MID فضلة العلوم jatrebung Tanjung Bumi

MID فضلة العلوم jatrebung  Tanjung Bumi Bersama Madrasah kita bina gotong royong
membangun peradaban yg samawi

Zakat Fitrah 2023Versi:ulama Tanjung Bumi Bangkalan* Menurut madzhab Imam Syafi'i : mengeluarkan makanan pokok ( Beras )...
16/04/2023

Zakat Fitrah 2023

Versi:ulama Tanjung Bumi Bangkalan

* Menurut madzhab Imam Syafi'i : mengeluarkan makanan pokok ( Beras ) sebanyak : 3 kilo.

* Menurut Madzhab imam Abu Hanifah : Boleh dengan Uang, sebanyak 4 kilo, dengan memakai harganya :

1- Kurma
Perkilo Rp: 60.000
Kewajibannya : 4 kilo,
berarti per orang : 240.000

2- Kismis/Anggur kering
Perkilo Rp: 55.000
Kewajibannya : 4 kilo,
berarti per orang : 220.000

3- Gandum
Perkilo Rp : 25.000
Kewajibannya : 2 kilo,
berarti per orang : 50.000

والله اعلم بالصواب🤝🤝🤝
Salam tretan #1👍👍👍

13/03/2023
Bulan Sya'banAkar kata Sya’ban dalam Bahasa Arab berarti cabang. Rasulullah ﷺ bersabda:تَدْرُونَ لِمَ سُمِيَ شَعْبَانُ ش...
07/03/2023

Bulan Sya'ban

Akar kata Sya’ban dalam Bahasa Arab berarti cabang. Rasulullah ﷺ bersabda:

تَدْرُونَ لِمَ سُمِيَ شَعْبَانُ شَعْبَانَ لِاَنَّهُ يَتَشَعَّبُ فِيهِ لِرَمَضَانَ خَيْرٌ كَثِيرٌ، تَدْرُونَ لِمَ سُمِيَ رَمَضَانُ رَمَضَانَ لِاَنَّهُ يَرْمُضُ الذُّنُوبَ

“Tahukah kalian mengapa Sya’ban dinamakan Sya’ban? Sebab di dalamnya bercabang kebaikan yang banyak untuk Ramadhan. Tahukah kalian mengapa Ramadhan dikatakan Ramadhan? Sebab ia membakar dosa-dosa.” (HR Abu Syaikh dan Dailami).

Di Bulan Sya’ban kebaikan amat banyak dan bercabang-cabang. Sebagian ulama mengatakan bahwa setiap huruf dari Sya’ban, yaitu Sya, ‘Ain, Ba’, Alif dan Nun, menunjukkan pemberian yang ada di bulan ini, yaitu : Syarof (kemuliaan), ‘Uluw (ketinggian derajat), Bir (Kebaikan), Ulfah (Kedekatan) dan Nur (cahaya).

Bulan Rasulullah ﷺ dan Shalawat

Dikatakan bahwa Allah ﷻ memilih empat yang terbaik dari segala sesuatu, lalu memilih satu yang terbaik dari empat itu. Di kalangan para Nabi, Allah ﷻ memilih Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Muhammad ﷺ. Lalu Allah ﷻ memilih Nabi Muhammad ﷺ sebagai yang terbaik. Dikalangan Sahabat, Allah ﷻ memilih Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, kemudian memilih Abu Bakar dari keempatnya. Hari pilihan adalah Hari Idul Fitri, Idul Adha, Arafah dan Asyura. Arafah adalah yang terpilih. Malam pilihan adalah Malam Baroah (Nishfu Sya’ban), Lailatul Qodar, Malam Jumat dan Malam Hari Raya. Allah memilih Lailatul Qodar di antara keempatnya.

Sedangkan bulan pilihan adalah Rajab, Sya’ban, Ramadhan dan Muharram. Di antara keempatnya, Allah ﷻ memilih Sya’ban. Allah ﷻ menjadikan Sya’ban sebagai bulan Nabi Muhammad ﷺ. Sebagaimana Nabi ﷺ adalah Nabi yang paling utama, begitulah p**a bulan Beliau adalah bulan yang paling utama. Rasulullah ﷺ bersabda:

رَجَبٌ شَهْرُ اللهِ وَشَعْبَانُ شَهْرِي وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِي

“Rajab adalah Bulan Allah, Sya’ban adalah Bulanku, dan Ramadhan adalah Bulan Umatku.” (HR Dailami).

Mengenai alasan mengapa Sya’ban dinisbatkan kepada Beliau ﷺ, para ulama mengatakan sebab di Bulan inilah turun ayat yang sangat agung perintah untuk bershalawat kepada Beliau ﷺ, yaitu ayat:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. (QS al Ahzab: 56)

Maka Sya’ban merupakan waktu terbaik untuk memperbanyak Shalawat kepada Nabi ﷺ. Di bulan itu turun ayat perintah Shalawat.

Shalawat Allah adalah rahmat. Shalawat Malaikat adalah syafaat dan istighfar. Shalawat kaum Mukmin adalah doa. Dikatakan bahwa Shalawat Allah kepada Nabi-Nya adalah untuk mengagungkan kehormatannya. Shalawat Malaikat untuk menunjukkan kemuliaan. Sedangkan Shalawat umat adalah untuk meminta Syafaat. Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا

“Siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali.” (HR Muslim).

Puasa

Sya’ban sangat istimewa sehingga Rasulullah ﷺ tidak pernah berpuasa sunah sebanyak pada Bulan Sya’ban. Dalam shahih Bukhari disebutkan bahwa Sayidah Aisyah rah mengatakan:

وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‌اسْتَكْمَلَ ‌صِيَامَ شَهْرٍ قَطُّ إِلَّا رَمَضَانَ، وَمَا رَأَيْتُهُ فِي شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْهُ صِيَامًا فِي شَعْبَانَ

Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan saja. Dan aku tidak pernah melihat nabi lebih sering berpuasa kecuali di bulan Syakban. (HR Bukhari-Muslim)

Sayidah Aisyah rah pernah menanyakan kepada Beliau ﷺ mengenai alasan sering berpuasa di Bulan Sya’ban. Beliau rah bertanya kepada Rasulullah ﷺ:

مَا لِي أَرَاكَ تُكْثِرُ صِيَامَكَ فِيهِ

“Mengapa aku melihat engkau banyak berpuasa di dalamnya (Sya’ban).”

Maka Nabi ﷺ menjawab:

يَا عَائِشَةُ، إِنَّهُ شَهْرٌ يَنْسَخُ فِيهِ مَلَكُ الْمَوْتِ مَنْ يَقْبِضُ، وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ لَا يُنْسَخُ اسْمِي إِلَّا وَأَنَا صَائِمٌ

“Wahai Aisyah. Sungguh ini adalah bulan ketika Malaikat maut mencatat orang yang akan dicabut nyawanya. Aku ingin agar namaku tidak ditulis kecuali dalam keadaan aku berpuasa.” (HR Thabari)

Di Bulan Sya’ban Malaikat maut mencatat orang-orang yang ditakdiran mati setahun ke depan. Oleh sebab itu Rasulullah ﷺ banyak berpuasa agar jika beliau ditakdirkan wafat, maka namanya ditulis dalam keadaan beliau tengah berpuasa.

Selain itu alasan beliau menyukai berpuasa di Bulan Sya’ban adalah untuk mempersiapkan puasa di Bulan Ramadhan. Sayyidah Aisyah rah menuturkan:

كَانَ أَحَبُّ الشُّهُورِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَصُومَهُ شَعْبَانَ ثُمَّ يَصِلَهُ بِرَمَضَانَ

“Bulan yang paling dicintai Rasulullah untuk dipuasai adalah Sya’ban kemudian menyambungnya dengan Ramadhan.” (HR Ahmad).

Dikatakan bahwa siapa yang berpuasa pada Hari Senin terakhir bulan Sya’ban, maka dosanya akan diampuni oleh Allah ﷻ. Tapi perlu diingat bahwa kita tidak boleh berpuasa di separuh terakhir Bulan Sya’ban, yaitu hari ke enam-belas ke atas, kecuali jika disambungkan dengan separuh bulan pertama, atau puasa qodho, atau memiliki adat berpuasa sebelumnya. Jadi, jika ingin berpuasa tanggal 17 Sya’ban, misalnya, kita harus berpuasa minimal mulai tanggal 15 Sya’ban. Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُومُوا

Jika sudah berlalu separuh Bulan Syakban, maka jangan kalian berpuasa. (HR Abu Dawud)

Maka hati-hati, jangan anda berpuasa di separuh akhir Bulan Sya’ban tanpa sebab, karena yang akan anda dapatkan adalah dosa bukan pahala.

Bagi yang memiliki utang puasa pada Bulan Ramadhan yang lalu, wajib untuk segera mengqodho puasanya sebelum datang Ramadhan yang baru. Hendaknya ini diperhatikan terutama oleh kaum hawa.

Nishfu Sya’ban

Ada satu malam istimewa dalam Bulan Sya’ban, yaitu Malam Nishfu Sya’ban (Malam kelima belas Bulan Sya’ban) yang dikenal juga dengan nama Malam Baroah (pembebasan). Ini adalah Malam yang diberkahi yang disebutkan dalam Al-Quran:

إنا أنزلناه في ليلة مباركة

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.” (QS ad-Dukhan: 3).

Mayoritas ulama menyatakan yang dimaksud adalah Malam Lailatul Qodar, namun sebagian ulama seperti Sahabat Ibnu Abbas ra menuturkan bahwa yang adalah Malam Nisfu Sya’ban. Diberkahi karena di malam ini turun rahmat, keberkahan, kebaikan, ampunan, dan maghfiroh bagi seluruh penghuni bumi selain beberapa golongan saja. Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَيَطَّلِعُ فِي لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ فَيَغْفِرُ لِجَمِيعِ خَلْقِهِ إِلَّا لِمُشْرِكٍ أَوْ مُشَاحِنٍ

“Sesungguhnya Allah bertajali di malam Nishfu Sya’ban dan mengampuni semua makhluknya kecuali orang musyrik dan pengadu domba.” (HR Ibnu Majah).

Dalam riwayat lain disebutkan golongan lain yang tidak diampuni yaitu yang membunuh dirinya sendiri, pemutus silaturahim, pezina, pemakan riba, penyihir, yang berpakaian dengan sombong, yang durhaka kepada orang tua dan pecandu minuman keras.

Pembacaan DOa Nisfu Sya’ban di Pekalongan
Pernah pada malam Nishfu Sya’ban, Sayyidah Aisyah terbangun dan tidak mendapati Nabi ﷺ di sisinya. Beliau mengira Nabi mendatangi istri yang lain. Ternyata Beliau ﷺ tengah melakukan shalat tanpa henti sampai kedua kakinya terluka. Sayyidah Aisyah menegurnya, maka Nabi ﷺ bersabda:

“Wahai Aisyah, tidak bolehkah aku menjadi hamba yang bersyukur? Apakah engkau tahu malam apa ini? Di malam ini dituliskan semua yang akan dilahirkan pada tahun ini. Di malam ini dituliskan siapa yang akan mati di tahun ini. Di malam ini dituliskan rizki-rizki mereka. Dan di malam ini diangkat amal perbuatan mereka.” (HR Baihaqi dalam Fadhoilul Auqot).

Dalam riwayat lain dikatakan bahwa Nabi ﷺ pernah bertanya kepada Sayidah Aisyah rah:

“Wahai Aisyah, tahukah engkau malam apa ini?

“Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Nabi ﷺ bersabda:

“Ini adalah malam Nisfhu Sya’ban. Di dalamnya amal-amal manusia diangkat. Di malam ini Allah SWT membebaskan dari neraka sejumlah bulu kambing-kambing suku Kalb. Apakah engkau iznkan aku beribadah malam ini?”

“Silahkan.”


Maka Rasulullah ﷺ melakukan shalat dengan meringankan berdiri, lalu sujud sampai pertengahan malam. Lantas beliau berdiri di rakaat kedua dengan ringan, kemudian sujud sampai terbit waktu fajar.

Ziarah Nabi Hud, acara rutin di Bulan Sya’ban
Ikrimah mengatakan bahwa di malam Nishfu Sya’ban, Allah ﷻ menentukan apa yang akan terjadi selama setahun. Menulis yang akan hidup dan yang akan mati, serta siapa yang akan berhaji ke Baitullah. Tidak akan lebih seorang pun dan tidak akan kurang.

Hakim bin Kaisan berkata: “Allah ﷻ bertajalli kepada makhluk-Nya di malam Nishfu Sya’ban. Siapa yang Allah sucikan di malam itu, maka ia akan senantiasa disucikan sampai Nishfu Sya’ban berikutnya.”

Ada empat malam dimana Allah ﷻ membuka pintu kebaikan selebar-lebarnya, yaitu Malam Idul Adha, Malam Idul Fitri, Malam Nishfu Sya’ban dan Malam Arafah (9 Dzulhijjah). Di malam ini doa pasti diterima. Sahabat Ibnu Umar ra berkata:

خَمْسُ لَيَالِ لَا تُرَدُّ فِيهِنَّ الدُّعَاءُ ، لَيْلَةُ الْجُمُعَةِ ، وَأَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبٍ ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ ، وَلَيْلَتَي الْعَيْدَيْنِ.

“Lima malam yang tidak akan ditolak doa di dalamnya: Malam Jumat, malam pertama Bulan Rajab, malam Nishfu Sya’ban, dan dua malam Hari Raya.” (HR Abdur Rozaq).

Malam Nishfu Sya’ban juga dinamakan malam Baroah (pembebasan) sebab di malam ini banyak orang celaka dibebaskan dari neraka, dan para wali dibebaskan dari khizlan (kehinaan).

Malaikat memiliki dua malam Hari Raya seperti manusia memiliki dua Hari Raya. Malam Hari Raya mereka adalah Malam Nishfu Sya’ban dan Malam Lailatul Qodar. Maka dianjurkan untuk memakmurkannya dengan berbagai amalan dan ibadah seperti Rasulullah ﷻ memakmurkannya dengan banyak shalat.

Terbelahnya Bulan

Pada malam Nsihfu Sya’ban inilah p**a terjadi mukjizat Nabi ﷺ yang sangat luar biasa, yaitu terbelahnya bulan. Allah ﷻ berfirman:

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانشَقَّ الْقَمَرُ . وَإِن يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُّسْتَمِرٌّ

Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus” (QS al-Qomar: 1-2)

Imam Dahrowi di dalam sirahnya mengatakan bahwa telah ditemukan batu bertulis di Cina yang isi tulisannya adalah:

“Ini ditulis di malam terbelahnya bulan dan aku tidak tahu kenapa bulan terbelah.”

Pembelahan bulan terjadi sebelum sampainya Islam kepada mereka. Para ulama sejarah mengatakan bahwa orang kafir Quraish berkehendak untuk menunjukkan kelemahan Nabi ﷺ, maka mereka meminta banyak hal di antaranya adalah mereka meminta Nabi ﷺ untuk membelah bulan. Nabi ﷺ pun memohon kepada Allah ﷻ, dan terbelahlah bulan di malam Nisfu Syakban menjadi dua bagian. Satu tetap berada di tempatnya dan satu di atas gunung Abu Qubais, kemudian kembali menyatu. Nabi ﷺ bersabda kepada mereka:

اشْهَدُوا

Saksikanlah. (HR Bukhari)

Dikatakan bahwa orang-orang yang melihat bulan dapat menyaksikan bekas terbelahnya bulan terdapat di sana sampai saat ini.

Akhirul Kalam

Jika Bulan Sya’ban tiba, semestinya persiapan Ramadhan ditingkatkan. Sahabat Anas bin Malik Ra menuturkan bahwa apabila tiba Bulan Sya’ban, para Sahabat Nabi menekuni Al-Quran dan membacanya terus-menerus. Umat Islam mengeluarkan zakat dan sedekah untuk diberikan kepada orang miskin, sehingga mereka dapat fokus beribadah di Bulan Ramadhan tanpa memikirkan urusan dunia. Para pedagang pun membereskan semua urusan utang- piutang, sehingga saat Ramadhan tiba mereka bersuci dan terus-menerus beritikaf di masjid.

Wal hasil, hedaknya kita sambut Bulan Syakban yang penuh berkah dan agung ini dengan semangat dan sungguh-sungguh untuk mempersiapkan Bulan Ramadhan.

Semoga Allah ﷻ memberkahi kita di bulan Rajab dan Syakban dan menyampaikan kita kepada Bulan Ramadhan. Dan memberikan kita kekuatan untuk berpuasa dan memakmurkannya dengan berbagai ibadah yang dapat mendekatkan kita kepada Allah. Aamiin ya robbal Alamiin..🤲

اللهم صل علی سيدنا محمد وعلی آل سيدنا محمد، في الأولين والآخرين وفي الملإ الأعلی إلی يوم الدين

04/02/2023

Agar pemahaman agama tidak kacau, jangan pernah belajar ilmu agama kepada orang yang tidak jelas kepada siapa sebelumnya ia belajar agama, demikian seterusnya.

03/01/2023

اللهمَّ صل🦜 🌿وسلم🦜 🥀وبارگ🦜🌿 علي سيدنا🦜🥀 وحبيبنا❤🕊 محمد 🕊❤عدد ما ذكره🦜🥀 الذاكرون🐦🥀 وغفل عن ذكره الغافلون🐦 🌾عدد ما كان🐦🌾 وعدد ما يكون 🐦🌾وعدد الحركات 🌙🌖والسكون انت الاحسن✅🌙🌖 لا مثيل لك اللهمَّ صل🤍 وسلم🌻 وبارگ🌟 علي سيدنا❤️🦜وحبيبنا❤️🐦 محمد ♥🦜عدد ما ذكره الذاكرون🌼 وغفل عن🌺 ذكره الغافلون🌺 عدد ما كان🌼 🌼وعدد ما يكون 🌺وعدد الحركات والسكون🌼
سبحان الله وبحمده سبحان الله العظيم🌼عدد خلقه رضا نفسه زنه عرشه ومداد كلماته🌼
استغفر الله العظيم واتوب اليه🌼اللهم🌳🌳 صل 🌳🌳وسلم🌳🌳 وبارك🌙🌖 على🌳🌳 سيدنا🌙🌖 محمد🌳🌳 صلاة🌳🌳 تنحل🌳🌳 بها 🌳🌳العقد🌳🌳 و تطهر🌳🌳 بها🌳🌳 قلبي🌳🌳 وتشفي🌳🌳 بها سقمي 🌳🌳وتغفر 🌳🌳بها🌳🌳 دنبي🌳🌳 وتنور🌳🌳 بها🌳🌳 دربي 🌳🌳وتسعد🌳🌳 بها🌳🌳 حياتي🌳🌳 وتحفظني🌳🌳 بها🌳🌳 يالله🌳🌳 اللهم🌳🌳 امين 🌳🌳يارب🌳🌳 العالمين🌳🌳َـ┓━━ 🌿🎀🕌🕋🕌━━━━┏-
🌈🎀🌿🧿 آلَلَهّمً صّلَ عٌلَﮯ مًحًمًدٍ وٌآلَ مًحًمًدٍ
🌈ـ┛━━━━🧿🎀🌿💎وعجل ف*ج قائم آل محمد 🕌🕋🕌━━━━┗-🌺اللهم صل🌺🌾 وسلم🌾🌺 وبارك🌾🌺 علي سيدنا🌾🌺 وحبيبنا🌾🌺 محمد عدد ما ذكره الذاكرون🌾🌺 وغفل عن ذكره الغافلون🌾🌺 عدد ما كان🌾🌺 وعدد ما يكون 🌾🌹وعدد الحركات والسكون🌺🌾 صلاة تنحل بها العقد🌹🌾 وتنف*ج بها الكرب🌾🌺 وتقضي بها الحوائج🌹🌾 وتنال بها الرغائب 🌾🌺🌾 وعلي آله وصحبه الطيبين الطاهرين أجمعين يارب العالمين🌺🌾 اللهم أمين 🌴🌾🌺 اللهم صل وسلم🌾🌺🌾 وبارك على🦋 سيدنا محمد☘️ وعلى اله وصحبه اجمعين🌿🌾🌺🌴لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم عدد ماذكره الذاكرون وغفل عن ذكره الغافلون
لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم عدد أوراق الشجر وحبات المطر وانفاس البشر
لاحول ولا قوة الا بالله العلي العظيم عدد من قال لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدي🥀🥀🥀🦜🦜🦜🦜🐦🐦🐦🐦🌙🌖🌼🌼🌼🌼

10/11/2022

Jum'at Legi
ربيع الثانى
جتريبنج تانجوغ بومى
Makna "Huwa".
Huwa adalah isim yang diletakkan untuk menunjukkan Isyarah. Dalam Nahwu, Huwa memerlukan shilah yang menunjukkan kepada Isyarah sehingga kalam menjadi berfaidah. Huwa saja bukan mufid hingga ditambahkan seperti menjadi Huwa Qaim.

Adapun menurut shufiyah, ketika disebut Huwa tidak ada yang terbersit di hati mereka kecuali Allah ta'ala. Maka mereka tidak memerlukan shilah.

Imam Abu Bakar Ibnu Furak mengatakan: Huwa terdiri dari dua huruf, Ha dan Waw. Ha makhrajnya dari tenggorokan paling dalam dan Waw makhrajnya ada pada Syafah, bibir. Seakan akan ini adalah Isyarat bahwa awal semua yang baharu itu dari-Nya dan akhir semua yang baharu itu kepada-Nya.

هو الأول والأخر.

10/11/2022

Hukum Jual Beli Kucing

Oleh : Kyai Dafid Fuadi

Kucing telah berbaur dengan kehidupan manusia paling tidak sejak 5.000 tahun SM, dengan ditemukannya kerangka kucing di Pulau Siprus. Sejak zaman 3.500 SM, orang Mesir Kuno telah menggunakan kucing untuk menjauhkan tikus atau hewan pengerat lain dari lumbung yang menyimpan hasil panen.

Saat ini, kucing adalah salah satu hewan peliharaan terpopuler di dunia. Kucing yang garis keturunannya tercatat secara resmi sebagai kucing trah atau galur murni (pure breed), seperti persia, siam, manx, dan sphinx. Kucing seperti ini biasanya dibiakkan di tempat pemeliharaan hewan resmi. Jumlah kucing ras hanyalah 1% dari seluruh kucing di dunia, sisanya adalah kucing dengan keturunan campuran seperti kucing-kucing kampung.

Lalu bagaimana hukum jual beli kucing. Karena terdapat hadis yang sekilas dipahami bahwa Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam melarang jual beli kucing. Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud sebagaimana berikut:

عَنْ جَابِرٍ: «أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ ثَمَنِ الْهِرَّةِ

Diriwayatkan dari sahabat jabir, bahwa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wa Sallan melarang uang (hasil penjualan) kucing.” (HR. Abu Dawud : 3480)

Terkait hadis ini, para ulama fiqih mengklasifikasi hukum jual beli kucing pada dua jenis kucing sebagaimana berikut:

1. Kucing Rumahan. Maka hukum jual belinya menurut mayoritas ulama termasuk kalangan Syafi’iyyah adalah boleh.

2. Kucing Liar. Hukum jual belinya adalah makruh tanzih.

Al Imam an Nawawi dalam kitab Raudhat Ath Thalibin wa ‘Umdat Al-Muftin menjelaskan :

ومنها أن النبي صلى الله عليه وسلم نهى عن ثمن الهرة قال القفال: المراد الهرة الوحشية إذ ليس فيها منفعة استئناس ولا غيره.قلت: مذهبنا أنه يصح بيع الهرة الأهلية نص عليه الشافعي رضي الله عنه وغيره

“Dan sebagian larangan jual beli adalah, “Sesungguhnya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam melarang uang (hasil penjualan) kucing.” Al-Qaffal berkata: “Yang dimaksud di sini adalah kucing liar karena tidak ada kemanfaatan yang terdapat padanya, baik bersifat sebagai penghibur atau lainnya.” Aku (Imam Nawawi) berkata: “Menurut madzhab kami (Syafi’iyyah) bahwa menjual kucing rumahan boleh dan sah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh As-Syaafi’i Radhiyallahu 'Anhu dan lainnya.” (Raudhat Ath Thalibin wa ‘Umdat Al-Muftin karya Al Imam An Nawawi, 3/400)

Selanjutnya Al Imam An Nawawi menjelaskan :
والجواب عن الحديث من أوجه ذكرها الخطابي.أحدها: أنه تكلم في صحته.والثاني: جواب القفال.والثالث: أنه نهي تنزيه.والمقصود: أن الناس يتسامحون به ويتعاورونه .
هذه أجوبه الخطابي لكن الأول باطل فإن الحديث في صحيح مسلم من رواية جابر رضي الله عنه والله أعلم.

Sedang jawaban dari hadits di atas ada beberapa penjelasan sebagaimana yang dikemukakan oleh al-Khaththabi :
1. Hadits di atas masih dipertanyakan kesahihannya.
2. Sebagaimana jawaban al-Qaffal tersebut di atas.
3. Pelarangan dalam hadits di atas adalah pelarangan yang bersifat tanzih bukan mengarah pada pengharaman dalam pengertian melarang kebiasaan manusia yang saling bermudah-mudah dan mencari-cari kucing (untuk diperjual belikan hingga melalaikan segalanya dan tiada berfaedah).

Namun poin pertama yang terkait masalah kesahihan hadits ini adalah batal karena hadits ini terdapat pada shahih Muslim dari riwayat sahabat Jabir Radhiallahu 'Anhu. (Raudhat Ath Thalibin wa ‘Umdat Al-Muftin karya Al Imam An Nawawi, 3/400)

Hadis yang terdapat dalam kitab shahih Muslim dari riwayat sahabat Jabir adalah berikut:

عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ، قَالَ: سَأَلْتُ جَابِرًا، عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَالسِّنَّوْرِ؟ قَالَ: «زَجَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ

Diriwayatkan dari Abu Zubair, ia bertanya kepada Jabir tentang uang (yang dihasilkan dari jual beli) anjing dan kucing. Maka Jabir menjawab “Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallan melarang hal itu.” (HR. Muslim : 1569).

Syaikh Zakariya Al Anshari menjelaskan :

وَيَجُوزُ بَيْعِ الْهِرَّةِ الْأَهْلِيَّةِ وَالنَّهْيُ عن ثَمَنِ الْهِرَّةِ كما في مُسْلِمٍ مُتَأَوَّلٌ أَيْ مَحْمُولٌ على الْوَحْشِيَّةِ إذْ ليس فيها مَنْفَعَةُ اسْتِئْنَاسِ وَلَا غَيْرُهُ أو الْكَرَاهَةُ فيه لِلتَّنْزِيهِ

"Dan boleh menjual belikan kucing rumahan. Sedang pelarangan pengambilan uang hasil penjualan kucing sebagaimana dalam hadits Muslim dita’wil bahwa kucing yang dimaksud dalam hadits tersebut adalah kucing liar, karena tiada manfaat sebagai penghibur dan lainnya pada kucing tersebut, atau kemakruhan tersebut tergolong makruh tanzih.(Asna al-Mathaalib, karya Syaikh Zakariya al Anshari, 3/31)

Bahkan mayoritas Ulama dari kalangan Madzhab Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali sepakat bolehnya jual beli kucing.

فَذَهَبَ جُمْهُورُ الْفُقَهَاءِ مِنَ الْحَنَفِيَّةِ وَالْمَالِكِيَّةِ وَالشَّافِعِيَّةِ وَالْحَنَابِلَةِ إِلَى أَنَّ بَيْعَ الْهِرَّةِ جَائِزٌ لأنَّهَا طَاهِرَةٌ وَمُنْتَفَعٌ بِهَا وَوُجِدَ فِيهَا جَمِيعُ شُرُوطِ الْبَيْع، فَجَازَ بَيْعُهَا

"Mayoritas ulama fiqih bermadzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hanbali berpendapat bahwa praktik jual kucing itu boleh karena kucing itu suci dan dapat diambil manfaatnya. Padanya juga terdapat semua syarat transaksi penjualan sehingga boleh menjualnya". (Al Mausu'ah al Fiqhiyah al Kuwaitiyah, 42/266)

Al Imam An-Nawawi menegaskan dalam kump**an fatwanya bahwa jual kucing dan kera seperti praktik yang terjadi di masyarakat adalah sah. Menurut beliau kedua hewan tersebut memenuhi kriteria produk yang ditentukan dalam norma jual dan beli dalam fiqih.
Al Imam an Nawawi mengatakan :

يصح بيع الهرة والقرد لأنهما طاهران منتفع بهما جامعان شروط المبيع

"Praktik jual beli kucing dan kera tetap sah karena keduanya suci dan termasuk barang bermanfaat serta memenuhi syarat produk," ( Fatawa al Imam An-Nawawi, 76).

Wallahu A'lam Bish Shawab



30/03/2022
SEJENAK MENGENANG JASA GURU NGAJI KITA DI KAMPUNG(8 Jasa guru ngaji yang sering dilupakan)Mungkin guru ngaji kita seoran...
19/07/2020

SEJENAK MENGENANG JASA GURU NGAJI KITA DI KAMPUNG

(8 Jasa guru ngaji yang sering dilupakan)

Mungkin guru ngaji kita seorang ustadz yang sederhana, tidak rupawan, tidak ahli ceramahan, tidak dapat gajian, tidak punya gelar pendidikan, tidak dikenal banyak orang, tidak pernah tampil di tv, radio dan koran, dan mungkin penampilannya kampungan.

MUNGKIN DIMATA DUNIA BELIAU TIDAK DIPERHITUNGKAN!

Tapi ingatlah 8 jasa-jasa luar biasa guru ngaji kita dibawah ini yang tidak bisa dinilai dengan apapun.

1. Jika iman adalah jalan keselamatan, ketenangan dan kebahagiaan dunia akhirat. maka ingat, guru ngaji kita lah yang menanamkan iman pada kita.

2. Jika isi otak, hati dan jiwa manusia lebih utama daripada isi perut manusia. maka ingat, guru kitalah yang telah mengisi ilmu dan ruhiyah otak, hati dan jiwa kita.

3. Jika surga adalah ukuran suksesnya manusia. Maka ingat, guru kitalah yang gigih mengarahkan kita ke jalan surga

4.Jika orangtua hanya menyuruh kita beribadah, maka gurulah yang mengajarkan kita segala macam ibadah

5. Jika Al-Qur'an adalah pedoman hidup kita, lezat membacanya, nikmat mentadabburinya, manfaat mengamalkannya. Maka ingat, guru kitalah yang dulu susah payah mengajarkannya.

6. Jika dekat dengan Allah adalah sebaik-baiknya keadaan, maka ingat, guru kitalah yang mendekatkan kita kepadaNYA.

7. Jika sekarang kita mensyukuri kesholehan diri, pasangan dan keturunan. Maka ingat, guru kitalah yang menjadi asbab kesholehan kita.

8. Jika karena akhlak kita orang-orang menyukai kita, banyak teman, banyak saudara dimudahkan segala perkara. Maka ingat guru kitalah yang mengajarkan akhlak mulia kita.

Mudahan-mudahan ilmu yg sampian (guru) ajarkan kepada kami,bisa kami a'malkan terus sampai kami tidak ada lagi dan insya Allah ilmu sampian akan menjadi amal jariyah untuk sampian sampai hari kiamat nanti aamiiin.

TERIMA KASIH GURU

Semoga bermanfaat dan menjadi teladan yg baik untuk kita semua aamiiin.

Address

Jetrebung
Tanjungbumi

Opening Hours

08:00 - 17:00

Telephone

+6285232630660

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when MID فضلة العلوم jatrebung Tanjung Bumi posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to MID فضلة العلوم jatrebung Tanjung Bumi:

Shortcuts

Share

Category