TKIT Nabila

TKIT Nabila Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu Sukatani - Depok ***LATAR BELAKANG****

Anak adalah amanah sangat berharga yang Allah SWT berikan kepada kita. pukul 11.00
2.

Kita harus senantiasa membimbing dan menjaga permata hati kita agar menjadi anak yang shallih, berkualitas, dan mampu bersaing. Para pakar berpendapat, “Manusia yang berkualitas tidak akan terbentuk begitu saja melainkan harus diupayakan sedini mungkin” salah satu caranya adalah dengan melakukan program penstimulusan dini yang medorong anak untuk aktif. Agar anak tumbuh aktif, ia perlu diberi kese

mpatan untuk bereksplorasi seluas dan sebebas mungkin di lingkungan sekitarnya, anak perlu dilatih untuk mandiri sedini mungkin. Mengingat hal tersebut di atas, kami Yayasan Cahaya Insan Mulia berpartisipasi untuk mempersiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan jaman dengan membentuk Play Group dan TK Islam Terpadu yang berpola pendidikan Islam terpadu menggunakan metode “Bermain sambil belajar melalui sentra-sentra bermain”.


***SENTRA BERMAIN YANG DISEDIAKAN***

1. Sentra Bermain Peran
Tembat bermain dan belajar anak untuk mengembangkan kemampuan anak berekspresi dalam bermain peran. Dengan bermain peran, anak membuat tiruan kecil dari dunia orang dewasa yang kompleks. Riset menunjukan bahwa anak yang aktif dalam permainan berpura-pura ini biasanya lebih riang dan mudah bekerja sama, mudah berbagi dan menunggu giliran serta memiliki perbendaharaan kata yang banyak dibanding dengan anak yang kuranng imajinasi.

2. Sentra Balok
Tempat bermain dan belajar dalam mengembangkan konsep ilmiah, matematika, seni ilmu sosial dan bahasa serta melatih kompetensi
Anak belajar keseimbangan, gravitasi, berat dan lainnya dalam menyusun balok.

3. Sentra Kreatifitas
Tempat bermain dan belajar untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam hasta, karya dan proyek seni. Anak akan berimajinasi dengan barang-barang bekas dan bahan-bahan alam.

4. Sentra Eksplorasi
Tempat bermain dan belajar, untuk mempertajam panca indra anak, anak dapat mengenal tekstur, benda-benda alam sekitar, eksperimen, konsep matematika, sains dan keberanian untuk mencoba sesuatu.

5. Sentra Persiapan
Tempat bermain dan belajar yang bertujuan untuk persiapan ke SD seperti menulis, membaca, dan berhitung.

6. Sentra Musik dan Olah Tubuh
Musik membantu anak untuk menghubungkan dunia luar berupa gerak dan suara dengan dunia dalam berupa perasaan dan pengamatan. Olah tubuh memperluas imajinasi anak dan merupakan metode mengasyikan untuk kebugaran fisik yang mempengaruhi sistem kerja otak.


***SISTEM PENDIDIKAN***

1. Kurikulum terpadu, yaitu keterpaduan antara Kurikulum Pendidikan Nasional terintegrasi dengan nilai-nilai Islam meliputi:
- Pembiasaan terhadap moral dan nilai-nilai Islam, pengembangan kemampuan bahasa, kognitif (sains dan matematika), fisik motorik, dan seni ditambah muatan keislaman seperti: hafalan surat-surat pendek, hadits, dan doa sehari-hari, iqro, sejarah para Nabi serta pengenalan rukun Islam dan rukun Iman.
2. Menggunakan metode bermain sambil belajar melalui sentra-sentra bermain, sebagai sarana belajar untuk mengembangkan seluruh aspek kecerdasannya.
3. Kunjungan edukatif atau kegiatan penunjang tema sebagai sarana untuk mempercepat proses pembelajaran siswa.
4. Pengenalan komputer, bahasa Inggris, untuk meningkatkan wawasan intelektualnya.
5. Ekstra kulikuler sebagai sarana pengembangan, antara lain: renang, melukis, menari, dan drum band.


***WAKTU KEGIATAN BELAJAR***

1. Hari Belajar : Senin s.d. Jumat
Pukul : 08.00 – 12.00, Jumat s.d. Jadwal Kegiatan Sehari
07.45 – 08.00 : Kedatangan
08.00 – 09.00 : Ikrar, Permainan & Qiro’ati
09.00 – 10.00 : Materi Pagi
10.00 – 10.30 : Istirahat & Snack Time
10.30 – 12.00 : Kegiatan Sentra

Silakan bunda yg berminat mendaftarkan putra putrinya di sekolah kami
21/06/2018

Silakan bunda yg berminat mendaftarkan putra putrinya di sekolah kami

02/11/2017
27/10/2017

Kelompok B bermain disentra Musik dan olah tubuh

17/03/2016

Bermain di sentra Musik & Olah Tubuh

11/04/2015
  #Anak yang berada pada golden age (0-3th) akan mulai mengenal dan menganalisa serta meniru lingkungan yang ada di seki...
22/05/2014

#

Anak yang berada pada golden age (0-3th) akan mulai mengenal dan menganalisa serta meniru lingkungan yang ada di sekitarnya, dimana pada masa-masa tersebut anak akan mengadopsi dan mengimitasi semua perilaku dan nilai-nilai yang diterapkan di lingkungannya. Begitu p**a dengan pembentukan self concept, self esteem dan self confident yang juga mulai terbentuk dan berkembang sejak anak dilahirkan. Bila lingkungan terdekat anak (keluarga, terutama orgtua) adalah lingkungan yang hangat, supportif, menerima kelebihan dan kekurangan anak tanpa sarat, penuh cinta, maka InsyaAllah anak akan mengembangkan self concept dan self esteem yg positif, serta self confident diri yg tinggi.
Pembentukan karakter, bukan lah suatu proses yang instan. Dibutuhkan keshabaran yang luar biasa agar seorang anak kemudian berkembang secara positif menjadi anak yang sholeh, mandiri dan bahagia dengan dirinya. Karena itu, bila anak kemudian berkembang menjadi pribadi dengan self consept dan self esteem yang cenderung negatif serta self confident yg cenderung rendah, maka sebenarnya yg harus pertama kali melakukan introspeksi adalah para orangtua. Apakah selama ini sering membanding-bandingkan anak-anak ? Apakah lebih sering menegur secara negatif pada perilaku anak yang negatif, sementara ketika ia melakukan suatu hal yang positif kita tidak memberi perhatian sama sekali? Apakah kita sering memberi label2 negatif (seperti : nakal, tidak bisa diberitahu, sering menyusahkan, penakut, pemalu, cerewet, dll) kepada anak-anak ? Apakah kita menuntut prestasi pada anak di luar kesanggupannya? Seberapa sering kita berdialog dengan anak? Sudahkah kita menjadwalkan sedikit waktu kita untuk bermain bersama anak tercinta? Seberapa sering kita mengungakapkan rasa cinta kita pada anak? Sudahkan kita memberikan pujian dengan tulus saat anak melakukan sesuatu hal yang positif?
Setelah melakukan introspeksi, maka kita sebagai orgtua harus segera mengevaluasi pola asuh, penanaman disiplin, sikap serta perilaku kita terhadap anak.
Jadikanlah rumah menjadi tempat ternyaman bagi anak, dimana ia bisa menyalurkan dan mengekspresikan emosinya, bisa diterima apa adanya, bisa mendapatkan support yang ia butuhkan, merasakan kehangatan dari ayah dan ibu nya, bisa bertanya dan mengungkapkan pendapat mengenai apa pun, belajar menyelesaikan masalah, dll.
Lakukanlah dialog sesuai dengan bahasa anak, bisa melalui cerita, dongeng dengan topik "membangun rasa percaya diri". InshaALLAH dongeng dan cerita bisa menjadi salah satu metode terapi untuk mengatasi rasa kurang percaya dirinya.
Berikanlah pujian untuk setiap perilaku positif yg ditampilkan anak meski hal itu kita rasakan sebagai suatu hal kecil. "MasyaAllah…. Kakak memang anak Ibu yang hebat!! Sudah berani di kelas sendiri, tidak lagi ditemani Ibu".
Untuk perilaku yang negatif, sebaiknya kita hanya mengungkapkan ketidaksukaan kita saja, setelah itu jangan terlalu kita fokus pada perilaku tersebut. "Maaf Sayang, Ibu sedih sekali kalau kamu berteriak-teriak jika meminta sesuatu. Kamu pasti bisa meminta dengan cara yang lebih baik."
Hindari memberikan label yang cenderung negatif pada anak, meski hal tersebut adalah "kekurangannya". Misalnya, seringkali secara tdk sengaja kita membicarakan kekurangan anak dengan orgtua lain dihadapan anak, atau saat kita curhat mengenai perilaku anak terhadap suami . "Ayah, si Abang ini pemaluuuuu sekali. Masa disuruh nyanyi di depan kelas aja pake nangis…Malu dehhhh…."
Support anak, dan bukan memaksa. Bila kita mengatakan, "Ayo Ade’, kamu pasti bisa !!!", namun kemudian setelah anak mencoba dia gagal, maka kita bisa mengatakan "It’s Ok sayang… Ibu tetap bangga dan sayang sama Ade’. Yang penting, Ade’ sudah mau coba…"
Kita juga bisa mengungkapkan kelebihan-kelebihan lain yang dimiliki oleh anak, sehingga meski ia memiliki kekurangan di satu sisi, namun di sisi lain ia memiliki kelebihan yg mungkin tdk dimiliki oleh anak lain.
InsyaAllah, bila kita melakukannya mulai dari rumah, anak pun akan mengadaptasi dan menggeneralisir hal-hal yg ia dapatkan di rumah ketika ia berada di luar rumah. Meski memang ada tipe anak yang "butuh pemanasan" lebih lama, namun bila lingkungan di rumah suppportif, maka In syaa ALLAH perlahan tapi pasti ia akan bisa beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Fajriati Maesyaroh, S. Psi

27/04/2014

TK B on Kartini's day

27/04/2014

TK A on Kartini's day

27/04/2014

Play Group on Kartini's day

Tidak jarang ditemui dalam masyarakat kita adanya pola asuh yang beragam oleh orang tua. Perbedaan pola asuh orang tua t...
05/04/2014


Tidak jarang ditemui dalam masyarakat kita adanya pola asuh yang beragam oleh orang tua. Perbedaan pola asuh orang tua ternyata dapat mempengaruhi perkembangan anak.

Tidak jarang ditemui dalam masyarakat kita adanya pola asuh yang beragam oleh orang tua. Perbedaan pola asuh orang tua ternyata dapat mempengaruhi perkembangan anak. Dalam tulisan ini akan membahas lebih jauh mengenai faktor keluarga, terutama orang tua,

02/04/2014
02/04/2014

Address

Jalan Sawo Raya Blok EE1 No. 13/14, Perumahan Sukatani Permai
Tapos
16461

Opening Hours

Monday 08:00 - 13:30
Tuesday 08:00 - 13:30
Wednesday 08:00 - 13:30
Thursday 08:00 - 13:30
Friday 08:00 - 13:30

Telephone

+62218743601

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when TKIT Nabila posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to TKIT Nabila:

Shortcuts

Share