Astronomy Student Community (ASC) PPI 7

Astronomy Student Community (ASC) PPI 7 Sebuah komunitas kecil masyarakat di sebuah kota santri, Tasikmalaya.

Kota Tasikmalaya terletak di Provinsi Jawa Barat pada titik astronomis 108º 12' BT dan 07º 19' LS, beriklim tropis dan memiliki 2 musim yaitu kemarau dan penghujan. Di salah satu sudut kota ini lahirlah sebuah komunitas Astronomy Student Community (ASC) PPI7. Sebagai sebuah komunitas amatir ASC PPI7 memiliki tujuan yang secara umum hampir sama dengan club-club astronomi lain baik di dalam maupun l

uar negeri yaitu Mempopulerkan Astronomi kepada seluruh lapisan masyarakat melalui berbagai macam program kerja yang tersusun baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang yang tertuang dalam visi dan misinya, terutama yang berkaitan langsung dengan ibadah, seperti menentukan arah qiblat, waktu sholat, serta posisi matahari dan bulan setiap saat, dan kalender sehingga masuknya bulan-bulan penting dalam Islam seperti Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah dapat diperkirakan. Dan berbagai peristiwa alam yang menakjubkan seperti gerhana matahari, gerhana bulan, transit Merkurius dan Venus di matahari dengan akurasi perhitungan tinggi. Walaupun komunitas ini baru merupakan sebuah embrio, namun suatu saat mereka akan senantiasa tumbuh menjadi sebuah komunitas yang lebih besar. Kita berharap, Tasikmalaya yang dikenal sebagai kota santri, tentunya akan menyambut baik keberadaan komunitas ini.

17/12/2021
Bulan November, Bulan Meteor dan Gerhana17 November : Puncak Hujan Meteor LeonidHujan meteor Leonid tahunan yang satu in...
16/11/2021

Bulan November, Bulan Meteor dan Gerhana

17 November : Puncak Hujan Meteor Leonid

Hujan meteor Leonid tahunan yang satu ini berlangsung dari 6 – 30 November dan malam puncak akan terjadi pada tanggal 17 – 18 November. Pengamat yang berburu leonid bisa menikmati 15 meteor per jam yang melaju dengan kecepatan 71 km/det. Hujan meteor Leonid yang berasal dari sisa debu komet Tempel-Tuttle akan tampak datang dari arah rasi Leo.

Bagi pemburu meteor, rasi Leo baru akan terbit tengah malam pada pukul 00:21 WIB. Bulan yang baru saja melewati fase Bulan Baru sudah terbenam sejak pukul 20:04 WIB.

19 November : Gerhana Bulan Sebagian

Gerhana Bulan kedua dan terakhir di tahun 2021 terjadi tanggal 19 November dengan sebagian Bulan masuk dalam bayang-bayang Bumi.

Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 19 November 2021 bisa diamati dari wilayah Amerika, Eropa utara, Asia timur, Australia, Pasifik. Pengamat di seluruh wilayah Indonesia bisa mengamati GBS setelah matahari terbenam saat Bulan dalam proses keluar dari umbra Bumi atau saat gerhana bulan sebagian akan berakhir. Untuk wilayah Indonesia barat hanya bisa menyaksikan proses gerhana penumbra karena saat Matahari terbenam, Bulan sudah keluar dari umbra Bumi.

Gerhana Bulan Sebagian 19 November 2021 dimulai dengan gerhana penumbra pukul 14:02 WIB dan berakhir pukul 19:03 WIB. Untuk fase gerhana sebagian dimulai saat Bulan memasuki umbra Bumi pukul 14:18 WIB dan baru akan keluar dari umbra Bumi pukul 17:47 WIB.

21 November : Meteor Alpha-Monocerotid

Hujan meteor alpha Monocerotid berlangsung dari tanggal 15 – 25 November dan mencapai puncak pada tanggal 21 November. Hujan meteor yang tampak muncul dari rasi Canis Minor ini memiliki laju meteor per jam yang beragam saat mencapai maksimum. Meskipun demikian, pengamat bisa mengamati setidaknya 5 meteor per jam saat malam puncak hujan meteor.

Hujan meteor alpha Monocerotid berasal dari puing-puing komet C/1917 F1 (Mellish) dan bisa diamati mulai pukul 21:31 WIB ketika rasi Canis Minor terbit sampai fajar menyingsing. Waktu terbaik untuk mengamati puncak hujan meteor alpha Monocerotid adalah pukul 04:00 WIB saat titik arah datang meteor berada pada titik tertinggi di langit Bulan kuartir pertama terbenam pukul 23:46 WIB sehingga mulai tengah malam sampai fajar menyingsing, tidak ada cahaya dari Bulan.

29 November : Konjungsi Superior Merkurius

Merkurius akan berpapasan dekat dengan Matahari di langit sehingga planet ini menghilang dan tidak akan tampak bagi pengamat di Bumi. Pada saat konjungsi superior, Matahari berada di antara Merkurius dan Bumi, dan hanya terpisah 0,7°dari Matahari.

Ketika Merkurius sedang berada pada posisi terjauhnya dari Bumi, ia akan berada pada jarak 1,45 AU dari Bumi. Jika Merkurius bisa diamati, maka planet ini sangat redup dengan diameter piringan 4,6 detik busur.

Peristiwa konjungsi superior Merkurius menandai akhir kenampakan planet ini kala fajar dan mulai bertransisi untuk hadir kala senja dalam beberapa minggu lagi.

Sumber : langitselatan.com, Kompas.com

Bulan Juni 2020 merupakan bulannya bagi pecinta fenomena langit. Bagaimana tidak, ada banyak fenomena langit yang terjad...
02/06/2020

Bulan Juni 2020 merupakan bulannya bagi pecinta fenomena langit. Bagaimana tidak, ada banyak fenomena langit yang terjadi.

Pusat Sains Antariksa LAPAN dalam Instagramnya menyebutkan ada banyak fenomena astronomi yang akan terjadi. Berikut daftarnya:

1 Juni: Konjungsi Saturnus dan Jupiter

Saturnus dan Jupiter mendekat dengan jarak sudut pisah sebesar 4,85 derajat. Kedua akan semakin menjauh hingga jarak sudut pisahnya menjadi 6 derajat pada 30 Juni 2020.

Mendekatnya Saturnus dan Jupiter dapat diamati sepanjang malam hingga Matahari terbit keesokan harinya. Pada Senin (1/6/2020), Saturnus dan Jupiter dapat diamati mulai pukul 21.30 WIB dari arah timur hingga barat.

3 Juni: Bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi (Perigee)

Fenomena ini terjadi pada pukul 10.47 WIB pada jarak 364.390 Km dari pusat bumi. Bulan akan tampak lebih besar jika diamati dari bumi dengan lebar sudur 32,8 menit busur.

4 Juni: Konjungsi Inferior Venus & Merkurius di Elongasi Timur Maksimum

Puncak fenomena ini terjadi pada pukul 00.42 WIB. Jarak Venus dengan bumi sekitar 43 juta Km. Venus terletak di antara matahari dan bumi serta berada pada satu garis lurus dengan matahari dan bumi. Konjungsi inferior Venus menandai beralihnya kenampakan Venus ketika senja di arah barat menjadi kenampakan di arah timur ketika fajar.

Planet Merkurius juga akan mencapai elongasi timur maksimum 23,6 derajat dari matahari. Ini adalah waktu terbaik untuk melihat Merkurius karena akan berada pada titik tertinggi di atas cakrawala di langit malam. Cari planet yang rendah di langit barat setelah Matahari terbenam.

5 Juni: Bulan Memasuki Fase Bulan Purnama

Fenomena astronomi pada kalender Juni 2020 lainnya yakni bulan akan terletak di belakang Bumi bila dilihat dari Matahari dan wajahnya sepenuhnya disinari cahaya Matahari.
Fase ini terjadi pada pukul 02.12 WIB.
Selanjutnya baca :
https://m.detik.com/inet/science/d-5036649/daftar-fenomena-astronomi-di-kalender-juni-2020-ada-apa-saja

Asteroid Apollo Dekati Bumi Saat RamadhanData dari Center of Near Earth Object Studies (CNEOS) NASA mengungkap Asteroid ...
10/03/2020

Asteroid Apollo Dekati Bumi Saat Ramadhan

Data dari Center of Near Earth Object Studies (CNEOS) NASA mengungkap Asteroid 2016 HP6 akan mendekati Bumi pada Kamis 7 Mei 2020 pukul 21.48 Universal Time atau Jumat 8 Mei pukul 04.48 WIB pada jarak 4,33 jb (jarak bulan) atau 1,66 juta kilometer. Saat itu bertepatan dengan Ramadhan 1441 H yang diprediksi dimulai pada Jumat 24 April.

Asteroid ini memiliki kecepatan relatif 5,72 kilometer per detik ketika mendekati Bumi dan dikategorikan sebagai asteroid Apollo. Asteroid Apollo adalah batu antariksa yang memiliki sumbu setengah panjang lebih besar dibandingkan dengan orbit Bumi (> 1 Satuan Astronomi, SA), tetapi jarak perhelionnya lebih kecil dibandingkan aphelion Bumi (< 1,017 SA).
Beberapa asteorid Apollo bisa menjadi ancaman bagi penduduk di Bumi apabila berada pada jarak yang sangat dekat dengan planet manusia, seperti Meteor Chelyabinsk yang memasuki atmosfer Bumi dan meledak di langit kota Chelyabinsk, Rusia pada 15 Februari 2013 dengan ukuran 17 meter.

Seperti dikutip dari laman Lapan, Selasa (10/3/2020), Asteroid 2016 HP6 memiliki sumbu setengah panjang sebesar 1,579 SA atau 236 juta kilometer dengan kelonjongan orbit sebesar 0,357. Jarak terdekat asteroid ini dengan Matahari sebesar 1,014 SA dengan kemiringan orbit 3,92 derajat terhadap ekliptika, yang mana sedikit lebih miring dibandingkan orbit Venus (inklinasi 3,39°).

Periode orbit asteroid ini selama 724,5 hari atau 1,98 tahun yang mana sedikit lebih lama dibandingkan periode orbit Mars yakni 687 hari atau 1,88 tahun.
Asteroid 2016 HP6 diperkirakan berukuran antara 23 hingga 52 meter dengan magnitudo absolut +25,3 jika diamati pada jarak 1 SA dari Matahari dan pengamat. Asteroid ini memiliki jarak perpotongan orbit minimum (minimum orbit intersection distance, MOID) sebesar 0,0053817 SA atau 805 ribu kilometer terhadap orbit Bumi.

Jarak itu jauh lebih kecil dari 0,05 SA atau 7,5 juta kilometer, namun magnitudo absolutnya lebih besar daripada +22. Sehingga objek ini tidak dapat dikategorikan sebagai objek berpotensi bahaya (Potentially Hazardous Object, PHO).

Dilansir dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA, lintasan orbit asteroid dapat berubah dikarenakan tarikan gravitasi planet. Saintis percaya asteroid sesatan (stray asteroid) maupun pecahan dari tabrakan asteroid lebih awal telah menabrak Bumi di masa silam, yang mana berperan penting dalam evolusi planet Bumi.

Sedangkan menurut Planetary Defense Coordination Office NASA, jatuhnya asteroid adalah proses alami yang terjadi terus menerus. Setiap harinya, material 80 hingga 100 ton, asteroid jatuh ke Bumi dari angkasa luar dalam bentuk debu dan meteorit kecil (pecahan asteroid yang hancur di atmosfer Bumi).
Setidaknya dalam 20 tahun terakhir, sensor radar pemerintah Amerika Serikat telah mendeteksi hampir 600 asteroid berukuran sangat kecil (beberapa meter saja) yang memasuki atmosfer Bumi sehingga menciptakan bolide atau fireball.

Para ahli memperkirakan bahwa benda jatuh alami yang besarnya sama dengan pecahan meteorit di Chelyabinsk terjadi sekali atau dua kali dalam 100 tahun.

Benda jatuh alami yang lebih besar diperkirakan sangat jarang terjadi (dalam skala ratusan hingga ribuan tahun). Namun mengingat ketidaklengkapan katalog Objek Dekat Bumi saat ini, benda jatuh alami seperti meteorit Chelyabinsk dapat terjadi kapan saja.

Peristiwa Astronomi Februari - Mei 2020Februari 20209 Februari: Fase Bulan Purnama (Salju Supermoon)20 Februari: Merkuri...
31/01/2020

Peristiwa Astronomi Februari - Mei 2020

Februari 2020
9 Februari: Fase Bulan Purnama (Salju Supermoon)
20 Februari: Merkuri di perpanjangan Timur terbesar
23 Februari : Fase Bulan Baru
Maret 2020
9 Maret: Fase Bulan Purnama (Worm Supermoon)
20 Maret: Vernal equinox (03:50 UTC)
24 Maret: Fase Bulan Baru
24 Maret: Merkuri pada perpanjangan Barat terbesar
24 Maret: Venus di perpanjangan Timur terbesar
April 2020
8 Apr: Fase Bulan Purnama (Growing Supermoon)
22-23 April: Meteor Lyrid
23 Apr: Fase Bulan Baru
Mei 2020
6-7 Mei: Meteor Eta Aquarid
7 Mei: Fase Bulan Penuh (Biru)
22 Mei: Fase Bulan Baru

(Foto:Kenampakan Meteor Lyird di luar negri)

Kenampakan bulan sabit malam ini sebelum puasa
22/05/2017

Kenampakan bulan sabit malam ini sebelum puasa

27/03/2017

Sebentar lagi kita memasuki Bulan Rajab 1438 H. Kalau memperhatikan Almanak Islam PERSIS 1438 H, bulan Rajab ini adalah bulan ke-3 di anta...

Ilmu akan jadi hartamu di kala kamu miskin. Karena ilmu adalah kekayaanmu.
25/02/2017

Ilmu akan jadi hartamu di kala kamu miskin. Karena ilmu adalah kekayaanmu.

Alangkah beruntung orang yang kaya akan ilmu. Pun, alangkah bahagianya mestinya mereka. Karna apa? Karna kemuliaan tersemat pada...

25/02/2017

Bulan Jumada al-Ula 1438 H segera berakhir. Ijtimak (Konjungsi) akhir Jumada al-Ula terjadi pada hari Ahad 26 Pebruari 2017 TU (Tarikh Umum)...

23/02/2017

Rajab sekitar 1440 tahun silam, setahun sebelum peristiwa Hijrah. Di tengah rasa duka yang meraja setelah istri tercinta dan sang paman...

21/02/2017

Sejalan dengan pembangunan fasilitas ilmiah berteknologi tinggi Observatorium Astronomi Nasional di kawasan Amfoang Tengah (Kabupaten Kupang - NTT), tuntutan...

Address

Pesantren Persatuan Islam 7 Tasikmalaya, Jalan Cempakawarna No. 75 Kec. Cihideung
Tasikmalaya
46123

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Astronomy Student Community (ASC) PPI 7 posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category