19/06/2023
Semangat Sma N 3 Slawi (smagawi)
emosi dan logika tidak akan berjalan berssama-sama.
19/06/2023
Pinjami Aku Uang
A: Ada Orang yang cukup mapan, terkenal baik, dermawan dan s**a menolong orang susah.
B : Orang susah hidup seadanya dan lagi butuh uang.
A dan B masih kerabat keluarga
B ingin meminjam Uang pada si A, tapi si A menolak meminjamkanya.
Tanggapan si B :
1). Marah, sebarin aib si A, kesusahanya di anggap gara2 si A.
2). Marah dan dendam. jadikan dendam itu jadi semangat bekerja keras untuk agar lebih kaya dari si A.
3). Pasrah dan cari pinjaman di Bank
4). Memutuskan silaturohmi dengan si A.
5). Legowo dan tetap semangat
Apa yang anda lakukan jika menjadi si B?
Pentingnya ilmu Tauhid.
Ketika anda ada di keadaan si B tanamkan Pada diri anda hakekatnya setiap ujian datangnya dari Allah SWT. Dan Dialah Zat yang mampu membolak-balikan hati hambanya. Kenapa si A tidak mau meminjamkan uangnya ke si B karena Allah SWT belum mengijinkanya. Sekeras apapun ikhtiar anda, tetap belum bisa kalau Allah SWT belum mengijinkanya. Si A bukan tuhanmu, Ikhtiar bukan tuhan anda, Allah lah tuhan anda.
6.)
- Wudhu dan sholat 2 raka'at seblum pergi cari pinjaman, berdoa dulu sama Allah, minta solusi dulu sama Allah. "Allah Dulu"
- Sampe ke semua kerabat belum dapat pinjaman. Sabar, Allah belum mengijinkanya. Yakin bakal ada solusi terbaik dari Allah. Tetap ikhtiar. "Allah Lagi"
- Datang ke masjid Di waktu sholat lebih awal(sebelum adzan lebih baik), sholat sunah di kerjakan, bermusahabah diri, berdo'a terus. "Allah Terus"
ALLAH DULU, ALLAH LAGI, ALLAH TERUS.
jangan ada yang Lain..
"Dan mereka menjawab cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung" (QS. Ali imran- 172)
Kita ini pendosa, jangan lupa minta ampun sama Allah.
18/05/2019
Share : Budayakan membaca dan dipahami.
Juknis terlampir
ppdb sman 3 slawi – Obyektif-Transparan-Akuntabel-Tidak Deskriminatif-Berkeadilan Posted on May 16, 2019May 16, 2019Sambutan Kepala SMA N 3 Slawi Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas terselenggaranya seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pada satuan pendidikan menengah atas (SMA) di Provinsi Jawa Tengah Tahun Pelajaran 2018/2019, khususnya SMA Negeri 3 Slawi...
Wanita yang belum menikah berbuat dosa,
Bapak, ibu dan
Saudara laki-lakinya juga ikut berdosa.
Laki2 : Jagalah perempuan2 kita.
Perempuan : Jaga diri dari perbuatan dosa, sayangi bapk ibu dan saudaramu.
.
Dunia cuma 60-80 tahun, Akherat selamanya....
Hari Ini sudah berbuat Dosa apa aja?
Sadar nggak kawan?
Apa Yang ingin Kau Capai di dunia ini?
Kutipan Inspiratif : LIFE GUIDE (Inspiration story)
Dulu dikala aku kecil, aku sll mendpt peringkat 1 baik di tingkat SD, SMP, SMA
Semua merasa senang, ibu & ayah pun sll memelukku dg bangga. Klrg sgt senang melihat anaknya pintar & berprestasi.
Aku masuk perguruan tinggi ternama pun, tnp embel2 test.
Org tua & teman2 ku merasa bangga thd diriku.
Tatkala aku kuliah IPK ku sll 4 & lulus dg predikat cm laude.
Semua bahagia, para rektor menyalami ku & merasa bangga memiliki mahasiswa spt diriku, jgn ditanya ttg org tua ku, tentunya mrk org yg paling bangga, bangga melihat anaknya lulus dg predikat cm laude. Teman2 seperjuangan ku pun gembira. Semua wajah memancarkan kebahagiaan.
Lulus dr perguruan tinggi aku bekerja disbh perusahan bonafit. Karirku sgt melejit & gajiku sgt besar.
Semua pun merasa bangga dg diriku, semua rekan bisnisku sll menjabat tgn-ku, semua hormat & mnghargai diriku, teman2 lama pun sll menyebut namaku sbg slh satu org sukses.
Namun ada sesuatu yg tak prnh kudptkan dlm perjalanan hidup ku slm ini. Hatiku sll kosomg & risau. Perasaan sepi sll memghantui hari2ku. Ya..aku terlalu mengejar duniaku & mengabaikan akhiratku. Aku sedih...
Ketika aku berikrar utk berjuang bersama barisan pembela Rasulullah saw & ku buang sgl title keduniaanku, kutinggalkan dunia ku utk mengejar akhirat & ridhaNya. Seketika itu p**a dunia terasa berbalik. Yaa... Dunia spt berbalik. Ku putuskan utk mrantau & memilih mempelajari ilmu Al-Qur'an & hadist & kuhafalkan Al-Qur'an 30 juz.
Semua org mencemooh & memaki diriku. Tak ada lg pujian, senyum kebanggan, peluk hangat dll. Yg ada hanyalah cacian.
Terkadang org memaki diriku, "buat apa sekolah tinggi2 kalau akhirnya masuk pesantren.
Dia itu org bodoh..! Udh punya pekerjaan enak ditinggalin...
Berbagai caci & maki tertuju pd diriku, bahkan dr klrg yg tak jarang membuat diriku sedih....
"Apa ada lulusan perguruan tinggi terkenal masuk pondok tahfidz..? Ga sayang apa udh dpt kerja enak, mau makan apa & dr mana lg..?
Kata mereka..
Ya, pertanyaan2 itu trs menyerang & menyudutkan diriku.
Hingga suatu ketika..
Ketika fajar mulai menyingsing ku ajak ibu utk shalat berjamaah di masjid, masjid tmpt dimn aku biasa mnjd imam.
Ini adalah shalat subuh yg akan sll ku kenang.
Ku angkat tangan seraya mengucapkan takbir. " Allaaahuu akbaar"_
ku agungkan Allah dg seagung2nya.
Ku baca doa iftitah dlm hati ku, berdesir hati ini rasanya....
Kulanjutkan membaca Al-Fatihah,
Bismillahirrahmaanirrahiiim, (smp disini hati ku bergetar ), ku sebut namaNya yg maha pengasih & maha penyayang..
Alhamdulillahirabbil alamiin...
Ku panjatkan puji2an utk Rabb semesta alam..
Kulanjutkan bacaan lamat2, ku hayati surah al-fatihah dg seindah2nya tadabur, tnp terasa air mata jatuh membasahi wajahku....
Berat lidah ku utk melanjutkan ayat, Arrahmaanirrahiim,
ku lanjutkan ayat dg nada yg mulai bergetar....
Malikiyaumiddin, kali ini aku sdh tak kuasa menahan tangisku.
Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaiin, "yaa Allah hanya kpdMu lah kami menyembah & hanya kpdMu lah kami meminta pertolongan."
Hati ku terasa tercabik2, sering kali diri ini menuntut kpd Allah utk memenuhi kebutuhanku, tp aku lalai melaksanakan kewajibanku kpd-Mu.
Smp lah aku pd akhir ayat dlm surah Al-Fatihah. Ku seka air mata & ku tenangkan sejenak diriku.
Selanjutnya aku putuskan utk membaca surah _Abasa'_. Ku hanyut dlm bacaan ku, terasa syahdu, hingga terdengar isak tangis jamaah sesekali. Bacaan trs mengalun, hingga smp lah pd ayat 34. Tangisku memecah sejadi2nya.
Yauma yafirrul mar'u min akhii, wa ummihii wa abiih, wa shaahibatihi wa baniih, likullimriim minhum yauma idzin sya'nuy yughniih...
Tangisku pun memecah, tak mampu ku lanjutkan ayat tsb, tubuhku terasa lemas....
Stlh shalat subuh selesai, dlm perjlnan plg, ibu bertanya : "mengapa kamu menangis saat membaca ayat tadi, apa artinya..?"
Aku hentikan langkahku & aku jelaskan pd ibu. Kutatap wajahnya dlm2 & aku berkata :
"wahai ibu..
Ayat itu mnjelaskan ttg huru hara padang mahsyar saat kiamat nanti, semua akan lari meninggalkan sudaranya...
Ibunya...
Bapaknya..
Istri & anak2nya..
Semuanya sibuk dg urusannya masing2.
Bila kita kaya org akan memuji dg sebutan org yg berjaya...,
Namun ketika kiamat trjd apalah gunanya sgl puji2an manusia itu....
Semua akan meninggalkan kita. Bahkan ibupun akan meninggalkan aku..
Ibu pun meneteskan air mata, ku seka air matanya...
Ku lanjutkan, "Aku pun takut bu bila dimahsyar bekal yg ku bawa sedikit.."
Pujian org yg ramai slm bertahun2 pun kini tak berguna lg...
Lalu knp org beramai2 menginginkan pujian & takut mendpt celaan. Apakah mrk tak menghiraukan kehidupan akhiratnya kelak...?
Ibu kembali memelukku & tersenyum. Ibu mengatakan, "betapa bahagianya punya anak spt dirimu..."
Baru kali ini aku merasa bahagia, krn ibuku bangga thd diriku.
Brbagai pencapaian yg aku dpt dulu, walaupun ibu sama memeluk ku namun baru kali ini pelukan itu sgt membekas dlm jiwaku.
Wahai manusia sebenarnya apa yg kalian kejar..?
Dan apa p**a yg mngejar kalian..?
Bukankah maut semakin hari semakin mndekat...?
Dunia yg menipu jgn smp menipu & membuat diri lupa pd negeri akhirat kelak...
Wahai saudaraku,
apakah kalian sadar nafas kalian hanya bbrp saat lagi..?
Seblm lubang kubur kalian akan digali..
Apa yg aku & kalian banggakan dihadapan Allah & RasulNya kelak...?
Wallahua'lam...
Jika antum mau share niatkanlah dengan baik mudah-mudahan bisa jadi obat bagi masalah anda dan kita semua.....Aamiin.
Jangan Lupakan akhiratmu kawan...
Begitu berharga kah kebahagian dunia ini?
Seberapa banyak kita berpikir untuk mencapai kebahagian dunia setiap harinya?
Perbanyak pikirkan akhiratmu kawan!
Ayahku
Hanya sebuah cerita yg di Copas dr group
*SEBUAH KISAH TENTANG CINTA*
Ayah di dalam k**ar, beberapa kali batuk².
"Cinta ayahmu kepadamu luar biasa, tetapi lebih banyak disimpan dalam hati karena kau perempuan", kata ibu.
Aku mendengarkan ibu dengan heran.
"Ketika kau melanjutkan kuliah ke Jakarta dan aku bersama ayahmu mengantarmu ke stasiun, kau dan aku saling berpelukan.
Ayahmu hanya memandang. Dia bilang juga ingin memelukmu, tapi sebagai laki² tak lazim memeluk anak perempuan di depan banyak orang, maka dia hanya menjabat tanganmu, lalu berdiri sampai kereta itu menghilang", kata ibu.
"Ibu memang sering menelponmu.
Tahukah kau, itu selalu ayahmu yg menyuruh dan mengingatkan.
Mengapa bukan ayahmu sendiri yg menelpon?
Dia bilang, "Suaraku tak selembut suaramu, anak kita harus menerima yg terbaik".
"Ketika kamu diwisuda, kami duduk di belakang.
Ketika kau ke panggung dan kuncir di togamu dipindahkan rektor, ayahmu mengajak ibu berdiri agar dapat melihatmu lebih jelas.
"Alangkah cantiknya anak kita ya bu," kata ayahmu sambil menyeka air matanya.
Mendengar cerita ibu di ruang tamu, dadaku sesak, mungkin karena haru atau rasa bersalah.
Jujur saja selama ini kepada ibu aku lebih dekat dan perhatianku lebih besar. Sekarang tergambar kembali kasih sayang ayah kepadaku. Aku teringat ketika naik kelas 2 SMP aku minta dibelikan tas. Ibu bilang ayah belum punya uang.
Tetapi sore itu ayah p**ang membawa tas yg kuminta.
Ibu heran. "Tidak jadi ke dokter?" tanya ibu. "Kapan² saja.
Nanti minum jahe hangat, batuk akan hilang sendiri"
Kata ayah.
Rupanya biaya ke dokter, uangnya untuk membeli tasku, membeli kegembiraan hatiku, dengan mengorbankan kesehatannya.
"Dulu setelah prosesi akad nikahmu selesai, ayahmu bergegas masuk k**ar.
Kau tahu apa yg dilakukan?" tanya ibu.
Aku menggeleng. "Ayahmu sujud syukur sambil berdoa untukmu.
Air matanya membasahi sajadah.
Dia mohon agar Allah melimpahkan kebahagiaan dalam hidupmu.
Sekiranya kau dilimpahi kenikmatan, dia mohon tidak membuatmu lupa zikir kepada-Nya.
Sekiranya diberi cobaan, mohon cobaan itu adalah cara Tuhan meningkatkan kualitas hidupmu.
Lama sekali dia sujud sambil terisak.
Ibu mengingatkan banyak tamu menunggu.
Dia lalu keluar dengan senyuman tanpa ada bekas air di pelupuk matanya".
Mendengar semua itu, air mataku tak tertahan lagi, tumpah membasahi p**i.
Dari k**ar terdengar ayah batuk lagi.
Aku bergegas menemui ayah sambil membersihkan air mata.
"Kau habis menangis?"
Ayah menatapku melihat sisa air di mataku.
"Oh, tidak ayah!" aku tertawa renyah.
Ku pijit betisnya lalu pundaknya.
"Pijitanmu enak sekali seperti ibumu", katanya sambil tersenyum.
Aku tahu, meski sakit, ayah tetap ingin menyenangkan hatiku dengan pujian.
Itulah pertama kali aku memijit ayah.
Aku melihat betapa gembira wajah ayah. Aku terharu.
"Besok suamiku menyusulku, ambil cuti seminggu seperti aku.
Nanti sore ayah kuantar ke dokter", kataku. Ayah menolak. "Ini hanya batuk ringan, nanti akan sembuh sendiri".
"Harus ke dokter, aku p**ang memang ingin membawa ayah ke dokter, mohon jangan tolak keinginanku", kataku berbohong.
Ayah terdiam. Sebenarnya aku p**ang hanya ingin berlibur, bukan ke dokter.
Tapi aku berbohong agar ayah mau kubawa ke dokter.
Aku bawa ayah ke dokter spesialis.
Ayah protes lagi, dia minta dokter umum yg lebih murah. Aku hanya tersenyum.
Hasil pemeriksaan ayah harus masuk rumah sakit hari itu juga.
Aku bawa ke rumah sakit terbaik di kotaku.
Ibu bertanya setengah protes. "Dari mana biayanya?".
Aku tersenyum.
"Aku yg menanggung seluruhnya bu.
Sejak muda ayah sudah bekerja keras mencari uang untukku.
Kini saatnya aku mencari uang untuk ayah.
Aku bisa! Aku bisa bu!".
Kepada dokter aku berbisik; "Tolong lakukan yg terbaik untuk ayahku dok, jangan pertimbangkan biaya", kataku. Dokter tersenyum.
Ketika ayah sudah di rumah dan aku pamit p**ang, aku tidak menyalami, tetapi merangkul dengan erat untuk membayar keinginannya di stasiun dulu.
"Seringlah ayah menelponku, jangan hanya ibu", kataku.
Ibu mengedipkan mata sambil tersenyum.
Dalam perjalanan p**ang, aku berfikir, berapa banyak anak yg tidak paham dengan ayahnya sendiri seperti aku.
Selama ini aku tidak paham betapa besar cinta ayah kepadaku.
Hari² berikutnya aku selalu berdoa :
"Rabbighfir lii wa li waalidayya warhamhuma k**a rabbayaani shagiira".
Namun kini dengan perasaan berbeda.
Terbayang ketika ayah bersujud pada hari pernikahanku sampai sajadahnya basah dengan air mata...betapa besar cinta kasih seorang ayah Tidaklah jauh berbeda dgn cinta kasih seorang ibu.
Semoga Allah masih memberikan waktu yg cukup, untuk aku bisa lbh lama lagi memijit kaki ayah, memeluk dan menumpahkan cintaku pada Ayah. Spt cintaku pada Ibu....aamiin..
Rabbighfir lii wa li waalidayya warhamhuma k**a rabbayaani shagiira...
Ya Allah ampunilah dosaku juga dosa orangtuaku, jagalah mereka seperti mereka merawatku di waktu kecil...
Aamiin ya Robbalalaamiin
Motivation Anak Impian
Banyak orang berpikiran jika saya lebih kaya saya lebih bahagia.
Nb: obati penyakitmu itu kawan.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Website
Address
Kudaile
Tegal