01/09/2017
IKHLAS
Siti Hajar protes. Mengapa suaminya meninggalkan dia dan anaknya yang masih kecil di padang pasir tak bertuan. Seperti layaknya dia hanya bisa menduga bahwa ini akibat kecemburuan Siti Sarah, istri pertama suaminya yang belum juga bisa memberi putra. Siti Hajar mengejar Nabi Ibrahim alaihissalam, suaminya, dan berteriak: "Mengapa engkau tega meninggalkan kami di sini? Bagaimana kami bisa bertahan hidup?" Nabi Ibrahim alaihissalam terus melangkah meninggalkan keduanya, tanpa menoleh, tanpa memperlihatkan air matanya yang meleleh. Remuk redam perasaannya terjepit antara pengabdian dan pembiaran.
Siti Hajar masih terus mengejar sambil menggendong bayi Ismail, kali ini dia setengah menjerit, dan jeritannya menembus langit, "Apakah ini perintah Tuhanmu?" Kali ini Nabi Ibrahim alaihissalam, sang Khalilullah, berhenti melangkah. Dunia seolah berhenti berputar. Malaikat yang menyaksikan peristiwa itu pun turut terdiam menanti jawaban Nabi Ibrahim alaihissalam. Butir pasir seolah terpaku kaku. Angin seolah berhenti mendesah. Pertanyaan, atau lebih tepatnya gugatan Siti Hajar membuat semua terkesiap.
Nabi Ibrahim alaihissalam membalik tubuhnya, dan berkata tegas, "Iya!". Siti Hajar berhenti mengejar. dia terdiam. Lantas meluncurlah kata-kata dari bibirnya, yang mengagetkan semuanya: malaikat, butir pasir dan angin. "Jikalau ini perintah dari Tuhanmu, pergilah, tinggalkan kami di sini. Jangan khawatir. Tuhan akan menjaga kami." Nabi Ibrahim alaihissalam. pun beranjak pergi. Dilema itu punah sudah. Ini sebuah pengabdian, atas nama perintah, bukan sebuah pembiaran. Peristiwa Siti Hajar dan Nabi Ibrahim alaihissalam ini adalah romantisme keberkahan....
Waktu berlalu dan anak yang kehadirannya dinanti dan sangat disayangi tumbuh semakin besar.. ditengah kebanggaan dan cinta orang tuanya.. lalu datanglah perintah untuk menyembelih sang anak dalam mimpi. Pertama diragukan sebagai perintah Tuhannya. Yang kedua baru diyakini. Saat anak yg disayang itu ditanyai pendapatnya, tanpa keraguan ia meminta ayahnya melaksanakan perintah itu. Saat pisau telah diasah tajam, kepala diletakkan dan leher terbuka siap dikurbankan.. Allah yg Maha Pengasih dan Penyayang menggantikan keikhlasan keduanya dengan rahmat-Nya.
Itulah ikhlas. Ikhlas adalah wujud sebuah keyakinan mutlak pada Sang Maha Mutlak. Ikhlas adalah kepasrahan bukan mengalah apalagi menyerah kalah. Ikhlas itu adalah engkau sanggup berlari melawan dan mengejar, namun engkau memilih patuh dan tunduk. Ikhlas adalah sebuah kekuatan menundukkan diri sendiri dan semua yang engkau cintai. Ikhlas adalah memilih jalanNya, bukan karena engkau terpojok tak punya jalan lain. Ikhlas bukan lari dari kenyataan. Ikhlas bukan karena terpaksa. Ikhlas bukan merasionalisasi tindakan, bukan mengalkulasi hasil akhir. Ikhlas tak pernah berhitung. Ikhlas tak pernah p**a menepuk dada. Ikhlas itu tangga menujuNya. Ikhlas itu mendengar perintahNya dan menaatiNya. Ikhlas adalah ikhlas. Titik.
"Belum cukupkah kita memahami apa itu ikhlas dari diamnya Siti Hajar dan perginya Nabi Ibrahim alaihissalam? Dari patuhnya Nabi Ibrahim alaihissalam dan kerelaan Nabi Ismail alaihissalam yg sedang beranjak remaja?"
Dan aku, kamu, serta kita....semuanya tertunduk pasrah bersama Malaikat, butir pasir dan angin.
Wallahu a'lam bishshowab.
Semoga kita dapat memaknai kata qorban yang berasal dari akar kata mujarod QOROBA... yaitu mendekatkan diri (pada Allah), bukan hanya berqurban ternak tapi segala yg bermanfaat bagi sesama, semoga semua ini menjadikan kita sebagai manusia yang ikhlas LILLAAHITA'ALA dan semoga Allah rahmati kita sehingga hidup kita menjadi usaha tanpa henti dalam mengejar hakikat sabar dan syukur sehingga kita mampu mencapai derajat ikhlas, aamiin...
Inna sholaatii wa nusukii wamahyaaya wamamaatii LILLAHI ROBBIL'AALAMIIN. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar Laa Ilaaha ilaallah Allahu Akbar Walillahilhamd..
人 ★* 。 • ˚* ˚ 🌙 (__ _) *Selamat* ★ ┃口┃ *Hari Raya* ┃口┃★ *Idul adha*˛• ┃口┃★ 。* •★ 。•˛˚˛* ┃口┃ •˛˚˛* 人 •˛˚ * ┃口┃ .-:'''"''''"''.-. ┃口┃ (_(_(_()_)_)_)
┃口┃_┃∩∩∩∩∩∩┃ ┃. ┃_┃∩∩∩∩∩∩┃ ||三||_||三三三三三||
*10 zhulhijah1438 H* 🕌