19/12/2025
Di hadapan para Masyaich, lembaran-lembaran persoalan umat terbuka lebar.
Tentang jam’iyah, tentang bangsa, tentang masa depan generasi yang akan datang.
Musyawaroh ini bukan sekadar rapat,
melainkan ikhtiar batin yang disertai air mata dan sujud panjang.
Para masyayich menautkan hati kepada para Hadratussyaikh, para muassis, dan ulama pewaris sanad keilmuan yang lurus.
Lisan mereka lirih menyebut asma Allah,
namun getarnya mengguncang langit.
Doa-doa itu bukan doa pribadi.
Itu doa untuk NU tetap tegak sebagai penjaga aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah.
Doa agar jam’iyah ini dijauhkan dari fitnah,
dipersatukan dalam khidmah,
dan dikuatkan dalam keikhlasan.
Di Musyawaroh Kubro ini, keputusan tidak lahir dari ambisi, tetapi dari istikhomah para ulama yang mengutamakan maslahat umat.
Sebab di NU, arah perjuangan selalu dimulai dari doa,
lalu diteguhkan dengan musyawarah,
dan dijalankan dengan pengabdian.
Semoga Allah Meridloi…