08/09/2024
๐๏ธโYang Jelas Bukan Al-Qur'an yang Sulitโ๐๏ธ
_Bagian 2_
Secara umum, kesalahan dalam menghafal al-Qur'an bisa dibagi menjadi tiga jenis.
YANG PERTAMA ADALAH KESALAHAN YANG BERAT.
YANG KEDUA ADALAH KESALAHAN YANG SEDANG.
YANG KETIGA ADALAH KESALAHAN YANG RINGAN.
Jika seorang penghafal ingin benar-benar merasakan mudahnya menghafal al-Qur'an, maka ia mau tdak mau harus menghindari kesalahan-kesalahan tersebut. Jika tidak, maka dia akan sangat mungkin terhalang dari kemudahan dan kelacaran dalam proses menghafalkannya. Karenanya, kesalahan-kesalahan ini tentu saja penting sekali untuk diketahui oleh setiap penghafal al-Qur'an.
Apa sih yang dimaksud dengan kesalahan yang berat dalam menghafal al-Qur'an itu?
Yang saya maksud dengan kesalahan yang berat di sini adalah kesalahan-kesalahan yang bukan hanya mengganggu kelancaran proses menghafal, tetapi juga bisa merusak bahkan menghilangkan pahala yang seharusnya bisa didapatkan oleh seorang penghafal.
Kesalahan berat ini di antara contohnya adalah ketika seseorang menghafal al-Qur'an dengan hati yang tidak ikhlas, hanya mengharapkan sesuatu yang bersifat duniawi, bahkan mungkin hanya ingin dipuji oleh orang lain. Inilah yang paling berbahaya bagi seorang penghafal al-Qur'an. Tidak adanya keikhlasan inilah yang bisa menghalangi sampainya kemudahan yang Allah jaminkan kepada kita, bahkan yang lebih parahnya adalah membuat kita tidak bisa mendapatkan pahala apa-apa dari al-Qur'an yang kita hafal.
Termasuk juga dalam kesalahan yang berat di sini adalah dalam masalah pengamalannya, misalnya seseorang pengen hafal al-Qur'an, tapi maksiat tetep dia jalani dan nggak mau ditinggalkan. Padahal, alQur'an itu kitab suci, semulia-mulianya ilmu dan cahaya dari Allah, yang jelas tentu saja tidak akan diberikan kepada orang-orang yang banyak bermaksiat kepada-Nya. Imam asy-Syafi'i sebagaimana dapat kita baca di dalam ad-Diwan al-Imam asy-Syaft'i pernah bersyair :
โAku mengadu kepada Waqi' tentang buruknya hafalanku, maka ia menasihatiku agar meninggalkan maksiat. Dan ia mengabarkan kepadaku bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah itu tidak diberikan kepada pelaku maksiat.โ
Selanjutnya, apa yang dimaksud dengan kesalahan yang sedang dalam kaitannya dengan menghafal al-Qur'an? Yang saya maksud dengan kesalahan yang "sedang" di sini adalah kesalahan-kesalahan yang membuat proses menghafal menjadi terganggu, tetapi ia tidak sampai menggugurkan pahala untuk penghafalnya sebagai kategori kesalahan sebelumnya. Jika kesalahan tersebut dilakukan oleh seorang penghafal, maka besar kemungkinan menghafal al-Qur'an baginya menjadi sesuatu yang terasa sulit. Padahal, rasa sulit itu ada karena memang ia tidak menghafal sesuai dengan tahapan atau cara yang seharusnya dilakukannya.
Di antara contoh kesalahan dengan kategori sedang di sini misalnya adalah ketika seseorang langsung menghafal al-Our'an tanpa terlebih dahulu memperbaiki dan memperbagus bacaannya, atau dengan kata lain, ia langsung menghafal tanpa terlebih dahulu melewati tahapan tahsin. Padahal, salah satu syarat jika ingin mudah ketika menghafal adalah adanya bacaan yang memang sudah bagus. Seseorang yang belum benar bacaannya tetapi kemudian ia memaksakan diri untuk menghafal, maka bukannya malah mudah, tetapi justru bisa malah terasa sulit baginya, sebab di samping harus menghafal, ia juga harus memperbaiki bacaannya yang masih salah.
Lalu, apa itu kesalahan ringan?
Kesalahan ringan dalam kaitannya dengan menghafal al-Qur'an adalah kesalahan-kesalahan yang sebenarnya tidak mengganggu proses menghafal, juga tidak berpengaruh pada pahala yang seharusnya didapatkan oleh seorang penghafal, tetapi ia hanya berpengaruh terhadap kesempurnaan hafalan yang nantinya didapatkan. Sebagaimana diketahui, dalam menghafal al-Qur'an kita harus memperhatikan kualitas hafalan, termasuk dari sisi kelancaran nya.
Di antara kesalahan yang ringan dalam menghafal al-Our'an adalah ketika seorang penghafal dalam memurajaah hafalannya terlalu bergantung kepada mushaf, sehingga akhirnya ia tidak bisa murajaah jika tidak memegang mushaf. Padahal, yang namanya hafal tentunya harus bisa tanpa mushaf. Jika terus-terusan menggunakan mushaf, maka tidak ada bedanya d**g dengan yang tidak hafal. Meski demikian, membaca al-Qur'an dengan mushaf juga memang perlu, sebab memandang mushaf juga membuahkan pahala tersendiri di samping pahala membacanya. Intinya, penghafal al-Qur'an harus terbiasa melakukan dua-duanya, baik dengan mushaf maupun dengan hafalan. Bukan hanya dengan mushaf saja.
Kesimp**annya, jika seorang penghafal al-Qur'an ingin benar-benar merasakan kemudahan ketika menghafalkannya, sudah semestinya ia tidak melakukan kesalahan-kesalahan tersebut, terutama kesalahan yang tergolong berat dan sedang. Termasuk kalau bisa, ia juga hendaknya menghindari kesalahan-kesalahan yang ringan, seperti meninggalkan murajaah di dalam shalat, sering berganti-ganti mushaf yang tata letak dan jumlah baris ayatnya berbeda-beda, tidak mau menghafal dalam keadaan berwudhu dengan dalih yang digunakan adalah mushaf terjemah, dan lain-lainnya.
Sekali lagi, al-Qur'annya sudah mudah, bahkan bener-bener muhdah. Kita hanya tinggal menyambut kemudahan tersebut dengan tidak mempersulit diri sendiri sehingga kemudahan tersebut menjadi terhalangi.
Kemudahan menghafal al-Qur'an adalah hak kita, dan kita hanya tinggal berusaha meraihnya. Jangan sampai kita tidak bisa merasakan indahnya nikmat hafal al-Qur'an karena memang kita tidak berusaha dengan maksimal untuk menghafalkannya, atau tidak berusaha menyingkirkan masalah-masalah yang selama ini membuat proses menghafal al-Qur'an kita menjadi terganggu.
Intinya, salah besar ketika seseorang menemukan kesulitan dalam menghafal al-Qur'an lalu ia mengatakan bahwa al-Qur'an itu sulit. Jangan sampai kita menjadi orang yang tidak tahu diri dengan mengatakan bahwa menghafal al-Qur'an itu sulit sementara kenyataannya yang sulit itu ternyata diri kita sendiri. Jika kita mengatakan menghafal al-Qur'an itu sulit, takutnya apa yang kita katakan itu benar-benar menjadi kenyataan, benar-benar menjadi sulit, karena salah kita sendiri yang tidak yakin akan jaminan-Nya.
Terakhir, berdoalah selalu kepada Allah ta'ala agar selalu dibimbing-Nya sehingga kita bisa menghafal al-Qur'an dengan baik, dengan niat yang baik, dengan adab-adab yang baik, juga dengan tata cara yang semestinya. Kadang kita sebagai manusia tidak sadar bahwa kita selama ini salah, tidak sadar bahwa kita keliru. Karenanya, mohonlah petunjuk dari Allah sehingga kita sadar ketika berbuat salah dan tahu ketika kita keliru, sehingga kita bisa dengan segera memperbaiki kesalahan dan kekeliruan yang sudah kita lakukan, termasuk dalam hal menghafal al-Qur'an.
Semoga Allah subhanahu wataโala memudahkan kita semua untuk menjadi para penjaga kitabNya yang mulia.
Semoga Allah memudahkan kita dan keluarga kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang hafal dan memahami alQurโan serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
ุงููููููู
ูู ูููููุฑู ููููููุจูููุง ุจูุชููุงูููุฉู ุงูููููุฑูุขูู, ููุฒูููููู ุฃูุฎููุงูููููุง ุจูุฌูุงูู ุงููููุฑูุขูู, ููุญูุณูููู ุฃูุนูู
ูุงููููุง ุจูุฐูููุฑู ุงููููุฑูุขูู, ููุจููููุถู ููุฌูููููููุง ุจูุจูุฑูููุฉู ุงููููุฑูุขูู, ูููููููุฑู ุฃูุจูุฏูุงููููุง ุจูููููุฑู ุงููููุฑูุขูู, ููููุฌููููุง ู
ููู ุงููููุงุฑู ุจูููุฑูุงู
ูุฉู ุงููููุฑูุขูู, ููุฃูุฏูุฎูููููุง ุงููุฌููููุฉู ุจุดูููุงุนูุฉู ุงููููุฑูุขูู
Amiin Ya Robbal aโlamin.
Tonton juga video di channel Youtube saya : https://youtu.be/i7aSWSSaJUo
______
Ingin setiap hari nya dikirimkan broadcast motivasi ke WA kalian ?
Atau ingin konsultasi tentang quran ?
Tidak usah khawatir karena program ini GRATIS
Langsung saja save no WA saya atau klik link WA warna biru dibawah
๐WA ==> 0881023405935
http://bit.ly/Motivasi-tahfidz
๐Facebook : https://www.facebook.com/makhfudh.a.sidiq
๐Instagram :
https://www.instagram.com/makhfudhagung
๐Channel Youtube : https://youtube.com/channel/UCcD9OT1ZJAWz6t5kdOSdTAg
๐Grup Facebook : Motivasi Tahfidz Quran
๐Fans Page :
https://www.facebook.com/Motivasi-Tahfidz-Quran-122449339558744/
BONUS : Pdf mengenai kesalahan2 membaca surat Al-Fatihah (GRATIS)