Yayasan Syi'arul Islam Tegal

Yayasan Syi'arul Islam Tegal Yayasan Syi'arul Islam merupakan yayasan yang bergerak dalam bidang dakwah, pendidikan, dan sosial d

Jangan Lelah Bersyiar, Kebaikan Bisa Tumbuh dari Mana SajaSyiar Islam tidak selalu hadir dari atas mimbar. Ia tidak sela...
20/07/2026

Jangan Lelah Bersyiar, Kebaikan Bisa Tumbuh dari Mana Saja

Syiar Islam tidak selalu hadir dari atas mimbar. Ia tidak selalu disampaikan melalui ceramah panjang, acara keagamaan yang besar, ataupun kata-kata yang terdengar lantang.

Terkadang, syiar justru muncul melalui sebuah tindakan sederhana—di tempat yang sama sekali tidak kita duga.

Seperti yang terlihat di tengah kemeriahan lapangan sepak bola setelah final Piala Dunia 2026.

Spanyol baru saja mengalahkan Argentina dengan skor 1–0 melalui pertandingan dramatis hingga babak tambahan waktu. Para pemain berlari, berteriak, berpelukan, dan merayakan keberhasilan membawa negaranya menjadi juara dunia.

Namun, di tengah hiruk-pikuk perayaan itu, muncul sebuah pemandangan yang menarik perhatian.

Dalam video yang beredar di media sosial, Lamine Yamal terlihat menenangkan dirinya, menengadahkan tangan, lalu berdoa sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah. Di saat rekan-rekannya larut dalam euforia kemenangan, ia mengambil waktu sejenak untuk mengingat dari mana segala keberhasilan itu berasal.

Mungkin hanya berlangsung beberapa detik.

Namun, beberapa detik itu berbicara kepada dunia.

# # Ketika Lapangan Sepak Bola Menjadi Tempat Bersyiar

Lamine Yamal bukan sedang berdiri di masjid. Ia tidak berada di tengah acara keagamaan. Ia juga tidak sedang memberikan ceramah.

Ia berada di lapangan sepak bola, mengenakan seragam tim nasional Spanyol, dikelilingi ribuan penonton dan sorotan kamera dari berbagai penjuru dunia.

Spanyol sendiri bukanlah negara berpenduduk mayoritas Muslim. Yamal bermain bersama orang-orang yang memiliki latar belakang budaya, bangsa, dan keyakinan yang berbeda. Namun, keadaan tersebut tidak menghalanginya untuk memperlihatkan identitasnya sebagai seorang Muslim.

Ia tidak perlu meneriakkan slogan keagamaan.

Ia cukup menunjukkan bahwa ketika kemenangan datang, seorang Muslim tidak hanya merayakannya dengan kegembiraan, tetapi juga dengan rasa syukur kepada Allah.

Di situlah syiar bekerja.

Syiar tidak selalu lahir dari apa yang kita katakan. Terkadang, syiar justru tumbuh dari apa yang orang lain lihat dalam diri kita.

Cara kita bersikap.

Cara kita bekerja.

Cara kita memperlakukan orang lain.

Cara kita menerima kemenangan.

Bahkan cara kita mengingat Allah ketika semua orang sedang memuji dan mengelu-elukan kita.

# # Satu Gerakan, Jutaan Pasang Mata

Piala Dunia merupakan panggung besar. Setiap gerakan pemain dapat tertangkap kamera, disiarkan ke berbagai negara, dipotong menjadi video pendek, lalu dibagikan berulang kali melalui media sosial.

Momen doa Lamine Yamal pun tidak berhenti di dalam stadion. Rekamannya menyebar dan menjadi perbincangan banyak orang.

Barangkali ada seorang Muslim yang kembali teringat kepada Allah setelah melihatnya.

Barangkali ada anak muda yang menjadi lebih percaya diri dengan identitas keislamannya.

Barangkali ada orang yang sebelumnya tidak mengenal Islam, kemudian melihat bahwa Islam mengajarkan seseorang untuk tetap rendah hati ketika memperoleh kemenangan.

Kita tidak pernah benar-benar mengetahui sejauh mana pengaruh sebuah kebaikan.

Tugas kita bukan memastikan berapa banyak orang yang berubah karena perbuatan kita. Tugas kita adalah terus menanamkan kebaikan dengan niat yang benar.

Allah berfirman:

> “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, ‘Sungguh, aku termasuk orang-orang Muslim.’”

**QS. Fussilat: 33**

Ayat tersebut mengingatkan bahwa menyeru kepada Allah harus berjalan beriringan dengan amal saleh. Bukan hanya pandai berbicara, tetapi juga menghadirkan nilai-nilai Islam melalui tindakan nyata.

# # Jangan Malu Menjadi Seorang Muslim

Di tengah kehidupan modern, sebagian orang justru merasa perlu menyembunyikan identitas keagamaannya agar terlihat lebih diterima.

Takut disebut terlalu religius.

Takut dianggap berbeda.

Takut kehilangan pergaulan.

Takut mendapatkan komentar dari orang lain.

Padahal, menjadi Muslim bukan sesuatu yang harus disembunyikan. Menunjukkan rasa syukur, menjaga salat, berkata jujur, berpakaian baik, menepati janji, dan memperlakukan orang lain dengan penuh hormat bukanlah sesuatu yang memalukan.

Kita tidak harus memaksakan keyakinan kepada orang lain. Namun, kita juga tidak perlu meminta maaf karena menjalankan keyakinan kita.

Ada perbedaan besar antara bersikap sombong dalam beragama dengan merasa bangga menjadi seorang Muslim.

Kesombongan membuat seseorang merasa dirinya paling suci. Sementara kebanggaan yang sehat membuat seseorang semakin bersyukur, rendah hati, dan bertanggung jawab dalam membawa nama baik Islam.

# # Syiar Bisa Dimulai dari Profesi Kita

Tidak semua orang harus menjadi ustaz agar dapat berdakwah.

Seorang pedagang dapat bersyiar melalui kejujurannya.

Seorang guru dapat bersyiar melalui kesabaran dan keteladanannya.

Seorang dokter dapat bersyiar melalui pelayanan yang penuh kasih.

Seorang kreator konten dapat bersyiar melalui karya yang bermanfaat.

Seorang pemain sepak bola dapat bersyiar melalui doa yang dipanjatkannya di tengah lapangan.

Bahkan seorang pekerja biasa dapat mengenalkan keindahan Islam melalui kedisiplinan, keramahan, dan kemampuannya menjaga amanah.

Syiar tidak selalu membutuhkan panggung baru. Sering kali, Allah telah menyediakan panggung itu melalui pekerjaan, lingkungan, keahlian, dan kehidupan kita sehari-hari.

Pertanyaannya bukan lagi, “Di mana saya bisa bersyiar?”

Namun:

**“Nilai Islam apa yang dapat saya hadirkan di tempat saya berada sekarang?”**

# # Teruslah Menyalakan Cahaya

Mungkin apa yang kita lakukan terasa kecil.

Sebuah tulisan yang mengajak kepada kebaikan.

Sebuah unggahan yang mengingatkan tentang salat.

Sikap jujur ketika memiliki kesempatan untuk berbuat curang.

Ucapan hamdalah saat memperoleh keberhasilan.

Atau keberanian untuk tetap menjalankan ibadah di tengah lingkungan yang berbeda.

Jangan meremehkannya.

Cahaya tidak pernah bertanya apakah dirinya cukup besar untuk menerangi seluruh dunia. Cahaya hanya menjalankan tugasnya: tetap menyala dan menerangi apa yang berada di sekitarnya.

Begitu p**a dengan syiar Islam.

Kita mungkin tidak mampu menjangkau jutaan orang seperti Lamine Yamal. Namun, kita memiliki keluarga, teman, pelanggan, rekan kerja, tetangga, dan pengikut di media sosial yang dapat melihat keteladanan kita.

Teruslah berkarya.

Teruslah berbuat baik.

Teruslah menyampaikan nilai-nilai Islam dengan cara yang bijak, santun, dan membahagiakan.

Jangan lelah bersyiar. Sebab kita tidak pernah mengetahui, dari tindakan sederhana mana Allah akan mengetuk hati seseorang.

Dan jangan pernah malu menjadi seorang Muslim.

Di tengah riuhnya dunia, selalu sisakan ruang untuk menengadahkan tangan dan mengingat Allah—sebab kemenangan terbesar bukan hanya ketika kita mendapatkan tepuk tangan manusia, tetapi ketika setiap langkah kita mendapatkan rida-Nya.

Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuhTidak terasa kita sudah menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah.Keluarga be...
16/06/2026

Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh

Tidak terasa kita sudah menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah.

Keluarga besar Yayasan Syi'aarul Islam (YASYIS) Kota Tegal mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam.

Merupakan Momentum untuk kita bersama meluruskan niat dan memperbaiki apa yang masih kurang di perjalanan tahun sebelumnya.

Semoga tahun yang baru ini penuh dengan keberkahan, hati yang lebih damai, dan segala urusan kita diberikan kemudahan oleh Allah.

🌙 Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M 🕋Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.Hari Raya Idul A...
26/05/2026

🌙 Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M 🕋

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar walillahil hamd.

Hari Raya Idul Adha mengajarkan tentang keikhlasan, pengorbanan, dan ketaatan kepada Allah ﷻ sebagaimana teladan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan Nabi Ismail ‘alaihis salam.

Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat iman, mempererat ukhuwah, serta menumbuhkan kepedulian kepada sesama melalui semangat berbagi dan berkurban.

Semoga Allah ﷻ menerima seluruh amal ibadah dan kurban kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta melimpahkan rahmat dan keberkahan bagi keluarga dan negeri tercinta.

Mohon maaf lahir dan batin.

— Yayasan Syi’aarul Islam (YASYIS)

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H 🌙✨Taqabbalallahu minna wa minkumHari kemenangan telah tiba, saat hati kembali bersih...
20/03/2026

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H 🌙✨
Taqabbalallahu minna wa minkum

Hari kemenangan telah tiba, saat hati kembali bersih dan jiwa dipenuhi harap kepada-Nya.

Dengan penuh kerendahan hati, kami segenap keluarga besar Yayasan Syi’arul Islam (YASYIS) memohon maaf lahir dan batin atas segala khilaf yang pernah terucap maupun terlintas.

Semoga setiap amal ibadah di bulan Ramadhan diterima oleh Allah ﷻ, diampuni dosa-dosa kita, serta dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya dalam keadaan yang lebih baik.

Mari jadikan Idul Fitri ini sebagai awal untuk memperkuat iman, mempererat ukhuwah, dan menebar kebaikan di setiap langkah kehidupan.

Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.




🌙 Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026 MAlhamdulillah, Allah ﷻ kembali mempertemukan kita dengan bulan suci penuh rahmat d...
17/02/2026

🌙 Marhaban Ya Ramadhan 1447 H / 2026 M

Alhamdulillah, Allah ﷻ kembali mempertemukan kita dengan bulan suci penuh rahmat dan ampunan.
Ramadhan adalah madrasah iman—tempat kita melatih kesabaran, memperbanyak ibadah, dan menguatkan ukhuwah.

Mari merawat iman, memperbaiki diri, serta mempererat persaudaraan dalam keberkahan Ramadhan.
Semoga setiap langkah, doa, dan amal kita diterima oleh Allah ﷻ.

"Ya Allah, sampaikanlah kami pada Ramadhan dan berkahilah kami di dalamnya."

17/02/2026

Pengobatan gratis dalam rangka Tarhib Ramadhan 1447 H bersama Keluarga Besar Yayasan Syi'aarul Islam (YASYIS)




17/02/2026

Pengajian Tarhib Ramadhan 1447 H bersama Keluarga Besar Yayasan Syi'aarul Islam (YASYIS)



17/02/2026

Pawai Tarhib Ramadhan 1447 H bersama Keluarga Besar YASYIS


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.Dalam rangka menyambut Ramadhan 1447 H, Yayasan Syi’aarul Islam (YASYIS) men...
15/02/2026

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dalam rangka menyambut Ramadhan 1447 H, Yayasan Syi’aarul Islam (YASYIS) mengadakan:

🕌 Pengajian & Pengobatan Gratis
🎙 Bersama: Ustadz H. Ikmal Jaya, SE., Ak., M.H.
📖 Tema: Ramadhan Tingkatkan Ibadah, Raih Kehidupan Penuh Berkah
📅 Senin, 16 Februari 2026
⏰ 07.30 WIB – selesai
📍 Aula Syi’aarul Islam, Jl. KH Mukhlas, Panggung – Kota Tegal

Mari kita siapkan hati dan diri menyambut bulan suci dengan ilmu, doa, dan kepedulian sosial.
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)

📌 Wajib membawa identitas (KTP/KK) untuk pelayanan pengobatan gratis.

Semoga Allah ﷻ memberkahi langkah kita dalam menyambut Ramadhan. Aamiin.

Selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ – Rajab 1447 H.Peristiwa agung ini mengajarkan kita makna kedekatan kep...
16/01/2026

Selamat memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad ﷺ – Rajab 1447 H.
Peristiwa agung ini mengajarkan kita makna kedekatan kepada Allah melalui shalat, keikhlasan dalam ketaatan, dan keteguhan iman dalam setiap perjalanan hidup.
Semoga cahaya Isra Mi’raj membimbing langkah kita menuju pribadi yang lebih taat, berakhlak mulia, dan penuh keberkahan.
Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad ﷺ.

Address

Jalan KH Mukhlas Gang V Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur
Tegal
52122

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Yayasan Syi'arul Islam Tegal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share