12/02/2021
" UDDHAVA GITA "
(Percakapan antara Sri Krishna dan Uddhava).
Mengapa Krishna tidak menolong para Pandava ketika mereka bermain Dadu dengan Duryodhana dan Shakuni ?
Inilah penjelasan yang luar biasa dari Sri Krishna ;
" Sejak masa kanak-kanaknya Uddhava selalu bersama Krishna, mengemudikan kereta untuknya dan melayaninya dalam berbagai Macam Cara, Ia tidak pernah menginginkan ataupun meminta Karunia apapun dari Sri Krishna, ketika Krishna telah berada pada Akhir saat penyelesaian dalam masa kemunculannya Ia memanggil Uddhava dan berkata "Uddhava yang baik, dalam masa kemunculan-ku, banyak orang yang telah meminta dan mendapat karunia dariku, tapi kamu tidak pernah memohon apapun padaku. Kenapa kamu tidak meminta sesuatu sekarang ?, Aku akan mengabulkannya. Biarkan Aku menyelesaikan kemunculan ini dengan Rasa Puas karena telah melakukan sesuatu yang baik buat kamu juga.
"Meskipun Uddhava tidak pernah memohon apapun untuk dirinya sendiri, ia telah senantiasa mengamati Sri Krishna sejak dari masa kanak-kanaknya. Ia selalu heran akan betapa jelasnya ketidak - Sinkronan antara ajaran Krishna dengan kegiatan-kegiatannya, dan ia ingin memahami alasan - alasan dari Hal itu. Ia bertanya kepada Sri Krishna,
"Tuhanku, Engkau mengajarkan kami untuk hidup dengan suatu cara tertentu, namun Engkau sendiri hidup dengan cara lain. Dalam Drama Mahabharata, didalam peran yang engkau mainkan, didalam kegiatan - kegiatanmu sangat banyak hal yang tidak hamba pahami. hamba sangat ingin mengerti alasan-alasan untuk setiap tindakanmu. Berkenankah Engkau memenuhi rasa ingin tahuku ?"
"Sri Krishna berkata, " Uddhava, apa yang aku wejangkan pada Arjuna selama perang Kurukshetra adalah Bhagavad Gita. Hari ini, jawaban - jawabanku atas Pertanyaanmu padaku akan dikenal sebagai "Uddhava Gita", itulah sebabnya Aku memberikan kesempatan ini padamu, silahkan bertanya tanpa Rasa Ragu.
Uddhava mulai bertanya ;
"Krishna, pertama-tama, siapakah yang disebut sebagai Teman Sejati ?
- Krishna menjawab ; teman sejati adalah Seseorang yang datang menolong temannya yang sedang membutuhkan pertolongan tanpa dipanggil terlebih dahulu.
- Uddhava ; Krishna, Engkau adalah teman yang sangat dekat bagi para Pandava, mereka mempercayaimu sepenuhnya sebagai Apadhbhandava (Pelindung dari segala kesulitan). Krishna, Engkau tidak saja hanya mengetahui apa yang sedang terjadi, namun Engkau juga mengetahui apa yang akan terjadi. Engkau adalah gyani yang Agung. Saat ini, Engkau baru saja Memberikan definisi dari teman sejati, lalu mengapa Engkau tidak bertindak sebagaimana yang Engkau jelaskan dalam Definisi tersebut. Mengapa Engkau tidak menghentikan Dharmaraj (Yudhistira) dari permainan Judi ?
Paling tidak, jika Engkau tidak melakukan hal itu, tapi mengapa Engkau tidak mengatur agar keberuntungan berada disisi Dharmaraj, dengan mana Engkau akan memastikan bahwa Dharma akan menang. Engkau tidak melakukan hal itu juga, paling tidak Engkau dapat menyelamatkan Dharmaraj dengan menghentikan permainan sesudah ia kehilangan seluruh kekayaannya, Negaranya dan Dirinya sendiri. Engkau dapat membebaskannya dari hukuman akibat bermain Judi, atau Engkau dapat masuk ke Ruang Pertemuan tersebut saat ia akan mulai mempertaruhkan Saudara-saudara nya. Namun Engkau tetap tidak melakukan hal itu juga, paling tidak saat Duryodhana membujuk Dharmaraj dengan menawarkan untuk mengembalikan semua kekayaannya bila ia mau mempertaruhkan Drupadi (yang selalu membawa keberuntungan bagi para Pandava), Engkau dapat ikut turun tangan dan dengan kekuatan Ilahimu Engkau dapat membuat Dadu - Dadu itu berguling sedemikian rupa sehingga menguntungkan Dharmaraj. Sebaliknya, Engkau hanya turun tangan saat Drupadi hampir kehilangan Kehormatannya dan sekarang Engkau menyatakan bahwa Engkau telah memberinya Baju dan menyelamatkan kehormatannya, bagaimana Engkau bisa menyatakan hal seperti itu, sesudah ia diseret ke Ruang Pertemuan oleh seorang Pria dan dilucuti pakaiannya di depan begitu banyak orang. Kehormatan bagaimana yang tersisa bagi seorang Wanita ?, Apa yang telah Engkau selamatkan ?, Hanya pada saat Engkau menolong orang pada saat kritiskah, pantaskah Engkau disebut "Apadhbhandava", Jika Engkau tidak menyelamatkannya disaat Kritis, apa gunanya ? Inikah yang disebut Dharma ?,
Sambil menyampaikan pertanyaan-pertanyaan tersebut Air mata mulai mengalir deras dari Mata Uddhava.
(Ini bukanlah pertanyaan-pertanyaan dari Uddhava sendiri saja, semua dari kita yang telah membaca Mahabharata memiliki pertanyaan-pertanyaan ini, Atas Nama kitalah, Uddhava telah mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini kepada Sri Krishna).
- Bhagavan Krishna tertawa, "Uddhava yang baik, Hukum dari Dunia ini adalah hanya Orang yang memiliki Viveka (Kecerdasan melalui pembedaan/pemilihan) yang menang, Duryudhana saat itu memiliki Viveka, sedangkan Dharmaraj hanya memiliki sedikit saja, itulah sebabnya Dharmaraj kalah."
- Uddhava limbung dan binggung. Krishna melanjutkan, waktu Duryudhana memiliki banyak uang dan kekayaan untuk bermain judi, ia tidak tahu caranya main Daru. Itu sebabnya ia menggunakan pamannya Shakuni untuk bermain ketika ia bertaruh, itulah Viveka.
Dharmaraj juga bisa berpikir seperti itu dan memintaku Sepupunya untuk bermain atas namanya. Jika Shakuni dan Aku bermain Dadu, menurutmu siapakah yang akan menang ? Dapatkah ia memunculkan angka yang ia minta ? Lupakan ini. Aku bisa memaafkan kenyataan bahwa Dharmaraj lupa melibatkanku dalam permainan Dadu ini. Namun, tanpa Viveka ia melakukan kesalahan lagi. Ia berdoa agar Aku tidak datang ke Ruang Pertemuan karena ia tidak ingin Aku tahu bahwa Nasib Buruknya telah membuatnya dipaksa untuk main Dadu. Ia mengikatku dengan Doanya dan tidak mengijinkan Aku untuk masuk ke ruang pertemuan, padahal Aku sedang berada disisi luar ruang tersebut, menunggu Seseorang memanggilku melalui Doa mereka.
Bahkan ketika Bhima, Arjuna, Nakula dan Sahadeva telah kalah dipertaruhkan, mereka hanya mengutuk Duryudhana dan merenungkan nasib mereka saja, mereka Lupa Memanggilku, bahkan Drupadi tidak Memanggilku saat Dusshasana menjambak Rambutnya dan menyeretnya untuk memenuhi perintah Kakaknya. Drupadi juga berdebat didalam Ruang Pertemuan sebatas Kemampuannya. Ia tidak pernah Memanggilku, Akhirnya akal sehat muncul, saat Dusshasana mulai melucuti pakaiannya, ia berhenti bertahan melalui kekuatannya sendiri dan mulai berseru " Hari, Hari, Abhayam Krishna, Abhayam" dan mulai berseru Memanggilku. Hanya pada saat itulah Aku punya kesempatan untuk menyelamatkan kehormatannya. Aku menuju padanya Sesegera mungkin setelah Aku dipanggil. Aku menyelamatkan kehormatannya, apa kesalahanku dalam situasi seperti itu ?
" Penjelasan yang luar biasa Kanha (Krishna), hamba terkesan sekali, Namun bagaimanapun hamba tidak bisa diperdaya. Bolehkan hamba mengajukan pertanyaan lain, kata Uddhava, Krishna memberinya ijin untuk melanjutkan pertanyaannya.
" Apakah itu berarti Engkau hanya akan datang bila dipanggil ?"
" Apakah Engkau tidak akan datang atas kehendakmu sendiri untuk menolong orang disaat Kritis, untuk menegakkan keadilan ? tanya Uddhava."
Krishna tersenyum, " Uddhava, Dalam Hidup ini kehidupan semua orang berlangsung berdasarkan atas Karma mereka masing-masing. Aku tidak melakukan itu, Aku juga tidak ikut campur dalam hal itu. Aku berdiri disebelahmu dan mengamati apapun yang sedang terjadi, Itulah DHARMA TUHAN.
- wah bagus sekali Krishna, dalam hal ini, Engkau akan berdiri dekat kami, mengamati semua tindakan jahat kami. Pada saat kami terus menerus melakukan kegiatan Dosa, Engkau akan terus mengamati kami. Engkau ingin kami melakukan lebih banyak kesalahan, mengumpulkan dosa dan penderitaan, kata Uddhava.
- Krishna berkata, Uddhava, mohon sadarilah Arti Sebenarnya dari Ucapanmu. Jika kamu memahami dan menyadari bahwa ketika Aku berdiri sebagai Saksi disebelahmu, bagaimana mungkin kamu akan melakukan kegiatan yang salah atau buruk. Kamu melupakan hal ini dan mengganggap dirimu mampu melakukan hal-hal tersebut tanpa sepengetahuanku. Jika saja Dharmaraj Yudhistira menyadari bahwa Aku selalu hadir bersama setiap orang sebagai Sakshi (saksi) tentunya permainannya akan berakhir lain khn ?.
- Uddhava sangat terpesona dan diliputi oleh Rasa Bhakti yang melimpah. Ia berkata, " sungguh suatu Filsafat yang sangat Luar Biasa, Alangkah benarnya. Bahkan berdoa dan melakukan Puja pada Tuhan serta memanggilnya untuk memohon pertolongan semuanya bukanlah apa-apa dan tidak lain dan tidak bukan adalah Rasa serta keyakinan kita. Begitu kita mulai yakin bahwa tiada sesuatu apapun bergerak tanpanya, bagaimana kita bisa tidak merasakan kehadirannya sebagai Saksi !, Bagaimana kita bisa melupakan kenyataan ini dan bertindak tanpanya.
Melalui Bhagavad Gita, inilah Filsafat yang Krishna tanamkan pada Arjuna. Ia adalah Kusir Kereta dan juga Pemandu jalan bagi Arjuna, namun ia sendiri tidak ikut berperang. Sadarilah Saksi yang Utama yang ada didalam dirimu dan sekaligus meliputi dirimu diluar, dan leburlah dalam kesadaran ketuhanan itu, temukanlah Dirimu yang sejati. Kesadaran Murni Utama yang penuh Cinta Kasih dan Kebahagiaan.