akan luntur sebab pendidikan tidak mengapresiasikan budaya bangsa.
Maka mengintegrasikan antara pendidikan dan budaya bangsa ialah sesuatu yang wajib dilakukan dalam menghadapi globalisasi budaya, guna melahirkan generasi berbudaya dan juga tentunya generasi yang integratif. Untuk melakukannya harus menyentuh pada dua aspek utama. Pertama, ialah pendidikan yang mendorong manusia untuk menghargai dan mengenakan atribut budaya bangsa. Sedang yang kedua, ialah pendidikan yang tidak hanya mengapresiasi budaya lokal daerahnya sendiri tetapi juga budaya daerah lain. Untuk aspek pertama dapat dilakukan dengan pendidikan berbasis budaya dan untuk aspek kedua dapat dilakukan dengan pendidikan multikultural. Penerapan kedua aspek ini dapat dilakukan secara bersamaan guna melahirkan generasi Indonesia dengan karakter dan kepribadian yang kuat.

Pendidikan berbasis budaya berkarakter bangsa yang diartikan sebagai upaya mengintegrasikan budaya bangsa dalam pendidikan formal di mana fokus pembelajaran tidak hanya semata-mata pada ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga berbasis budaya bangsa. Dalam hal ini, saya sepakat dengan pendapat Grant and Gomes bahwa pada kenyataannya, periode sekolah akan memisahkan seseorang dari komunitas budayanya, karena sekolah memiliki budaya sendiri dan mata pelajaran yang diajarkan juga memperkenalkan budaya yang lain (atau bahkan bertentangan) dengan tradisi budaya komunitasnya. Oleh karena itu, bukan sesuatu yang aneh jika lulusan dari sekolah-sekolah formal yang terdapat di Indonesia lupa akan budaya bangsanya sendiri.
Alhasil, perlu diingat bahwa kurikulum budaya Indonesia yang dituangkan dalam pelajaran budaya tidak hanya mengedepankan aspek linguistik atau bahasa, tetapi keseluruhan dari budaya mulai dari filosofi, pembelajaran moral, tata berperilaku sopan, dan lainnya. Selain itu, pendidikan berkarakter tidak hanya mengedepankan aspek kognitif pada tataran outputnya tetapi juga masuk dalam tataran afektif bahkan action. Jadi siswa tidak hanya mengetahui budaya bangsa, tetapi mengenakan atribut budaya bangsa serta berperilaku dengan nilai-nilai budaya bangsa sendiri.
Sebagai amtsal, SMP PGRI 2 Panggul yang dalam hegemoni tarikhnya mengalami berbagai pengalaman yang menakjubkan, hingga detik ini kami menuntut ilmu, tetap eksis mempertahankan karakternya sebagai sekolah yang selalu mengedepankan pembentukan karakter siswa siswinya. Sekolah ini bukan berarti tidak mampu bersaing dengan penerapan sisitem pendidikan pada sekolah lain, bahkan SMP PGRI 2 Panggul lebih dari itu. SMP PGRI 2 Panggul telah berani melakukan terobosan-terobosan akademik yang saya pikir belum dilakukan oleh sekolah lain, baik secara administratif, akademika, kesiswaan, maupun bidang pengembangan lainnya.
Ada tiga hal yang dapat saya ambil sebagai sebab dari pencapaian yang telah dilakukan oleh SMP PGRI 2 Panggul:
Pertama: Landasan Ahlus sunah wal jama’aah yang menjadi basic aqidah agamanya, telah membentuk karakter dan tatanan moral pendidik dan siswa-siswinya selalu mengedepankan nilai-nilai luhur agama dan budi pekerti yang baik. Sesuatu yang sangat jarang terjadi pada sekolah formal yang tanpa identitas agama, mentabihkan diri sebagai sekolah yang berhaluan aqidah ahlussunah wal jama’ah. Tidak hanya itu saja, sekolah ini juga mencerminkan tatanan moral pergaulan Islami yang menjunjung tinggi perbedaan agama, ras, dan suku. Semuanya mempunyai keseimbangan dalam memperolah kehidupan yang lebih baik dan penjaminan atas keberlangsungan pendidikan. Pelaksanan kegiatan bertendesi agama Islam menjadi mutual rohani dalam entitas dan kepribadian kehidupan sehari-hari.
Kedua: Pengembangan kurikulum berbasis budaya berkarakter bangsa yang diterapkan disekolah ini (meski belum maksimal), menjadi motivasi untuk selalu berinovasi bagi seluruh elemen kependidikan dalam pengembangan budaya, kreasi, dan pencapaian nalar intelektual. Wujud nyata dari pengembangan ini, SMP PGRI 2 Panggul telah menerapkan pembentukan karakter budaya dengan mengakomodir dan melaksanakan berbagai kegiatan yang berorientasi pada pengembangan bakat minat dan apresiasi seni budaya.
Ketiga: Wacana pengembangan teknologi yang telah digagas beberapa tahun silam, kini menjadi nyata. Meski dengan sarana yang masih pas-pasan, dan dana yang jauh dari cukup, ternyata kemampuan teknologi untuk pembelajaran dan teknologi terapan untuk kreasi dan karya, bisa dibilang mendekati sempurna. Hal ini dapat dilihat dengan diterapkannya sistem komputerisasi pada hampir seluruh kegiatan. Pemanfaatan maksimal laboratorium komputer dengan jaringan global yang dimiliki SMP PGRI 2 Panggul memicu siswa-siswinya memiliki dedikasi tinggi untuk selalu membuat inovasi dan menuangkan kemampuan IPTEK-nya dalam berkarya dan berkreasi.
Disamping itu, kemampuan IPTEK ini memang disiapkan secara khusus untuk civitas akademika SMP PGRI 2 Panggul dalam rangka menghadapi Globalisasi yang menjadi suatu kenyataan hidup. Dan penerapannya, penyelenggaraan pendidikan di sekolah ini selalu berjalan efektif di tengah benturan budaya globalisasi, mampu mempertahankan identitas dan membekali kepribadian siswa siswinya dengan nilai-nilai ke-Islaman yang bermartabat. Karena beranggapan, bahwa generasi bangsa yang memiliki identitas kebudayaan luhur dengan menjujung tinggi nilai-nilai agama dan moral, merupakan sumbangan yang positif bagi terbentuknya masyarakat madani yang berperadaban. Hal ini lumrah di lakukan oleh PGRI 2 Panggul, sebab ada 4 kekuatan yang bertumpu pada era globalisasi, yaitu: pertama: Kemajuan IPTEK terutama dalam bidang informasi dan inovasi-inovasi teknologi baru yang mempermudah kehidupan manusia. kedua: Perdagangan bebas dan persaingan ekonomi. ketiga: Kerjasama regional dan internasional yang telah menyatukan kehidupan bangsa-bangsa tanpa mengenal batas negara. keempat: Meningkatnya kesadaran terhadap hak-hak asasi manusia dan demokrasi.

Pembangunan pendidikan dengan aspek pencapaian sebagaimana yang telah dilakukan SMP PGRI 2 Panggul ini, merupakan bentuk nyata dari penerapan sistem pendidikan nasional yang mengintegrasikan pendidikan nasionalisme, budaya, dan pendidikan multikultural. Di mana pendidikan multikultural tidak hanya terbatas pada aspek toleransi dan menghargai budaya bangsa yang berbeda, tetapi dapat dikatakan mutual respect antara budaya yang berbeda dengan disertai munculnya generasi integratif. Hal ini sangat rasional, sebab pendidikan berbasis budaya dapat melahirkan generasi berbudaya sehingga dapat menekan arus globalisasi. Sedangkan, pendidikan multikultural dapat menjadi alternative konflik internal di masa akan datang, sehingga dapat dikatakan juga berperan melahirkan generasi integratif. Sedangkan generasi berbudaya dan generasi integratif dapat dikatakan sebagai aktualisasi dan pewujudan nasionalisme untuk konteks modern atau saat ini.
Sehingga kesimp**an yang dapat saya tarik dari gambaran aktualisasi pendidikan berbasis budaya berkarakter bangsa di SMP PGRI 2 Panggul ini adalah orientasi ke depan yang diarahkan pada agenda sebagai berikut:
Pertama: menanamkan sikap mental peserta didik yang memiliki kecerdasan spiritual yang kuat. Sehingga hubungan yang seimbang dan selaras dengan Tuhannya tertanam dalam kehidupannya.
Kedua: menumbuhkan kecerdasan sosial anak didik yang diarahkan pada pembentukan dan penanaman sikap yang harmonis, selaras, seimbang dengan masyarakat atau dunia di sekitarnya.
Ketiga: mengembangkan kreativitas dan keterampilan anak didik. Dalam arti melatih kemampuan untuk menggali, mengelola dan memanfaatkan kekayaan alam serta keragaman budaya bagi kesejahteraan dan kemakmuran hidup manusia.
Keempat: menumbuhkan dan mengembangkan kemampuan teknologi untuk kepentingan yang positif, menjaga perdamaian, kesejahteraan, dan kelangsungan hidup manusia.

12/11/2013

VISI DAN MISI PGRI
VISI
"Terciptanya lembaga pendidikan yang berkualitas berdasarkan kebangsaan
dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa".

MISI
1. Mewujudkan pendidikan yang berkualitas, profesional, dan mandiri.
2. Mewujudkan pendidikan yang berkualitas menjangkau kepentingan rakyat banyak.
3. Meningkatkan manajemen pendidikan yang efisien dan efektif.

06/01/2013

MASA KEBANGKITAN INDONESIA
(Tahun 1900-1927)

Masa antara tahun 1908-1927 sering disebut dengan masa perintis. Masa kebangkitan nasional dimulai dengan berdirinya Budi Utomo pada tanggal 20Mei 1908 yang dirintis oleh Dr. Wahidin Sudirohusodo dan didukung Dr.Soetomo.Setelah Budi Utomo berdiri timbul p**a kesadaran golongan Islamuntuk mendirikan organisasi yang di kemudian hari dikenal dengan nama Sarekat Dagang Islam pada tahun 1911 atas inisiatif Kyai Haji Samanhudi bersama-sama dengan Mas Tirtoadisuryo. Tujuan semula adalah untukmemajukan perdagangan, melawan monopoli Cina dan memajukan agama Islam, kemudian tujuan itu diperluas setelah mendapat desakan dari H.O.S.Tjokroaminoto sehingga namanya berubah menjadi Sarekat Islam. politik sehubungan dengan didirikan Volksraad.Meskipun Budi Utomo dilahirkan tidak sebagai organisasi politik tetapi dalam perkembangannya organisasi ini didorong untuk terjun ke bidang politik. Hal inidapat kita lihat pada peranannya yang aktif dalam persoalan Inlandsche Militie1915 dan pada waktu Volksraad dari bangsa Indonesia pada tahun 1921.Sarekat Islam sendiri berubah namanya menjadi Partai Sarekat Islam padatahun 1923. Haji Agus Salim mengeluarkan gagasan Pan Islamisme yaitu suatu usaha untuk memperluas gerakannya tidak hanya di dalam negeri saja,tetapi juga ke luar negeri dengan mengadakan hubungan dengan gerakan Islam di luar negeri.Pada tahun 1927 Partai Sarekat Islam merubah haluan perjuangan yaitumencapai kemerdekaan nasional berdasarkan agama Islam danmenggabungkan kedalam PPPKI.

Pada tahun 1929 Partai Sarekat Islam menjadi Partai Sarekat Islam Indonesia,walaupun terjadi lagi perpecahan dan masing-masing membentuk aliran antaralain Aliran Kartosoewiryo, aliran Abikusno dan aliran Soekiman.Kebangkitan Budi Utomo dan Sarekat Islam kemudian diikuti dengan timbulnya organisasi-organisasi lainnya. Pada sekitar tahun 1914 timbul beberapa organisasi yang bersifat kedaerahan diberbagai tempat. Kebanyakan organisasi-organisasi tersebut bertujuan ingin menunjukkan kebudayaan daerah. Organisasi-organisasi tersebut antara lain : Sarekat Sumatra (1918),Pasundan (1914). Tujuan politik kedua organisasi tersebut antara lain memperluas hak pemerintah daerah.Di daerah Minahasa tumbuh gerakan seperti di atas antara lain RukunMinahasa (1915) yang dipimpin oleh Waworuntu, Sam Ratulangi dan lainlainnya.Serta Jong Minahasa.Di Ambon terdapat juga gerakan-gerakan serupa yaitu : Ambonsch Studiefond(1909) dan Amon’s Bond (1911). Di Jawa terdapat gerakan-gerakan seperti TriKoro Dharmo (1915) yang pada tahun 1918 diubah menjadi Jong Java. Adapun tujuan dari perkump**an ini adalah membangun suatu Persatuan Jawa Raya yang akan dicapai dengan jalan mengadakan ikatan yang erat di antara anak-anak sekolah menengah bangsa Indonesia, berusaha menambah kepandaian anggota-anggota dan menimbulkan rasa cinta pada kebudayaan sendiri.Di Bandung 1907 didirikan Insulinde yang kemudian pada tahun 1912 namanya berubah menjadi Indische Partij dengan tujuan Indonesia merdeka. Partaiini merupakan satu-satunya partai di Hindia Belanda pada masa itu yangtelah berani mengumandangkan Indonesia merdeka (Indie merdeka).Para pemimpin Indische Partij karena adanya larangan partai maka para pemimpinnya yang terdiri dari Douwes Dekker, Tjipto Mangunkusumo, Soewardi Soeryaningrat dihukum dan diasingkan ke Negeri Belanda pada tahun 1913.Soewardi Soeryaningrat (Ki Hajar Dewantoro) kemudian menjadi terkenal dikalangan pergerakan karena tulisannya yang mengecam dengan pedas pemerintah kolonial Belanda berjudul : “Als ik een Nederlander was” pada tahun 1913.Di samping itu timbul juga gerakan-gerakan yang bersifat sosial, pendidikan dan keagamaan. Gerakan ini antara lain Muhamadiyah (1912) yang didirikan oleh K.H Achmad Dahlan. Gerkan ini menginginkan adanya reformasi dalam agama Islam, membersihkan agama dari pengaruh tradisi, memajukan pengajaran berdasarkan agama Islam.

Masa Tahun 1927 – 1942

Masa 1927-1942 sering disebut sebagai masa penegas dari masa pencoba.Pada masa ini gerakan-gerakan nasional sadar dan percaya kepada kekuatan sendiri. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa tujuannya adalah kemerdekaan Indonesia.Perhimpunan Indonesia. Pada masa sekitar tahun l908 oleh para pelajaryang belajar di Negeri Belanda didirikan suatu perkump**an pelajar“indische Vereniging”. Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa cita-cita Perhimpunan Indonesia bersifat radikal nasionalisme. Mereka sadar akan kekuatan mereka sendiri, oleh karena itu mereka bersikap nonkooperasi terhadap pemerintah kolonial Belanda. Asas politik baru di atas menyadarkandan menyakinkan para pemuda pergerakan lainnya dalam melaksanakan citacitabersama mencapai kemerdekaan Indonesia. Perhimpuhan Indonesia merupakan pelopor asas politik baru bagi Indonesia.Partai Nasional lndonesia. Tindakan-tindakan studieclub-studieclub serta pengaruh perhimpunan Indonesia mendorong pemimpin-pemimpin mudapergerakan di kota Bandung untuk mendirikan suatu partai politik baruyaitu Partai Nasional Indonesia pada tanggal 4 Juli 1927.Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Suatu kejadian penting dalam sejarahIndonesia ialah peristiwa tanggal. 28 Oktober 1928 yang melahirkan suatusumpah yaitu Sumpah Pemuda.. Hal ini dapat dibuktikan dengan munculnyaberbagai perkump**an kedaerahan seperti JONG JAVA, SUMATRANENBOND, BOND VAN AMBONCHE STUDEREDEN dan sebagainya. PPPKIyang berhasil menghimpun organisasi-organisasi pergerakan nasional Indonesia untuk bersatu dalam mencapai cita-cita kemerdekaan Indonesia.Ternyata ide persatuan ini menentukan arah gerakan nasional Indonesia lebihIanjut. Beberapa pemuda revolusioner seperti Moh. Yamn, J. Leimena, W.R.Supratman, A.K. Gani, Sujono Hadinoto, Rohjani dan lain-lainnya telahmemprakasai mengadakan konperensi yang bertujuan mempersatukan pemuda-pemuda Indonesia. Pada tanggal 28 Oktober 1928 jam 23.00 diWisma Indonesia, Jl. Kramat 106 Jakarta dengan khidmat dikumandangkan Sumpah pemuda.

01/01/2013
01/01/2013

JANGAN SEMBARANGAN MENG-UPDATE STATUS

Setiap saat para facebooker meng-update statusnya agar bisa dibaca dan dikomentarin..
Lupa atau sengaja hal-hal yang semestinya menjadi konsumsi internal keluarga..
menjadi kebanggaan di statusnya...
''APA YANG ANDA PIKIRKAN..??
Seorang wanita menuliskan ...
“Hujan-hujan malam-malam sendirian..
enaknya ngapain ya…?”
kemudian puluhan komen bermunculan dari lelaki dan perempuan..
bahkan seorang lelaki temannya menuliskan “mau ditemanin?..
Dijamin puas deh…”
Seorang wanita lainnya menuliskan
“Bangun tidur..
badan sakit semua..
biasa,, habis malam jumat ya begini..”
Ada juga yang menulis “bete nih di rumah terus,, mana misua jauh lagi…”
kemudian komen-komen pelecehan bermunculan

------------------------------?---------------------

Yang laki-laki tidak kalah hebat menulis statusnya
“habis minum jamu nih… ada yang mau menerima tantangan..?’
Ada juga yang nulis
“ mau tidur nih..
panas banget…
bakal tidur pake dalaman lagi nih..!”
Dan ribuan status-status yang numpang beken dan pengin ada komen-komen dari lainnya.
Hal itu sadar atau tidak sadar dinikmati oleh indera kita..
mata kita..
telinga kita..
bahkan pikiran kita...
Ada yang lebih kejam dari sekedar status facebook..
dan herannya seakan hilang rasa empati dan sensitivitas dari tiap diri terhadap hal-hal yang semestinya ditutup dan tidak perlu ditampilkan...
fenomena di atas menjadi Tanda Besar buat kita umat Islam..
hegemoni ..
‘kesenangan semu’ dan dibungkus dengan ‘persahabatan fatamorgana’..
ditampilkan dengan mudahnya celoteh dan status dalam facebook yang melindas semua tata krama tentang Malu..
tentang menjaga Kehormatan Diri dan keluarga..
Rasulullah SAW menegaskan dengan sindiran keras kepada kita..
“Apabila kamu tidak malu maka perbuatlah apa yang kamu mau.” (Bukhari).
Kadang Arogansi kesenangan semakin menjadi-jadi dengan tanpa merasa bersalah mengungkit kembali aib-aib masa lalu melalui foto-foto yang tidak bermartabat yang semestinya dibuang saja atau disimpan rapat..
Bagi mereka para wanita yang menemukan jati dirinya..
dibukakan cahayanya oleh Allah sehingga saat di masa lalu jauh dari Allah kemudian ter-inqilabiyah..
ter-shibghoh..(tercelup dan terwarnai cahaya ilahiyah)..
hatinya teriris melihat masa lalunya dibuka dengan penuh senyuman..
oleh orang yang mengaku sebagai teman..
sebagai sahabat...
Maka JAGALAH KEHORMATAN DIRI..
simpan rapat keluh kesah kita..
simpan rapat aib-aib diri..
jangan bebaskan ‘kesenangan’..
‘gurauan’..
membuat Iffah kita luntur tak berbekas...

SEMOGA BERMANFA'AT!!!

27/12/2012

Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa / murid di bawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal, yang umumnya wajib. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolah-sekolah ini bervariasi menurut negara (dibahas pada bagian Daerah di bawah), tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anak-anak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar.

Selain sekolah-sekolah inti, siswa di negara tertentu juga mungkin memiliki akses dan mengikuti sekolah-sekolah baik sebelum dan sesudah pendidikan dasar dan menengah. TK atau pra-sekolah menyediakan sekolah beberapa anak-anak yang sangat muda (biasanya umur 3-5 tahun). Universitas, sekolah kejuruan, perguruan tinggi atau seminari mungkin tersedia setelah sekolah menengah. Sebuah sekolah mungkin juga didedikasikan untuk satu bidang tertentu, seperti sekolah ekonomi atau sekolah tari. Alternatif sekolah dapat menyediakan kurikulum dan metode non-tradisional.

Ada juga sekolah non-pemerintah, yang disebut sekolah swasta. Sekolah swasta mungkin untuk anak-anak dengan kebutuhan khusus ketika pemerintah tidak bisa memberi sekolah khusus bagi mereka; keagamaan, seperti sekolah Islam, sekolah Kristen, hawzas, yeshivas dan lain-lain, atau sekolah yang memiliki standar pendidikan yang lebih tinggi atau berusaha untuk mengembangkan prestasi pribadi lainnya. Sekolah untuk orang dewasa meliputi lembaga-lembaga pelatihan perusahaan dan pendidikan dan pelatihan militer.

Dalam homeschooling dan sekolah online, pengajaran dan pembelajaran berlangsung di luar gedung sekolah tradisional.
Terminologi

Kata sekolah berasal dari Bahasa Latin: skhole, scola, scolae atau skhola yang memiliki arti: waktu luang atau waktu senggang, dimana ketika itu sekolah adalah kegiatan di waktu luang bagi anak-anak di tengah-tengah kegiatan utama mereka, yaitu bermain dan menghabiskan waktu untuk menikmati masa anak-anak dan remaja. Kegiatan dalam waktu luang itu adalah mempelajari cara berhitung, cara membaca huruf dan mengenal tentang moral (budi pekerti) dan estetika (seni). Untuk mendampingi dalam kegiatan scola anak-anak didampingi oleh orang ahli dan mengerti tentang psikologi anak, sehingga memberikan kesempatan yang sebesar-besarnya kepada anak untuk menciptakan sendiri dunianya melalui berbagai pelajaran di atas.

Saat ini, kata sekolah berubah arti menjadi: merupakan bangunan atau lembaga untuk belajar dan mengajar serta tempat menerima dan memberi pelajaran.Sekolah dipimpin oleh seorang Kepala Sekolah. Kepala sekolah dibantu oleh wakil kepala sekolah.Jumlah wakil kepala sekolah di setiap sekolah berbeda, tergantung dengan kebutuhannya. Bangunan sekolah disusun meninggi untuk memanfaatkan tanah yang tersedia dan dapat diisi dengan fasilitas yang lain.

Ketersediaan sarana dalam suatu sekolah mempunyai peran penting dalam terlaksananya proses pendidikan.
Sarana Prasarana Sekolah
Sekolah di pedalaman Sudan, 2002

Ukuran dan jenis sekolah bervariasi tergantung dari sumber daya dan tujuan penyelenggara pendidikan. Sebuah sekolah mungkin sangat sederhana di mana sebuah lokasi tempat bertemu seorang pengajar dan beberapa peserta didik, atau mungkin, sebuah kompleks bangunan besar dengan ratusan ruang dengan puluhan ribu tenaga kependidikan dan peserta didiknya. Berikut ini adalah sarana prasarana yang sering ditemui pada institusi yang ada di Indonesia, berdasarkan kegunaannya:
Ruang Belajar

Ruang belajar adalah suatu ruangan tempat kegiatan belajar mengajar dilangsungkan. Ruang belajar terdiri dari beberapa jenis sesuai fungsinya yaitu:

Ruang kelas atau ruang Tatap Muka, ruang ini berfungsi sebagai ruangan tempat siswa menerima pelajaran melalui proses interaktif antara peserta didik dengan pendidik, ruang belajar terdiri dari berbagai ukuran, dan fungsi.Sistem kelas terbagi 2 jenis yaitu kelas berpindah (moving class) dan kelas tetap.

Ruang Praktik/Laboratorium ruang yang berfungsi sebagai ruang tempat peserta didik menggali ilmu pengetahuan dan meningkatkan keahlian melalui praktik, latihan, penelitian, percobaan. Ruang ini mempunyai kekhususan dan diberi nama sesuai kekhususannya tersebut, diantaranya:
Laboratorium Fisika/Kimia/Biologi,
Laboratorium bahasa,
Laboratorium komputer,
Ruang keterampilan, dll

Kantor

Ruang kantor adalah suatu tempat dimana tenaga kependidikan melakukan proses administrasi sekolah tersebut, pada institusi yang lebih besar ruang kantor merupakan sebuah gedung yang terpisah.
Perpustakaan

Sebagai satu institusi yang bergerak dalam bidang keilmuan, maka keberadaan perpustakaan sangat penting.Untuk meminjam buku, murid terlebih dahulu harus mempunyai kartu peminjaman agar dapat meminjam sebuah buku.
Halaman/Lapangan

Merupakan area umum yang mempunyai berbagai fungsi diantaranya:

tempat upacara
tempat olahraga
tempat kegiatan luar ruangan
tempat latihan
tempat bermain/beristirahat

Ruang lain

Kantin/cafetaria
Ruang organisasi peserta didik (OSIS, Pramuka, Senat Mahasiswa, dll)
Ruang Komite
Ruang keamanan
Ruang produksi, penyiaran dll.
Ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS)

Sekolah menurut status

Menurut status sekolah terbagi dari:

Sekolah negeri, yaitu sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah, mulai dari sekolah dasar, sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan perguruan tinggi.
Sekolah swasta, yaitu sekolah yang diselenggarakan oleh non-pemerintah/swasta, penyelenggara berupa badan berupa yayasan pendidikan yang sampai saat ini badan hukum penyelenggara pendidikan masih berupa rancangan peraturan pemerintah.

Seragam sekolah

Kewajiban mengenakan seragam sekolah diterapkan berbeda-beda di beberapa negara. Beberapa negara mengharuskan seragam sementara beberapa lainnya bebas.

22/10/2012

"SI BOLANG NGERJAIN POLISI"

POLISI : "Selamat sore... bisa tunjukin SIM atau
STNK anda...?!!"

BOLANG : "Aduh saya lupa enggak bawa pak..!!"

Polisi kemudian membuat surat tilang,,,""!!

BOLANG : "Tolong Jangan tilang saya d**g pak... saya mau
telpon bapak saya di kantor Ditlantas POLDA
sebentar ya pak...!!"

Mendengar SI BOLANG berkata seperti itu... pak polisi langsung
kaget,,,""!!

POLISI : "Bener itu bapak kamu kerja di
Ditlantas Polda..?"

BOLANG : "Iya Bener pak... kalo bapak enggak percaya
telepon saja pak... ini nomornya pak,,!!"

SI BOLANG sambil memberikan secarik kertas yang berisi nomer HP
bapaknya yang bekerja disana,,!!""

POLISI : "Ya sudah pergi sana...!!"

BOLANG : "Wah Makasih banyak ya Pak,,!!"

Pak Polisi pun penasaran kemudian pak polisi menelpon nomer
HP tersebut,,??""

POLISI : "Halo... Selamat sore... benar nomor ini di
Ditlantas Polda..??"

Suara telepon : "iya Benar pak... apa yang bisa saya bantu pak...???"

POLISI : “Kalo boleh tau... ini di bagian apa ya...??”

Suara telepon : “Ini di bagian KANTIN pak… Bapak mau pesan nasi berapa bungkus..???”

POLISI : @$ #%^&*?*)"* #% (sialan gw di kerjain)

hikhikhikhikhik.... ;D

13/10/2012

Masih ada yg blm selesai UTS ?
Ini ada sdkit info nih :)

"5 manfaat nyontek untuk kesehatan:

1.Melincahkan otot2 mata,karna hrus melirik sana sini nyari jawban...?

2.Melatih otot leher,karna hrus mlhat k'kiri&k'kanan..!

3.Memperkuat ingatn,krna hrus mnghafal jwbn seblm d tlis..!

4.melincahkan krja tngan, krna hrus mnulis jwban dg cepat..!(bahkan tanpa melihat) :o

5.mempercepat aliran darah,karna jntung brdetak cpat ktika akan kthuan nyontek oleh guru..!

Smga tips nya bermanfaat :)

sekian dan terima makian. . . . XD

¤sikecil

13/10/2012

Humor_Preman Pasar
-------------------------
Ada seorang preman
pasar sebut saja
bernama Udin.
Memiliki seorang
pacar yang cantik
jelita yang bernama
Dewi. Udin ini orangx
bertipe protektif
banget kalo sama
Dewi, ya
maklumlah...
Seperti biasanya si
Udin sebelum
berangkat ke pasar
menelpon sang Dewi
untuk menanyakan
kabarx.
Udin: " Halo sayang,
selamat pagi... "
Dewi: " Pagi bang,
hiks...hiks... "
Udin: " Loh
kedengaranx kok
kayak lagi sedih,
mang knapa sayang?
"
Dewi: " Hiks...hiks...
Gini bang... kemarin
malem gw ditampar
sama orang..... "
Udin: " Apaaaa!!!???
Berani sekali ia
menampar cewekku
ini. Ia ndak tahu apa
kalo cowokx ini
preman. Biar abang
nanti malam tampar
balik... "
Dewi: " Ndak usah
deh bang... "
Udin: " Tak apa.
Abang rela
berkorban demi
ayang... "
Dewi: " Tapi bang... "
Udin: " Sudah jangan
khawatir, polisi aja
abang pukul sampe
pingsan kok. Btw
siapa sih yang
nampar ayangku
ini,? "
Dewi: " Nyokap gw
bang... Abisx kmarin
malem gw lupa
matiin kompor gas
sampe habis tuh
gasx... "
Udin: " !@ #$%
(waduh... ) "
Dewi: " Halo bang... "
Udin: " Tut... tut...
(diputus telponx ) "

Address

RT. 10 RW. 04 Ds. Wonocoyo Kec. Panggul
Trenggalek
66364

Telephone

0355-651154

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMP PGRI 2 PANGGUL Trenggalek posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to SMP PGRI 2 PANGGUL Trenggalek:

Shortcuts

Share

Category