SMP Negeri 6 Temanggung

SMP Negeri 6 Temanggung Fanpage Resmi SMP Negeri 6 Temanggung

10/03/2026

Nabi Idris AS adalah rasul kedua yang diutus setelah Nabi Adam, dikenal sebagai manusia pertama yang pandai membaca, menulis dengan pena, menjahit pakaian, dan menguasai ilmu perbintangan. Beliau diutus untuk berdakwah kepada keturunan Qabil yang menyimpang di wilayah Irak Kuno dan Mesir, serta diangkat ke martabat tinggi oleh Allah SWT.
Berikut adalah poin-poin penting kisah Nabi Idris AS:
Asal-usul dan Julukan: Lahir di Mesir, beliau keturunan keenam Nabi Adam (Akhnukh bin Yarid). Nama "Idris" berasal dari kata darasa (belajar), karena beliau sangat rajin mempelajari wahyu Allah dan fenomena alam.
Keahlian Pertama: Nabi Idris diakui sebagai manusia pertama yang menjahit pakaian, menggunakan pena untuk menulis, ilmu astronomi, dan berhitung.
Dakwah dan Karakter: Beliau dikenal sangat berhati-hati dalam berbicara, penuh hikmah, dan sabar. Dakwahnya fokus pada ajaran tauhid untuk menyembah Allah dan menjauhi kesyirikan keturunan Qabil.
Pengalaman Luar Biasa: Nabi Idris pernah diperlihatkan surga dan neraka oleh Malaikat, bahkan merasakan sakaratul maut lalu dihidupkan kembali atas izin Allah untuk meningkatkan ketaatannya.
Diangkat ke Langit: Nabi Idris diangkat oleh Allah ke tempat yang tinggi, dan dalam peristiwa Isra Mi'raj, Nabi Muhammad SAW bertemu dengannya di langit keempat.
Nabi Idris AS mengajarkan bahwa ilmu pengetahuan harus digunakan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

10/03/2026

SMP Negeri 6 Temanggung melanjutkan rangkaian Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik kelas IX dengan memasuki hari kedua pelaksanaan. Pada sesi ini, peserta didik mengikuti uji Bahasa Indonesia berbasis literasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan memahami teks, menafsirkan informasi, serta mengolah gagasan secara kritis dan reflektif.
Pelaksanaan gladi bersih berlangsung di tiga laboratorium komputer yang telah disiapkan oleh sekolah. Kegiatan dibagi menjadi tiga sesi, sehingga seluruh peserta dapat mengikuti simulasi dengan tertib dan kondusif. Setiap laboratorium diikuti oleh 14 peserta didik, menciptakan suasana ujian yang lebih fokus sekaligus memastikan kelancaran penggunaan perangkat komputer dan jaringan.
Dalam sesi literasi Bahasa Indonesia ini, siswa dihadapkan pada berbagai teks bacaan yang menuntut ketelitian dalam memahami makna, menarik kesimpulan, hingga menilai informasi secara logis. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam mengukur keterampilan literasi membaca, yang kini menjadi salah satu indikator utama dalam asesmen akademik.
Setelah menyelesaikan rangkaian soal, kegiatan dilanjutkan dengan Survei Lingkungan Belajar. Instrumen ini digunakan untuk memotret suasana pembelajaran di sekolah, termasuk interaksi akademik, dukungan fasilitas, serta pengalaman belajar yang dirasakan oleh peserta didik selama menempuh pendidikan.
Pelaksanaan gladi bersih hari kedua berlangsung tertib dengan dukungan penuh dari panitia dan tim teknis sekolah. Selain melatih kesiapan akademik siswa, simulasi ini juga menjadi sarana evaluasi untuk memastikan sistem ujian berbasis komputer dapat berjalan optimal saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
Melalui latihan yang berkesinambungan ini, SMP Negeri 6 Temanggung berharap seluruh peserta didik kelas IX semakin siap menghadapi asesmen nasional dengan kemampuan literasi yang kuat, sikap percaya diri, serta manajemen waktu yang matang.

10/03/2026

Kegiatan Kokurikuler Musim ke-2 Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 di SMP Negeri 6 Temanggung memasuki hari kedua dengan nuansa religius yang semakin terasa. Mengusung tema “Seribuwali” (Sehat, Bersih, Berbudaya, Berwawasan, dan Berliterasi) dengan subtema “Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Membentuk Badan Sehat dan Memperkuat Iman dan Taqwa,” berbagai aktivitas pembiasaan positif dilaksanakan secara terstruktur di lingkungan sekolah.
Sejak pagi, peserta didik memulai kegiatan dengan tadarus Al-Qur’an dan sholat dhuha yang dilaksanakan secara bergantian sesuai pembagian kelas. Lantunan ayat suci menggema dari ruang-ruang kegiatan, menghadirkan suasana khidmat sekaligus menumbuhkan kebiasaan ibadah dalam kehidupan sehari-hari peserta didik.
Selain pembiasaan spiritual, kegiatan hari kedua juga diisi dengan literasi keislaman yang bertujuan memperluas pemahaman siswa mengenai nilai-nilai ajaran Islam. Melalui aktivitas ini, peserta didik diajak untuk tidak hanya membaca, tetapi juga memahami makna dan pesan moral yang terkandung dalam berbagai sumber literatur keagamaan.
Pada waktu yang sama, sejumlah kelas melaksanakan kegiatan proyek kelompok di ruang kelas masing-masing. Kegiatan ini dirancang untuk melatih kemampuan kerja sama, tanggung jawab, serta kreativitas peserta didik dalam menyelesaikan tugas secara kolaboratif.
Sementara itu, peserta didik kelas VII juga mengikuti kegiatan Belajar Bareng Pimpinan Ranting (PR) IPM Muhammadiyah Temanggung yang memberikan wawasan tambahan mengenai kepemimpinan, organisasi, serta penguatan karakter generasi muda.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dengan pendampingan para guru fasilitator. Melalui kegiatan kokurikuler ini, SMP Negeri 6 Temanggung berupaya menanamkan pembiasaan positif yang tidak hanya membentuk ketangguhan spiritual, tetapi juga menumbuhkan kemandirian, kerja sama, serta kepedulian sosial di kalangan peserta didik.

09/03/2026

Kisah Umar bin Khattab
Umar bin Khattab adalah sahabat Nabi Muhammad SAW yang dikenal tegas, berani, dan bergelar Al-Faruq (pembeda hak dan batil). Awalnya penentang keras Islam, ia mendapat hidayah setelah mendengar lantunan Al-Qur'an dan menjadi pembela Islam yang setia. Sebagai khalifah kedua, Umar memimpin dengan sangat adil, sederhana, serta memperluas wilayah Islam secara signifikan.
Berikut adalah poin-poin penting kisah perjalanan hidup Umar bin Khattab:
Masa Jahiliyah dan Keislaman: Lahir dari suku Quraisy, Umar dikenal keras, pemberani, dan disegani. Sebelum masuk Islam, ia sangat memusuhi Islam. Hidayah datang ketika ia berniat membunuh Nabi Muhammad namun justru tersentuh bacaan surat At-Thaha di rumah adiknya, Fatimah, hingga akhirnya memeluk Islam.
Gelar Al-Faruq: Setelah masuk Islam, Umar berani menampakkan keislaman di Mekah, mengubah peta dakwah menjadi terang-terangan. Nabi memberi julukan Al-Faruq karena keberaniannya memisahkan kebenaran dan kebatilan.
Pemimpin yang Adil dan Sederhana: Sebagai khalifah (13-23 H/634-644 M), Umar membangun sistem administrasi, mendirikan Baitul Mal, dan membangun infrastruktur. Ia terkenal dengan gaya hidupnya yang sangat sederhana dan sering berpatroli malam untuk melihat langsung kondisi rakyatnya.
Keadilan Sosial: Kisah terkenal di mana Umar memikul sendiri karung gandum untuk keluarga kelaparan yang memasak batu agar anaknya tenang, menunjukkan betapa besarnya rasa tanggung jawabnya.
Wafat: Umar bin Khattab wafat ditikam oleh Abu Lu'lu'ah, seorang budak Persia, saat memimpin salat Subuh di Masjid Nabawi.
Umar bin Khattab merupakan teladan pemimpin yang takut kepada Allah, sangat adil, dan memprioritaskan kesejahteraan rakyat di atas kepentingan pribadinya.

09/03/2026

Suasana penuh semangat tampak di lapangan utama SMP Negeri 6 Temanggung pada Senin pagi, 9 Maret 2026. Seluruh peserta didik mengenakan busana muslim sebagai penanda dimulainya kegiatan Kokurikuler Musim Ke-2 Semester Genap Tahun Ajaran 2025/2026 yang akan berlangsung hingga 14 Maret 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Seribuwali” (Sehat, Bersih, Berbudaya, Berwawasan, dan Berliterasi) dengan subtema “Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Membentuk Badan Sehat dan Memperkuat Iman dan Taqwa.” Tema tersebut menjadi arah penguatan karakter peserta didik melalui pembiasaan positif selama rangkaian program berlangsung.
Pembukaan kegiatan dilakukan melalui apel pagi yang dipimpin langsung oleh Kepala SMP Negeri 6 Temanggung, Eka Gunadi, S.Pd. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa kokurikuler bukan sekadar aktivitas pelengkap pembelajaran, melainkan wahana membangun karakter, menumbuhkan kedisiplinan, serta memperkuat nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Setelah apel pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus Al-Qur’an sebagai bagian dari pembiasaan religius yang menjadi ciri pelaksanaan kokurikuler pada bulan Ramadan. Lantunan ayat suci menggema di berbagai sudut sekolah, menghadirkan suasana khidmat sekaligus memperkuat nuansa spiritual di lingkungan pendidikan.
Memasuki sesi berikutnya, peserta didik mengikuti sosialisasi program kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia.
Pelaksanaan kokurikuler bertema Seribuwali ini menjadi langkah nyata SMP Negeri 6 Temanggung dalam menanamkan kebiasaan baik kepada generasi muda, mulai dari menjaga kesehatan, memperkuat keimanan, hingga menumbuhkan kepekaan budaya dan literasi.
Dengan semangat kebersamaan yang terasa sejak hari pertama, kegiatan kokurikuler ini diharapkan mampu membentuk pribadi peserta didik yang sehat jasmani, kuat secara spiritual, serta siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter yang kokoh.

08/03/2026

Nabi Syuaib AS adalah keturunan Nabi Ibrahim AS yang diutus oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada kaum Madyan dan penduduk Aikah di wilayah yang kini merupakan perbatasan Yordania dan Syam. Beliau dijuluki sebagai Khatibul Anbiya (juru bicara para nabi) karena kemampuannya dalam berpidato dan menyampaikan argumen yang sangat fasih serta menyentuh hati.
Dakwah Nabi Syuaib
Fokus utama dakwah Nabi Syuaib mencakup dua hal utama:
Tauhid: Mengajak kaumnya untuk berhenti menyembah berhala (terutama pohon lebat yang disebut Aikah) dan kembali menyembah Allah SWT.
Keadilan Ekonomi: Menentang keras kebiasaan buruk kaum Madyan yang gemar mengurangi takaran dan timbangan dalam berdagang serta melakukan penipuan untuk menumpuk harta.
Penolakan Kaum Madyan
Meskipun Nabi Syuaib menasihati dengan cara yang halus, mayoritas kaumnya tetap ingkar. Mereka justru:
Mengejek: Menganggap shalat dan ajaran Nabi Syuaib sebagai gangguan terhadap kebebasan mereka mengelola harta.
Mengancam: Mengancam akan mengusir Nabi Syuaib dan para pengikutnya jika tidak kembali ke ajaran nenek moyang mereka.
Menantang Azab: Karena merasa benar, mereka menantang Nabi Syuaib untuk mendatangkan azab yang sering beliau peringatkan.
Azab yang Menimpa
Setelah Nabi Syuaib berdoa memohon pertolongan, Allah SWT menyelamatkan beliau beserta orang-orang beriman dan menurunkan azab yang sangat dahsyat kepada kaum yang ingkar dalam tiga bentuk:
Hawa Panas Terik: Panas yang luar biasa selama tujuh hari hingga air mengering dan kulit terbakar.
Guntur dan Gempa: Suara mengguntur yang sangat keras disertai gempa bumi yang menghancurkan tempat tinggal mereka.
Awan Gelap (Azab Hari Zhullah): Mereka berlindung di bawah awan hitam yang mereka kira akan membawa hujan, namun awan tersebut justru menjatuhkan api yang membinasakan mereka semua. AS adalah keturunan Nabi Ibrahim AS yang diutus oleh Allah SWT untuk berdakwah kepada kaum Madyan dan penduduk Aikah di wilayah yang kini merupakan perbatasan Yordania dan Syam. Beliau dijuluki sebagai Khatibul Anbiya (juru bicara para nabi) karena kemampuannya dalam berpidato dan menyampaikan argumen yang sangat fasih serta menyentuh hati.
Dakwah Nabi Syuaib
Fokus utama dakwah Nabi Syuaib mencakup dua hal

07/03/2026

Kegiatan Pramuka Sistem Blok di SMP Negeri 6 Temanggung resmi dimulai pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Kepala SMP Negeri 6 Temanggung, Eka Gunadi, S.Pd., yang memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada seluruh peserta agar mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Pembukaan berlangsung di lingkungan sekolah dengan suasana tertib dan penuh antusiasme dari para siswa kelas VII dan VIII yang mengikuti kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, serta semangat kebersamaan dapat semakin tertanam dalam diri para siswa. Nilai tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan Pramuka, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Dengan demikian, kegiatan Pramuka Sistem Blok di SMP Negeri 6 Temanggung dapat menjadi wadah pembinaan karakter yang positif bagi seluruh peserta didik.

07/03/2026

Spenasix Bertanya Ramadan Menjawab

07/03/2026

Nabi Daud AS adalah nabi dan raja Bani Israil keturunan ke-12 Nabi Ibrahim yang diutus Allah untuk memerangi Jalut (Goliath). Dikenal pemberani, ia mengalahkan Jalut dengan ketapel saat remaja, lalu menjadi raja adil di Baitul Maqdis, dikaruniai Kitab Zabur, suara merdu, kemampuan melunakkan besi, dan ayah Nabi Sulaiman.
Berikut adalah poin-poin penting kisah Nabi Daud AS:
• Keturunan dan Masa Muda: Nabi Daud berasal dari Betlehem dan merupakan anak bungsu dari Isya. Sebelum menjadi Nabi, ia adalah seorang pengembala kambing yang dikenal saleh, cerdas, dan pemberani.
• Melawan Jalut (Goliath): Dalam pertempuran antara pasukan Raja Thalut dan pasukan Jalut yang zhalim, Daud muda maju melawan Jalut yang raksasa. Hanya berbekal ketapel, Daud berhasil merubuhkan Jalut dengan izin Allah.
• Menjadi Raja: Setelah kemenangan tersebut dan wafatnya Raja Thalut, Nabi Daud diangkat menjadi raja Bani Israil. Ia memimpin dengan adil, bijaksana, dan menjadikan Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai ibu kota kerajaan.
• Mukjizat Nabi Daud:
◦ Kitab Zabur: Menerima wahyu berupa Kitab Zabur.
◦ Suara Merdu: Memiliki suara yang sangat merdu saat melantunkan Zabur, hingga gunung dan burung turut bertasbih bersamanya.
◦ Melunakkan Besi: Dapat melunakkan besi dengan tangan kosong untuk membuat baju besi yang ringan dan kuat.
• Ibadah dan Wafat: Nabi Daud dikenal istiqamah, salah satunya melalui puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak). Beliau wafat pada usia 100 tahun dan kerajaannya dilanjutkan oleh anaknya, Nabi Sulaiman AS.
Kisah Nabi Daud mengajarkan tentang keberanian, keadilan, serta ketaatan mutlak kepada Allah SWT baik dalam keadaan miskin maupun setelah menjadi raja yang kaya raya.

07/03/2026

Di tengah rangkaian kegiatan Pramuka Sistem Blok, pembelajaran di SMP Negeri 6 Temanggung semakin terasa lengkap dengan hadirnya integrasi program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Sekolah ini menjadi salah satu dari sepuluh sekolah yang dipercaya untuk mengembangkan program tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi kependudukan sekaligus menanamkan kesadaran kesehatan remaja sejak dini.
Suasana kegiatan terasa hidup ketika para murid mengikuti sesi sosialisasi SSK yang disampaikan oleh Rosanila Ekawati, S.Pd. Dalam pemaparannya, beliau mengajak para peserta Pramuka untuk memahami berbagai isu kependudukan yang berkaitan langsung dengan kehidupan remaja, mulai dari pola hidup sehat, tanggung jawab terhadap diri sendiri, hingga pentingnya mengambil keputusan yang bijak demi masa depan.
Sebagai bagian dari kegiatan tersebut, para murid juga mengisi kuesioner kesehatan yang difasilitasi oleh Puskesmas Temanggung. Kuesioner ini berfokus pada pemahaman murid mengenai bahaya merokok bagi kesehatan, sekaligus menggali sejauh mana kesadaran mereka terhadap risiko yang dapat muncul dari kebiasaan tersebut. Melalui proses ini, murid tidak hanya sekadar menjawab pertanyaan, tetapi juga diajak untuk berpikir dan merefleksikan pilihan hidup yang akan mereka ambil di masa depan.
Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para murid untuk menyadari bahwa menjaga kesehatan bukan sekadar anjuran, melainkan bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar. Dalam suasana yang penuh semangat khas kegiatan Pramuka, pesan tentang hidup sehat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami oleh para remaja.
Integrasi antara kegiatan Pramuka dan edukasi kesehatan melalui program SSK menghadirkan makna pendidikan yang lebih luas. Tidak hanya membentuk karakter disiplin, kemandirian, dan kepemimpinan seperti yang diajarkan dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan memahami dinamika kependudukan.
Dengan demikian, panorama kegiatan di SMP Negeri 6 Temanggung hari itu menjadi gambaran nyata bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan akademik semata. Lebih dari itu, pendidikan hadir untuk membentuk generasi muda yang sadar akan kesehatan, bijak dalam mengambil keputusan, serta siap menghadapi tantangan kehidupan di masa depan dengan tubuh yang sehat dan pikiran yang matang.

07/03/2026

Hari kedua kegiatan Pramuka Sistem Blok di SMP Negeri 6 Temanggung, Sabtu (7/3/2026), menghadirkan pembelajaran yang menantang sekaligus bermakna bagi murid kelas VII dan VIII. Pada kegiatan ini, para murid melaksanakan praktik pembuatan peta panorama di lingkungan sekolah. Materi tersebut disampaikan oleh Kak Sri Murtini, S.Pd., M.Si., yang membimbing murid untuk mengamati setiap sudut sekolah secara cermat, lalu menuangkannya dalam bentuk peta sederhana yang menggambarkan berbagai objek penting di sekitar mereka.

Melalui kegiatan ini, murid tidak sekadar menggambar, tetapi belajar membaca ruang dan arah kehidupan. Di balik garis-garis panorama yang mereka susun bersama regu, tersimpan latihan ketelitian, kerja sama, dan kemampuan memahami lingkungan sekitar. Pramuka pun kembali menegaskan dirinya sebagai ruang pendidikan karakter—tempat murid belajar bahwa memahami dunia dapat dimulai dari keberanian mengamati hal-hal sederhana di sekelilingnya.

Address

Jalan Drive Sutomo 32 Temanggung
Temanggung
56213

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMP Negeri 6 Temanggung posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to SMP Negeri 6 Temanggung:

Shortcuts

Share