PP Kanzul 'Ummal Selopampang

PP Kanzul 'Ummal Selopampang Pendidikan

20/10/2024

Selamat Hari Santri Nasional 2024

21/04/2023

Taqabalallaohu minna wa minkum

30/10/2022

Memperhatikan yang halal dan haram
------------------
Sahih al-Bukhori:1918

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لاَ يُبَالِي الْمَرْءُ مَا أَخَذَ مِنْهُ أَمِنَ الْحَلاَلِ أَمْ مِنْ الْحَرَامِ.

Dari Abu Hurairah ra, dari Nabi saw beliau bersabda:

Akan datang suatu zaman pada manusia yang ketika itu seseorang tidak peduli lagi tentang apa yang ia ambil darinya, apakah dari halal atau dari haram.

Pesan :
Rasulullah bersabda bahwa akan datang suatu zaman dimana seseorang tidak lagi peduli apa yang ia dapat, tidak mementingkan kehalalan dan keharamannya. Sangat disayangkan di masa kita ini kita bisa melihat contoh orang-orang muslim yang demikian. Terutama ketika berkaitan dengan harta dan uang, sebagian orang sudah tidak mempedulikan kehalalan uang tersebut, ia lupa bahwa kenikmatan harta yang ia rasakan hanyalah sementara, hisab di akhiratlah yang seharusnya ia pikirkan.

~~ Kyai Agus Thoifur, S.Sos.I ~~

Ilmu itu dihampiri, bukan menghampiri...
24/06/2022

Ilmu itu dihampiri, bukan menghampiri...

30/11/2020

Jadwal Mingguan Majelis Ta'lim Kanzul 'Ummal Selopampang, Setiap Malem Selasa

1. Mujahadah Ratib Al-Athas Pukul 18.30 s.d. 20.30
2. Mujahadah Dzikir Fida' Sughro 21.00-selesai

Ziarah di bulan maulid, Payaman-Bayat
10/11/2020

Ziarah di bulan maulid, Payaman-Bayat

05/11/2020

Lagu lama enak di dengar

26/10/2020

*KAJIAN ALHIKAM SETIAP SENIN & KAMIS*

*Ruang diskusi dibuka sampai malam selasa dan malam jumat jam 22.00*

*Al-Hikam Pasal 44*

*Bersahabat dengan orang yang bodoh lebih baik daripada bersahabat dengan orang yang alim*

ولاَنْ تصْحبَ جاهِلاً لاَيَرْضىَ عَن نَفسِهِ خيرٌ لكَ مِن اَن تصْحَبَ عَالِماً يَرْضىَ عَنْ نَفسِهِ فَاَيُّ عِلمٍ لعاَلِمٍ يَرْضىَ عن نفسهِ وَايُّ جَهْلٍ لِجاَهِلٍ لا يَرضىَ عن نفسهِ

"Dan sekiranya engkau bersahabat dengan orang bodoh yang tidak menurutkan hawa nafsunya, itu lebih baik dari pada bersahabat dengan orang berilmu [orang alim] yang selalu menurutkan hawa nafsunya. Maka ilmu apakah yang dapat diberikan bagi seorang alim yang selalu menurutkan hawa nafsunya itu, sebaliknya kebodohan apakah yang dapat disebutkan bagi seorang yang sudah dapat menahan hawa nafsunya."

*Syarah*

Orang yang tidak ridho dengan nafsunya akan selalu menganggap dirinya belum baik dan akhlaknya masih jelek.orang seperti ini baik untuk dijadikan sahabat, karena sangat banyak manfaatnya bagimu, kebodohannya tidak akan membahayakan dirimu.

Bagaimana akan dinamakan bodoh, seorang yang telah dapat menahan dan mengekang hawa nafsunya, sehingga membuktikan bahwa semua amal perbuatannya hanya semata-mata untuk keridhoan Alloh dan bersih dari dorongan hawa nafsu. Sebaliknya apakah arti suatu ilmu yang tidak dapat menahan atau mengendalikan hawa nafsu dari sifat kebinatangan dan kejahatannya.

Dalam sebuah hadits ada keterangan : "Seorang akan mengikuti pendirian sahabat karibnya, karena itu hendaknya seseorang itu memperhatikan, siapakah yang harus diambil sebagai sahabat."

Seorang penyair berkata: "Barang siapa bergaul dengan orang-orang yang baik, akan hidup mulia. Dan yang bergaul dengan orang-orang yang rendah akhlaqnya pasti tidak mulia.

22/10/2020

*KAJIAN ALHIKAM SETIAP SENIN & KAMIS*

*Ruang diskusi dibuka sampai malam selasa dan malam jumat jam 22.00*

*Al-Hikam Pasal 43*

*Ridho dengan Nafsu adalah pangkal kemaksiatan*

أَصْلُ كلُّ مَعصِيَّةٍوَغَفلةٍ وَشَهْوَةٍ الرِّضاَ عَنِ النفْسِ، واصْلُ كُلِّ طَاعةٍ وَيَقَظَةٍ وَعفَةٍ عَدَمُ الرِّضاَ مِنْكَ عَنْهاَ

"Pokok /sumber dari semua maksiat, kelalaian dan syahwat itu, karena ingin memuaskan (ridho dengan)hawa nafsu. Sedangkan pokok/sumber segala ketaatan, kesadaran dan moral [budi pekerti], ialah karena adanya pengendalian terhadap hawa nafsu."

Syarah

Sebagaimana firman Alloh subhanahu wata'ala:

"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang. QS. Yusuf 53.”

Ridho dengan nafsu itu menjadi sumber semua kemaksiatan dan lupa kepada Alloh dikarenakan menjadi sebabnya tertutupnya cela dan cacatnya nafsu, sehingga celanya nafsu akan dianggap baik. dan orang yang ridho dengan nafsunya akan menganggap baik kelakuannya, orang yang menganggap baik kelakuannya tentu akan lupa kepada Alloh, dan sebab lupa itu manusia tidak mau meneliti kelakuannya dan meneliti aib dan cela dirinya, sehingga macam-macamnya kesenangan nafsu menguasai hatinya, dan ahirnya dia terjerumus pada kemaksiatan.

Abu Hafash berkata: "Barangsiapa yang tidak menuduh hawa nafsunya sepanjang waktu dan tidak menentangnya dalam segala hal, dan tidak menarik ke jalan kebaikan, maka sungguh ia telah tertipu. Dan barangsiapa melihat padanya dengan sebuah kebaikan, berarti ia telah dibinasakannya."

Al-Junaid al-Baghdadi berkata: "Jangan mempercayai hawa nafsumu, walaupun telah lama taat kepadamu, untuk beribadah kepada Tuhan- mu."

Al-Bushiry dalam Burdahnya berkata: "Lawan selalu hawa nafsumu dan syaitan serta jangan menuruti keduanya, walaupun keduanya itu memberi nasehat kepadamu untuk berbuat kebaikan, tetap engkau harus curiga dan waspada."

Sedangkan curiga terhadap nafsu(tidak ridho dengan nafsu)itu menjadi sumber ketaatan dan ingat kepada Alloh, itu dikarenakan orang yang tidak ridho dengan nafsunya ia tidak menganggap baik kelakuannya, sehingga ia selalu waspada dan selalu meneliti semua kelakuannya, sehingga nafsunya tidak bisa bebas menguasai orang tersebut. dan orang yang waspada terhadap gerak gerik nafsu akan selalu menjauhi apa yang dilarang oleh Alloh. dan itulah yang dinamakan taat kepada Alloh.

19/10/2020

*KAJIAN ALHIKAM SETIAP SENIN & KAMIS*

*Ruang diskusi dibuka sampai malam selasa dan malam jumat jam 22.00*

*Al-Hikam Pasal 42*

*Keluarlah Dari Sifat Basyariyyah*

اُخْرُجْ من اَوْصافِ بَشاَرِيَّتِكَ عنكلِ وَصْفٍ مُنَا قِضٍ لِعُبُودِيَّتِكَ لِتَكُونَ لِنِدَاءِ الحَقِّ مُجِيبًا ومنْ حَضـْرَتِهِ قـَريْباً

"Keluarlah dari sifat-sifat kemanusianmu [sifat buruk dan rendah], semua sifat yang menyalahi kehambaan-mu, supaya mudah bagimu untuk menyambut panggilan Alloh dan mendekat kepada-Nya."

*Syarah*

Sifat-sifat manusia terbagi jadi dua yaitu : Lahir dan Bathin.

Sifat lahir ialah yang berhubungan dan dilakukan dengan anggota jasmani, dan sifat bathin ialah berlaku dalam hati [rohani]. Sedang yang berhubungan dengan anggota lahiriyah juga terbagi dua: Yang sesuai dengan perintah syari'ah dan yang menyalahi perintah syari'ah yang berupa maksiat. Demikian p**a yang berhubungan dengan hati juga terbagi dua: Yang sesuai dengan hakikat [kebenaran] bernama iman dan ilmu, dan yang berlawanan dengan hakikat [kebenaran] berupa nifaq dan kebodohan.

Sifat-sifat yang buruk [rendah] ialah: Hasad, iri hati, dengki, sombong, mengadu domba, merampok [korupsi], gila jabatan, ingin dikenal, cinta dunia, tamak, rakus, riya dan lain-lain.

Dan dari sifat-sifat buruk ini akan menimbulkan sifat permusuhan, kebencian, merendahkan diri terhadap orang kaya, menghina orang miskin, pandai menjilat, sempit dada, hilang kepercayaan terhadap jaminan Allah, kejam, tidak malu dan lain-lain.

Apabila seseorang telah dapat menguasai dan membersihkan diri dari sifat-sifat yang rendah, yang bertentangan dengan kehambaan itu, maka pasti ia akan sanggup menerima dan menyambut tuntunan Tuhan, baik yang langsung dalam ayat-ayat al-Qur'an dan yang berupa tuntunan dan contoh yang diberikan oleh Rosululloh shollallohu 'alaihi wasallam. Dan dengan demikian berarti ia telah mendekat kehadirat Alloh subhanahu wata'ala.

Sifat Ubudiyah [kehambaan] ialah mentaati semua perintah dan menjauhi semua larangan, mengerjakan perintah dan meninggalkan larangan tanpa membantah dan merasa keberatan.

Ingatlah sesungguhnya Hakikatnya suluk yaitu,berusaha untuk membersihkan hati dari akhlaq yang tercela, lalu dihiasi dengan akhlaq yang baik dan terpuji, dan ini semua tidak akan berhasil kecuali mendapat pertolongan dari Alloh.

Sehingga bisa mengetahui sifat-sifat jelek yang ada pada dirinya, dan selaluu menaruh curiga pada nafsunya. Berprasangka buruk pada nafsunya,sehingga Syeih Ibnu ‘Ato’illah dawuh pada hikmah selanjutnya....

Address

Jalan Imam Subaweh 1 PP Kanzul 'Ummal Selopampang
Temanggung
56262

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PP Kanzul 'Ummal Selopampang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category