Unimus| Universitas Muhammadiyah Semarang

Unimus| Universitas Muhammadiyah Semarang Halaman resmi Universitas Muhammadiyah Semarang
A University for The Exellence

Sejarah
Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) merupakan salah satu Perguruan Tinggi milik Persyarikatan Muhammadiyah yang berada di kota Semarang, didirikan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah pada tanggal 17 Agustus 1999 berdasarkan Surat Keputusan (SK) menteri pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia nomor 139/D/O/1999 pada tanggal 4 Agustus 1999. Awal pendirian ini UNIMUS me

mbuka 6 fakultas yakni: Fakultas Kesehatan masyarakat, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik Industri, Fakultas Bahasa dan Budaya Asing serta Fakultas MIPA konsentrasi Program S1 Statistika. Pada saat itu di Semarang telah berdiri empat Perguruan Tinggi Muhammadiyah yakni AKPER (SK Depkes th.1982), AKZI (SK Depkes th 1985), AAK (SK Depkes th.1990) dan AIS Muhammadiyah Semarang (SK Dikti th 1992). Pada bulan Juli 2000 Musyawarah Wilayah Muhammadiyah di Kabupaten Karangayar mengamanatkan kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah untuk menyatukan lima Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Semarang menjadi satu Perguruan Tinggi yaitu menyatu menjadi Universitas Muhammadiyah Semarang. Sebagai kelanjutannya maka pada bulan Mei 2003 AKPER, AKZI dan AAK Muhammadiyah Semarang sepakat untuk menyatu ke UNIMUS dalam Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES). Dengan menyatunya ke-tiga Akademi ke UNIMUS tersebut, sudah barang tentu akan diikuti berbagai perubahan, meliputi penggabungan dosen dan staf, sistem administrasi, pola kerja termasuk perencanaan, peraturan, strategi pengembangan, serta perubahan potensi yang dimiliki, sehingga sangat dirasa perlu bagi UNIMUS untuk menyusun Rencana Strategis lima tahunan. Sejak awal dibukanya Fakultas Teknik Industri terutama Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian kurang diminati oleh masyarakat sehingga Pihak Universitas menerapkan sistem buka tutup program studi. Adapun satu Program Studi yang lain yaitu Program Studi S1 Teknologi Pangan bergabung ke dalam Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan. Dalam perkembangannya sekarang UNIMUS memiliki delapan fakultas yaitu, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Bahasa dan Budaya Asing (FBBA), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan (FIKKES), Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) serta tujuh belas program studi yang terdiri dari program studi S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Statistik, S1 Teknik Elektro, S1 Teknik Mesin, S1 Manajemen, S1 Akuntansi, S1 Bahasa Inggris, S1 Keperawatan, Program Profesi Ners, S1 Kedokteran, S1 Teknologi Pangan, D III Analis Kesehatan, D III Keperawatan , D III Gizi dan D III Kebidanan
Pada tahun 2009 FIKKES UNIMUS membuka Program Studi D IV Analis Kesehatan dengan SK Dirjen Dikti No.1941/D/T/2009. Menyusul setelah itu terbit Sk Dirjen Dikti No. 1040/D/T/2009 tentang pembukaan program strata 1 (S1) Pendidikan Matematika dan Pendidikan Bahasa Inggris dengan SK Dirjen Dikti No. 1271/D/T/2009; dimana tiga program studi baru tersebut rencana operasional pada tahun ajaran 2010-2015.

Dari Research Gap Menuju Jurnal Bereputasi, PPG FIPH UNIMUS Perkuat Strategi Publikasi IlmiahSemarang – Program Pendidik...
17/08/2026

Dari Research Gap Menuju Jurnal Bereputasi, PPG FIPH UNIMUS Perkuat Strategi Publikasi Ilmiah

Semarang – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melanjutkan Coaching Clinic Penulisan Manuskrip Artikel Ilmiah Menuju Jurnal Terindeks SINTA dan Scopus pada Sabtu (15/8/2026). Memasuki hari kedua, kegiatan yang berlangsung di Hotel MG Setos Semarang menghadirkan Prof. Yudhi Arifani, M.Pd., dari Universitas Muhammadiyah Gresik sebagai narasumber.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah PPG FIPH UNIMUS menuju akreditasi unggul, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi dosen serta mahasiswa. Sekitar 30 peserta dari UNIMUS, Universitas Islam Sultan Agung (UNISULA), dan Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mengikuti pendampingan dengan target menghasilkan artikel yang dapat disubmit hingga dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.

Dekan FIPH UNIMUS, Prof. Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd., mengatakan coaching clinic menjadi langkah strategis untuk membangun kebiasaan menulis sekaligus meningkatkan kemampuan dosen menghasilkan publikasi yang mendukung pengembangan karier akademik.

“Targetnya memang 10 artikel. Harapannya dengan partisipasi sekitar 30 peserta ini, semuanya bisa submit dan bahkan accept serta publish di jurnal internasional bereputasi,” ujar Prof. Dodi.

Pada sesi hari kedua, Prof. Yudhi mengarahkan peserta untuk tidak hanya memperhatikan teknik penulisan, tetapi terlebih dahulu membangun fondasi penelitian melalui research gap dan novelty. Peserta didorong mampu menunjukkan persoalan yang belum terjawab dalam penelitian sebelumnya sekaligus menjelaskan kontribusi baru yang ditawarkan melalui penelitian mereka.

Penguatan literatur juga menjadi bagian penting dalam penyusunan manuskrip. Peserta diarahkan menggunakan referensi yang relevan, mutakhir, kredibel, dan akurat, dengan mengutamakan sumber primer serta artikel penelitian internasional bereputasi.

Pendekatan tersebut diperkuat melalui contoh penelitian yang menunjukkan bagaimana perbedaan temuan penelitian terdahulu dapat menjadi dasar untuk menemukan celah penelitian baru. Salah satunya ditunjukkan melalui penelitian mengenai proses kognitif pembelajar dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), yang berangkat dari adanya perbedaan pandangan dalam penelitian sebelumnya.

Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menilai materi Prof. Yudhi melengkapi pembahasan pada hari pertama yang disampaikan Ahmad Fauzi, M.Pd. Jika sesi sebelumnya lebih menekankan pemanfaatan AI dalam membantu proses penulisan artikel, sesi hari kedua lebih menitikberatkan pada substansi penelitian melalui identifikasi research gap.

“Kalau sama-sama goalnya artikel, cara pandangnya saja yang berbeda. Kemudahan di AI, kalau Pak Yudhi lebih menekankan ada gap artikel atau gap riset,” jelas Dr. Eny.

Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya diarahkan menghasilkan artikel untuk memenuhi kebutuhan publikasi, tetapi juga memahami bagaimana sebuah penelitian dapat memberikan kontribusi baru terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.

PPG FIPH UNIMUS menargetkan coaching clinic ini menjadi bagian dari penguatan budaya riset yang berkelanjutan. Publikasi ilmiah diharapkan tidak berhenti sebagai capaian akademik, tetapi mampu menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda UNIMUS dalam memperkuat reputasi global melalui peningkatan kualitas publikasi, kolaborasi riset, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa. Dengan penelitian yang memiliki research gap kuat, novelty jelas, dan kontribusi yang terukur, perguruan tinggi diharapkan semakin mampu menghadirkan karya akademik yang berdampak bagi masyarakat.

AI Jadi Kolaborator Akademik, PPG FIPH UNIMUS Dorong Dosen dan Mahasiswa Hasilkan Publikasi BerdampakSemarang – Pemanfaa...
17/08/2026

AI Jadi Kolaborator Akademik, PPG FIPH UNIMUS Dorong Dosen dan Mahasiswa Hasilkan Publikasi Berdampak

Semarang – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia akademik terus berkembang dan membuka peluang baru bagi dosen maupun mahasiswa untuk meningkatkan produktivitas penelitian. Namun, teknologi tersebut perlu ditempatkan sebagai alat bantu yang memperkuat proses berpikir, bukan menggantikan peran peneliti.

Pesan tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Coaching Clinic Penulisan Manuskrip Artikel Ilmiah Menuju Jurnal Terindeks SINTA dan Scopus yang diselenggarakan PPG Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Setelah berlangsung di Ruang 811 GKB 2 UNIMUS pada Jumat (14/8/2026), rangkaian kegiatan dilanjutkan di Hotel MG Setos Semarang pada Sabtu (15/8/2026).

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi dari Ahmad Fauzi, M.Pd., mengenai pemanfaatan AI untuk mendukung penulisan artikel ilmiah. Sementara pada hari kedua, Prof. Yudhi Arifani, M.Pd., memberikan penguatan mengenai strategi membangun penelitian dan manuskrip yang memiliki potensi menuju jurnal internasional bereputasi.

Dekan FIPH UNIMUS, Prof. Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd., menilai AI dapat menjadi kolaborator akademik yang membantu mempercepat proses membaca literatur, memahami artikel internasional, melakukan brainstorming, hingga menyusun draft awal.

“AI itu adalah kolaborator terbaik untuk sekarang supaya kita bisa meningkatkan kemampuan, termasuk kemampuan menulis. Tetapi AI sebagai kolaborator, bukan mencari fakta atau data. Kita tetap harus melakukan validasi,” tegas Prof. Dodi.

Menurutnya, penulis tetap memiliki tanggung jawab penuh terhadap isi artikel. Setelah mendapatkan bantuan AI, peneliti harus membaca kembali, melakukan validasi, memperbaiki bagian yang tidak sesuai, dan memastikan seluruh gagasan benar-benar dipahami oleh penulis.

“Yang penting kita tahu isinya. Kita yang bertanggung jawab, kita tahu isi semuanya,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd. Menurutnya, penggunaan teknologi dalam penulisan ilmiah tetap harus diikuti proses membaca, menelaah, serta melakukan cross-check terhadap berbagai sumber jurnal.

Dr. Eny menilai coaching clinic tersebut memiliki keunggulan karena diarahkan pada luaran nyata. Setiap peserta didorong untuk menghasilkan artikel yang dapat dikembangkan menuju publikasi Scopus, bukan sekadar memperoleh pengetahuan dari kegiatan pelatihan.

“Yang paling utama adalah ada hasil yang kita dapatkan. Produknya harus ada luaran, termasuk kolaborasi riset atau kolaborasi artikel,” jelasnya.

Kegiatan juga memperkuat kolaborasi antarinstitusi dengan melibatkan peserta dari UNIMUS, Universitas Islam Sultan Agung (UNISULA), dan Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta. Kolaborasi tersebut diharapkan berkembang menjadi kerja sama penelitian maupun penulisan artikel ilmiah bersama.

Tidak hanya antardosen, kolaborasi juga diarahkan antara dosen dan mahasiswa. Salah satu peluang yang dikembangkan adalah mengolah pengalaman mahasiswa selama Program Pengalaman Lapangan (PPL) di sekolah menjadi artikel ilmiah. Mahasiswa dapat terlibat sebagai penulis utama, sementara dosen mendampingi sebagai corresponding author.

Model tersebut memberikan manfaat ganda. Bagi mahasiswa, pengalaman lapangan tidak berhenti sebagai bagian dari kewajiban akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah. Bagi dosen, keterlibatan mahasiswa membuka ruang kolaborasi sekaligus memperkaya bahan penelitian yang relevan dengan persoalan pendidikan di lapangan.

Melalui kegiatan ini, PPG FIPH UNIMUS mendorong pemanfaatan AI secara kritis, etis, dan bertanggung jawab sekaligus memperkuat budaya penelitian kolaboratif. Teknologi diposisikan sebagai sarana untuk mempercepat kerja akademik, sementara gagasan, validasi, analisis, dan tanggung jawab ilmiah tetap berada pada peneliti.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen UNIMUS dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan menggabungkan literasi digital, kemampuan riset, kolaborasi, dan publikasi bereputasi, dosen dan mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya ilmiah yang tidak hanya terbit, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia.

Peringati HUT ke-81 RI, UNIMUS Ajak Sivitas Akademika Isi Kemerdekaan dengan Ilmu, Karya, dan PengabdianSemarang | Unive...
17/08/2026

Peringati HUT ke-81 RI, UNIMUS Ajak Sivitas Akademika Isi Kemerdekaan dengan Ilmu, Karya, dan Pengabdian
Semarang | Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar upacara di halaman Gedung Rektorat Unimus, Senin (17/8/2026). Upacara diikuti seluruh sivitas akademika, mulai jajaran pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, tenaga penunjang hingga perwakilan mahasiswa.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Rektor Unimus Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd. Dalam upacara tersebut, Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Unimus bertugas mengibarkan Sang Merah Putih.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.” Momentum tersebut menjadi pengingat bagi seluruh warga Unimus bahwa kemerdekaan bukan sekadar untuk diperingati, tetapi harus diisi dengan karya, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Dalam amanatnya, Prof. Masrukhi mengajak seluruh sivitas akademika untuk memaknai 81 tahun kemerdekaan sebagai perjalanan panjang yang dibangun melalui perjuangan, pengorbanan, dan keteguhan para pahlawan.
“Jika para pahlawan dahulu berjuang merebut kemerdekaan, maka tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengisinya dengan prestasi dan karya terbaik,” pesannya.
Menurutnya, bagi keluarga besar Unimus, mengisi kemerdekaan dapat diwujudkan melalui peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, pelayanan, serta pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi, kata dia, memiliki tanggung jawab besar dalam menyiapkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, karakter, kemampuan beradaptasi, dan kepedulian terhadap sesama.
Di tengah perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan yang berlangsung begitu cepat, sivitas akademika juga dituntut untuk terus belajar dan berinovasi. Namun, kemajuan ilmu pengetahuan harus tetap berjalan seiring dengan nilai moral, etika, dan kemanusiaan.
“Sebagai insan Muhammadiyah, mari kita wujudkan semangat Islam Berkemajuan melalui ilmu yang bermanfaat, kerja yang profesional, pelayanan yang tulus, serta kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.
Prof. Masrukhi juga mengajak dosen dan tenaga kependidikan untuk terus memberikan pengabdian terbaik melalui tugas dan amanah masing-masing. Sementara kepada mahasiswa, ia berpesan agar memanfaatkan kesempatan menempuh pendidikan di Unimus untuk membangun kompetensi, karakter, dan kepemimpinan.
“Jadilah generasi yang mampu berprestasi, beradaptasi dengan perubahan zaman, serta memberikan manfaat bagi lingkungan, bangsa, dan kemanusiaan,” katanya.
Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada dosen dan tenaga kependidikan berprestasi. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan capaian sivitas akademika dalam mendukung kemajuan Unimus.
Apresiasi juga diberikan kepada para juara berbagai perlombaan yang digelar dalam rangka memeriahkan Milad ke-27 Unimus, yang diperingati pada 4 Agustus 2026.
Beragam perlombaan turut digelar, mulai dari cabang olahraga seperti futsal, badminton, tenis meja, voli, dan tenis lapangan. Semarak Milad Unimus juga diisi dengan berbagai perlombaan yang melibatkan kreativitas dan kebersamaan sivitas akademika, di antaranya permainan tradisional, karaoke, menghias tumpeng, lomba poster dan video kreatif, serta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Penghargaan turut diberikan kepada mahasiswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian mereka di berbagai bidang.
Rangkaian penghargaan tersebut menjadi bagian dari semangat Unimus untuk membangun budaya berprestasi sekaligus memperkuat kebersamaan di lingkungan kampus.
Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Unimus pun tidak berhenti pada seremoni. Semangat kemerdekaan diharapkan terus diterjemahkan dalam aktivitas akademik, pelayanan, penelitian, pengabdian, inovasi, serta berbagai karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan semangat ilmu, karya, prestasi, dan kebermanfaatan, keluarga besar Unimus berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam mengisi kemerdekaan dan memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia.

Jalan Sehat Meriahkan Milad ke-27 UNIMUS, Pimpinan hingga Sivitas Akademika Ikuti Rangkaian PerayaanSemarang | Suasana m...
16/08/2026

Jalan Sehat Meriahkan Milad ke-27 UNIMUS, Pimpinan hingga Sivitas Akademika Ikuti Rangkaian Perayaan

Semarang | Suasana meriah mewarnai perayaan Milad ke-27 Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Pimpinan dan jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), Badan Pembina Harian (BPH) UNIMUS, mitra perbankan, tamu undangan, pimpinan universitas, hingga sivitas akademika UNIMUS mengikuti jalan sehat yang digelar pada Jumat (14/8/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian utama peringatan Milad ke-27 UNIMUS yang telah dibuka sejak pertengahan bula Juli 2026. Jalan sehat berlangsung semarak dengan kehadiran peserta dari berbagai unsur di lingkungan universitas.
Sebelum peserta memulai perjalanan, kegiatan diawali parade drum band Universitas yang ditampilkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Hizbul Wathan. Penampilan tersebut kemudian dilanjutkan dengan parade tim Paskibraka Universitas yang turut menambah semarak suasana.
Dari titik awal di depan Gedung Kuliah Bersama (GKB) III, peserta berjalan menyusuri rute yang telah ditentukan. Rombongan melewati kawasan Perumahan Kinijaya, kemudian menuju Amposari, melintasi kawasan Rusunawa Putra GKB II, hingga akhirnya tiba di garis finis di kawasan UNIMUS Mart.
Antusiasme peserta semakin terasa karena panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik dalam doorprize. Peserta mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan kebersamaan, menjadikan jalan sehat tidak sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi seluruh keluarga besar UNIMUS.
Dalam rangkaian perayaan Milad ke-27 ini, UNIMUS mengusung semangat Kampus Hijau Merona, mengakar pada kelestarian, Bersatu dalam karya, Berdampak untuk negeri. Harapannya, usia ke-27 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen UNIMUS dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat, persyarikatan, bangsa, dan negara.
“Semoga seluruh rangkaian kegiatan Milad ke-27 UNIMUS membawa keberkahan bagi kita semua dan semakin mempererat kebersamaan keluarga besar UNIMUS,” demikian semangat yang mengiringi pelaksanaan kegiatan.
Jalan sehat tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian panjang perayaan Milad ke-27 UNIMUS. Sebelumnya, telah digelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Milad ke-27 yang berlangsung di Aula Lantai 8 GKB II. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan tokoh Muhammadiyah.
Selain agenda akademik dan seremonial, kemeriahan Milad UNIMUS juga diisi berbagai perlombaan antarkaryawan. Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain lomba permainan tradisional, olahraga, serta lomba karaoke lagu pop dan dangdut Indonesia, termasuk kegiatan gowes yang dijadwalkan pada 15 Agustus 2026, dengan mengundang Pimpinan serta jajaran dari LLDIKTI V Yogyakarta dan LLDIKTI VI Jawa Tengah, serta para pesepeda profesional dari Yogyakarta dan Juga Semarang sekitarnya.
Dengan beragam kegiatan tersebut, Milad ke-27 UNIMUS menjadi momentum untuk merayakan perjalanan universitas sekaligus memperkuat rasa kebersamaan seluruh sivitas akademika dan mitra UNIMUS dalam menyongsong masa depan yang semakin maju.

Gowes Bersama LLDIKTI V DIY dan LLDIKTI VI Jateng Meriahkan Milad ke-27 UNIMUSSemarang | Semarak Milad ke-27 Universitas...
16/08/2026

Gowes Bersama LLDIKTI V DIY dan LLDIKTI VI Jateng Meriahkan Milad ke-27 UNIMUS

Semarang | Semarak Milad ke-27 Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) berlanjut dengan kegiatan gowes atau bersepeda bersama yang mempertemukan jajaran pimpinan UNIMUS, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Yogyakarta dan LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Rektor UNIMUS Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd., bersama Wakil Rektor dan jajaran pimpinan UNIMUS turut ambil bagian dalam gowes bersama. Hadir p**a Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY Prof. Setiabudi Indartono, Ph.D., beserta jajaran, serta Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., bersama jajarannya.
Gowes semakin semarak dengan kehadiran Tim Pesepeda Jogjaversitas serta sejumlah tamu undangan dari perguruan tinggi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Di antaranya Sekretaris Jogjaversita sekaligus Sekretaris APTISI Yogyakarta Dr. Wegig Pratama, M.Pd., Rektor Senior Universitas Gunung Kidul (UGK), Rektor Senior UNJAYA, Rektor UST, Ketua STIE YKPN Yogyakarta, Rektor UKDW, serta Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang periode 2016–2022 yang juga merupakan Badan Pembina Harian (BPH) UNIMUS.
Mengambil jarak sekitar 15 kilometer, rombongan gowes menyusuri sejumlah ruas jalan di kawasan Tembalang dan sekitarnya. Jalur yang naik turun membuat perjalanan cukup menguras tenaga, namun justru menghadirkan keseruan tersendiri bagi para peserta.
Berikan sambutan, Rektor UNIMUS Prof. Dr. H. Masrukhi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah berkenan hadir dan bersepeda bersama dalam rangka memeriahkan Milad ke-27 UNIMUS.
“Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir dan berkenan bersepeda bersama dalam rangka memeriahkan Milad ke-27 UNIMUS. Khususnya Kepada Kepala LLDIKTI V dan LLDIKTI VI, hal menjadi bagian penting dari kebahagiaan dan kebersamaan hari ini,” ujar Prof. Masrukhi.
Menurutnya, gowes bersama tidak hanya menjadi kegiatan olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kebersamaan antarlembaga pendidikan tinggi.
Perjalanan sejauh kurang lebih 15 kilometer dengan kontur jalan yang naik turun pun dijalani dengan penuh kegembiraan. Para peserta tampak menikmati perjalanan meski sesekali harus menahan lelah dan mengatur napas saat melewati tanjakan.
“Jalurnya memang naik turun. Jadi, asyik sambil ngos-ngosan, tetapi tetap bergembira. Ini bagian dari semarak Milad ke-27 UNIMUS,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Rektor I UNIMUS Prof. Dr. Budi Santosa, M.Si.,Med., menjelaskan bahwa rute gowes dimulai dari depan kampus UNIMUS, kemudian mengarah ke kawasan Ruma Sakit Wongsonegoro (RSWN), berlanjut menuju Meteseh dan sejumlah kawasan di sekitarnya sebelum kembali ke kampus Melewati Rumah Sakit Unimus dan finish di depan halaman Unimus Mart dengan total jarak tempuh sejauh 15 KM.
Menurutnya, tantangan rute tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman yang menyenangkan karena seluruh peserta dapat menikmati perjalanan dalam suasana kebersamaan.
“Rutenya lumayan, dari depan kampus ke arah RSWN, kemudian Meteseh dan kawasan sekitarnya. Kurang lebih 15 kilometer. Yang paling penting, kebersamaan di UNIMUS harus terus kita jaga untuk bersama-sama menggapai kemajuan,” tuturnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah Prof. Dr. Ir. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-27 UNIMUS. Menurutnya, usia 27 tahun merupakan fase penting bagi sebuah perguruan tinggi untuk terus berkembang dan memperkuat kontribusinya.
“Selamat Milad ke-27 untuk UNIMUS. Ini merupakan usia yang terus berkembang dengan rangkaian kegiatan yang luar biasa. Sepeda bersama ini menjadi sepeda persahabatan yang mempertemukan LLDIKTI Wilayah V dan LLDIKTI Wilayah VI di UNIMUS,” ujarnya.
Ia berharap semarak Milad UNIMUS dapat terus berkembang dan pada tahun-tahun mendatang dirayakan dengan kegiatan yang semakin meriah serta memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan tinggi.
Senada, Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY Prof. Setiabudi Indartono, Ph.D., menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan UNIMUS dan jajaran LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah.
“Kami dari Jogja datang untuk bersilaturahmi dan gowes bersama. Ini menjadi kegiatan yang sangat baik karena bisa mempererat hubungan antara Yogyakarta dan Jawa Tengah,” katanya.
Prof. Setiabudi juga membuka peluang agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan dengan menghadirkan jajaran perguruan tinggi dari Jawa Tengah untuk mengikuti kegiatan gowes bersama Jogjaversitas di Yogyakarta.
“Ke depan, dari Jawa Tengah juga bisa ikut gowes di Jogja bersama Jogjaversitas. Terima kasih atas undangan dan kebersamaannya,” imbuhnya.
Ia kemudian menyampaikan harapan agar UNIMUS yang memasuki usia ke-27 semakin berkembang, memiliki rekognisi yang semakin kuat di tingkat nasional maupun internasional, serta semakin dikenal dan diakui kontribusinya oleh masyarakat dan negara.
“Semoga UNIMUS semakin Jaya, semakin mendapat rekognisi nasional dan internasional, serta semakin diakui oleh masyarakat dan negara,” harapnya.
Kegiatan gowes bersama ini menjadi salah satu rangkaian semarak Milad ke-27 UNIMUS. Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat silaturahmi, kolaborasi, dan persahabatan antarperguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di tengah kayuhan sepeda dan jalur Tembalang yang menantang, pesan yang dibawa para peserta pun sederhana: bergerak bersama, menjaga kebersamaan, dan terus melangkah untuk memajukan pendidikan tinggi.

Paskibraka UNIMUS 2026 Resmi Dikukuhkan, Wakil Rektor III Tekankan Disiplin dan PengabdianSemaran | Pasukan Pengibar Ben...
16/08/2026

Paskibraka UNIMUS 2026 Resmi Dikukuhkan, Wakil Rektor III Tekankan Disiplin dan Pengabdian
Semaran | Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) Tahun 2026 resmi dikukuhkan, Minggu (16/8/2026). Pengukuhan dipimpin Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., sebagai bagian dari persiapan pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam prosesi tersebut, Dr. Eny mengukuhkan para putra-putri terpilih yang dipercaya mengemban tugas sebagai Paskibraka UNIMUS. Mereka akan bertugas dalam pengibaran Sang Merah Putih pada rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Dalam amanatnya, Dr. Eny menegaskan bahwa tugas sebagai Paskibraka bukan sekadar menjalankan prosesi upacara. Di balik tugas tersebut terdapat amanah, tanggung jawab, sekaligus nilai-nilai kebangsaan yang perlu dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, disiplin, dan keikhlasan,” pesan Dr. Eny kepada para anggota Paskibraka.
Ia juga meminta seluruh anggota Paskibraka menjaga kehormatan dan nama baik Universitas Muhammadiyah Semarang, keluarga, serta bangsa dan negara.
Menurutnya, kesempatan menjadi bagian dari Paskibraka merupakan sebuah kepercayaan yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Tugas tersebut juga menjadi bentuk pengabdian dan kecintaan terhadap Tanah Air sekaligus penghormatan kepada para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
“Jadikan tugas sebagai Paskibraka sebagai wujud pengabdian, cinta tanah air, dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Selain tanggung jawab dalam menjalankan tugas, Dr. Eny mendorong para anggota Paskibraka untuk menanamkan nilai disiplin, persatuan, keteladanan, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan. Nilai-nilai tersebut diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan, tetapi terus menjadi bagian dari karakter generasi muda.
“Saya percaya bahwa kalian adalah generasi muda yang mampu mengemban amanah dengan sebaik-baiknya,” katanya.
Setelah prosesi pengukuhan, Dr. Eny berharap seluruh anggota Paskibraka diberikan kekuatan, kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan tugas.
Ia juga berpesan agar para mahasiswa yang dipercaya menjadi Paskibraka terus tumbuh sebagai generasi yang memiliki karakter kuat dan integritas.
“Selamat menjalankan amanah. Jadilah generasi yang berkarakter, berintegritas, dan senantiasa mengabdi untuk Indonesia,” tutur Dr. Eny.
Pengukuhan kemudian ditutup dengan pekikan semangat “Merdeka! Merdeka! Merdeka!” yang menjadi penanda kesiapan Paskibraka UNIMUS untuk menjalankan amanah pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Transformasi Digital Muktamar XVI Tapak Suci, FIKOMDIGI UNIMUS Kembangkan E-Voting Tanpa BiayaSemarang | Muktamar XVI Ta...
10/08/2026

Transformasi Digital Muktamar XVI Tapak Suci, FIKOMDIGI UNIMUS Kembangkan E-Voting Tanpa Biaya

Semarang | Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menghadirkan inovasi baru dalam proses pemilihan pimpinan. Untuk pertama kalinya, pemilihan calon formatur Pimpinan Pusat Tapak Suci dilaksanakan dengan memanfaatkan sistem electronic voting (e-voting).

Sistem tersebut dikembangkan oleh Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Digital (FIKOMDIGI) UNIMUS sebagai bagian dari dukungan terhadap pelaksanaan Muktamar yang lebih efektif, cepat, dan akuntabel.

Dekan FIKOMDIGI UNIMUS sekaligus Ketua Panitia Internal Unimus pada Muktamar XVI Tapak Suci, Dr. Muhammad Munsarif, S.Kom., M.Kom., mengatakan penerapan e-voting menjadi salah satu bentuk nyata pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung tata kelola organisasi.

“E-voting ini kami terapkan dalam proses pemilihan pada Sidang Tanwir Muktamar XVI. Ini menjadi pengalaman pertama bagi Tapak Suci dalam menggunakan sistem pemilihan elektronik untuk memilih calon formatur,” jelas Munsarif.

Untuk menunjang proses pemungutan suara, panitia menyiapkan 20 bilik suara yang dilengkapi perangkat tablet. Penggunaan perangkat tersebut dirancang untuk memudahkan peserta sekaligus mempercepat proses pemilihan dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan akurasi.

Tidak hanya untuk pemilihan, sistem digital yang dikembangkan FIKOMDIGI UNIMUS juga telah dimanfaatkan dalam proses administrasi Muktamar. Sistem tersebut digunakan untuk mendukung pendaftaran peserta yang berasal dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah, Pimpinan Daerah, hingga perwakilan Tapak Suci dari luar negeri.

Dalam proses pemilihan pada Sidang Tanwir, terdapat 67 kandidat yang mengikuti tahapan pemilihan. Dari proses tersebut kemudian ditetapkan 27 kandidat untuk dibawa ke forum Muktamar, sebelum akhirnya dipilih dan ditetapkan menjadi 9 formatur Pimpinan Pusat Tapak Suci.

Munsarif menambahkan, aplikasi e-voting tersebut dikembangkan secara mandiri oleh FIKOMDIGI UNIMUS dengan konsep tanpa biaya pengembangan. Kehadiran sistem ini sekaligus menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap transformasi digital dalam pengelolaan organisasi.

Penggunaan e-voting mendapat respons positif dari pimpinan sidang dan panitia Muktamar. Sistem dinilai mampu menyederhanakan proses pemilihan, menghemat waktu, serta meningkatkan efisiensi pelaksanaan sidang.

Ketua Pelaksana Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Wiwaha Aji Santoso, S.Pd., mengatakan digitalisasi menjadi bagian penting dalam upaya membangun tata kelola organisasi yang lebih modern.

Menurutnya, penerapan sistem digital dalam Muktamar menjadi bukti bahwa proses administrasi dan pengelolaan organisasi dapat dilakukan secara lebih efektif dengan memanfaatkan perkembangan teknologi.

“Yang kami dorong adalah bagaimana pengelolaan organisasi mulai bertransformasi ke sistem digital, termasuk dalam urusan administrasi. Apa yang kami terapkan dalam Muktamar ini menjadi bukti bahwa digitalisasi tersebut bisa dilaksanakan dan memberikan manfaat,” ungkapnya.Wiwaha berharap pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada pelaksanaan Muktamar, tetapi dapat dikembangkan dan diterapkan secara lebih luas hingga ke tingkat cabang Tapak Suci.

Meski mengadopsi teknologi digital, ia menegaskan bahwa modernisasi organisasi tetap harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan nilai-nilai yang menjadi jati diri Tapak Suci. Nilai akhlak, budi pekerti, adab, serta tradisi organisasi tetap menjadi landasan dalam menghadapi perkembangan zaman.

Dengan perpaduan antara nilai-nilai tersebut dan pemanfaatan teknologi, Tapak Suci diharapkan mampu berkembang menjadi organisasi yang semakin *mandiri, modern, adaptif, dan berdaya jangkau global*, tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai yang selama ini menjadi fondasinya.

Tiga Tokoh UNIMUS Raih Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci di Muktamar XVISemarang |  Tiga tokoh Universitas Muhammadiy...
10/08/2026

Tiga Tokoh UNIMUS Raih Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci di Muktamar XVI

Semarang | Tiga tokoh Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) menerima Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam Opening Ceremony Muktamar XVI Tapak Suci yang digelar di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Sabtu (8/8/2026).

Ketiga tokoh tersebut yakni Rektor UNIMUS Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd., Wakil Rektor III UNIMUS Dr. Eny Winaryati, M.Pd., dan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi, Hukum, dan Bisnis (FEHBi) UNIMUS Dr. H. AM Jumai, S.E., M.M.

Ketiganya menjadi bagian dari 20 tokoh Muhammadiyah yang memperoleh Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci atas kontribusi, dukungan, dan peran mereka dalam pengembangan persyarikatan serta kemajuan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Penganugerahan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Tapak Suci Putera Muhammadiyah Afnan Hadikusumo dalam rangkaian pembukaan Muktamar XVI.

“Dengan mengucapkan bismillah, saya melantik saudara-saudara sebagai Pendekar Kehormatan Tapak Suci,” ujar Afnan saat prosesi penganugerahan.

Bagi UNIMUS, penganugerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi tiga tokoh dalam memperkuat gerakan Muhammadiyah melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kelembagaan, kaderisasi hingga pengembangan organisasi.

Rektor UNIMUS Prof. Dr. H. Masrukhi, M.Pd., menjadi salah satu penerima Gelar Pendekar Kehormatan. Dukungan Prof. Masrukhi terhadap penyelenggaraan Muktamar XVI juga terlihat dari keterlibatan UNIMUS sebagai bagian penting dalam rangkaian pelaksanaan agenda Muktamar di Kota Semarang.

Dua tokoh UNIMUS lainnya, Wakil Rektor III Dr. Eny Winaryati, M.Pd., sekaligus sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Tengah, dan Wakil Dekan FEHBi Dr. H. AM Jumai, juag sebagai Ketua Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) turut menerima penghargaan yang sama.

Keterlibatan tiga pimpinan UNIMUS sebagai penerima Gelar Pendekar Kehormatan memperlihatkan eratnya hubungan antara perguruan tinggi Muhammadiyah dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.

Di lingkungan Muhammadiyah, Tapak Suci tidak hanya dipandang sebagai organisasi olahraga dan seni bela diri. Lebih dari itu, Tapak Suci menjadi salah satu wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta kaderisasi generasi muda.

Organizing Committee Muktamar Tapak Suci, Rony Syaifullah, sebelumnya menjelaskan bahwa penerima Gelar Pendekar Kehormatan harus memenuhi sejumlah persyaratan. Salah satunya adalah penerima merupakan warga Muhammadiyah. Gelar tersebut tidak diberikan semata-mata kepada praktisi atau penggiat Tapak Suci, tetapi kepada warga Muhammadiyah yang dinilai memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan, kemajuan kelembagaan, dan pembinaan Tapak Suci.

“Harus memiliki nomor baku Muhammadiyah. Tentunya ketika nanti akan menjadi Pendekar Kehormatan Tapak Suci, harus menjadi anggota Tapak Suci,” kata Rony saat ditemui di Aula Gedung Kuliah Bersama (GKB) 2 UNIMUS, Rabu (5/8/2026).

Sebanyak 20 tokoh menerima Gelar Pendekar Kehormatan Tapak Suci dalam kesempatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pimpinan Muhammadiyah, akademisi, pimpinan perguruan tinggi, pemerintahan, legislatif, hingga tokoh profesional.

Opening Ceremony Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, menjadi penanda dimulainya rangkaian agenda besar yang mempertemukan kader, pendekar, pimpinan, dan keluarga besar Tapak Suci dari berbagai daerah.

Muktamar XVI mengusung tema “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia.”

Tema tersebut menjadi pijakan bagi Tapak Suci untuk memperkuat organisasi sekaligus mengembangkan peran pencak silat sebagai bagian dari budaya bangsa, pembentukan karakter, dan pengembangan generasi muda.

Sebelum Opening Ceremony berlangsung di Simpang Lima, berbagai agenda organisasi, koordinasi, dan kegiatan Muktamar telah berlangsung di lingkungan Universitas Muhammadiyah Semarang.

Keterlibatan UNIMUS sebagai bagian dari penyelenggaraan Muktamar XVI menjadi wujud komitmen perguruan tinggi Muhammadiyah dalam mendukung gerakan persyarikatan. Dukungan tersebut mencakup sinergi di bidang pendidikan, organisasi, kebudayaan, olahraga, hingga pembinaan generasi muda.

Bagi UNIMUS, Muktamar XVI juga menjadi momentum untuk memperkuat peran kampus sebagai bagian dari ekosistem Muhammadiyah yang tidak hanya bergerak dalam bidang akademik, tetapi turut memberikan kontribusi bagi dakwah dan pengembangan organisasi.

Penganugerahan Gelar Pendekar Kehormatan kepada Rektor, Wakil Rektor, dan Wakil Dekan UNIMUS menjadi salah satu penanda kuatnya sinergi tersebut.

Dari lingkungan kampus UNIMUS, rangkaian Muktamar kemudian bergerak menuju Simpang Lima, mempertemukan ribuan kader dan keluarga besar Tapak Suci dalam semangat yang sama, menjaga tradisi, membangun prestasi, dan menyiapkan masa depan.

Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan prestasi, serta membawa Tapak Suci semakin dikenal dan berkontribusi di tingkat nasional maupun internasional.

Address

Jalan Kedungmundu No. 18, Kedungmundu
Tembalang
50273

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 08:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 08:00 - 16:00

Telephone

+622476740297

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Unimus| Universitas Muhammadiyah Semarang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share