Aku masih ingat ketika masih bergelut dalam dunia sekolah dulu (SD, SMP, SMA) dimana isi kepalaku selalu dijelali penyajian data, teori, rumus, dan hasil - hasil dengan konteks menolong yang selalu menuntunku kedalam suatu pemikiran kesuksesan atau keberhasilan manusia dalam sebuah pencapaian materi. Maka aku tak pernah diberi kajian - kajian sosial yang dibahas secara mendalam dan sesuai dengan h
istorical asli yang seharusnya bisa membuatku mengerti dengan jelas karakter asli bangsaku dan negaraku, aku juga tak pernah dituntun dengan wawasan tentang tulisan dan buku - buku yang tersebar di pelbagai penjuru dunia (walaupun di sekolah perpustakaan itu ada, namun entah paradigma apa yang membuat saya merasa hampa akan keberadaan perpustakaan sekolah itu), aku hanya diberi begitu banyak tugas - tugas sekolah (PR) yang harus diselesaikan karena kalau tidak terkadang ada sangsinya. Namun sayapun sampai sekarang masih mempertanyakan tentang implisit dalam nilai yang telah dihasilkan dari zaman sekolah itu terhadap realitas kehidupan manusia yang tidak hanya berujung kepada suatu nilai tentang materi belaka.