29/09/2019
Akhir-akhir ini senang sekali memperhatikan akar. Akar-akar rumput serabut atau paling tunggal sekalipun, akar tetap memiliki fungsi dan nilai bagi tanaman. Bahkan untuk pohon yang kokoh sekalipun tetap ditopang dengan akar. Untuk satu nilai akar pada tumbuhan atau pohon yang kokoh itu tentu tidak sembarangan. Tidak ada akar biasa-biasa saja yang menopang kekokohannya pohon sehingga entitas dahan,daun, dan buah pun memiliki kualitas yang baik. Baik tanamanya, besar manfaatnya.
Lalu saya juga senang memperhatikan anak kecil. Selain mencuri energi mereka,ada banyak pelajaran termasuk ketulusan. Anak-anak seperti penulis, bagaimana seorang penulis bisa membohongi orang lain jika menulis adalah salah satu cara untuk tidak berbohong pada diri sendiri. Saat penulis berbohong saat itu p**a saya harus mempercayai kebohongannya.
Tapi ada satu hal yang kerap kali diabaikan dari anak kecil, yaitu kepolosannya. Sikap seperti itu kerap kali menjadi malapetaka jika terjadi kesalahan dalam mendidiknya atau sebaiknya.
Jika diibaratkan akar, anak-anak memiliki fungsi yang sama. Sama-sama menjadi fondasi menguatkan suatu pertahanan. Memang sedikit kompleks kalau menguatkan pertahanan dengan anak-anak karena mereka bisa memiliki sikap yg baik sesuai didikan orangtua khususnya ibu. Itu kenapa ada pepatah yang mengatakan nasib suatu bangsa ada pada tangan perempuan. Jika perempuan itu baik maka baiklah generasinya. Seorang anak / siswa tidak akan disalahkan lagi karena kasus penganiayaan terhadap guru atau siswa antar siswa saling menganiaya sekalipun terpaut usia kalau mereka memiliki dasar yang kuat untuk tidak mendzalimi orang lain. Seorang ibu pernah bilang sebelum kita menyayangi dan mencintai orang lain, pastikan kedua hal itu berlaku pada diri kita. Artinya kita cintai dan sayangi diri kita dahulu sebelum diberikan pada orang lain. Kenapa harus diri kita terlebih dulu? Supaya kita tidak mendzalimi diri kita. Peran orangtua khusunya ibu sangat vital apalagi terhadap perkembangan karakter anak bukan hanya fisik saja.