Ponpes Tarbiyatul Mubtadi'in Tegal

Ponpes Tarbiyatul Mubtadi'in Tegal

Share

Contact information, map and directions, contact form, opening hours, services, ratings, photos, videos and announcements from Ponpes Tarbiyatul Mubtadi'in Tegal, Education, asem, gantungan, jatinegara, Tegal.

Photos from Ponpes Tarbiyatul Mubtadi'in Tegal's post 22/01/2023

Dikampung saya, pemandangan seperti ini sudah sangat biasa karena memang mayoritas ibu-ibu bekerja sebagai petani. Saat mengambil foto ini saya hanya membatin "ibu-ibu yg bekerja keras seperti ini dengan mudah dicap sebagai pendosa oleh sebagian orang hanya gara" masalah aurat yang masih multi tafsir".

Islam datang bukan di tempat ruang hampa budaya. Aturan-aturan yang ada di dalam Islam sangat erat kaitannya dengan realita pada saat Islam itu turun. Seiring berjalannya waktu aturan tersebut termaktub dalam teks-teks suci. Namun sayangnya teks sangat terbatas, sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Al-Syihristani dalam kitab "al-Milal wa al-Nihal”,

والنصوص إذا كانت متناهية والوقائع غير متناهية وما لا يتناهى لا يضبطه ما يتناهى علم قطعا أن الاجتهاد والقياس واجب الاعتبار حتى يكون بصدد كل حادثة اجتهاد

Jika teks-teks adalah terbatas sementara peristiwa kehidupan tidak terbatas, dan yang terbatas tidak mungkin menampung yang tak terbatas, maka adalah pasti bahwa ijtihad, berfikir analogis dan rasional adalah niscaya”.

Cara menginterpretasikan teks setiap orang tentu akan berbeda-beda, setiap orang memiliki argumentasinya masing-masing tidak terkecuali dalam kasus aurat perempuan.

Belajarlah dari para ulama-ulama terdahulu, seberapa tajampun perbedaan penafsiran, mereka tetap saling menghormati.

24/07/2022

Kenapa Ngaji Kitab Pakai Bahasa Jawa?

Suatu hari yang cerah ada seorang turis datang mengunjungi pesantren untuk melihat bagaimana pendidikan di pesantren dilakukan. Melihat kitab yang digunakan berada dalam bahasa Jawa, turis tersebut pun bertanya, “Ki kenapa Kiai kalau mengajar menggunakan kalimat dalam bahasa Jawa? Padahal untuk menyesuaikan perkembangan zaman, harusnya kitab dibuat dalam bahasa Inggris?"

Kiai pun merasa tersinggung dan menjawab, “Bahasa Inggris terlalu sederhana dan tidak bisa menjelaskan banyak keadaan seperti bahasa Jawa."

Turis tersebut pun meminta contoh. Kiai pun menjawab “Dalam bahasa Inggris, benda yang berwarna kuning keemasan dan ditanam di sawah disebut sebagai apa?"

Jawab Turis pada Kiai adalah “Rice!"

Nah Kiai pun mulai menjelaskan bahwa “Orang di sini menyebutnya Pari atau Pantun (Padi). Padi itu kalau dipanen namanya Gabah, sedangkan Inggris menyebutnya Rice. Gabah itu kalau diambil satu biji, namanya Las, tapi orang Inggris tetap menyebutnya Rice.

Gabah kalau sudah terkelupas kulitnya, dinamakan Wos/Beras, orang Inggris tetap menyebut Rice. Beras padi kalau patah 2 atau 3, namanya Menir, orang Inggris tetap menyebutnya Rice. Beras kalau sudah dimasak namanya Sego atau Sekul (Nasi), orang Inggris masih saja menyebutnya Rice. Nasi kalau cuma 1 butir, namanya UPO, lagi-lagi orang Inggris menyebutnya RICE. NASI yang dimasak sedikit lebih lama, bagian bawahnya dinamakan Iintip atau Kerak, Inggris masih menyebut Rice.

Nasi yang sudah kering namanya Karak, Inggris tetap menyebutnya Rice. Dari 1 kosakata saja, penafsiran namanya bisa bermacam-macam, sedangkan bahasa Inggris tidak bisa menafsirkan tersebut. Apa bahasa Jawa ini tidak lebih tinggi dan sangat-sangat kompleks dibandingkan bahasa Inggris yang sederhana tersebut?

Turis tersebut pun tercengang dan mengakui kehebatan bahasa Jawa.😁

21/07/2022

TRANSFER PAHALA

Diriwayatkan :
Seorang lelaki penduduk Samarkand menderita sakit. Ia pun bernadzar: Jika Allah menyembuhkannya, maka ia akan menyedekahkan seluruh (pahala) amalnya / hasil kerjanya di hari Jum’at untuk orang tuanya. Dan iapun (sembuh serta) dikaruniai usia panjang setelah itu dan melaksanakannya.

Suatu hari, ia keluar dan berkeliling (kota) sepanjang hari, namun ia tak mendapatkan hasil apapun untuk ia sedekahkan. Maka lelaki itu kemudian sowan ke sebagian ulama untuk meminta fatwa. Ulama tersebut berkata padanya:

“Keluarlah, carilah kulit semangka. Cuci, lalu bawalah kulit-kulit itu ke jalan-jalan yang biasa dilalui orang kampung dan lemparkanlah di antara keledai mereka. Haturkanlah pahala perbuatanmu itu untuk kedua orang tuamu, dengan demikian engkau berarti telah menunaikan nadzarmu.”

Si lelaki pun menjalankan fatwa tersebut. Dan pada malam Sabtu-nya, ia bermimpi bertemu dengan kedua orangtuanya. Mereka berdua memeluknya seraya berkata:

“Wahai anakku, Engkau telah melakukan berbagai macam kebaikan untuk kita, sampai-sampai engkau menjamu kami dengan buah semangka, dan kami memang sangat menginginkan. Allah telah meridhaimu…"

(Dikisahkan juga, suatu ketika) Raja Khurasan bermimpi bertemu dengan Ayahandanya (yang telah wafat). Ia pun menyapa sang ayah: “Wahai Raja…”

“Jangan memanggilku dengan ‘Wahai Raja’,” sang Ayah memotong. “Karena kekuasaan(ku) telah sirna. Ucapkan saja ‘Wahai Tawanan’…”.

Sang ayah melanjutkan: “Wahai Anakku, jika engkau mengkonsumsi sekerat daging, biarkanlah aku ikut merasakannya, dengan cara lemparkanlah (sebagian) daging itu ke hadapan kucing dan anjing, serta sedekahkanlah pahalanya untukku, karena aku sangat menginginknnya.”

Oleh sebab inilah, ada pendapat yang menyatakan bahwa setiap Jum’at, arwah (orang-orang yang telah wafat) berkumpul di tempat peristirahatan masing-masing, menunggu doa dan sedekah dari mereka yang masih hidup.

Wallâhu A’lam bish_Shawâb

______________________

**Disadur dari “An-Nawâdir” karya al-Imam Ahmad Syihâbu-d Din bin Salâmah al-Qalyûbiy, Hikayah Ke-36: “Keutamaan Bersedekah Pada Hari Jum’at dan Bersedekah Untuk Yang Wafat”, hlm. 39-40).




14/07/2022

Malam jum'at, jangan lupa marhaban. 😊

08/07/2022

Mengawali pagi dengan ngaji. ☺

27/06/2022

Cara Menghapus Keburukan Dengan Kebaikan

قال سلمان الفارسي:
*"إذا أسأت سـيئة في سريرة فأحسن حسنة في سريرة وإذا أسأت سيئة في علانية فأحسن حسنة في علانية لكي تكون هذه بهذه."*

Salman Al Farisi berkata, "Apabila kamu melakukan keburukan dengan sembunyi-sembunyi maka berbuat baiklah dengan sembunyi-sembunyi, dan apabila kamu berbuat keburukan dengan terang-terangan maka berbuat baiklah dengan terang-terangan agar keburukan itu terhapus oleh kebaikan."
***
( Shifatushafwa Juz 1 halaman 548)

26/06/2022

Pernah Putus Sekolah?
Pengen sekolah sekalian ngaji?
Daftar yuk...

Pendaftaran Sekolah Kesetaraan Resmi Paket A, Paket B & Paket C Pondok Pesantren Tarbiyatul Mubtadiin telah dibuka.

IJAZAH RESMI NEGARA
Ijazah paket C bersifat resmi dan bisa digunakan untuk melanjutkan kuliah atau kerja

WAKTU BELAJAR FLEXIBLE
Sangat Cocok bagi yang sudah bekerja.

BIAYA RINGAN & BISA DICICIL
Biaya yang kami tawarkan sangat terjangkau dan tentunya bisa dicicil

USIA TIDAK DIBATASI
Kami menerima pendaftaran siswa/i dengan berbagai jenjang usia

PROFESSIONAL TUTOR
Pengajar yang berpengalaman dan professional

Apa Sih Manfaat Ikut Ujian Kesetaraan?
Ujian Kesetaraan adalah solusi bagi kita yang sudah berusia di atas usia sekolah namun ingin memiliki pengetahuan, kemampuan dan ijazah setara dengan SD, SMP atau SMA.

Peserta kejar Paket A dapat mengikuti Ujian Kesetaraan SD, peserta Kejar Paket B dapat mengikuti Ujian Kesetaraan tingkat SLTP dan peserta Kejar Paket C dapat mengikuti Ujian Kesetaraan SMU/SMK/MA.

Setiap peserta yang lulus berhak memiliki sertifikat (ijazah) yang setara dengan pendidikan formalnya.

Info pendaftaran hubungi nomor
085229350981 / 085290599229

25/06/2022

Jangan Sombong Dan Putus Asa

ربما فتح لك باب الطاعة وما فتح لك باب القبول وربما قضى عليك بالذنب فكان سبباً في الوصول

"Terkadang Dia membukakan untukmu pintu taat, tapi Dia tidak membukakanmu pintu penerimaan, dan terkadang Dia menetapkan dosa atasmu, kemudian hal itu menjadi sebab sampainya dirimu kepada-Nya" (Al Hikam)

Dari maqolah diatas kita bisa memahami bahwa yang sudah taat tidak boleh sombong karena ketaatan belum bermakna tanpa penerimaanNya. Ketaatan adalah kewajiban hamba, sedangkan diterima atau tidaknya amal kita adalah hak prerogratif Allah. Pada saat yang sama, yang bergumul dengan dosa, jangan pernah putus asa, karena setiap tetes air mata penyesalan adalah cara Allah memanggil kita kembali ke jalanNya. Boleh jadi perbuatan dosa yang kita pernah kita lakukan adalah jalan bagi kita menemukan kembali kasih sayang dan ampunanNya.

Itulah sebabnya Ibn Athailah melanjutkan dengan bait berikutnya:

فمعصية أورثت ذلا و افتقارا خير من طاعة أورثت عزا واستكبارا

"Kemaksiatan yang melahirkan sikap hina di hadapan Allah itu lebih baik ketimbang ketaatan kepada Allah yang melahirkan sikap merasa mulia dan sombong.”

Selalu ada cara bagi Allah membuat hati ini meleleh karena terus menerus kita berharap terbukanya pintu penerimaan sekaligus pintu pertobatan.

Wallahu'alam...

24/06/2022

KUCING, SURGA dan RAHMAT

Imam Asy-Syibli memiliki nama Syeikh Abu Bakr Ibn Dulaf Jahdar. Beliau dikenal sebagai ulama besar, yang menghabiskan banyak waktunya untuk menimba ilmu dan berguru kepada banyak ulama di zamannya.

Di dalam kitab syarah Nashoihul ‘Ibad karya Syeikh Imam Nawawi Al Jawi Al Bantani dikisahkan, setelah sekian waktu lamanya Imam Asy-Syibli wafat, ada seorang temannya yang memimpikannya. Dalam mimpinya itu terlihat Imam Asy-Syibli mendapatkan nikmat kubur.

“Wahai Imam Asy-Syibli, apa yang diperbuat Allah kepadamu?”, Tanya temannya itu.

“Allah telah menempatkanku di tempat yang mulia,” jawab Imam Asy-Syibli.

“Tolong beritahu aku amal apa yang engkau perbuat sehingga mendapatkan kemuliaan itu?” pinta temannya.

Imam Asy-Syibli pun bercerita bahwa dirinya pernah ditanya Allah SWT tentang amal yang membuat ampunan datang kepadanya. Imam Asy-Syibli menjawab kalau dirinya telah melakukan amal baik dan ikhlas dalam beribadah. Akan tetapi, jawaban itu disangkal oleh Allah SWT. Imam Asy-Syibli pun langsung menjawab amal lainnya.

“Mungkin karena ibadah hajiku, puasaku, dan sholatku,” kata Imam Asy-Syibli.

Namun lagi-lagi pernyataan itu ditolak Allah SWT.

Imam Asy-Syibli lantas mencoba mengingat-ingat amal baiknya lagi semasa hidupnya.

“Atau mungkin karena kelanggenganku mencari ilmu”, tebaknya.

Pernyataan itu kembali disangkal Allah SWT hingga akhirnya Imam Asy-Syibli menyerah. Ia kemudian berkata,

“Ya Rabbi, semua itu adalah amalanku yang karenanya aku harap Engkau mau memaafkanku.”

Kemudian Allah SWT berfirman, “Semua itu tidaklah membuat-Ku mau mengampunimu.”

Imam Asy-Syibli kantas bertanya, “Lalu, karena apa Engkau berkenan mengampuniku?

Allah SWT berfirman, “Ingatkan Engkau, ketika engkau berjalan di pinggiran kota Baghdad, engkau menemukan seekor anak kucing yg kedinginan dan merapatkan tubuhnya ke sebuah tembok. Kemudian karena merasa kasihan engkau mengambil anak kucing itu dan memasukkannya ke dalam saku jubahmu agar ia terjaga dari kedinginan?”

“Benar ya Allah, “jawab Asy-Syibli.

Allah berfirman, “Karena rasa kasih dan cintamu pada anak kucing itulah Aku berkenan mengampunimu.”

Imam Asy-Syibli bersyukur telah mendapatkan ampunan Allah SWT. Ia sendiri tidak menyangka jika amal menolong anak kucing itulah yang mengantarkannya mendapatkan kemuliaan dari Allah SWT.
----------------------------------------------

Kebaikan sekecil apapun bila dilakukan dengan rasa tulus ikhlas karena Allah SWT, bisa bernilai pahala dan kemulyaan yg luar biasa besarnya disisi-Nya.

Setiap kita tidak tahu mana dari sekian banyak ibadah-ibadah yg kita kerjakan diterima Allah SWT, untuk itu jangan meremehkan kebaikan-kebaikan sekecil apapun, siapa tahu justru keikhlasan kita muncul ketika melakukan kebaikan-kebaikan yg kita anggap kecil dan remeh (misalnga membuang batu/duri di jalan biar tdk mencelakakan orang atau memberi minum segelas air ketika melihat orang yg kehausan).

Dan dengan keikhlasan itu menjadi penyebab diterimanya amal, ampunan dan ridlo Allah SWT.
----------------------------------------------
Wallahu A'lamu Bishshowab
Walhamdulillahirobbil 'Alami

15/06/2022

KESIBUKAN SANTRI

NDALEM; sibuk melayani keperluan rumah tangga kiai, entah masak, bersih-bersih, nyopir, laden, nyawah, atau lainnya. Santri ndalem ini bisa dibilang menduduki 'strata kesantrian tertinggi' di pondok.

NGANTOR; menjadi pengurus manajemen pesantren. Ngurusi penerimaan santri baru, surat menyurat, event-event tertentu, narik syahriyah, nyusun jadwal ustadz, menindak pelanggaran, dan seterusnya.

MANGGUNG; kerap tampil dalam acara-acara pondok. Entah lomba, jadi vokalis, penabuh terbang, simakan, dan sebagainya. Jenis ini biasanya terkenal di seantero komplek, banyak fansnya. Biasanya pulang ke pondok bawa berkat atau amplop.

NDAMPAR; fokus ngaji atau 'madep dampar'. Kegiatannya didominasi mutolaah, nderes, bahtsu, menulis, mengajar.

WIRIDAN; malamnya melekan, solat sunah, merapal wirid, ziaroh. Siangnya puasa senen kemis, ndawud, ngrowot, ndalail, dan semisalnya.

Tiap kesibukan di atas menjadi proses belajar bagi masing-masing santri, sesuai 'passion'-nya. Dan setiap kesibukan itu punya 'celah barokahnya' masing-masing. Seorang santri bisa jadi mendobel kesibukan.

Nah, selain lima jenis itu adalah santri sok sibuk. Santri yang kegiatannya tura-turu, ngangkring, ngeluyur, dan ribuan ke-sok-sibukan lainnya. Sing model ngene iki wes mugo-mugo kecipratan barokah ngono wae. Hehehe

Btw kamu termasuk kataogri santri yang mana gaes???

Want your school to be the top-listed School/college in Tegal?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Website

Address


Asem, Gantungan, Jatinegara
Tegal
52473