14/12/2021
🌼 Kedermawanan Jiwa 🌼
Yahya bin Bukair mengabarkan kepada kami, ia berkata: Al-Laits mengabarkan kepada kami dari Ibnu ‘Ajlan, dari Al-Qa’aqa’, dari Abu Shalih:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ
Dari Abu Hurairah, dari Nabi Shalallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Kekayaan bukanlah banyaknya harta, melainkan kekayaan itu adalah kaya jiwa.”
Diriwayatkan Al-Bukhariy {Kitab Ar-Riqaaq, bab Al-Ghinaa Ghinan Nafs (6446)} dan Muslim {Kitab Az-Zakaah. Laisal Ghina’an Katsratil’Aradh (120)}
Kandungan Hadits:
1. Kekayaan hakiki yang terpuji adalah kekayaan jiwa, yaitu merasa puas dan sedikit hasrat padanya, bukan banyaknya harta dan hasrat menambah.
2. Kekayaan jiwa diperoleh dengan kekayaan hati, yaitu seseorang hanya membutuhkan Rabb-nya dalam setiap urusan, ridho terhadap segala ketentuan-Nya, mensyukuri nikmat yang ia peroleh dan meminta pertolongan kepadaNya untuk menghilangkan segala kesulitan yang ia alami.