SMA Al Muttaqin Fullday School Kota Tasikmalaya

SMA Al Muttaqin Fullday School Kota Tasikmalaya Informasi SMA Unggul Kota Tasikmalaya

14/09/2016

Budaya Bahasa Inggris Kian Terbentuk

TASIKMALAYA, (KP).-

Satu bulan penuh sudah warga SMA Al Muttqin mulai dari siswa, guru, hingga staf administrasi digodok kemampuan Bahasa Inggris-nya di awal tahun akademik 2016/2017 ini. Program Matrikulasi Bahasa yang digagas pihak sekolah pun tampak membuahkan hasil positif, pasalnya hal tersebut tampak dari kecakapan dan keluwesan yang ditampilkan warga sekolah melalui ajang Specta Student Show. Seluruh pementasan kreatif tersebut dibawakan sepenuhnya dalam pengantar Bahasa Inggris oleh para guru dan siswa, diantaranya drama, menyanyikan lagu, puisi, monolog, pidato, hingga ke panggelaran busana.

Kepala SMA Al Muttaqin Drs. Jenal Al Purkon, M.Pd menilai dengan pembiasaan yang dilakukan selama satu bulan terakhir ini, lebih dari cukup membentuk sebuah budaya di lingkungan sekolah untuk menjadikan Bahasa Inggris sebagai penutur sehari-hari.

“Dari semula ya masih segelintir saja, sekarang kami lihat lebih komprehensif, karena memang yang dibekalinya pun seluruhnya. Yang menjadi luar biasa bagi kami adalah semangat dan kesungguhan para guru yang betul-betul ingin meningkatkan kapasitas dirinya, selain dari siswa ini juga sama antusiasnya. Misalnya, hari Sabtu yang biasa libur, kemarin dipakai untuk mentoring ini, tetap berbondong-bondong,” paparnya di sela kegiatan penutupan yang digelar di Aula Lantai 2, Selasa (16/8/2016).

Jenal melanjutkan, p***a pelatihan tersebut, penuturan dalam Bahasa Inggris ini telah menjadi komitmen dan kesepakatan bersama pihaknya untuk tetap digunakan sehari-hari. “Jadi, guru dalam komunikasi baik sesama guru atau kepada siswa, diminta tetap mengaplikasikan kemampuannya agar lebih terasah,” kata dia. Bahkan, Tim Pengembang Bahasa di SMA tersebut juga telah mendapatkan 68 siswa terpilih dengan nilai excellent, untuk dijadikan tutor sebaya sebagai penggerak di lingkungannya.

Program ini pun akan masih dilakukan setidaknya untuk dua tahun ke depan. Sebab, menurut Jenal, pihaknya pun seusai penguatan tiga tahun ini berjalan lancar, akan mencoba untuk menggelar matrikulasi bahasa secara mandiri. “Selain di tiga tahun ini, kami juga akan mengirimkan beberapa guru ke Kampung Pare sana, untuk persiapan menjadi tutor di sini,” tambah pria tersebut. Lebih jauh, lewat pengasahan bahasa yang kerjasama dengan Fee Center ini, Jenal mengharapkan lulusan SMA Al Muttaqin nantinya dapat mengantongi TOEFL di angka 450.

Pengawas dan Pembina dari Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, H. Krisna Sujaya yang hadir dalam kesempatan tersebut juga turut mengapresiasi inovasi sekolah tersebut. “Karena bahasa asing itu ya sudah kebutuhan untuk civitas akademik, dan ini salah satu ciri khas sekolah model. Kami melihat juga dengan kemampuan yang ada akhirnya pun literasi di sekolah akan lebih menggeliat lagi,” ujarnya. Di Kota Tasikmalaya sendiri, disebutnya, saat ini hanya sekitar dua puluh lima persen saja warga sekolah yang menguasai Bahasa Inggris secara aktif.

“Salah satu yang luar biasa dan berbeda, dari 300 lebih sekolah yang kami temui, adalah kekompakan guru-gurunya untuk cakap bicara dalam Bahasa Inggris, di sini tinggi sekali motivasinya. Dan itu modal besar sekolah untuk mencapai goalnya,” ujar Direktur Fee Center Kampung Pare, Abdul Malik. Karena itu, pihaknya optimistis dengan komitmen sekolah yang tinggi, apa yang dilatih itu bisa berjalan baik ke depannya. “Kami pun terus mendampingi dan akan memantau,” pangkasnya. (Astri Puspitasari)***

14/09/2016

Jaksa Masuk Sekolah, Ajak Siswa Kenali HukumTASIKMALAYA, (KAPOL).-

Pentingnya pendidikan dini di kalangan pelajar terkait hukum, mendorong Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya untuk memberikan pemahaman tersebut setidaknya di enam sekolah secara serentak. Diantaranya, SMA Al Muttaqin, SMA Negeri 6 Kota Tasikmalaya, SMA Negeri 7 Kota Tasikmalaya, SMA Negeri 8 Kota Tasikmalaya, SMK Muhammadiyah, dan SMA BPN yang Senin (29/8/2016) kemarin tersentuh program Jaksa Masuk Sekolah.

Kepala Seksi Intelijen Kajari Kota Tasikmalaya Ahmad Patoni menjelaskan, langkah strategis tersebut dilakukan pihaknya sebagai upaya pencegahan dalam rangka melindungi generasi muda terhindari dari berbagai pelanggaran hukum. “Karena sebagai generasi penerus, mereka memiliki peran yang signifikan untuk membangun bangsa kedepannya. Dan ini yang coba kami persiapkan agar semakin banyak lahir generasi muda yang disiplin, inovatif, produktif, dan taat terhadap norma dan aturan hukum yang berlaku,” ujarnya dijumpai seusai menjadi inspektur upacara di SMA Al Muttaqin.

Program tersebut yang di Jawa Barat serempak dilakukan menitikberatkan kepada pembentukan karakter dan revolusi mental generasi muda Indonesia sesuai Nawacita Presiden. Ahmad menegaskan, apabila sasaran tidak hanya siswa SMA sederajat saja.

“Seluruh tingkatan, bahkan hingga SD tentu ingin kami kenalkan tentang hukum. Yang mana tiap tingkatannya akan kami sesuaikan materi dan penyampainnya sesuai kebutuhan, agar bisa efektif,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut juga, dari Pihak Sekolah sepakat untuk Ikrar Pelajar yang memuat terkait ketaatan hukum dan HAM ini gelorakan. Tidak hanya kepatuhan terhadap aturan, namun juga pelajar Indonesia tersebut pun menyetui komitmen siap menjadi relawan yang terdepan menegakan hukum dimanapun, kapanpun, dan kepada siapapun.

Kepala SMA Al Muttaqin Jenal Al Purkon didampingi Wakasek Kesiswaan Aep Saepuloh menilai positif kegiatan sosialisai hukum satu itu. Sebab menurutnya, dengan pengetahuan di awal akan mampu membentengi siswanya agar tidak berdekatan dengan pelanggaran hukum seperti narkoba, tawuran, bullying, diskriminasi, korupsi, atau tindakan negatif lainnya.

“Apalagi mereka mendapatkan pengetahuan baru ini langsung dari ahlinya, kami optimistis kesadaran bisa lebih terbangun. Baiknya lagi, ini bisa rutin digelar dengan berbagai tema, kami siap memfasilitasi,” ujar dia.

Ahmad juga mengapresiasi antusias siswa dan pihak sekolah kali yang menyambut baik kegiatan Jaksa Masuk Sekolah, sehingga memotivasi pihaknya untuk terus melakukan pendekatan persuasif tersebut. “Tidak hanya anak-anak saja, tapi ya guru pun sebagai pendidik menjadi sasaran kami agar melek hukum. Perlahan kami meyakini ekosistem paham hukum ini berpotensi makin positif,” tandasnya.

Kali itu, materi yang diberikan tentang bahaya dan akibat dari penyalahan narkoba. Menurut dia, pencegahan berbasis sekolah akan lebih mudah dilaksanakan. “Karena sekolah itu lebih terstruktur sehingga pengawasannya bisa secara komprehensif dan terpadu. Kami juga mendorong sekolah hendaknya lakukan waspada narkotika, dengan mengenali ciri siswa yang menggunakan hingga mewaspadai tamu tak dikenal, juga razia dadakan. Selain bisa juga menyisipkan pengetahuan terkait bahayanya narkoba di pelajaran, agar kesadaran semakin tumbuh,” ujarnya. (sumber: Kabar Priangan)

20/07/2016

Jelang Tiga Dasa Warsa Al Muttaqin
Membangun Tradisi Pembentuk Ulul Albab

Usia lembaga pendidikan Al Muttaqin tak terbilang muda. Sudah hampir tiga dasa warsa lembaga ini berkiprah. Sejak kelahirannya dipenghujung era 1980-an, tepatnya 1989, lembaga ini telah melahirkan banyak alumni. Ribuan alumni TK –TPA- SD- SMP dan SMA telah mencicipi aroma pendidikan yang dirancang mampu menghasilkan lulusan yang kuat imtaq; sholeh dan kuat iptek; berprestasi akademik.

Diantara sejumlah alumni tak sedikit yang meniti karir dibidang akademik sehingga mampu melanjutkan pendidikan ke puncak pendidikan S3, program Doktoral baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Tak hanya alumni siswa. Lembaga ini juga telah banyak meneteskan SDM-SDM guru yang berkiprah di luar lembaga pendidikan Al Muttaqin. Mereka yang pernah mengajar di Al Muttaqin, tak sedikit yang kini memiliki peran sentral di lembaga pendidikan yang baru. Bagi yang menjadi PNS, juga telah banyak menempati pos pos strategis di lembaga pemerintahan.

“Kita harus bersyukur dengan capaian Al Muttaqin saat ini. Tantangan kita saat ini, bagaimana kedepan Al Muttaqin terus mampu menghasilkan lulusan yang sholeh-sholehah. Kuncinya, ada di SDM guru saat ini,” ujar H. Anang Lukman, M.Pd.I, Ketua Yayasan Al Muttaqin dalam forum persiapan Supercamp Sidomba beberapa waktu lalu.

Menurut H. Anang, cita awal pendidirian Al Muttaqin yang diawali dengan lembaga pendidikan TPA/TKA, ingin memberi warna yang beda. Yakni, bagaimana para siswa itu berprestasi diiringi dengan perilaku akhlak yang sholeh dan sholehah. “Itu pesan pendiri yayasan, almarhumah Hj. Siti Muniroh” ucap Anang.

Oleh karena itu, sambung H. Anang, Supercamp guru di Sidomba harus mampu semakin memperkuat simpul ikatan kebersamaan antarelemen guru, bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan di masing-masing unit. Sehingga lembaga pendidikan Al Muttaqin semakin maju dan berkembang secara kualitas dan kuantitas.

Senada dengan H. Anang Lukman, Ketua LPI Al Muttaqin Dr. H. D Suryataman, M.Si mengatakan, Al Muttaqin harus terus memberi warna prestasi bagi dunia pendidikan dibarengi dengan akhlakul karimah.

Dalam disertasi doktoralnya, H. D Suryatman menyoroti banyak asepek yang menjadi keunggulan LPI Al Muttaqin dalam membentuk karakter siswa berakhlakul karimah. Pembentukan karakter sholeh-sholehah merupakan nilai plus yang menjadi program di setiap unit pendidikan di Al Muttaqin.

“Dengan karakter sholeh dan sholehah, maka diharapkan para lulusan Al Muttaqin memiliki warna beda dengan lulusan sekolah lain pada umumnya. Kedepan, dari para Al Muttaqin harus mampu memberi warna bagi perjalanan bangsa,” tandasnya.
Guna melahirkan SDM lulusan seperti itu, dalam memasuki tiga dasa warsa, perbaikan kualitas SDM guru terus digenjot yayasan. Salah satunya, Supercamp Sidomba akhir semester gasal lalu, penerapan raport guru, hingga test baca alquran.

Dedi Sugandi, S.Pd, Ketua Supercamp Sidomba yang juga Tim Pengembang Mutu (TPM) Al Muttaqin mengemukakan target peningkatan kualitas SDM seperti momen supercamp, sangatlah pas. “Melalui momen ini, kami hadirkan pemateri untuk pencerahan sekaligus membangun kekompakan kinerja,” tandas Dedi.

M Iqbal, M.Pd.I, Kepala Bagian SDM Al Muttaqin mengakui, selama hamper tiga dasa warsa, momen seperti Sidomba, boleh dikatakan sebagai momen yang langka.

“Ya sudah lama kita menanti momen seperti ini. Oleh karena itu, dari hasil Sidomba, para SDM guru di cas sehingga mampu membangun komitmen melahirkan SDM siswa sebagai generasi ulul albab”, ucapnya.

Melahirkan generasi ulul albab, bukanlah sebuah mimpi. Paling tidak, di usia jelang 3 dasa warsa Almuttaqin semakin eksis di setiap unitnya dengan program unggulan dan kelahiran lulusan berkualitasnya.

Bahkan, harapan Ir. H. Ade Ruhyana, Pembina Yayasan Al Muttaqin, yang juga owner Mayasari grup, LPI Al Muttaqin terus meningkatkan kapasitas kuantitas dan kualitas mutu pendidikan.

Dalam momen silaturahmi dengan para pimpinan unit sekolah di lingkungan LPI Al Muttaqin, Ade berpesan agar minimal untuk melahirkan SDM berkualitas, para gurunya terus melanjutkan pendidikan hingga minimal jenjang S2.

“Kualitas SDM guru itu harus ditingkatkan sesuai kebutuhan. Karena kedepan, Al Muttaqinpun harus sudah melirik pendirian pendidikan tinggi,” ujarnya.

Untuk pendidikan menengah, agar spirit akhlak dan akademik terpelihara, Ade mengingatkan untuk mengembangkan pendidikan pesantren.

Tiga dasa warsa Al Muttaqin didepan mata. Tantangan semakin terbentang. Saatnya semua unit mengepakan sayap sayap keunggulannya untuk terbanng tinggi meraih mimpi nyata, Al Muttaqin sebagai kawah candradimuka generasi ulul albab.*** (AMQ02)

19/07/2016

Bahasa Inggris

Selama satu bulan, mulai 18/7 s/d 17/8, seluruh peserta didik SMA Al Muttaqin Fullday School Kota Tasikmalaya kelas 10-11 dan guru guru melaksanakan matrikulasi bahasa Inggris. Matrikulasi ini dilaksanakan kerjasama SMA Al Muttaqin dengan FEE Center Pare Kediri Jawa Timur.

Melalui matrikulasi, visi SMA Al Muttaqin terkait unggul dalam bahasa terus bisa ditumbuhkembangkan.

18/07/2016
16/07/2016

Diberitahukan dengan hormat kepada seluruh peserta MPLS bahwa (1) pakaian untuk hari Senin, 18 Juli 2016 menggunakan pakaian olah raga smp asal atau or lainnya. Kegiatan utama MPLS Senin adalah pembukaan Matrikulasi Inggris dan Outbond Training
(2) Pasca pelaksanaan MPLS, jika pakaian seragam psas sma belum selesai dijahit, dipersilhkan menggunakan seragam SMP asal Jika di SMP nya menggunakan celana pendek, maka khusus putera dipersilahkan menggunakan celana warna hitam.
(3) Untuk kegiatan Mtrikulasi bahasa Inggris pada setiap hari Sabtu, agar hasil maksimal, berdasarkan jadwal dari Tim Tutor English Paree, KBM dilaksanakan sampai Asar.

14/07/2016

Berdasarkan hasil rapat panitia MPLS, Rabu (13/7) setiap siswa baru SMA Al Muttaqin
1. Hadir di sekolah pada Sabtu, 16 Juli mulai pukul 06.30
2. Memakai kemeja putih lengan panjang, celana/rok hitam berkeredung hitam. Sepatu hitam, kaos kaki putih.
3. Tidak membawa makanan dan barang yang ditugaskan sebelumnya.
4. Tetap membawa alat tulis, alquran, buku bacaan,dan perlengkapan shalat. .
5. MPLS SMA Al Muttaqin dilaksanakan mulai Sabtu 16 Juli s/d Senin 18 Juli 2016.

Suasana persiapan untuk HBH Selasa (16/7) pukul 15.00 di kampus SMA Al Muttaqin
12/07/2016

Suasana persiapan untuk HBH Selasa (16/7) pukul 15.00 di kampus SMA Al Muttaqin

11/07/2016

Pertemuan Orang Tua Siswa Baru

Guna mensosialisasikan program sekolah sekaligus kontrak belajar, SMA Al Muttaqin Fullday School Kota Tasikmalaya akan mengadakan pertemuan orang tua/ wali siswa baru pada Jumat 15 Juli dan Juli 16 Juli 2016.

Menurut Wakasek Kesiswaan Aep Saepuloh, M.Pd.I, pertemuan dilakukan dua termin karena ada dua kelompok siswa baru SMA Al Muttaqin, yakni siswa yang mondok mengikuti program pesantren dan siswa yang hanya ikut program reguler.

"Khusus yang mondok pertemuan akan dilaksanakan pada Jumat, sedangkan yang reguler dilaksanakan pada Sabtu", kata Aep.

Inti pertemuan tersebut tambah Aep, menyamakan persepsi tentang sistem pendidikan di SMA Al Muttaqin dan program kepesantrenan. Disamping itu juga akan dilaksanakan kontrak belajar sekaligus penyerahan pendidikan dari orang tua kepada pihak sekolah.

In In Kadarsolihin, S.S. wakasek Kurikulum menambahkan, hal terpenting lainnya pada kesempatan pertemuan tersebut yakni sosialisasi formulasi kurikulum baru di SMA Al Muttaqin.

"Penyelenggaraan pendidikan di SMA Al Muttaqin mulai tahun akademik 2016-2017 terdiri dari dua kelompok, yakni program reguler dan sains tahfidz. Bedanya, khusus program sains tahfidz diperbanyak jam muatan lokal tahfidz quran," jelas Solihin.

Selain itu, tambah Solihin, perubahan yang mendasar pada tahun akademik ini yakni matrikulasi bahasa Inggris. Selama satu bulan penuh seluruh siswa kelas 10 akan melaksanakan super training bahasa Inggris. Training bahasa Inggrisnya dibina langsung oleh lembaga Fee Center dari kampung bahasa Pare Kediri.

"Harapannya, setelah mengikuti super training bahasa Inggris, modal dasar penguasaan bahasa Inggris bisa menjadi custom dalam lingkungan KBM di SMA Al Muttaqin" kata Solihin.

Oleh karena pentingnya acara tersebut, Kepala SMA Al Muttaqin Drs Jenal Al Purkon berharap semua orang tua hadir dalam acara tersebut.

"Pertemuan awal orang tua siswa baru dan pihak sekolah sebagai modal awal membangun sinkronisasi pendidikan sekolah dan keluarga," kata Jenal.

11/07/2016

Kelahiran Kelas Sains Tahfidz:
Aktualisasi Penyegaran Visi Sekolah yang Tertunda

Kelahiran program sains tahfid di SMA Al Muttaqin secara tidak langsung sudah lama dipersiapkan. Ragam program dan visi sekolah yang dimiliki sudah menuntun pendirian kelas sains tahfidz. Namun baru teraktualisasi tahun 2016-2017.
-------------------------------------------------

Visi SMA Al Muttaqin sejak awal kelahiran, telah mengamanahkan bahwa sekolah ini haruslah unggul dalam bidang penguasaan sains. Hal itu terlihat dari peingtegrasian program IPTEK dan IMTAK.

Program mentoring agama, muatan lokal Al Quran, try out perguruan tinggi, hingga program sekolah berbasis riset mengindetifikasikan perlunya inovasi program tahfid dan sains secara integratif.

Gong SMA Al Muttaqin mengibarkan spirit sains tampak sejak awal berdiri sekolah ini. Bahkan secara nasional sudah di gaungkan. Adalah Rukman Nugraha, S.Si, guru Fisika SMA Al Muttaqin diawal SMA ini berdiri mampu mengkomunukasikan pentingnya pendidikan sains di harian terkemuka, Republika.

Waktu itu Rukman menuturkan tentang pentingnya pendidikan sains bagi sekolah-sekolah Islam. Dalam tulisan bertajuk “Pendidikan Sains Kita” yang dimuat sehalaman penuh kolom opini Republika, Rukman menyoroti beragam fenomena lemahnya pendidikan sains dan langkah harus dilakukan.

Salah satu terobosan di Al Muttaqin waktu itu untuk mendongkrak visi sains dengan menggaungkan ekskul penalaran KIR IQRA, membentuk forum KIR, hingga menelorkan gagasan wisata Ilmiah kunjungan ke laboratorium IPA di perguruan tinggi, Boscha, LIPI Cibinong. Selain itu konsen dalam pembinaan Olimpiade dan rutin menyelenggarakan kegiatan Al Muttaqin Science Challenge (ASC).

“Program program itu sesunggughnya merefleksikan, bagaimana sejak awal berdiri, SMA Al Muttaqin tetap konsisten terhadap pengembangan sains atau ilmu pengetahuan dan teknologi. Banyak inovasi ipteks yang terlahir dari program-program tersebut,” kata Wakasek Kurikulum In In Kadarsolihin, S.S.

Puncak spirit sains adalah di tahun 2015 kemarin. SMA Al Muttaqin ditunjuk LIPI sebagai tuan rumah Perkemahan Ilmiah Remaja Nasional (PIRN) se Indonesia. Perwakilan sekolah pilihan dari 33 propinsi se Indonesia, hadir di kampus Al Muttaqin. Menjadi tuan rumah, bukanlah perkara mudah. Upaya panjang menjadi tuan rumah PIRN dilakukan sejak lobi pertama di PIRN Bangka Belitung tahun 2010, PIRN 2011 di Jombang hingga mengerucut di tahun 2013 di PIRN Boyolali. Dengan menjadi tuan rumah PIRN, maka Al Muttaqin harus mampu lebih unggul dalam bidang sains.

“Kami berharap, setelah PIRN ini, SMA Al Muttaqin terus melangkah maju menjadi sekolah berbasis riset. Salah satu indikatornya mampu menjuara lomba-lomba karya ilmiah, dan menjadikan karya keilmuan atau penelitian sebagai salah satu syarat kompetensi lulusan siswa” terang Kepala Sekolah, Jenal Al Purkon, M.Pd.

Embrio Tahfidz
Sementara itu, untuk tahfidz quran, salah satu program yang mendukungnya adalah, sejak awal berdiri, SMA Al Muttaqin telah memperkaya jam mata Pelajaran Agama Islam (PAI). Pada tahun 2005, PAI dipecah menjadi beberapa sub mata pelajaran agama.

“Untuk memperdalam pemahaman siswa, maka kami memecah PAI kurikulum diknas menjadi beberapa sub materi pelajaran yang terwadahi dalam kelompok aqidah, fiqih, dan Al Quran” terang Drs. Tabiin Baedlawi penggagas mulok LPI Al Muttaqin.

Dikatakan Tabiin, dengan adanya mulok Al Quran misalnya, maka siswa ada tuntutan menghafal ayat ayat alquran secara lebih banyak dan memahi tafsirnya secara lebih luas.

Maka, mapel quran itu boleh dikatakan sebagai pemacu untuk meningkatkan program kearah tahfidz.

“Kalo selama ini program quran itu sebatas mulok dengan bahasan terbatas, maka dengan adanya kelas tahfidz, mulok quran dikembangkan dengan tambahan kearah hafalan,” ujar Tabiin.

Integrasi mulok quran ke tahfidz, jelas Jenal Al Purkon, merupakan langkah evaluasi konstruktif dari mulok alquran.

Saat ini, mulok Alquran fokus kepada ayat ayat pilihan. Maka di kelas tahfidz, ayat-ayat pilihan ditambah dengan target hafalan juz 30, 29, 28, 2, dan 1.

“Konsekuensinya, jam mulok quran ditambah dengan jam tahfidz. Ayat ayat pilihannya juga diperkaya dengan pendekatan ayat quran tentang ilmu pengetahuan dan teknologi”, terang Jenal.

Dengan mrefleksikan program yang telah ada, maka sesungguhnya keberadaan kelas sains tahfidz adalah penyegaran visi sekolah yang tertunda.*** (AMQ 02)

11/07/2016
11/07/2016

Bismillah....
Tahun akademik 2016-2017, spirit amq sebagai sekolah unggul kembali terus ditumbuhkembangkan

Address

Jalan Ahmad Yani 140
Tasikmalaya
46131

Opening Hours

Monday 07:15 - 17:00
Tuesday 07:15 - 17:00
Wednesday 07:15 - 17:00
Thursday 07:15 - 17:00
Friday 07:15 - 17:00
Saturday 07:15 - 13:00

Telephone

(0265) 311093

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when SMA Al Muttaqin Fullday School Kota Tasikmalaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to SMA Al Muttaqin Fullday School Kota Tasikmalaya:

Shortcuts

Share

Category