Kompak SMP Islam Durenan

Kompak SMP Islam Durenan Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Kompak SMP Islam Durenan, Education, Jalan kendalrejo durenan, Trenggalek.

Kekompakan alumni SMP Islam Durenan dalam memberikan bantuan air bersih di dusun PINGGIT Desa Gador Kecamatan Durenan Ka...
17/11/2019

Kekompakan alumni SMP Islam Durenan dalam memberikan bantuan air bersih di dusun PINGGIT Desa Gador Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek, Semoga Berkah

salam dari   buat temen2
20/08/2018

salam dari buat temen2

23/11/2016

BUKU KENANG-KENANGAN TAHUN 2016 SIIAP DIAMBIL LHOOO... TEMAN TEMAN SILAHKAN KASIH TAU TEMANNYA YANG BELUM TAU YAA

15/03/2016

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Salam Silaturrahmi saya ucapkan kepada teman-teman semuanya !
diberitahukan kepada seluruh anggota kompak yang berkeinginan untuk membuat baju seragam resmi " KOMPAK SID " untuk segera konfermasi kepada Kakak Rafi'ul Himam Staff Tata Usaha SMP Islam Durenan. Harga Kurang lebih Rp. 150.000,- Ples iuran sukarela.
Demikian pemberitahuan ini,atas kerjasa yang baik disampaikan terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr Wb.
Salam KOMPAK SID

23/01/2016

Ayo pembuatan rompi

14/11/2015
25/08/2015

Disampaikn untuk personil RESCUE SAKOMA pserta lomba gerak jln kab. Trenggalek..nanti mlm kumpul di Musola SMP Islam Durenan jm 19.00..

TTD
RESCUE SAKOMA

Perkemahan wirakarya cabang Trenggalek.
27/07/2015

Perkemahan wirakarya cabang Trenggalek.

Kepada Anggota KOMPAKDisampaikan Kepada Seluruh Anggota Untuk merapat kerumah Bapak Mahsun Ismail pada hari Jum'at 24 ju...
22/07/2015

Kepada Anggota KOMPAK

Disampaikan Kepada Seluruh Anggota Untuk merapat kerumah Bapak Mahsun Ismail pada hari Jum'at 24 juli 2015, Jam 8.00 wib sekalian DONOR DARAH (oleh PMI cabang Trenggalek).

TTD
Presiden KOMPAK

21/06/2015

kapan ad buka bersama trus urunan bareng2 gitu

01/05/2015

Salam kompak !!!

23/04/2015

JANGAN-JANGAN KETIKA
(catatan kecil pasca peringatan Hari Kartini, 2015)

Jangan-jangan ketika masih banyak anak yang belajar pakai kebaya
Atau kedodoran pasang sanggul
Lalu dengan dengan suara sumbang menyanyikan lagu
“Ibu kita Kartini... Putri sejati...
“Putri Indonesia harum namanya ...”
Sebagian para cendekiawan berkomentar
“Ah..kok masih ada hari gini mengagungkan simbol-simbol..
Memperingati Kartini bukan berarti pakai kebaya dan pasang sanggul
Tetapi Kartini itu adalah emansipasi dan kesetaraan
Apa gunanya pakai kebaya dan pasang sanggul
Kalau mentalnya adalah budak neo liberalisme
Apa gunanya pakai kebaya dan pasang sanggul
Kalau harga diri perempuan tergeletak di kolong-kolong jembatan Arab Saudi
Ke-Kartini-an itu adalah kemandirian
Ke-Kartini-an itu adalah kesetaraan dalam hak dan kewajiban...”

Jangan-jangan ketika masih banyak anak sekolah yang belajar berbaris
Lalu bertungkus lumus merapikan bendera dan mengibarkannya pada saat peringatan Agustusan
Atau warga RT ramai-ramai (tanpa APBD) menggelar lomba masak bagi bapak-bapak
Atau tarik tambang bagi ibu-ibu
Sebagian para cendekiawan itu juga berkomentar
“Kita ini sudah merdeka puluhan tahun
Masak urusan jalan saja harus diatur, kok seperti jaman Kaibodan
Itu dogmatis banget !
Itu militerisme !
Masak bapak-bapak lomba masak
Lebay amat !
Masak ibu-ibu suruh tarik tambang
Kayak kurang kerjaan saja ....
Kemerdekaan itu tidak hanya berupa hormat bendera
atau menyanyikan lagu Hallo-Hallo Bandung
Atau tarik tambang sana-sini
Kemerdekaan itu adalah ketika kita bebas menentukan apa yang harus kita lakukan
Kemerdekaan itu ketika kita bebas melakukan apa yang kita inginkan
Kemerdekaan itu ketika kita bebas menginginkan apa yang kita pikirkan
Kemerdekaan itu ketika kita bebas memikirkan apa yang seharusnya tidak perlu kita pikirkan ...”

Jangan-jangan ketika masih ada anak-anak yang belajar bahasa Jawa,
bahasa Madura, bahasa Sunda, bahasa Batak, bahasa Papua
atau bahasa-bahasa nenek moyang mereka
sebagian para nedekiawan itu juga berkomentar
“Itu feodalisme !
Kita ini sudah hidup di alam global
Jangan diikat dengan pola-pola sektarian
Biarkanlah anak-anak itu menentukan dunianya sendiri
Biarkan mereka menerapkan demokrasi dalam berbahasa
Biarkan mereka sejajar dalam berkomunikasi
Unggah-ungguh itu memasung kreativitas
Tata krama berbahasa itu warisan keraton
untuk mengukuhkan kekuasaan raja atas rakyatnya
Modernisasi tidak butuh itu !
Tantangan yang dibutuhkan generasi di jaman global
Adalah bagaimana mereka menaklukkan dunianya yang tidak terbatas
Bukan berkutat pada adat dan tradisi yang seharusnya sudah jadi museum
Atau hanya menarik untuk bahan seminar dan diskusi-diskusi bertemakan kebudayaan
Jangan mundur ke masa lalu !
Dengan mempelajari hal-hal yang sudah tidak jamannya lagi
Ajari anak kita untuk meraih masa depan
Bukan dengan memaksa mereka untuk mengagumi masa lalu nenek moyang ...!”

Jangan-jangan ketika
Ketika anak-anak masih bicara soal kenusantaraan
Ketika anak-anak masih bicara soal sejarah perjuangan bangsa
Ketika anak-anak masih bicara tentang perjuangan Pangeran Diponegoro
Ketika anak-anak masih membicarakan heroisme Cut Nya’ Dien dan Pangeran Antasari
Ketika anak-anak masih belajar mencermati peristiwa Rengasdengklok
Ketika anak-anak masih belajar napak tilas rute gerilya Panglima Besar Jenderal Sudirman
Ketika anak-anak masih belajar tentang puisi Kerawang-Bekasi
Sebagian para cendekiawan itu juga berkomentar
“Itu bukan untuk dihapal atau dipelajari di sekolah....
Sejarah itu untuk dianalisa
Bukan untuk dihapal anak-anak
Buat apa mereka hapal sejarah
Kalau tidak mampu berbuat kongkrit bagi bangsanya sekarang
Buat apa mereka hapal sejarah
Kalau tidak mampu mengisi kemerdekaan bangsanya sekarang
Buat apa mereka hapal sejarah
Kalau yang mereka hadapi sekarang sudah jauh berbeda dengan sejarah bangsanya
Berilah mereka pelajaran-pelajaran masa depan
Dan jangan terninabobo dengan romantisme masa lalu...”

Ah..jangan-jangan ketika
Anak saya membaca tulisan ini
Dia juga akan berkomentar
“Ayah ini kok kayak orang kurang kerjaan saja...”
Maka saya hanya bisa mengelus dada
Laa khaula walaa quwwata illa billahil ‘aliyil ‘adzim

Dhungbajul, 23 April 2015

Address

Jalan Kendalrejo Durenan
Trenggalek
66381

Telephone

087810810032

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kompak SMP Islam Durenan posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category