06/12/2019
Mengenal Habib Tholib bin Muhsin Alatas, Bumijawa Tegal
Habib Tholib bin Muhsin Alatas dikenal sebagai tokoh dengan keramat yang tersembunyi dan baru diketahui setelah wafatnya. Banyak cerita karomah tentang dirinya, tetapi anak-anaknya yang kini meneruskan dakwahnya tidak mau banyak bercerita. “Biar masyarakat saja yang menilai”, begitulah Habib Ahmad bin Tholib, anak sulung Habib Tholib bertutur.
Menurut Habib Luthfi bin Yahya Pekalongan, “Keramat Habib Tholib yang kasat mata adalah yang ada pada acara haulnya. Mengapa ribuan orang datang kemari untuk mendoakannya?”
Habib Luthfi mengatakan, tidak gampang mengadakan acara haul yang dihadiri ribuan orang dari berbagai kota di Jawa. Ribuan orang dari Jawa Barat, khususnya Bandung, serta dari Semarang hingga Brebes, datang untuk berdoa dalam acara haul. Mereka datang sendiri dengan biaya tidak sedikit, dan mengalami berbagai rintangan maupun halangan, seperti hawa gunung yang dingin, serta tanah yang menanjak, sehingga membuat payah badan.
“Dahulu kita mengundang 50 orang untuk tahlilan (sewaktu beliau wafat-red), yang datang hanya 40 orang saja. Lalu mengapa orang yang sudah meninggal ini dapat memanggil ribuan jama’ah ini dari mana-mana, bahkan menyediakan peluang rizqi bagi para pedagang kecil yang berjualan di sekitar tempat ini?” kata Habib Luthfi menjelaskan kepada orang-orang yang tidak percaya kepada keramat Habib Tholib.
Lalu siapakan Habib Tholib Alatas ini?
Menurut manaqib Habib Tholib Alatas yang disebutkan oleh anak-anaknya, ia lahir di Tegal pada tahun 1929. Tanggal dan bulannya tidak terlacak, karena tidak ada catatan yang terang tentang tanggal kelahirannya. Sejak kecil ia dididik oleh ayahnya, Habib Muhsin Alatas, dalam bidang keagamaan. Selanjutnya ia belajar agama kepada beberapa kiai, seperti Kiai Akyas Cirebon dan Kiai Said Giren. Kemudian di rumah ia melanjutkan belajar kepada ayahnya, khususnya beberapa amalan habaib.