16/12/2025
"Aku pernah tidak ada, kemudian aku ada".
Manusia, jika ia memperhatikan keadaan dirinya, akan mengetahui bahwa ia tidak ada, kemudian menjadi ada. Ia berkata dalam dirinya, "Aku pernah tidak ada, kemudian aku ada." Apa yang pernah tidak ada, kemudian menjadi ada, pasti memiliki Pencipta. Maka, kesimp**annya :
- aku pasti memiliki Pencipta.
- Pencipta-ku tidak boleh diserupakan dengan sesuatu, tidak boleh diserupakan dengan aku, tidak boleh diserupakan dengan malaikat, tidak boleh diserupakan dengan jin, dan tidak boleh diserupakan dengan yang lainnya.
- Dia adalah Allâh تعالى.
Demikian p**a, seluruh alam ini adalah makhluk, tidak ada, kemudian menjadi ada. Arsy, langit, kursi yang berada di antara langit dan Arsy, dan bumi, semua ini tidak ada, kemudian menjadi ada dengan penciptaan Allah. Allah menciptakan mereka, mengeluarkan mereka dari tidak ada menjadi ada.
Ini disebut dalil akal untuk mengetahui Allâh.
Imam Ahlus Sunnah wal Jama'ah, Abu al-Hasan al-Asy'ari, berkata, "Mengetahui dalil akal tentang keberadaan Allah adalah fardhu a'yan, yaitu wajib bagi setiap mukallaf untuk mengetahui dalil akal tentang keberadaan Allah تبارك وتعالى
*والله تعالى أعلم وأحكم*