18/03/2026
30 Kisah Mempesona di Bulan Ramadhan by Syameela Series, Ustadz Oemar Mita
Episode 29 - Rahmat Allah Itu Nyata
Kisah Laki-Laki Bani Israil
Rasulullah menceritakan ada seorang laki-laki dari Bani Israil yang beribadah kepada Allah selama 500 tahun sendirian di pulau tengah lautan. Di atas puncak gunung itu ada sumber mata air yang airnya tak terlalu banyak, tapi cukup membasahi permukaan puncak gunung dan menyegarkan ketika diminum. Tak jauh dari tempat itu ada satu pohon delima yang setiap harinya hanya menghasilkan satu buah, sehingga cukup dimakan untuk mengganjal perut selama satu hari.
Siapapun yang memenuhi ruang hatinya dengan prinsip semacam ini, maka dialah adalah orang yang berbahagia, karena akan mendapatkan rahmat dari Allah pada kehidupannya di dunia. Rahmat Allah itu tidak ditunggu, tetapi harus dijemput. Dimulai dari sikap yakin bahwa kita akan menjadi hamba yang dirahmati oleh Allah.
Yang dilakukan laki-laki itu adalah shalat, beribadah kepada Allah, dan tidak pernah berhenti meminta untuk dimatikan dalam kondisi bersujud. Dia juga berdoa supaya tanah tidak mencabik-cabik dirinya, agar ketika dia dibangkitkan masih dalam kondisi bersujud.
Maka ketika dia diwafatkan oleh Allah dalam kondisi bersujud, Allah jadikan tanah dan cacingnya tidak mampu untuk memakan jasadnya, karena Allah telah memenuhi apa yang dia minta.
Rasulullah mengatakan bahwa ketika dibangkitkan dari kuburnya, laki-laki itu disidang oleh Allah di pengadilan-Nya, lalu diputuskan bahwa kebaikannya selama ini lebih berat daripada keburukannya dan dia layak mendapatkan rahmatnya Allah.
Pada saat itulah Allah berfirman, โMasuklah kamu ke Surga dengan rahmat-Ku.โ Dia berkata, โAku masuk Surga karena ibadahku selama 500 tahun ya Rabb.โ berulang-ulang sampai tiga kali. Akhirnya Allah memanggil para Malaikat untuk menghitung amalannya.
Para Malaikat berkata, โIbadahnya selama 500 tahun tidak sebanding dengan kenikmatan sebelah matanya.โ Lalu Allah berfirman, โSeret dan buang dia ke dalam Neraka.โ Maka pada saat itulah dia meminta ampunan kepada Allah, dia baru menyadari bahwa masuknya dia ke dalam Surga itu karena rahmat Allah.
Sebelum dimasukkan ke Surga, Allah berdialog dengannya tentang semua nikmat kehidupan yang telah Allah berikan kepada laki-laki itu. Dia pun sadar dan mengakui bahwa semua yang terjadi dari adanya dia di dunia sampai dia meninggal dunia dalam kondisi bersujud adalah karena pertolongan dan rahmat dari Allah.
Akhirnya laki-laki itu dimasukkan oleh Allah ke dalam Surga setelah menyadari nikmat Allah itu jauh lebih besar dengan rahmat dibandingkan apa yang telah kita lakukan di dalam kehidupan. Karena Surga itu dibuat dengan harga yang tak ternilai, kalaupun kita beramal mungkin tidak akan pernah bisa membeli Surga.
Kisah Seorang Penebang Pohon
Rasulullah mengisahkan ada seorang penduduk Surga yang sangat gembira karena dia mendapati dirinya berada di dalam Surga. Padahal yang dia ingat dari amalnya hanyalah menebang pohon yang batangnya menghalangi jalan, lalu dia seret ke tepi supaya tidak mengganggu orang yang lalu lalang.
Akhirnya Allah memberikan kepadanya Surga karena hanya memori itulah yang ada di dalam ingatannya. Lantas kalau bukan karena rahmat, apa yang bisa menjadikan seorang penebang pohon ini bisa mendapatkan Surga? Orang ini bisa mendapatkan Surga dari Allah dan selamat dari Neraka itu karena rahmatnya Allah.
Kisah Narapidana Neraka
Ada hamba yang ketika disidang oleh Allah, dia termasuk narapidana Neraka. Seketika rasa cemas dan takut menyergap hatinya, lalu dia berkata, โBukan ini yang aku prasangkakan kepada Engkau Ya Allah.โ Allah bertanya, โLalu apa yang kamu prasangkakan kepada diri-Ku?โ dia berkata, โYang aku sangka adalah Engkau mengampuni dan merahmati aku.โ Akhirnya Allah menahan orang itu dari Neraka dan berkata, โSaya ampuni dosamu dan Saya rahmati kamu.โ