17/08/2026
Dari Research Gap Menuju Jurnal Bereputasi, PPG FIPH UNIMUS Perkuat Strategi Publikasi Ilmiah
Semarang – Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Fakultas Ilmu Pendidikan dan Humaniora (FIPH) Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) melanjutkan Coaching Clinic Penulisan Manuskrip Artikel Ilmiah Menuju Jurnal Terindeks SINTA dan Scopus pada Sabtu (15/8/2026). Memasuki hari kedua, kegiatan yang berlangsung di Hotel MG Setos Semarang menghadirkan Prof. Yudhi Arifani, M.Pd., dari Universitas Muhammadiyah Gresik sebagai narasumber.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program hibah PPG FIPH UNIMUS menuju akreditasi unggul, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi dosen serta mahasiswa. Sekitar 30 peserta dari UNIMUS, Universitas Islam Sultan Agung (UNISULA), dan Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta mengikuti pendampingan dengan target menghasilkan artikel yang dapat disubmit hingga dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi.
Dekan FIPH UNIMUS, Prof. Dr. Dodi Mulyadi, M.Pd., mengatakan coaching clinic menjadi langkah strategis untuk membangun kebiasaan menulis sekaligus meningkatkan kemampuan dosen menghasilkan publikasi yang mendukung pengembangan karier akademik.
“Targetnya memang 10 artikel. Harapannya dengan partisipasi sekitar 30 peserta ini, semuanya bisa submit dan bahkan accept serta publish di jurnal internasional bereputasi,” ujar Prof. Dodi.
Pada sesi hari kedua, Prof. Yudhi mengarahkan peserta untuk tidak hanya memperhatikan teknik penulisan, tetapi terlebih dahulu membangun fondasi penelitian melalui research gap dan novelty. Peserta didorong mampu menunjukkan persoalan yang belum terjawab dalam penelitian sebelumnya sekaligus menjelaskan kontribusi baru yang ditawarkan melalui penelitian mereka.
Penguatan literatur juga menjadi bagian penting dalam penyusunan manuskrip. Peserta diarahkan menggunakan referensi yang relevan, mutakhir, kredibel, dan akurat, dengan mengutamakan sumber primer serta artikel penelitian internasional bereputasi.
Pendekatan tersebut diperkuat melalui contoh penelitian yang menunjukkan bagaimana perbedaan temuan penelitian terdahulu dapat menjadi dasar untuk menemukan celah penelitian baru. Salah satunya ditunjukkan melalui penelitian mengenai proses kognitif pembelajar dengan Autism Spectrum Disorder (ASD), yang berangkat dari adanya perbedaan pandangan dalam penelitian sebelumnya.
Wakil Rektor III UNIMUS, Dr. Eny Winaryati, M.Pd., menilai materi Prof. Yudhi melengkapi pembahasan pada hari pertama yang disampaikan Ahmad Fauzi, M.Pd. Jika sesi sebelumnya lebih menekankan pemanfaatan AI dalam membantu proses penulisan artikel, sesi hari kedua lebih menitikberatkan pada substansi penelitian melalui identifikasi research gap.
“Kalau sama-sama goalnya artikel, cara pandangnya saja yang berbeda. Kemudahan di AI, kalau Pak Yudhi lebih menekankan ada gap artikel atau gap riset,” jelas Dr. Eny.
Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya diarahkan menghasilkan artikel untuk memenuhi kebutuhan publikasi, tetapi juga memahami bagaimana sebuah penelitian dapat memberikan kontribusi baru terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
PPG FIPH UNIMUS menargetkan coaching clinic ini menjadi bagian dari penguatan budaya riset yang berkelanjutan. Publikasi ilmiah diharapkan tidak berhenti sebagai capaian akademik, tetapi mampu menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda UNIMUS dalam memperkuat reputasi global melalui peningkatan kualitas publikasi, kolaborasi riset, serta pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa. Dengan penelitian yang memiliki research gap kuat, novelty jelas, dan kontribusi yang terukur, perguruan tinggi diharapkan semakin mampu menghadirkan karya akademik yang berdampak bagi masyarakat.