Berdasarkan temuan lapangan dapat diungkap bahwa SMA Islam PondokPesantren Cipasung adalah termasuk sekolah tipe A, karena sekolah tersebut disamping berdirinya sudah empat puluh delapan tahun, juga sekolah yangterakreditasi nilai A sejajar dengan sekolah negeri, memiliki sarana prasaranayang lengkap, rombongan belajarnya mampu bersaing dengan sekolah-sekolahnegeri, program pengajarannya terdiri dari tiga program yaitu, program Bahasa,program Ilmu Pengetahuan Alam, dan program Ilmu Pengetahuan Sosial, nilairata-rata ujian nasional bisa bersaing dengan sekolah-sekolah lain yaitu 7.86,malahan untuk bahasa Asing menduduki nilai tertinggi se-Kabupaten. Karena SMA Islam Pondok Pesantren Cipasung memiliki rombonganbelajar yang banyak, maka tenaga pengajarpun mendapat bantuan guru DPK (guruPNS yang diperbantukan di sekolah swasta) sebanyak 29 (dua puluh sembilanorang), 4 orang dari Departemen Agama, 25 orang dan Dinas Pendidikan. Di samping memiliki laboratorium IPA, dan Komputer, juga memilikiMultimedia yang digunakan dalam proses pembelajaran terutama kaitannya denganpemahaman kebahasaan dalam listening/istima. Namun dalam penggunaan saranamultimedia tersebut tidak semua guru mampu mengoperasikan, maka kepala sekolahmengangkat seorang petugas yang secara khusus menangani sarana tersebut,sehingga proses pembelajaran mudah dicerna oleh peserta didik. Sistem pembelajaran yang dilaksanakan di lingkungan Pondok PesantrenCipasung dapat dikategorikan baik, karena pendidikan yang dilaksanakan itubersifat non formal dan formal. Pendidikan non formal dilaksanakan mulai jam14.00 - jam 21.00, sedangkan pendidikan formal dilaksanakan jam 07.00 - 13.00sehingga orang menyebut "sekolah sambil ngaji". Sistem tersebut adalah merupakan hal yang positif, dimana dalammenghadapi kehidupan sekarang ini banyak para orang tua yang khawatir terhadappergaulan anak-anaknya, sehingga walaupun jauh mereka memasukkan anaknya ke SMAIslam Pondok Pesantren Cipasung. Dalam pelaksanaannya, antarasistem non formal dan sistem formal ada keterkaitan karena materi yangdiberikan di pesantren disesuaikan dengan kemampuan peserta didik dalam sistemformal, sehingga dapat menghasilkan sikap peserta didik memiliki sifat tadzimkepada guru.