Kobong Santri

Kobong Santri hargai diri sendiri dengan menghargai orang lain! positif sharing
(1)

Neda du'a ka sadaya para wargi, nyuhunkeun barokah Al-Fatihah & Sholawat Syifa,Kangge Al-Mukarrom Guru urang sadaya.Mugi...
23/09/2022

Neda du'a ka sadaya para wargi, nyuhunkeun barokah Al-Fatihah & Sholawat Syifa,
Kangge Al-Mukarrom Guru urang sadaya.

Mugia saenggalna dipaparin kasehatan, didamangkeun deui🤲

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِها وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم الفاتحة......

KH. Abdul Fatah
Dewan Kyai Pondok Pesantren
Miftahul Huda Pusat, Manonjaya.

Assalamualaikum,Semoga sahabat semua selalu dalam lindungan Alloh SWT.Kabar gembira untuk para pemburu kebaikan ☺️,Pengu...
11/09/2022

Assalamualaikum,
Semoga sahabat semua selalu dalam lindungan Alloh SWT.

Kabar gembira untuk para pemburu kebaikan ☺️,
Pengurus Yayasan Pesantren Miftahul Huda 960, yang beralamat di Dsn. Cibeureum RT 27/07 Desa Cibadak, Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis.
Tengah menghadapi proses pembebasan lahan Pesantren yang tepat bersanding dengan wakaf Pesantren saat ini,
-+ 105 M³, dengan harga Rp. 665.000,- /M³

Dengan segala keterbatasan dan kerendahan hati, kami mencoba mengetuk pintu hati saudara sekalian, sekiranya bersedia menitipkan sebagian harta untuk berwakaf di Yayasan Pesantren Miftahul Huda 960.

Kami haturkan beribu banyak terima kasih kepada sahabat semua, semoga Alloh SWT. limpahkan segala kebaikan kepada sahabat semua. 🙏❤️

BANK BRI
Atas Nama;
ACIM
Nomer Rekening;
400701014688533

Jazakumullohu Ahsanal Jaza,
Assalamualaikum.

SETIAP MALAM JUMAT & MALAM² TERNTENTU ARWAH AHLI KUBUR PULANG KERUMAHNYASering sekali ditanyakan, benarkah arwah ahli ku...
10/09/2022

SETIAP MALAM JUMAT & MALAM² TERNTENTU ARWAH AHLI KUBUR PULANG KERUMAHNYA

Sering sekali ditanyakan, benarkah arwah ahli kubur setiap malam jumat p**ang ke rumahnya.
Silahkan disimak keterangan dibawah ini:

عن ابن عباس رضي الله عنهما اذا كان يوم العيد ويوم العشر ويوم ويوم الجمعة الأولى من شهر رجب وليلة النصف من شعبان وليلة الجمعة يخرج الأموات من قبورهم ويقفون على أبواب بيوتهم ويقولون ترحموا علينا فى هذه الليلة بصدقة ولو بلقمة من خبز فإنامحتاجون إليها فإن لم يجدوا شيأ يرجعون بالحسرة
Dari ibnu Abbas Ra: Jika tiba hari raya idul fitri, hari asyura, malam jumat pertama di bulan rajab, malam nishfu syaban, dan setiap malam jumat. Maka orang² yg telah meninggal ruh keluar dari kuburnya. Mereka mendatangi rumahnya dan berdiri di depan pintu rumahnya seraya berkata: Belas kasihanilah kami di malam ini dengan memberikan sedekah walaupun dengan sepotong roti, sungguh kami sangat membutuhkan itu. Ketika mereka tidak mendapatkan itu, maka mereka kembali ke kuburnya dengan penuh kesedihan.

Nb: Banyak cara untuk membahagiakan ahli kubur, diantaranya dgn mendokan, bersedekah untuknya, membacakan Al Quran ataupun dzikir² yg pahalanya di hadiahkan untuk ahli kubur tsb.
Keterangan dalam kitab² yg lain bisa di lihat pada kolom komentar.

Sumber: Kitab Duraru Al-Hasanah, Hamisy kitab Daqaiqu al-Akbar. Hal 14.

Cik keneh mukaan Mukhtar,Aya hadits anu nyieun kuring seuri koneng,"Dimana-mana salahsahiji ti aranjeun nempo awewe anu ...
24/08/2022

Cik keneh mukaan Mukhtar,
Aya hadits anu nyieun kuring seuri koneng,

"Dimana-mana salahsahiji ti aranjeun nempo awewe anu geulis bari nyieun pohara (komo tuluy kabayang jeung jeroanana mah 😬),
Gancang balik ka ahli anjeun (pamajikan),
Da liang cengcelengan mah kitu-kitu keneh".
(Moal aya anu nyangigir ieuh 😬)

Paingan atuh di wanti-wanti ku Kanjeng Rosuululloh SAW.

Da JIGANA sawareh lalaki lamun keur indit-inditan,
"Nempo budak anu lucu dijalan, sok inget ka budak anu diimah,
Lamun nempo awewe anu geulis dijalan, tara inget ka awewe anu diimah".
😬😬😬

AYA ANU KITU??

قال رسول الله صل الله عليه وسلم:اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُ...
20/08/2022

قال رسول الله صل الله عليه وسلم:

اُنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلاَ تَنْظُرُوْا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوْا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ.

Ada kalanya, ditengah ketentraman dan kecukupan, kita merasa jadi tidak baik-baik saja karena sering melihat mereka yang jauh diatas kita!
Alihkan sudut pandangnya,
"Jangan hanya mendongak ke langit,
Coba runduk ke bumi!"

Karena jika tidak segera dirubah, semuanya hanya akan berujung makian, mengumpat dan menggerutu!

SIAPA YANG KALIAN MAKI?
SIAPA YANG KALIAN UMPAT?

Semoga bukan Tuhan yang kalian maki!
Semoga bukan Tuhan yang kalian umpat!

Jangan terjebak dalam kufur ni'mat ❤️

Sering khawatirkan mengenai rizqi?Bukankah Alloh telah menjaminnya untuk seluruh makhluq?Khawatirkanlah amal sholehmu!Ka...
15/08/2022

Sering khawatirkan mengenai rizqi?
Bukankah Alloh telah menjaminnya untuk seluruh makhluq?

Khawatirkanlah amal sholehmu!
Karena Alloh tidak menjanjikan Syurga untuk seluruh makhluq!

VIRAL!AKHIRNYA, JALAN TERAKHIR DITEMPUH,MIFTAHUL HUDA DAN PARA KYAI DILAPORKAN!MIFTAHUL HUDA ITU TELAH MEMAKSA ANAKKU, L...
13/08/2022

VIRAL!
AKHIRNYA, JALAN TERAKHIR DITEMPUH,
MIFTAHUL HUDA DAN PARA KYAI DILAPORKAN!

MIFTAHUL HUDA ITU TELAH MEMAKSA ANAKKU, LALU KULAPORKAN!

Sejak Ibtida, anak-anakku diberi peraturan yang membuatnya sering terjebak dalam keterpaksaan. Anakku terpaksa membawa wadah dan mencucinya sendiri setiap kali habis makan siang, menata lemari dengan serapi-rapinya dan harus berdoa setiap kali melakukan sesuatu. Disuruh antrian, disuruh jabat tangan dengan guru. Bahkan guru-guru itu tega mengajak anakku berlapar-lapar puasa dan berlelah-lelah salat. Haknya untuk terus bermain dikekang!
Gara-gara itu, anakku jadi punya adab dan mandiri. Punya empati dan tumbuh rasa peduli.
Di Miftahul Huda, anak-anakku dilarang terlambat sehingga terpaksa bangun segelap mungkin sebelum fajar, dan ditengah keheningannya diharuskan mempelajari ilmu ini itu, lalu harus beli kitab-kitab. Bukan cuma bikin mumet pikiran, tapi juga menguras isi dompet. Tak sampai disitu, ternyata anak-anakku dibebani dengan agenda shorogan dan mudzakarah. Guru juga mengarahkan anak-anakku ikut lomba MQK dan MTQ, nambah jadwal dan menguras waktu.
Akibatnya, anakku jadi kreatif, penuh bakat, percaya diri dan banyak prestasi.
Belum selesai di situ. Setelah Ibtida, anakku meningkat ke tingkat Tsanawy dan Ma'hadul Aly, sambil mengkaji kitab, anak-anakku juga mendapat tekanan lebih berat lagi. Anakku dilibatkan pada organisasi dan administrasi yang membuatnya kerepotan dan lelah, ditatar kepimpinan yang sangat keras. Belum juga subuh dipaksa bangun dan cepat-cepat bebersih lalu ke masjid. Ditagih-tagih hapalan, dihukum kalau lalai. Dipaksa berbahasa baik dan sopan, yang membuat keluarga kami jadi malu berdialog dengannya. Dikurung di kompleks pondok tak boleh keluar sama sekali. Bahkan berbulan-bulan dilarang ketemu orang tua!
Dampaknya, anakku jadi makin tangguh dan otaknya padat berisi. Makin kenal Rabb-nya dan pandai berbakti.
Begitulah anak-anakku diperlakukan oleh Pesantrennya.
Karena tidak ada jalan yang bisa kami tempuh untuk membalas segala kebaikan Guru-gurunya, akhirnya kulaporkan Guru-gurunya kepada Alloh SWT.
Semoga, Alloh SWT menjaga Miftahul Huda hingga Jaya Sepanjang Masa, diganjar pahala dan keberkahan berlipat. Tetaplah paksa anakku ke jalan surga, dan dibebaskan menuju jalan neraka.
Terima kasih Guru-guru anakku. Aku akan selalu memercayaimu.
Man ana laulakum❤️

يزيد

RIYADLOH KEMIS 220810*JADIKANLAH NAFSU SEBAGAI PENDORONG AMAL*(KH. Abdul Aziz Aff.)Alloh berfirman:وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْ...
11/08/2022

RIYADLOH KEMIS 220810

*JADIKANLAH NAFSU SEBAGAI PENDORONG AMAL*
(KH. Abdul Aziz Aff.)

Alloh berfirman:
وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِالسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ ﴿يوسف:٥٣﴾
Siti Zulaikho istri Al-Aziz melanjutkan pembicaraannya dengan mengatakan; "Aku tidak merasa bahwa diriku bersih dari keinginan untuk berbuat buruk. Dan dengan pernyataan itu aku tidak bermaksud menyucikan diriku sendiri. Karena watak nafsu manusia ialah gemar menyuruh berbuat buruk. Karena nafsu manusia selalu cenderung untuk mengikuti apa yang disukainya dan sulit dicegah. Kecuali nafsu-nafsu yang dirahmati oleh Alloh, sehingga terlindung dari kebiasaan menyuruh berbuat buruk. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang bagi hamba-hamba-Nya yang bertobat."
(QS.Yusuf: 53)

Disini perlu *Nafsu* agar dapat mendorong menambah perbekalan jalan ke sorga dengan cara amal ibadah.
Nafsu amarah yg mengajak kesesatan, mengajak kedoliman diri, harus dikendalikan supaya menjadi energi positif untuk semangat ibadah.
Nafsu yang dikendalikan syetan bisa ditahan dengan mujahadah, mamaksakan diri untuk bersujud, untuk sholat wajib beserta rowatibnya, ditambah witir dan tahajud, nanti nafsu akan berubah menjadi nafsu lawwamah, menyesali dengan tidak menyia-nyiakan waktu untuk mendulang amal, menjadi nafsu mutmainnah agar istiqomah dalam ibadah.
In sya Alloh Nur ilahiyah, atau Warid, pertolongan dari Alloh akan datang.
Kuncinya adalah keberanian untuk meninggalkan kebiasaan buruk, kebiasaan melamun atau mengobrol yang tidak berkualitas.
Ada keberanian untuk selalu berada di mesjid, berada di madrasah, di majlis dzikir, di majlis ta'lim. In sya Alloh, jemputan Alloh berupa khususiat akan dirasakan menjadi perhiasan kehidupan diri.

Untuk mengendalikan Nafsu, usahakan;
Perbanyak doa,
Perbanyak istighfar,
Menjaga pandangan,
Perbanyak baca Alquran,
Berkumpul dengan orang sholeh,
Mencintai Alloh dan Rosul dengan tulus,
Menghindari pemicu naiknya nafsu syahwat.

Yang tidak bisa mengendalikan Nafsu akan dibiarkan oleh Alloh dalam kesesatan.
QS.Al-Furqon ayat 43 :
اَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُۗ اَفَاَنْتَ تَكُوْنُ عَلَيْهِ وَكِيْلًا ۙ
“Sudahkah engkau (Muhammad) melihat orang yang menjadikan keinginannya sebagai tuhannya. Apakah engkau akan menjadi pelindungnya?”

QS. Al-Jatsiyah ayat 23 :
اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ.

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Alloh membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Alloh telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Alloh membiarkannya sesat?, Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”

(Ditulis oleh H.Asep M Tohir)

7 AgustusTepat ditanggal ini 55 tahun lalu,Atas izin Alloh, berdiri satu "Pabrik Pencetak 'Ulama", Miftahul Huda!MILADUS...
07/08/2022

7 Agustus

Tepat ditanggal ini 55 tahun lalu,
Atas izin Alloh, berdiri satu "Pabrik Pencetak 'Ulama", Miftahul Huda!

MILADUSSA'IID MIFTAHUL HUDA 55th,
Tetaplah menjadi oase kami,
Tetaplah menjadi kebanggan kami,
Tetaplah menjadi tempat menanam benih 'Ulama yang subur!

7 Agustus 1967
7 Agustus 2022

Maazaalat Miftahul Huda!
MIFTAHUL HUDA,
KAU JAYA SEPANJANG MASA!

*
Kirim potret kenanganmu di Ma'had tercinta kita, dikolom komentar!😉

Hukum Ilzaq - Menempelkan Jari Kaki Saat Sholat BerjamaahHukum Ilzaq - Menempelkan Jari Kaki, Mata Kaki, Telapak Kaki, S...
21/07/2022

Hukum Ilzaq - Menempelkan Jari Kaki Saat Sholat Berjamaah

Hukum Ilzaq - Menempelkan Jari Kaki, Mata Kaki, Telapak Kaki, Saat Sholat Berjamaah.

Merapatkan, meluruskan, dan merapikan barisan (shaf) dalam shalat berjamaah diperintahkan Rasulullah Saw.

Namun, apakah harus dengan menempelkan mata kaki atau jari kaki dengan orang lain yang ada di sisi kiri dan kanan?

Menempelkan mata kaki atau jari kaki disebut ilzaq.

Ilzaq adalah anjuran untuk merapatkan barisan, dan bukan benar-benar saling menempelkan bahu dengan bahu, dengkul dengan dengkul , dan mata kaki dengan mata kaki.

• Apakah menempelkan kaki dengan kaki temannya dilakukan oleh Nabi Muhammad ?
• Apakah hal tersebut diperintahkan oleh Nabi Muhammad ?
• Apakah hal tersebut dipraktekkan oleh Sahabat Utama ?

Jawabannya: Tidak.

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ خَالِدٍ قَالَ: حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ فَإِنِّي أَرَاكُمْ مِنْ وَرَاءِ ظَهْرِي وَكَانَ أَحَدُنَا يُلْزِقُ مَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِ صَاحِبِهِ وَقَدَمَهُ بِقَدَمِهِ»

Mengabarkan kepada kami 'Amr bin Kholid berkata, mengabarkan kepada kami Zuhair dari Humaid dari Anas bin Malik dari Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam: ”Tegakkanlah shaf kalian, karena saya melihat kalian dari belakang pundakku.” ada salah seorang di antara kami orang yang menempelkan bahunya dengan bahu temannya dan telapak kaki dengan telapak kakinya. (HR. Bukhari).

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ, حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا, عَنْ أَبِي الْقَاسِمِ الْجَدَلِيِّ, قَالَ أَبِي: وحَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ, أَخْبَرَنَا زَكَرِيَّا, عَنْ حُسَيْنِ بْنِ الْحَارِثِ أَبِي الْقَاسِمِ, أَنَّهُ سَمِعَ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ, قَالَ: أَقْبَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِوَجْهِهِ عَلَى النَّاسِ, فَقَالَ: ” أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ, ثَلَاثًا وَاللهِ لَتُقِيمُنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ ” قَالَ: ” فَرَأَيْتُ الرَّجُلَ يُلْزِقُ كَعْبَهُ بِكَعْبِ صَاحِبِهِ, وَرُكْبَتَهُ بِرُكْبَتِهِ وَمَنْكِبَهُ بِمَنْكِبِهِ

An-Nu’man bin Basyir berkata : Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam menghadap kepada manusia, lalu berkata : "Tegakkanlah shaf kalian!", tiga kali. Demi Allah, tegakkanlah shaf kalian, atau Allah akan membuat perselisihan diantara hati kalian. Lalu an-Nu’man bin Basyir berkata: Saya melihat seorang laki-laki menempelkan mata kakinya dengan mata kaki temannya, lutut dengan lutut dan bahu dengan bahu. (HR. Bukhori).

Bagaimana sih perintah Nabi Muhammad Saw ketika itu ? Beliau bersabda :
أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ

"Tegakkanlah shof / barisan kalian!"

Jadi, beliau tidak memerintahkan untuk menempelkan kaki, tapi beliau memerintahkan untuk menegakkan shof dalam artian merapikan, meluruskan, dan merapatkan shof.

Bukan memerintahkan untuk menempelkan kaki dengan kaki temannya.

Lalu, siapa yang menempelkan kaki ketika itu ? Berapa jumlahnya ?

Baca lagi hadits di atas.

Anas bin Malik mengatakan [وَكَانَ أَحَدُنَا] = salah satu diantara kami.

Nu'man bin Basyir``` mengatakan : [رَأَيْتُ الرَّجُلَ] = Saya melihat seorang laki-laki dari kami.

Jadi, dari sekian banyak sahabat yang ikut sholat berjamaah bersama dengan Nabi Saw, semua sholatnya wajar.

Ada orang yang menempelkan kaki dengan kaki temannya dan jumlahnya hanya satu orang.

Perbuatan satu orang sahabat, apalagi tidak ada yang mengenalnya, tidak bisa dijadikan hujjah (dalil).

Al-Amidi (w. 631 H), salah seorang pakar Ushul Fiqih menyebutkan:

ويدل على مذهب الأكثرين أن الظاهر من الصحابي أنه إنما أورد ذلك في معرض الاحتجاج وإنما يكون ذلك حجة إن لو كان ما نقله مستندا إلى فعل الجميع لأن فعل البعض لا يكون حجة على البعض الآخر ولا على غيرهم

Menurut madzhab kebanyakan ulama’, perbuatan sahabat dapat menjadi hujjah jika didasarkan pada perbuatan semua sahabat. Karena perbuatan sebagian tidak menjadi hujjah bagi sebagian yang lain, ataupun bagi orang lain. (Lihat : Al-Amidi; w. 631 H, Al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam, hal. 2/99).

Sekali lagi, kalau "injak-injakan kaki" hanya dilakukan satu orang sahabat, dan tidak dikenal siapa dia, serta perbuatannya menyelisihi mayoritas sahabat.

Mana buktinya bahwa sahabat yang lain tidak menempelkan kaki dengan kaki temannya ?

Lihat bagaimana kata sang periwayat hadits, yaitu Anas bin Malik:

وَزَادَ مَعْمَرٌ فِي رِوَايَتِهِ وَلَوْ فَعَلْتُ ذَلِكَ بِأَحَدِهِمُ الْيَوْمَ لَنَفَرَ كَأَنَّهُ بغل شموس

Ma’mar menambahkan dalam riwayatnya dari Anas; jika saja hal itu (menempelkan kaki) saya lakukan dengan salah satu dari mereka saat ini, maka mereka akan lari sebagaimana keledai yang lepas. [Ibnu Hajar, Fathu al-Bari, hal. 2/211].

Kenapa bisa begitu?
Ibnu Hajar al-Asqalani (w. 852 H) menuliskan:

الْمُرَادُ بِذَلِكَ الْمُبَالَغَةُ فِي تَعْدِيلِ الصَّفِّ وَسَدِّ خَلَلِهِ

"Yang dilakukan sahabat tersebut adalah) berlebih-lebihan dalam meluruskan shaf dan menutup celah" [Ibnu Hajar, Fathu al-Bari, hal. 2/211]

Lalu, siapa yang pertama kali mengatakan bahwa menempelkan kaki dengan kaki itu adalah termasuk kesempurnaan sholat bahkan termasuk hal yang wajib ?

Ia adalah Ustadz Nashiruddin al-Albani.

وقد أنكر بعض الكاتبين في العصر الحاضر هذا الإلزاق, وزعم أنه هيئة زائدة على الوارد, فيها إيغال في تطبيق السنة! وزعم أن المراد بالإلزاق الحث على سد الخلل لا حقيقة الإلزاق, وهذا تعطيل للأحكام العملية, يشبه تماما تعطيل الصفات الإلهية, بل هذا أسوأ منه

Sebagian penulis zaman ini telah mengingkari adanya ilzaq (menempelkan mata kaki, lutut, bahu), hal ini bisa dikatakan menjauhkan dari menerapkan sunnah. Dia menyangka bahwa yang dimaksud dengan “ilzaq” adalah anjuran untuk merapatkan barisan saja, bukan benar-benar menempel. Hal tersebut merupakan ta’thil (pengingkaran) terhadap hukum-hukum yang bersifat alamiyah, persis sebagaimana ta’thil dalam sifat Ilahiyah. Bahkan lebih jelek dari itu. (Al-Albani: Silsilat al-Ahadits as-Shahihah, hal. 6/77)

Jadi, beliau menganggap bahwa orang yang mengatakan ilzaq adalah anjuran untuk merapatkan shof, bukan menempelkan kaki, adalah pendapat yang salah, karena bagi beliau ilzaq adalah menempelkan kaki, lutut, dan bahu.

Pendapat Ustadz Al-Albani bertentangan dengan pendapat ulama salafi yang lain.

Ustadz Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata:

أن كل واحد منهم يلصق كعبه بكعب جاره لتحقق المحاذاة وتسوية الصف, فهو ليس مقصوداً لذاته لكنه مقصود لغيره كما ذكر بعض أهل العلم, ولهذا إذا تمت الصفوف وقام الناس ينبغي لكل واحد أن يلصق كعبه بكعب صاحبه لتحقق المساواة, وليس معنى ذلك أن يلازم هذا الإلصاق ويبقى ملازماً له في جميع الصلاة.

Setiap masing-masing jamaah hendaknya menempelkan mata kaki dengan jamaah sampingnya, agar shof benar-benar lurus. Tapi menempelkan mata kaki itu bukan tujuan intinya, tapi ada tujuan lain. Maka dari itu, jika telah sempurna shaf dan para jamaah telah berdiri, hendaklah jamaah itu menempelkan mata kaki dengan jamaah lain agar shafnya lurus. "Maksudnya bukan terus menerus menempel sampai selesai shalat." (Lihat : Muhammad bin Shalih al-Utsaimin; w. 1421 H, Fatawa Arkan al-Iman, hal. 1/ 311).

Ustadz Abu Bakar Zaid (w. 1429 H / 2007 M) adalah salah seorang ulama Saudi yang pernah menjadi Imam Masjid Nabawi, dan menjadi salah satu anggota Haiah Kibar Ulama Saudi) :

وإِلزاق الكتف بالكتف في كل قيام, تكلف ظاهر وإِلزاق الركبة بالركبة مستحيل وإِلزاق الكعب بالكعب فيه من التعذروالتكلف والمعاناة والتحفز والاشتغال به في كل ركعة ما هو بيِّن ظاهر.

Menempelkan bahu dengan bahu di setiap berdiri adalah takalluf (memberat-beratkan) yang nyata. Menempelkan dengkul dengan dengkul adalah sesuatu yang mustahil, menempelkan mata kaki dengan mata kaki adalah hal yang sulit dilakukan. (La Jadida fi Ahkam as-Shalat hal. 13)

Abu Bakar Zaid melanjutkan:

فهذا فَهْم الصحابي – رضي الله عنه – في التسوية: الاستقامة, وسد الخلل لا الإِلزاق وإِلصاق المناكب والكعاب. فظهر أَن المراد: الحث على سد الخلل واستقامة الصف وتعديله لا حقيقة الإِلزاق والإِلصاق

Inilah yang difahami para shahabat dalam _taswiyah shaf: Istiqamah, menutup sela-sela_ Bukan menempelkan bahu dan mata kaki. Maka dari itu, maksud sebenarnya adalah *anjuran untuk menutup sela-sela, istiqamah dalam shaf, bukan benar-benar menempelkan.*

Bahkan pendapat Ustadz Al-Albani juga bertentangan dengan pendapat Madzhab Hambali

Ibnu Rajab al-Hanbali (w. 795 H):

حديث أنس هذا: يدل على أن تسوية الصفوف: محاذاة المناكب والأقدام

Hadits Anas ini menunjukkan bahwa yang dimaksud meluruskan shaf adalah lurusnya bahu dan telapak kaki. (Lihat: Ibnu Rajab al-Hanbali; w. 795 H, Fathu al-Bari, hal.6/ 282).

Bagaimana sebenarnya cara merapatkan shof yang sempurna ?

وتعتبر المسافة في عرض الصفوف بما يهيأ للصلاة وهو ما يسعهم عادة مصطفين من غير إفراط في السعة والضيق اهـ جمل.الكتاب : بغية المسترشدين ص 140

“Disebutkan bahwa ukuran lebar shof ketika hendak sholat yaitu yang umum dilakukan oleh seseorang, dengan tanpa berlebihan dalam lebar dan sempitnya.” (Bughyatul Mustarsyidin hal 140)

Umpama-pun mau menempelkan, "tempelkanlah bagian yang terluar dari tubuh kita saat berdiri,"
mana itu ?

Ya kalau berdiri normal --kalau berdiri normal lho ya-- maka bagian terluar dari tubuh kita yaitu pundak atau bahu kita, sesuai dengan sabda Nabi Muhammad saw :

أَقِيمُوا الصُّفُوفَ وَحَاذُوا بَيْنَ الْمَنَاكِبِ وَسُدُّوا الْخَلَلَ وَلِينُوا بِأَيْدِي إِخْوَانِكُمْ وَلَا تَذَرُوا فُرُجَاتٍ لِلشَّيْطَانِ

”Luruskan shof, rapatkan pundak, dan tutup celah, serta perlunak pundak kalian untuk saudaranya, dan jangan tinggalkan celah untuk setan.” (HR. Abu Daud no. 666)

"Perlunak pundak kalian untuk saudaranya” maksutnya adalah hendaknya dia berusaha agar pundaknya tidak mengganggu orang lain.

KESIMPULAN

Merapatkan, meluruskan, dan merapikan shaf harus dilakukan, namun tidak harus sampai menempelkan apalagi menginjak jari kaki orang lain.

Rapatkan shaf sewajarnya, jangan ada celah terlalu lebar.

Menempelkan mata kali/telapak kaki, bisa mengurangi kekhusyu'an shalat karena "sibuk" merapatkan jari kaki tiap kali berdiri.

Demikian Hukum Ilzaq - Menempelkan Jari Kaki/Mata Kaki dalam Shalat Berjamaah.

RIYADLOH KEMIS 220720"THOMA' BINIH KAHINAAN"(KH. Abdul Aziz Affandy)Binih kahinaan manusa aya dina sifat rakus, rewog, h...
21/07/2022

RIYADLOH KEMIS 220720

"THOMA' BINIH KAHINAAN"
(KH. Abdul Aziz Affandy)

Binih kahinaan manusa aya dina sifat rakus, rewog, hartosna hayang sagala loba, hayang sagala aya, teu cukup ku barang saeutik, teu syukuran ku kaayaan, hatena ngarep-ngarep loba harta, pikiranana hayang di bere ku batur, hayang barang nu aya di batur, ketergantungan ka jalma sejen, hayang leuwih beunghar, hayang leuwih mulya, hayang leuwih luhur jabatan.

Eta sifat jadi binih kahinaan, sabab sarua jeung teu syukur ka Alloh, teu ngalap cukup kana pamasihan ti Alloh, malah hawek, kajeun batur teu kabagean, teu aya rasa tawekal, teu pasrah sumerah ka Alloh, hatena gumantung kana dunya.

Saur Syekh Ibnu Atoillah;
ما بسقت أغصان ذلّ إلاّ على بذر طمع
"Moal manjangan dahan kahinaan kajaba ku binih toma' ".

Ubarna, kudu sabar, sadar, ngarasa cukup kunu aya, qona'ah, teu melong ka batur nu boga leuwih, tawekal, percaya diri yen wungkul Alloh nu masihan rizki, masihan kacukupan, masihan sagala kahayang diri, manusa mah kabeh ge sami, makhluk nu butuh kana rohmat jeung pamasihan ti Alloh SWT.

(Ditulis ku H.Asep M Tohir)

"MEUNCIT SIFAT SATO DI MANUSA"RIYADLOH KEMIS 160914(KH. Sholeh Nasihin)Miftahul Huda PusatHikmah Lebaran Nahr (meuncit) ...
08/07/2022

"MEUNCIT SIFAT SATO DI MANUSA"
RIYADLOH KEMIS 160914
(KH. Sholeh Nasihin)
Miftahul Huda Pusat

Hikmah Lebaran Nahr (meuncit) Iedul Adha, urang kudu miceun jeung meuncit sifat-sifat kasatoan, ulah boga sifat saperti sato, malah disaurkeun ku Alloh:
{ وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالإنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ }
“Pangeusi naraka teh ku kami geus cawiskeun lolobana ti bangsa Jin jeung Manusa nu boga hate tapi teu ngarti kana kakawasaan Alloh, boga panon tapi teu bisa nempo kaagungan Alloh, boga ceuli tapi teu bisa ngadenge dawuhan Alloh, maranehna jiga sato malah leuwih sasar, sabab maranehna kaasup nu paroho kana pangbalikan akherat”
(QS.Al-A’rof 179)

1. Ulah jiga Anjing. Patuh turut taat ka saha wae nu marab, rek jalma bageur atawa nu jahat, digebah atawa di bere papatah kalahka ngelel we. Baca (QS: Al-A’raf: 176).

فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا ۚ فَاقْصُصِ الْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.

2. Ulah jiga monyet sarakah sagala direwod teu nyaho halal haram teu nyaho kana aturan Alloh, geus salah teu ngaku salah malah reueus (bangga) ku ngalakukeun sala. baca (QS. Al-Baqarah: 65).

ِ فَقُلْنَا لَهُمْ كُونُوا قِرَدَةً خَاسِئِينَ

lalu Kami katakan kepada mereka, \"Jadilah kamu kera yang hina!\"

3. Babi/ Bagong nu kotor ge dihakan, teu paduli ka kulawarga, tatangga, komo ka sasama, ngantep batur salah, najan keluargana di rogahala. baca (QS. Al-Maaidah 60).

4. Ulah jiga Lancah, boga imah nu rarasaan bisa ngajaga ti musuh, padahal imah rapuh, tatagenan jeung menta panyalindungan ka lian Alloh, ku senjata, ku jimat, ku isim-isim, padahal matak musyrik, baca (QS. Al-Ankabut 41)

5. Ulah jiga Reungit, boga rizki ladang nyoco, nafakah ka anak pamajikan ladang ngarampas hak batur, nepika paeh bakat seubeuh teuing. Tingali (QS. Al-Baqarah 26).

إِنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَحْيِي أَنْ يَضْرِبَ مَثَلًا مَا بَعُوضَةً فَمَا فَوْقَهَا ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَيَعْلَمُونَ أَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ وَأَمَّا الَّذِينَ كَفَرُوا فَيَقُولُونَ مَاذَا أَرَادَ اللَّهُ بِهَٰذَا مَثَلًا ۘ يُضِلُّ بِهِ كَثِيرًا وَيَهْدِي بِهِ كَثِيرًا ۚ وَمَا يُضِلُّ بِهِ إِلَّا الْفَاسِقِينَ

Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, mereka tahu bahwa itu kebenaran dari Tuhan. Tetapi mereka yang kafir berkata, \"Apa maksud Allah dengan perumpamaan ini?\" Dengan (perumpamaan) itu banyak orang yang dibiarkan-Nya sesat, dan dengan itu banyak (p**a) orang yang diberi-Nya petunjuk. Tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik,

6. Ulah jiga Himar (Keledai), boodo katotoloyoh, buku dibabawa bari teu nyaho hartina, Quran jeung Hadits digugulung tapi tara di aji, amanah ditarima tapi khiyanat.(QS: Al Jumu’ah 5).

Mugi urang sadaya di raksa ku Alloh Subhanahu wata’ala

Address

Tasikmalaya

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kobong Santri posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category