Pesantren Al-Idhhar Tasikmalaya

Pesantren Al-Idhhar Tasikmalaya Pesantren Al-Idhhar adalah lembaga pendidikan Islam
yang bercorak semiformal, salafiyyah-syafi'iyyah.

Dengan fokus tertuju pada pengajian dan pengkajian kitab kuning (turats).

SEMOGA saja pandemi sudah benar-benar usai. Kita kembali memulai. Merencanakan jumpa. Membicarakan apa saja. Tentang hal...
27/07/2022

SEMOGA saja pandemi sudah benar-benar usai. Kita kembali memulai. Merencanakan jumpa. Membicarakan apa saja. Tentang hal baik. Tentang menjadi pembelajar sepanjang hidup. Karenanya, dengan sepenuh hormat dan kerendahan hati, kami mengundang semua alumni dan simpatisan untuk hadir. Tepat pada waktunya. Di hari yang semoga rahmat Allah turun sederas hujan tempo hari. Berkah jumpa. Berkah silaturahmi.[]

16/05/2022
DOA UNTUK 38 TAHUN YANG HENINGTENTU. Ini bukanlah narsisme. Ini bicara identitas, karakter, idealisme dan doa. Ternyata,...
10/09/2021

DOA UNTUK 38 TAHUN YANG HENING

TENTU. Ini bukanlah narsisme. Ini bicara identitas, karakter, idealisme dan doa. Ternyata, sudah cukuplah lama kami melangkah. Belum begitu jauh, tetapi akan senantiasa berlanjut. Mengaji sepanjang Allah menitipi kami nafas paling tulus untuk tidak berhenti. Menunduk setiap detik untuk menjadi pelayan umat sepanjang hayat.

Mengeja satu per satu dari kalam-Nya. Mendaras dan mengkaji satu per satu dari literatur klasik yang ditulis hamba-hamba terbaik-Nya. Merawat tradisi dan meneguhkan akar intelektualitas kaum santri. Sekalipun tak ada yang sempurna, semoga proses baik ini mengabadi. Mengalir seperti sungai. Mengairi lahan-lahan pengabdian. Selamanya.[]

MOHON maklum dan menunggu informasi berikutnya. Semoga kita semua dalam keadaan sehat, kuat dan termudahkan segala ikhti...
01/08/2021

MOHON maklum dan menunggu informasi berikutnya. Semoga kita semua dalam keadaan sehat, kuat dan termudahkan segala ikhtiar baik yang sedang kita perjuangkan. Amin ya Rabbal 'alamin.[]

15/01/2021

MERAWAT TRADISI
MENGABADI SAMPAI NANTI

SEMAAN Al-Qur'an rutin setiap hari Jumat di Pesantren Al-Idhhar. Jamaah pengajian, tetangga pesantren, santri, dipersilakan menyimak. Dimulai sehabis subuh. Mulai juz satu sampai khatam. Dilanjut hari Jumat berikutnya. Menjadi tradisi dan mengabadi.

Semaan Al-Qur'an adalah doa. Agar proses mengaji di Pesantren Al-Idhhar senantiasa diberkahkan. Santri yang sedang menghafal ayat-ayat langit itu dimudahkan. Santri yang sedang mendaras kitab-kitab turats diberikan pemahaman yang jernih.

Pesantren ini berikhtiar mengombinasikan kecakapan menelaah kitab turats dengan hafalan dan pemahaman Al-Qur'an. Santri tidak hanya dituntut mahir membaca dan mensyarah kitab kuning, tetapi juga fasih dalam membaca dan menghafal Al-Qur'an.

Allahumma irhamna bi al-Qur'an.[]

BERKEBUN MIMPISANTRI berkebun di tanah yang sudah dipersiapkan untuk membangun asrama. Memanjang hingga 100 meter. Sudah...
13/01/2021

BERKEBUN MIMPI

SANTRI berkebun di tanah yang sudah dipersiapkan untuk membangun asrama. Memanjang hingga 100 meter. Sudah ditanami besi untuk tiang dan fondasi. Selama nyaris 10 tahun terbengkalai. Belum dilanjutkan karena dananya belum tersedia. Belum dan akan.

Ingin dibangun dengan uang halal. Sulit sekali. Uang syubhat dan haram datang silih berganti. Apalagi musim pilkada dan pilpres. Bisa saja kami terima. Lumayan untuk satu-dua lokal saja. Kamar santri berukuran 6x8 meter. Sisanya bisa buat mobil baru. Andai kami mau.

Sayangnya, kami tidak tertarik. Menerima dan menanggung pemberian besar hukumnya haram. Apalagi dalam konteks bersyarat. Apalagi berimplikasi pada mengularnya beragam madarat. Lebih baik besi menjadi berkarat dan fondasi menjadi prasasti, daripada terbangun megah, tetapi berkahnya pergi.[]

04/01/2021

Masjid Agung Kota Tasikmalaya (25/12/2020)

KITA PEMBOHONG?
Kiki Musthafa

JANGAN jadi pembohong. Tak ada yang bisa dinikmati dari kebohongan. Sekalipun dengan berbohong akan membuat kita lega dalam sesaat, tetapi kebohongan akan melahirkan tekanan batin yang panjang. Secara psikis, saat berbohong, kita akan merasa dikejar-kejar oleh kebohongan itu sendiri. Serapat apa pun sembunyi. Secepat apa pun berlari. Sekuat apa pun menamengi diri. Setiap detiknya, ada perasaan takut terbongkar yang membuat kita tak bisa tidur nyenyak. Ada perasaan takut kebohongan itu diketahui banyak orang yang membuat kita tak bisa hidup tenang. Karenanya, untuk menyelamatkan diri, kita harus kembali berbohong. Menjalani hidup dari satu kebohongan menuju kebohongan yang lain. Menyesakkan. Memilukan. Menyedihkan.

Tak ada tempat yang nyaman bagi pembohong. Semua tempat adalah kegelisahan, kebingungan, ketakutan, kegundahan dan pelarian. Semua tempat adalah neraka. Gelisah karena secara moral kita sadar tak ada alasan apa pun yang membenarkan kebohongan. Namun, kita terdesak dan terpaksa berbohong untuk menutupi kebohongan yang lain. Tentu, keadaan demikian amat menyiksa. Selanjutnya, diliputi kebingungan. Pembohong mana pun akan kehilangan arah untuk melanjutkan langkah. Sadar bahwa kita salah sejak awal, ingin berbelok tak yakin benar, ingin berhenti tak yakin baik, ingin mundur tak percaya bahwa itu adalah pilihan terbaik. Bingung. Sesuatu yang dimulai dengan cara yang salah akan membuat kita menjadi salah langkah. Akhirnya, ya, bingung. Lalu, kita terpaksa berbohong lagi.

Kemudian, dihinggapi rasa takut. Coba ingat-ingat dengan jelas, saat kita berbohong, tidak takutkah kebohongan itu terbuka lebar dan menjadi konsumsi publik? Kebohongan adalah aib. Aib harus disembunyikan. Jika orang lain tahu aib kita, tentulah malu, tentulah runtuh harga diri kita. Demikian dengan kebohongan. Manusia pembohong akan mati-matian menutupi kebohongannya karena ia selalu diburu oleh rasa takut itu. Bayangkan, semisal, saya ini orang terhormat, dielu-elukan banyak orang, dipuja-puji banyak orang, jika kemudian kebohongan saya diketahui publik, apa kata dunia? Hancur harga diri saya. Jadilah saya sampah busuk yang tak mungkin dilirik orang lain, kecuali diludahi. Amat takut saya.

Gundah. Ya, kegundahan. Pembohong hatinya pasti gundah. Tidak tenang, padahal tidak ada bahaya yang benar-benar tampak sedang mengejar. Tidak merasa aman, padalah tidak ada monster dan zombie-zombie yang sedang memburu kita dengan amat mengerikan. Tidak merasa damai, padahal tidak ada peperangan yang melibatkan kita secara langsung. Sungguh, hati kita bertempur dengan perasaan ingin lepas dari belenggu, tetapi kita kalah, kita jatuh, kita ambruk, kita benar-benar gundah. Banyak orang bunuh diri, salah satunya, karena dikekang oleh perasaan gundah yang terakumulasi dalam beragam tekanan—di waktu yang lama. Pembohong akan bunuh diri jika ia tidak punya alasan untuk melahirkan kebohongan berikutnya.

Terakhir, mencari pelarian. Mari ingat-ingat lagi. Tentang diri kita tentunya. Bukan tentang siapa pun. Saat kita berbohong, apa yang akan kita lakukan ketika nyaris kebohongan kita terbongkar? Dapat dipastikan: Mencari alasan, beralibi seperti seorang koruptor di depan penyidik KPK, melemparkan kesalahan kepada pihak lain, menampik tuduhan dengan alasan macam-macam. Itu semua adalah bentuk pelarian kita. Ya, itu dia, lari dari satu kebohongan menuju kebohongan yang lain. Melelahkan dan menyakitkan. Lebih baik bersepeda dari satu kota menuju kota yang lain, melelahkan, tetapi menyehatkan. Karenanya, mari berkata dan bersikap jujur. Jika bagi pembohong semua tempat adalah neraka, bagi manusia jujur, semua tempat dan waktu adalah surga.

“’Alaikum bis-shidqi, fainnas-shidqa yahdi ilal-birri, wa innal-birra yahdi ilal-jannah,” demikian nasihat agung dalam salah satu hadis. Sabda Rasulullah SAW di hadis tersebut, “Jujurlah kalian, karena sesungguhnya jujur itu mengantarkan kalian kepada kebaikan, karena sesungguhnya kebaikan itu mengantarkan kalian kepada surganya Allah.” Jelas, dalam pemahaman terbalik, bohong mengantarkan seseorang pada keburukan, lalu, keburukan mengantarkan seseorang pada neraka. Pada kegelisahan, kebingungan, ketakutan, kegundahan dan pelarian. Semoga Allah SWT menjadikan kita bagian dari orang-orang yang jujur, dalam banyak hal. Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma’in.[]

DIBERITAHUKAN kepada semua santri Pondok Pesantren Al-Idhhar---baik program takhasus kitab atau yang mengambil program t...
04/01/2021

DIBERITAHUKAN kepada semua santri Pondok Pesantren Al-Idhhar---baik program takhasus kitab atau yang mengambil program tahfidhul qur'an---aktivitas pengajian dimulai kembali pada tanggal 08 Januari 2021, Jumat, pukul 19.00. Semoga kita semua dianugerahi kesehatan dan kelapangan rezeki. Bisa kembali ke pondok dan mengaji dengan semangat berlipat-lipat lagi.[]

BELAJAR menjadi lebih hening, lebih bersih, lebih bening, lebih jernih. Temu Alumni ke-25 Pondok Pesantren Al-Idhhar (20...
20/08/2020

BELAJAR menjadi lebih hening, lebih bersih, lebih bening, lebih jernih. Temu Alumni ke-25 Pondok Pesantren Al-Idhhar (20/08).

20/08/2020

SEMAAN al-Qur'an 30 juz bil hifdhi, bukan semata merawat tradisi di helatan temu alumni setiap tahunnya. Akan tetapi, sebagai bentuk doa agar perjumpaan kita dengan tahun baru, perjumpaan alumni dengan sesama dan keluarga pesantren, berkah adanya. Karenanya, dengan sepenuh rasa hormat, selamat datang di acara Temu Alumni ke-25 Pondok Pesantren Al-Idhhar. Mari menjadi lebih hening, lebih putih, lebih bening, lebih jernih.[]

MARI menjadi lebih hening, lebih putih, lebih bening, lebih jernih. Dengan sepenuh rasa hormat, kepada semua alumni, dip...
15/08/2020

MARI menjadi lebih hening, lebih putih, lebih bening, lebih jernih. Dengan sepenuh rasa hormat, kepada semua alumni, dipersilakan hadir pada 20 Agustus 2020 M. / 1 Muharram 1442 H.[]

01/08/2020

Bertambahlah saldo kesabaran dan ketaatan kita kepada Allah. Sekalipun didebit setiap hari—tersebab silih bergantinya persoalan yang dihadapi—tak berkurang, tak habis-habis. Justru, bertambah dan bertumbuh.

_____________

Masjid Agung Kota Tasik (31/07/2020)

HENING DI IDUL ADHA
Kiki Musthafa

DARI hati paling hening, saya ucapkan selamat hari raya kurban. Semoga Allah senantiasa menganugerahi kita kesabaran Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As. Sabar saat dihadapkan pada segala macam cobaan. Tidak mudah jatuh apalagi langsung menolak semua takdir yang Allah tetapkan. Menjadi manusia-manusia yang berhati lapang saat menerima semua ketentuan. Bersedia membuka beragam perspektif saat menyikapi kesulitan. Bahwa sesusah apa pun adalah terbaik. Bahwa setidakmengenakkan apa pun adalah terbaik. Bahwa semua yang Allah berikan adalah yang terbaik.

Semoga Allah selalu berkenan menganugerahi kita kesabaran. Sekali lagi, kesabaran. Konon, dalam konteks tertentu, derajat orang-orang sabar lebih tinggi dari orang-orang yang beriman. Namun, catat, dalam konteks tertentu dan bukan berarti substansi beriman bisa diganti dengan bersabar. Tidak demikian. Mudahnya, orang yang benar-benar beriman selalu dianugerahi nikmat kesabaran. Karenanya, sabar adalah nikmat terbesar. Tidak semua orang mampu melakukannya. Dalam pandangan sufistik, sabar adalah indikator kuat-lemahnya keimanan kita. Ritual berkurban, sejatinya, mengajarkan kesabaran.

Semoga p**a Allah senantiasa menganugerahi kita ketaatan. Setaat Nabi Ibrahim As pada perintah Allah perihal mengurbankan putra semata wayangnya. Setaat Nabi Ismail As pada perintah Allah untuk dikurbankan oleh ayahnya. Allah menguji ketataan mereka dengan ritual paling tidak mungkin dilakukan manusia lainnya. Menyembelih anak tercinta dan Allah menggantinya dengan seekor kambing di detik-detik terakhir. Sebuah ibrah. Sebuah formulasi dalam menyikapi peliknya dimanika hidup. Ya, sesiapa yang benar-benar taat kepada Allah akan diselamatkan-Nya secara tiba-tiba dan tidak terduga.

Taat berarti menyegerakan semua yang Allah perintahkan dan mengasingkan semua yang Allah larang. Lakukan yang Allah mau. Tinggalkan yang tak diinginkan Allah. Seberat apa pun yang Allah perintahkan, sebaik-baiknya keadaan yang akan menghampiri kita kemudian. Semakin berat, semakin baik. Karenanya, ketika berhadapan dengan amalan ibadah yang tampaknya begitu berat untuk dilakukan, sebenarnya kita sedang berhadapan dengan peluang besar untuk mendapatkan kebaikan-kebaikan yang lebih besar p**a—andai kita taat dan ikhlas menjalaninya dengan sepenuh khidmat.

Selanjutnya, semoga Allah tak henti memberi kita kekuatan. Ya, kuat untuk sabar dan kuat untuk taat. Adakalanya, kita mampu bersabar, tetapi hanya sekali jalan. Sabar tidak boleh setengah-setengah. Sabar harus seutuhnya dan selamanya. Tentu bukan hal mudah. Karenanya, tanpa pertolongan Allah, taklah mungkin kita melakukannya. Adakalanya p**a, kita mampu untuk taat, tetapi hanya sepintas lewat. Ketika susah, taat kita di level tertinggi—menyerah total kepada Allah karena kehilangan harapan. Namun, ketika senang, jatuh ke level terendah. Kita kembali jemawa. Sombong tiada terkira. Karenanya, semoga Allah menguatkan.

Hari ini hingga tiga hari ke depan, kita akan melaksanakan ritual kurban. Setidaknya, berkurban adalah momentum terbaik untuk mengajukan proposal kesabaran dan ketaatan. Dengan berkurban itulah, semoga Allah berkenan mentransfer kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As ke dalam rekening sikap, ucap, hati dan pikiran, amalan dan ibadah kita, sekarang dan untuk selamanya. Bertambahlah saldo kesabaran dan ketaatan kita kepada Allah. Sekalipun didebit setiap hari—tersebab silih bergantinya persoalan yang dihadapi—tak berkurang, tak habis-habis. Justru, bertambah dan bertumbuh.

Akhirnya, selamat hari raya Idul Adha 1441 Hijriyah. Idul Adha di tengah pandemi. Idul Adha paling menyedihkan karena saudara-saudara kita tak bisa berangkat haji. Tak apa. Kita fokus saja pada berkurban. Bagi yang mampu, amat dianjurkan. Bagi yang tidak mampu, tak menjadi persoalan. Ia bukan wajib ‘ain, tetapi hanya sunnah muakkad. Sekalipun hanya, ia amat berharga. Kesabaran dan ketaatan kita, Allah titipkan di sana. Dikirimkan langsung dari masa lalu. Dari kisah agung Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As. Idul Adha yang hening. Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammadin wa alihi wa shahbihi ajma’in.[]

Address

Tasikmalaya
46197

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Pesantren Al-Idhhar Tasikmalaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category