Alumni SD Xaverius Fransiskus 1 Tanjungkarang

Alumni SD Xaverius Fransiskus 1 Tanjungkarang Komunitas Dan Halaman Resmi Alumni SD XAVERIUS-FRANSISKUS TANJUNGKARANG, BANDAR LAMPUNG

KOMUNITAS & HALAMAN RESMI ALUMNI
SD XAVERIUS-FRANSISKUS 1 TANJUNGKARANG
BANDAR LAMPUNG

Terima kasih Nenek Ani untuk jasamu yang luar biasa..
01/08/2015

Terima kasih Nenek Ani untuk jasamu yang luar biasa..

Quote:***** DI RATE GAN Quote:kaskuser yang baik silahkan di coment ya terima kasih atas kerjasamanya selamat membaca Quote:Intermezzo Masih ingat kah agan dengan Kalimat Pengantar Belaja | The Lounge | Forum bagi Kaskuser untuk berbagi gosip, gambar, foto, dan video yang seru, lucu, serta unik.

Prosedur Operasional Standar (UN) Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2014/2015http://kemdikbud.go.id/kemdikb...
18/03/2015

Prosedur Operasional Standar (UN) Penyelenggaraan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2014/2015

http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/node/3927

Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat (PIH) Kemdikbud Gedung C Kemdikbud Lt 4 Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270 Call center : 177 Telp : 021 5703303 Fax : 021 5733125 SMS : 0811976929 Email : [email protected]

18/03/2015

“Jujur saja tapi pemalas, tentu tidak banyak gunanya. Oleh karena itu untuk membangun karakter siswa guru mesti bisa menjadi teladan. Kemudian membiasakan siswa, dan baru mendisiplinkan,” kata Mendikbud Anies Baswedan.

http://www.facebook.com/Kemdikbud.RI/posts/706883156087794

18/03/2015

“Cerdas iya, skillful iya, keterampilan pengetahuan luas, tapi begitu masuk pada kemampuan untuk disiplin dalam kejujuran, menjalani drop, sayang sekali,” tutur Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

http://www.facebook.com/Kemdikbud.RI/posts/704830266293083

17/03/2015

:: Guru Terbaik Sepanjang Masa ::

Guru adalah manusia biasa. Mereka pernah berbuat salah dan tidak selalu menyenangkan. Tapi mereka mau berubah dan memperbaiki diri. Mereka mempunyai pandangan yang lebih terbuka, sehingga mereka dinamakan ‘guru’.

Kisah Mrs. Thompson dimulai saat ia berdiri sebagai guru di depan kelas 5 pada hari pertama sekolah. Seperti kebanyakan guru yang berbasa-basi, dia mengatakan ketidakbenaran kepada anak-anak didiknya. Ia memandang ke seluruh murid dan berkata bahwa ia mencintai mereka semua sama. Namun, itu tidak mungkin, karena di barisan depan, duduk merosot di kursinya, ada seorang anak kecil bernama Teddy Stoddard.

Mrs. Thompson sudah mengawasi Teddy sejak setahun sebelumnya dan ia memerhatikan bahwa anak ini tidak bermain dengan baik bersama anak-anak lain. Bajunya morat marit dan penampilannya yang kucel terlihat seperti anak yang selalu perlu untuk dimandikan. Selain itu, Teddy bisa berubah menjadi anak yang tidak menyenangkan bagi anak lainnya.

Rasa tidak s**a kepada Teddy pun muncul dalam diri Mrs. Thompson. Rasa tidak s**a yang sampai ke titik di mana Mrs Thompson benar-benar akan merasa senang menandai kertas ulangan Teddy dengan tinta merah besar, membuat “X” tebal dan kemudian menempatkan nilai "F" besar di atas kertas. Seolah dengan itu semua Mrs. Thompson mempertegas kualitas Teddy sebagai seorang murid di sekolah itu.

Suatu ketika, sekolah tempat Mrs.Thompson mengajar, memintanya untuk melihat catatan masa lalu tiap anak. Mrs. Thompson pun mencari tahu catatan masa lalu tiap anak dari guru-guru di kelas sebelumnya. Karena tidak tertarik, ia membiarkan cacatan Teddy di giliran terakhir. Namun, ketika membaca catatan Teddy, Mrs. Thompson terkejut.

Guru kelas 1 Teddy menulis, "Teddy adalah anak pintar dengan tawa yang siap lepas setiap saat. Dia bekerja dengan rapi dan memiliki sikap yang baik ... dia adalah s**acita untuk siapapun yang berada di sekitarnya .."

Guru kelas 2 Teddy menulis, "Teddy adalah murid yang sempurna, sangat dis**ai oleh seluruh temannya, tetapi ia terganggu karena ibunya memiliki penyakit yang menjadikannya kritis, saat-saat Teddy di rumahnya pastilah saat yang sulit."

Guru kelas 3 Teddy menulis, "Kematian ibunya adalah hal yang sulit baginya. Dia mencoba untuk melakukan yang terbaik, tetapi ayahnya tidak menunjukkan ketertarikan padanya dan kehidupan di rumah akan segera mempengaruhinya jika tidak ada langkah-langkah yang diambil."

Guru kelas 4 Teddy menulis, "Teddy menjadi mundur dan tidak menunjukkan ketertarikan di sekolah. Dia tidak punya banyak teman dan terkadang tertidur di kelas."

Setelah itu, Mrs. Thompson menyadari masalahnya dan dia malu terhadap dirinya sendiri. Suatu hari, di saat perayaan Natal di jelas, ia merasa tidak enak ketika murid-muridnya membawa hadiah Natal, dibungkus dengan pita cantik dan kertas yang menyala, kecuali pemberian Teddy. Hadiah dari Teddy dibungkus kertas kardus cokelat. Mrs Thompson dengan susah payah membukanya di tengah hadiah lainnya. Beberapa anak mulai tertawa saat melihat hadiah itu adalah gelang batu dimana beberapa batunya telah hilang, dan sebuah botol yang berisi seperempat penuh parfum. Mrs Thompson menghentikan tawa anak-anak ketika dia berseru betapa cantiknya gelang itu, mengenakannya di tangannya, dan mengoleskan sedikit parfum di pergelangan tangannya. Seusai perayaan Natal itu, Teddy Stoddard tetap tinggal di sekolah hari itu, ia menunggu cukup lama untuk kemudian mengatakan, "Mrs Thompson, hari ini bau wangi Anda seperti ibu saya dulu." Setelah anak-anak pergi, Mrs. Thompson menangis selama setidaknya satu jam.

Pada hari itu, ia memahami bahwa menjadi guru bukan soal mengajar membaca, menulis dan berhitung. Ia sadar bahwa tugasnya adalah mendidik anak-anak untuk perkembangan mereka. Mrs. Thompson kemudian memberi perhatian khusus kepada Teddy. Saat Mrs. Thompson mulai bekerja dengan Teddy, datanglah pikiran yang membuat Teddy merasa hidup. Semakin Mrs. Thompson mendorongnya, semakin cepat Teddy memberikan respon. Pada akhir tahun, Teddy menjadi salah satu anak terpandai di kelas. Tidak mungkin Mrs. Thompson akan berbohong dengan mengatakan bahwa ia mencintai semua anak-anak secara sama, karena mereka memang tidak sama, dan cinta hanya bisa dirasakan ketika diberikan personal atau spesial, ke masing-masing orang.

Setahun kemudian, dia menemukan catatan di bawah pintu, dari Teddy, yang mengatakan bahwa ia adalah guru terbaik yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.

Enam tahun berlalu sebelum ia mendapat catatan lain dari Teddy. Dia kemudian menulis bahwa ia telah lulus SMA, rangking ketiga di kelasnya, dan masih menuliskan bahwa dia adalah guru terbaik yang pernah dimiliki dalam hidup.

Empat tahun setelah itu, Mrs. Thompson menerima surat yang lain, mengatakan bahwa ketika keadaan sedang sulit, ia harus tinggal di sekolah, dan disibukkan oleh studinya, dan akan segera lulus dari akademi dengan penghargaan tertinggi. Teddy meyakinkan Mrs. Thompson bahwa dia masih yang terbaik guru dan yang paling dia s**ai yang pernah dimiliki sepanjang hidupnya.

Kemudian empat tahun berlalu dan surat yang lain datang. Kali ini Teddy menjelaskan bahwa dirinya telah menyelesaikan gelar sarjananya, dia memutuskan untuk pergi melanjutkan studinya. Surat itu menjelaskan bahwa dia masih yang terbaik dan guru favorit guru yang pernah dimiliki. Tapi sekarang, Mrs Thompson melihat nama Teddy sedikit lebih panjang .... Surat itu ditandatangani, Theodore F. Stoddard, MD.

Cerita tidak berakhir di sana. Ada lagi surat lain yang musim semi. Teddy mengatakan ia telah bertemu dengan seorang gadis dan akan menikah. Dia menjelaskan bahwa ayahnya telah meninggal beberapa tahun yang lalu dan dia berharap Mrs. Thompson bersedia duduk di pernikahan di tempat yang biasanya disediakan untuk ibu pengantin.

Tentu saja, Mrs Thompson bersedia. Dan coba tebak? Mrs Thompson mengenakan gelang, yang beberapa batunya hilang, pemberian Teddy dulu. Selain itu, ia memastikan dia memakai parfum yang membuat Teddy teringat ibunya.

Di hari pernikahan, Mrs. Thompson dan Teddy Stoddrard saling berpelukan, dan Dr Stoddard berbisik di telinga Mrs. Thompson, "Terima kasih Mrs. Thompson untuk mempercayai saya. Terima kasih banyak untuk membuat saya merasa penting dan menunjukkan bahwa saya bisa membuat perbedaan."

Mrs. Thompson dengan air mata berlinang, balik berbisik. Dia berkata, "Teddy, kau sepenuhnya salah. Justru kau adalah orang yang mengajari saya bahwa saya bisa membuat perbedaan. Saya tidak tahu bagaimana caranya mengajar sampai bertemu denganmu."

Sumber: “Excellent Happiness” oleh Audifax, konsultan Institut Ilmu Sosial Alternatif (IISA) dan kontributor Majalah LuarBiasa

Please like and share!

06/08/2014

Pembelajaran Kurikulum 2013 tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi bisa berlangsung di luar kelas atau lingkungan sekitar sekolah.

29/08/2013

SELAMAT JALAN GURU IPS-KETRAMPILANKU, BAPAK KASDO..

Saat saya masih duduk di Kelas 1 sampai dengan Kelas 3 SD maka guru yang mengajar dari seluruh mata pelajaran sekolah yang ada hanya dipegang oleh 1 orang guru saja yaitu Guru Walikelas.

Pak Kasdo adalah salah satu Guru Pendidik saya di Kelas 4 tetapi saat saya masih duduk di Kelas 3 SD pun beliau sudah dapat mencuri perhatian saya. Beliau adalah salah satu sosok guru yang menakutkan di dalam alam fikir saya saat itu dan beliau juga dapat membuat hati saya 'ketar-ketir' saat bertemu langsung dengannya baik di lingkungan sekolah atau pun di luar sekolah padahal saya belum pernah sama sekali diberi pelajaran satu kali pun oleh beliau di saat waktu yang bersamaan.

Saya tidak tahu kenapa alasan 'ketar-ketir' tersebut dapat muncul seketika itu tetapi jika saat ini saya mengingat sosok beliau kembali maka di mata saya akan tergambar garis pengaruh sifat pendiam yang dimiliki beliau ditambah lagi selentingan 'galak' dari para senior saya mengenai Pak Kasdo adalah jawaban tepat kenapa saya bisa merasakan hal tersebut.

Saat saya naik ke Kelas 4 SD maka Pak Kasdo adalah Guru Mata Pelajaran (MP) Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kelas saya dan beliau juga mengajar MP Ketrampilan bagi Pelajar khusus Laki-laki di Kelas 4 SD. Selain itu Pak Kasdo memiliki intonasi suara yang agak tegas saat mengajar.

Akhirnya hal yang paling menakutkan itu pun datang juga di kelas saya saat dimana Pak Kasdo sedang mengajar MP IPS. Saat itu Pak Kasdo melemparkan 1 kapur tulis putih kepada salah satu kawan kelas saya. Kami semua terhenyak seketika dan diam seribu bahasa karena ketakutan. Bagaimana Pak Kasdo tidak marah kepada kami di saat itu.?
Ya, itu semua bisa terjadi karena ada beberapa teman sekelas 'mengobrol' saat beliau sedang mengajar di kelas.

Dibalik cerita ini, saya sendiri juga menemukan sifat kelembutan beliau dimana saat itu saya harus bertemu dengannya di Ruang Guru. Saya lupa alasannya kenapa harus bertemu dengan beliau saat itu. Usai pertemuan tersebut maka baru saya tahu bahwa ternyata beliau s**a tersenyum dan termasuk salah satu guru yang enggan tertawa terbahak-bahak. Sejak pertemuan di Ruang Guru tersebutlah maka sejak itu saya tahu bahwa Almarhum Pak Kasdo dan saya seringkali bersapa satu sama lainnya.

Dan sekarang.?
Saya tidak dapat bersapa kembali dengan dirimu, Bapak Guruku..

Selamat jalan Guru IPS dan Guru Ketrampilanku, Bapak Kasdo..

Tidurlah dengan tenang bersama kebahagiaan sejati dari Allah Bapa di surga karena Bapak sudah aman dan tenang dalam lindungan Tuhan saat ini..

Kenangan akan dirimu takkan pernah lepas dalam ingatanku..
Jasa pendidikan yang telah engkau berikan kepadaku sangatlah menjadi luar biasa bagi diri pribadiku..
Salam sayangku kepada Pak Kasdo, Bapa..

peace & love
~ds/dianasihotang poenya pages

Address

Jalan Mangga No. 1, Pasir Gintung
Tanjungkarang
35141

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Alumni SD Xaverius Fransiskus 1 Tanjungkarang posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Alumni SD Xaverius Fransiskus 1 Tanjungkarang:

Shortcuts

Share