LDK pusaka Poltekkes Kemenkes Banten

LDK pusaka Poltekkes Kemenkes Banten

Share

Fan page resmi LDK (lembaga Dakwah Kampus) POLTEKKES KEMENKES, menyajikan tsaqofah islam, informasi dunia islam, pres release kegiatan, dan tausiah.

Photos from Studi Islam's post 24/12/2016
LDK Pusaka Poltekkes Banten Menyelenggarakan Seminar Kemuslimahan | Suara Pilar Demokrasi 05/04/2016

LDK Pusaka Poltekkes Banten Menyelenggarakan Seminar Kemuslimahan | Suara Pilar Demokrasi
http://www.suarapilardemokrasi.com/2016/04/ldk-pusaka-poltekkes-banten.html?m=1 #.VwN8S-bKAWc.facebook

LDK Pusaka Poltekkes Banten Menyelenggarakan Seminar Kemuslimahan | Suara Pilar Demokrasi LDK Pusaka Poltekkes Banten Menyelenggarakan Seminar Kemuslimahan Pilar Demokrasi Selasa, 05 April 2016 0 No comments Ustadzah Hj T**i Widoretno Warisman saat menyampaikan materi [foto : Wp/Spider] TANGERANG, SPIDER - Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Pusaka Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Pol…

Photos 01/04/2016

⚡MUSLIMAH WAJIB IKUT⚡

Assalamualaikum WR.WB...

🕵kamu muslimah..? 🕵Berhijab?
🕵Tapi masih merasa ragu dan belum istiqomah dalam berhijab?
Katanya, kalau berhijab ga di terima kerja lah, jauh rejeki lah..

Hussstttt
Jangan khawatir para muslimah... keraguan kalian akan di KUPAS TUNTAS disini⬇⬇

💥Keputrian LDK Pusaka Poltekkes Kemenkes banten Proudly Present💥
🌺SEMINAR KEMUSLIMAHAN
Dengan Tema :

"Be Succesful And Proud Woman With Our Hijab"

👉🏻Guest Speaker :
🕵Ustadzah Neno Warisman (Penulis dan Produser Buku dan Program TV, Pendidik dan Inspirator Islamic Parenting, Pemilik Travel Umroh Haji NENOTOUR)

🕵Nurleni Hidayanti (Founder Hijrah Community dan Owner Hijrahhijab)

Amazing....😱😱😱

Kapan ukh pelaksanaannya...??

OK, di catat yahhh😊

📋Minggu, 03 April 2016
⏰09.00-15.00
🏠Aula Graha Bakti Bina Husada (Aula Kampus Poltekkes Kemenkes Banten)

Hanya 💰50K

Kalian bisa mendapatkan :
1⃣Ilmu Yang Bermanfaat
2⃣Sertifikat
3⃣Seminar KIT
4⃣Lunch
5⃣Doorprize
Dan ada hiburannya juga lohh ukh...😊😊

Penasaran kan..??
Tunggu apa lagi ukh.. buruan daftar...📱
LIMITED SEAT‼‼
Hanya Untuk 200 muslimah...😊

Format pendaftaran :
Nama_Asal Sekolah/Kampus/Umum_No.Hp

Cp :089681380160 (septi dea mawarni)
No.Rek :0084-01-071813-50-5 BRI A.N Alda Khoirunnisa

Lokasi kampus :
Jl.dr sitanala kec.neglasari kota tangerang, banten 15121

Bagi kamu yang mengajak teman, sahabat, kerabat atau keluarga sebanyak 5 ORANG ada potongan 50% loh ukh...😱😱

Yuk daftar..
Kami tunggu kehadiran kalian yahhh...😊😊😊

Sponsorship :
Zakat


Email :[email protected]
IG :
Twitter :
Youtube : Ldk pusaka

Photos 24/03/2016

⚡H-9 lohh ukh...⚡

Assalamualaikum WR.WB...

🕵masih merasa ragu dan takut ga di terima kerja gara-gara pakai hijab?
🕵masih merasa belum istiqomah dalam berhijab?

Jangan khawatir para muslimah... keresahan kalian akan di jawab DISINI⬇⬇

💥Keputrian LDK Pusaka Poltekkes Kemenkes banten Proudly Present💥
🌺SEMINAR KEMUSLIMAHAN
Dengan Tema :
"Be Succesful And Proud Woman With Our Hijab"

👉🏻Guest Speaker :
🕵Ustadzah Neno Warisman (Penulis dan Produser Buku dan Program TV, Pendidik dan Inspirator Islamic Parenting, Pemilik Travel Umroh Haji NENOTOUR)
🕵Nurleni Hidayanti (Founder Hijrah Community dan Owner Hijrahhijab)

Subhanallah....😱😱😱😱😱

Kapan ukh pelaksanaannya...??

OK, di catat yahhh😊

📋Minggu, 03 April 2016
⏰09.00-15.00
🏠Aula Graha Bakti Bina Husada (Aula Kampus Poltekkes Kemenkes Banten)

Hanya 💰50K

Kalian bisa mendapatkan :
1⃣Ilmu Yang Bermanfaat
2⃣Sertifikat
3⃣Seminar KIT
4⃣Lunch
5⃣Doorprize
Dan ada hiburannya juga lohh ukh...😊😊

Penasaran kan..??
Tunggu apa lagi ukh.. buruan daftar...📱
LIMITED SEAT‼‼
Hanya Untuk 200 muslimah...😊

Format pendaftaran :
Nama_Asal Sekolah/Kampus/Umum_No.Hp

Cp :089681380160 (septi dea mawarni)
No.Rek :0084-01-071813-50-5 BRI A.N Alda Khoirunnisa

Terakhir pendaftaran sampai tanggal 28 Maret 2016 yah ukh..

Yuk daftar..
Kami tunggu kehadiran kalian yahhh...😊😊😊

Sponsorship :
Zakat


Email :[email protected]
IG :
Twitter :
Youtube : Ldk pusaka

Photos 10/10/2015

Assalamualaikum , hay hay semuaa.
Malam ini Pusaka ada agenda seru " Team Building " dengan tema " GROW UP TOGETHER WITH DAKWAH " ,
ini dia salah satu bentuk kegiatan kita malam ini

10/10/2015

Celana Panjang, Bolehkah Digunakan?

Masih banyak muslimah yang bertanya-tanya mengenai masalah ini. Sebelum kita mengupas tentang hukum menggunakannya, mari kita simak sejarah yang menjadikan celana panjang begitu tenar di antara umat manusia.

Celana panjang sudah ada sejak 570 SM melalui relief di Persepolis, Iran. Pada waktu itu celana panjang digunakan oleh kaum nomaden Iran sebagai busana berkuda.

Selanjutnya celana panjang menjadi seragam kaum pemburu Iran dan Persia. Tidak berhenti di situ, celana panjang terus berkembang hingga ke tanah Mongolia dan menjadi salah satu item fashion kerajaan China.

Celana panjang di awal kemunculannya di Eropa dikenal sebagai pantalone.

Nama tersebut diambil dari satu karakter komedia Italia yang berjudul Commedia dell’arte, ketika seorang badut kerap tampil menggunakan celana panjang untuk menghibur raja.

Dari Abu Hurairah, “Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Nasa’i).

Dari hadits ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa seseorang yang memakai pakaian yang digunakan oleh lawan jenisnya maka Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam melaknatnya. Walaupun di dalam sumber agama pertama yakni Al-Qur’an tidak ada larangan mengenai hal ini, tapi hadits nabi menjelaskannya.
Hal ini sudah cukup mewakili jelasnya sebuah hukum.

Tidak ada yang dapat membenarkan pemakaian celana panjang untuk perempuan, karena hadits ini sudah menyebutkan bahwa laknat Nabi atas perempuan yang masih saja menggunakan celana panjang dengan dalih apapun.

Adapun jika dia tidak mengetahui hadits ini dan melakukan yang demikian, maka Allah akan mengampuninya sebelum nafas terakhir terhembus.

Tidak ada lagi keadilan dalam memakai pakaian sekalipun, keadilan berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya.

Jika masih ada perempuan yang menggunakan celana panjang di depan selain mahramnya maka ia tidak adil, karena menggunakan pakaian yang tidak seharusnya digunakan.

Larangan ini semata untuk kebaikan perempuan dari tangan dan mata yang ‘jahil’.

Adapun pendapat yang membolehkan pemakaian celana panjang sendiri, dengan syarat celana panjang itu longgar dan tidak ketat.

Namun yang pasti pada awal sejarah munculnya, celana panjang digunakan oleh kaum pria pemburu di Iran.

Mari perhitungkan kembali mashlahat dan madhorot dari penggunaan celana panjang ini. Jika dirasa lebih banyak madhorotnya maka tinggalkanlah karena yang demikian itu lebih dicintai Allah dan Rasul-Nya.

Wallahu A’lam Bishshowwab. [hf/bs]

***

Sumber:
https://www[dot]islampos[dot]com/celana-panjang-bolehkah-digunakan-97/

30/09/2015

Syayma, Sebuah Mahkota Untuk Orangtuanya

Saat masih duduk di kelas XII, dia punya mimpi yang -mungkin- hanya bisa menjadi bahan tertawaan: menghafal Al-qur’an satu juz sehari. Bermodal doa, keyakinan, dan kerelaan untuk melakukan perubahan ekstrem: tidur setengah jam sehari! Dia membuktikan bahwa tak ada yang mustahil jika Allah mengizinkan hal itu terjadi. Dia mengantongi sertifikat hafidzah sebelum ijazah SMA dia terima.

Kini, mahasiswi Fakultas Kedokteran semester 6 ini adalah juragan kerudung dengan omset 15-20 juta per bulan. Infaq rutin yang dia keluarkan setiap bulannya berada pada angka tiga juta! Bukan hanya itu, dia adalah satu diantara 43 penerima beasiswa aktivis nusantara dari seluruh indonesia. Kini, dengan segala aktivitas dan pencapaiannya, dia masih sempat menjadi Wakil Ketua Umum sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa tingkat kampus.

Mau tahu bagaimana ADK (Aktivis Dakwah Kampus) yang baru saja menginjak 21 tahun tepat sembilan hari yang lalu ini mendapatkan berbagai pencapaiannya di usia semuda itu?

Yuk mari, belajar banyak dari seorang ADK luar biasa bernama Syayma Karimah.

Berawal dari menjadi bahan tertawaan sampai ke jajaran penghafal Al-Qur’an

Sepertinya akan seru kalau kita memulai kisah keberhasilan Syayma ini dari perjuangan dia menjadi seorang hafidzah. Bagaimana dia memulai segalanya?

Ceritanya, Syayma dulu menghabiskan masa SMP di sebuah boarding school, dimana di sekolah tersebut ada program untuk menambah hafalan Al-Qur’an. Target hafalan yang biasanya diselesaikan oleh para siswa disana adalah 3 juz.

Namun karena tidak semua murid mempunyai kemampuan yang sama dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an, maka dibuatlah pembagian kelompok. Ada tiga kelompok saat itu, yakni kelompok tahsin, tahfizh reguler dan takhossus.

Kelompok tahsin adalah kelompok dengan grade paling bawah, yang mana anak-anak di kelompok tersebut harus mendapat bimbingan ekstra karena bacaannya masih perlu diperbaiki. Anak-anak yang yang masuk di dalam kelompok tahfizh reguler adalah mereka yang menghafal 5 baris sehari, dan anak-anak yag berada pada kelompok takhossus adalah mereka yang menghafal satu halaman per hari.

Anda tahu, calon bu dokter ini masuk ke kelompok mana?

Syayma, dia masuk ke kelas tahsin! Grade paling rendah dari tiga grade yang ada saat itu. Tapi bukan Syayma namanya kalau nggak ngeyelan. Dengan Pede nya, dia menuliskan di sebuah kertas bahwa dia akan masuk ke kelompok takhossus. Bukan cuma itu, dia menarget dirinya sendiri untuk bisa menyetor hafalan satu halaman per hari (nggak tahu diri banget ya, padahal cuma masuk kelompok tahsin, udah lagak jadi anak takhossus. Hehe). Praktis, dia menjadi bahan tertawaan bagi beberapa rekannya yang lain.

Dengan doa dan keyakinan yang tinggi, impian Syayma terwujud! Dia berhasil masuk ke kelompok takhossus dan lulus SMP dengan mengantongi hafalan 7 juz. Hebat ya.

Selepas dari SMP, Syayma melanjutkan ke SMA di yayasan yang sama, SMAIT Al Kahfi. Sewaktu di SMA, semangatnya justru menurun. Apa sebab? Jadi selama di SMP, dia terbiasa menghafal bersama rekan-rekannya. Tapi begitu masuk SMA, rekan-rekan yang selama ini menadi partner menghafalnya ini ternyata pindah sekolah. Ditambah persaingan menghafal yang tidak se-ketat di SMP, Syayma kini berada di titik terjenuh dalam perjalanannya menghafal Al-Qur’an. Seolah-olah semangat dan modal “nggak tahu diri” nya yang dulu dia miliki kini menghilang begitu saja.

Di tengah-tengah spiritnya yang semakin kendur itu, Syayma teringat akan orang tuanya. Hanya satu yang dia fikirkan saat itu: dia ingin memakaikan jubah dan mahkota kemuliaan untuk orangtuanya di syurga. Fikiran itu muncul di kelas XII, sebuah masa –yang kita ingat sendiri- apa yang kita lakukan di saat-saat itu. Belajar, ujian, belajar, ujian lagi! Itu saja aktivitas rutin anak-anak kelas XII. Iya kan?

Maka sekali lagi, inilah hebatnya Syayma. Saat yang lain berfikir “gimana caranya memaksimalkan waktu agar bisa lulus ujian dengan nilai terbaik?” Syayma justru berfikir “gimana caranya di sisa waktu ini bisa menyelesaikan hafalan Al-Qur’an”.

Lantas apa yang dia lakukan?

Saat saya menulis biografi tentang diriya ini, berkali-kali dia menekankan agar tidak mencantumkan kejadian ini. Dia tidak ingin orang lain menganggap dia sebagai robot atau manusia super yang bisa melakukan hal-hal mustahil. Tapi saya katakan kepada dia, cerita ini harus ditulis, agar orang-orang di luar sana mengerti bahwa tidak ada yang mustahil selama kita mau dan Allah mengizinkan. Maka, jangan anggap Syayma manusia super ya. Nanti saya yang kena marah. Hehe.

So, what did Syayma do?

Dengan keterbatasan waktu yang dia punya (karena mendekati ujian nasional), dia merencakana sesuatu yang -mungkin- mustahil untuk dilakukan. Syayma menghafal satu juz perhari! Sekali lagi, satu juz perhari! Caranya? Dia menghafal mulai dari ba’da maghrib sampai jam setengah 12 malam, lalu dia tidur setengah jam, bangun lagi, dan menghafal sampai subuh.

Ba’da subuh dia setoran setengah juz. Di waktu dhuhur dia memuroja’ah (mengulang) hafalannya. Ba’da isya, dia setor lagi setengah juz. Jadi praktis satu hari, dia bisa setor hafalan satu juz, dengan konsekuensi, dia harus tidur setengah jam sehari!

Ini hebat, sobat muda .. Mengingat dia juga harus fokus dengan ujian-ujian yang akan dia hadapi. Belum lagi, dia juga harus bertarung untuk memperebutkan satu kursi di perguruan tinggi negeri.

Bagaimana dia bisa seyakin itu untuk memilih menyelesaikan hafalannya daripada berfokus kepada ujian seperti kebanyakan orang?

Kata dia “aku yakin Allah nggak akan menyia-nyiakan semua ini, mas. Dan alhamdulillah, dengan segala kekuasaan yang Dia miliki, setelah masa perjuangan itu selesai dan setifikat hafidzah itu aku pegang, Allah mengistirahatkanku dengan menempatkan aku di Fakultas Kedokteran UNS melalui jalur SNMPTN Undangan”

Hebat ya, sobat muda .. Ini bocah emang bener-bener keren.

Sekarang mari berbincang tentang bagaimana Syayma mengatur waktunya.

Dengan segala kesibukan di kedokteran, bagaimana Syayma mengatur produktivitas waktunya? (Sekedar informasi, waktu jaman saya masih jadi mahasiswa dulu, beberapa kali kita anak-anak FK ini berangkat ke kampus sebelum jam 5 pagi. Jadi waktu yang lain berangkat ke masjid pakai sarung, kita berangkat ke kampus dengan pakaian lengkap dari kemeja tanpa dasi sampai kaos kaki. Hehe).

Saat ditanya tentang bagaimana dia mengatur waktu, mengingat dia juga adalah Wakil Ketua Umum sebuah UKM tingakt univ (UKM Ilmu Qur’an), Syayma mengatakan “Kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang tersedia. Jadi kita harus menutup keran-keran yang bocor dari waktu-waktu yang terbuang itu. Kalo selama ini aku mengaturnya dengan mengurangi waktu tidur aku. Biasanya aku tidur jam 11, dan bangun jam 1 atau 2. Nah kuncinya harus seneng ngelakuin semua yang kita lakuin. Kan hidup cuman sekali, kalo sesuatu yang kita lakuin terpaksa, ya rugi banget hidupnya. Nah tapi kalo kita kita menikmati perjuangan kita, capek yang seharusnya kita terima pun menjadi tidak terasa.”

Dia kemudian menambahkan sedikit cerita inspiratif. Jadi, Syayma ini kenal dengan seorang dosen dari FMIPA UNS. Beliau adalah doktor yang lulus dengan predikat cumlaude, menjadi ketua salah satu lembaga sosial terbesar di Solo, dan mempunyai kesibukan yang benar-benar padat luar biasa. Beliau belum menjadi seorang hafidz, tapi beliu pernah mengatakan hal ini ke Syayma “ Mbak Syayma tolong doain saya ya, sampai hari ini masih berusaha menjadi seorang hafidz qur’an, saya setiap hari menghafal satu ayat.”

Pesan dari Syayma adalah “Jadi, kita yang cuman jadi mahasiswa doang, belom ada tanggung jawab keluarga, masih muda, harusnya ngga ada alasan buat kita ngga ngehafal qur’an. Jadi sekarang ataupun nanti, kita harus tetap berusaha menjadi peghafal Al-Qur’an”.

Ckckck.. Hebat yak!

Menjadi juragan kerudung

T**ik awal dari torehan Syayma yang satu ini terjadi saat ummi-nya terkena stroke. Dia melihat betapa sang Abi harus mengeluarkan banyak uang biaya pengobatan. Maka saat itu juga, dia mengatakan kepada dirinya sendiri bahwa: Nggak boleh lagi ngrepotin Abi! Walau sebenarnya, Syayma ini bukan berasal dari keluarga yang tidak mampu. Kakak kandungya saja, Mas Marwan Hadid, beliau adalah CEO Sop Durian yang kini memiliki ratusan outlet di seluruh indonesia. Omsetnya? Miliaran! Jadi, Syayma ini adalah adik seorang miliarder. Ayah Syayma? Beliau seorang anggota dewan!

Ketika saya tanya, alasan apa lagi yang membuat dia tergerak menjadi seorang entrepreneur, kata dia “Hm.. selain karena kebutuhan pengobatan Ummi, aku sering lihat tumpukan proposal permintaan bantuan di meja nya Abi. Nah daripada duitnya Abi buat aku, mending buat dikasih ke orang-orang yang ngajuin proposal-proposal itu aja.”

Maka setelah itu, dia memutuskan menjadi juragan kerudung (merek kerudungnya “Afra”, Red. Tapi ini sensor ya. Di situs resmi tidak boleh ada iklan. Hehe.). Syayma ini menjadi reseller di surakarta. Ketika ditanya mengapa memilih kerudung, sebuah jawaban cerdas mengalir dari mulutnya “Karena kerudung itu kebutuhan primer setiap muslimah, Mas.”

Dengan bisnis yang dikelolanya saat ini, Syayma bisa memperoleh omzet hingga 15-20 juta per bulan. Hebatnya lagi, infaq yang dia keluarkan per bulan menembus angka 3 juta! Bayangkan, untuk ukuran mahasiswi semester enam, bukankah itu jumlah yang luar biasa?

Jadi bagian dari Beasiswa Aktivis Nusantara!

Sebelum bercerita tentang Syayma, sedikit saya ceritakan tentang Beasiswa Aktivis Nusantara, atau kami biasa menyebutnya BAKTINUSA. Ini adalah porogram dari divisi pendidikan Dompet Dhuafa yang memberikan beasiswa kepada 7 kampus (UI, UNS, ITB, UNPAD, UGM, UNSRI, IPB). Dimana dengan seleksi yang sangat-sangat ketat, dipilih beberapa aktivis dari kampus masing-masing untuk mendapat beasiswa selama dua tahun. Meliputi uang bulanan 800 ribu perbulan selama satu tahun, pendampingan karier pasca kampus, proyek sosial, training value, temu nasional, dan sekian banyak program lainnya. Beasiswa ini merupakan salah satu beasiswa paling bergengsi di kalangan mahasiswa diantara beberapa beasiswa lainnya.

Dan sekali lagi, Syayma membutikan kapasitasnya dengan menjadi salah satu diantara para penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara. Saat ditanya bagaimana proses seleksi dan persiapannya, dia mengatakan bahwa awalnya dia minder, tapi kemudian dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa setiap orang pasti punya potensi dan keunikan yang bisa membuat orang lain tertarik dengannya. Nah, potensi dan keunikan itu yang harus dimaksimalkan dan kita buktikan kepada dunia bahwa kita memang istimewa sejak dari awalnya!

Mungkin tulisan ini tidak bisa mewakili semua pencapaian dan sepak terjang seorang Syayma, namun semoga saja tulisan kecil ini bisa memberikan kita inspirasi dan meneguhkan kedudukan kita bahwa sampai kapanpun, orang-orang yang dekat dengan Allah itu adalah manusia terbaik yang siap menjadi permata untuk zamannya. Maka sudah seharusnya, para Aktivis Dakwah Kampus itu menjadi permata yang menghiasi zamannya. Karena itulah takdir milik kita yang harus kita songsong bersama-sama!

Terkahir, ada pesan nih dari seorang Syayma buat kita-kita…

“Hidup kita cuman sekali, kalo misalkan segala inspirasi yang kita hasilkan itu tidak menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah, itu percuma. Kan perintah kita hidup di dunia ini untuk bertaqwa dan beribadah pada Allah. Pemuda itu ibarat matahari tepat jam 12, paling kuat sinarnya. Maka berikan sinar itu untuk saudaramu, tapi kamu juga harus memastikan bahwa kamu tetap kokoh. Tetap dekat dengan Allah dan tetaplah menjadi isnpirasi untuk yang lainnya.”

Demikian, sobat muda .. Semoga kedepannya, FSLDK dan orang-orang di dalamnya selalu menjadi inspirasi untuk indonesia! Aamiin…

Terimakasih untuk:

Rumah besar: , FSLDK Indonesia, dan Fsldkindonesia.org

Aktris FLDK.Saya! :

Penulis: dan

***

Sumber:
fsldkindonesia[dot]org/syayma-sebuah-mahkota-untuk-orangtuanya/

29/09/2015

Rian Mantasa, ADK Ber-IPK Sempurna!

Hanya di semester enam, IPK nya tidak benar-benar bulat. Sisanya, di semester satu, dua, tiga, empat, lima, dan tujuh, indeks prestasi Aktivis Dakwah Kampus UNS asal Pati ini berada tepat di angka 4.00! Maka tak heran, rekan-rekannya kini menjulukinya ‘Sang Professor’.
Bukan hanya itu, pemuda berkacamata yang menjadikan stasiun, terminal, tangga proyek hingga meja laboratorium hidrolika sebagai tempat tidur favoritnya ini adalah penerima salah satu beasiswa paling bergengsi di kalangan mahasiswa, Beasiswa Aktivis Nusantara dari Dompet Dhuafa.

Beberapa kali dia juga menyabet penghargaan tingkat nasional di bidang yang dia tekuni saat ini, Teknik Sipil. Dia juga merupakan Runner Up Mahasiswa Berprestasi Fakultas Teknik UNS. Selama di kampus, dia mendapat julukan “The King of Asdos” atau Raja Asdos (Asisten Dosen) karena menjadi asisten dosen hampir di semua mata kuliah! Menariknya, pemuda yang dulu –semasa SMA- pernah sangat membenci Kerohanian Islam (Rohis) dan menganggap Rohis sebagai sarang teroris ini, kini justru aktif di Lembaga Dakwah Kampus dan menjadi pengurus inti di dalamnya. Dia ingin membayar kesalahan yang dia buat selama ini -yang telah menganggap Rohis atau semisalnya sebagai tempat yang sangat mengerikan- dan menunjukkan kepada dunia bahwa Lembaga Dakwah Kampus adalah rumah paling tepat untuk melahirkan prestasi dan karya-karya besar.

Menarik untuk mengikuti perjalanan ‘Professor’ Rian Mantasa Salve (ini namanya imut banget ya) yang punya hobi foto selfie ini. Mari kita undang beliau di tengah-tengah kita .

Please Welcome, Mas Professor…

Ajaib Sejak Ingusan

Mantas tidak s**a saya sebut sebaagai bocah ajaib. Tapi, ya memang begitu faktanya. Hehe. Bagaimana tidak, keistimewaan yang dia miliki sudah dia tunjukkan sejak masih imut-imut. Saat itu dia belajar di sebuah Taman Pembelajaran Qur’an atau TPQ. Disana dia belajar membaca iqro’, lalu berlanjut belajar al-qur’an, tajwid dan gharib. Mantas kecil -dengan kecerdasan yang dia miliki-, berhasil melangsungkan wisuda saat baru menginjak kelas 3 SD. Padahal untuk ukuran anak-anak yang lain, mereka baru diwisuda saat berada di kelas 6 SD atau SMP. Praktis, Mantas melakukan akselerasi 4 tahun!

Prestasi akademiknya di Sekolah Dasar juga jangan ditanya lagi. Banyak orang yang mengurungkan impiannya untuk mendapat ranking satu setelah melihat Mantas berada disampingnya. Pokoknya jika ada Mantas, jangan tanya lagi siapa yang mendapat ranking satu.

Memasuki SMP, “kegilaan” calon professor ini semakin menjadi. Dengan modal prestasi yang mentereng saat SD, dia berhasil masuk ke SMPN 3 Pati yang merupakan sekolah terbaik di Kabupaten Pati. Disana, dia masuk ke kelas IMERSI, kelas paling istimewa. Awalnya dia merasa minder dengan pergaulan di kelas IMERSI yang mayoritas adalah anak-anak kota (Mantas sendiri terpaksa in de kos karena jarak rumahnya yang di desa ke SMPN 3 adalah 39 km), namun karena semangatnya yang terus menggebu, dia bukan hanya bisa beradaptasi, tapi justru menjadi raja di kelas IMERSI. Dengan sistem pembelajaran yang memakai bahasa pengantar bahasa inggris, tentu kelas IMERSI terkesan sangat angker bagi yang lain. Tapi lain halnya dengan Mantas. Di semester 1 dan 2, ujian semester bahasa inggrisnya berturut-turut mendapat nilai 98,5 dan 100. Sempurna! Maka tak heran, anak desa ini menjadi primadona di sekolahnya. Memang benar, ini bocah adalah bocah ajaib!

Diusir dari kost-an dan Kebencian Terhadap Rohis

Ada yang menarik –kalau kita tidak mau menyebutnya memalukan- dari perjalanan hidup Rian Mantasa. Jadi waktu kelas 8 SMP, anak desa ini akhirnya mengenal dunia yang lebih luas. Dia kenal dengan bermacam-macam orang, dengan pergaulan yang tentu sangat beragam. Nah, karena masih cupu, dia tidak bisa membedakan mana pergaulan yang baik dan mana yang buruk. Akhirnya dia terjebak dalam pergaulan yang tidak beres. Dia sering kongkow-kongkow nggak jelas sampai jam 1 pagi. Itu tidak hanya berlangsung satu dua hari, tapi bertahun-tahun. Setiap kali ditanya ibu kos, dia menjawab dengan enteng “belajar kelompok”. Hingga suatu waktu, di beberapa hari menjelang ujian nasional SMP, sang ibu kos yang lagi-lagi memergoki Mantas pulang jam 1 pagi tidak lagi percaya dengan omongan Mantas. Dia naik pitam! Dini hari itu juga, Mantas diseret ke sekolahan, dihadapkan dengan satpam dan 2 guru BP yang kebetulan tinggal di sekolah itu. Di malam yang dingin itu, Mantas dipaksa mengakui kebohongan yang selama ini dia sembunyikan. Tangis penyesalan pecah dari pelupuk matanya. Dan yang membuat Mantas lebih menyesal adalah karena saat itu, justru sang guru BP yang sangat dia hormatilah yang memintakan maaf untuk Mantas.

Namun beruntung, Mantas berhasil membayar kesalahannya ini dengan sebuah torehan yang sangat membanggakan: mendapatkan NEM terbaik Se-Jawa Tengah dengan nilai matematika 10.00! Bahkan prestasi ini diliput oleh beberapa media cetak. Setidaknya, pengorbanan guru BP-nya malam itu terbayar dengan kebanggan yang dia hadiahakn kepada beliau. Untung otak elu encer, prof..

Memasuki SMA, ternyata Mantas tidak bisa terbebas begitu saja dengan pergaulan SMP nya. Dia masih berkawan dengan rekan-rekan yang dulu sering mengajaknya kongkow-kongkow. Dan dari mereka, dia mendapat sebuah paradigma tentang Rohis. Paradigma itu berbunyi “Rohis dan mentoring itu sesat! Kamu jangan dekat-dekat sama Rohis!”

Waktu cerita ke saya, doi bilang “Aku terjebak sama pemikiran sempit itu. Karena banyak yang bilang Rohis dan mentoring itu sesat, aku jadi kemakan omongan mereka. Padahal sejak dari kelas X aku tinggal satu kos sama mas-mas Rohis yang mereka semua sering ikut olimpiade sains. Mereka pinter-pinter dan baik banget sama aku. Tapi kebaikan-kebaikan mereka ketutup gara-gara aku udah kemakan omongan orang lain. Bodo banget emang. Dan aku benar-benar menyesal kenapa dulu aku nggak ikut Rohis.”

Dia lantas menceritakan awal dari perubahan paradigma nya tentang Rohis “Aku punya temen deket. Di akhir SMA, kita pernah ngobrol panjang lebar. Ngalor ngidul kesana kemari. Nah, dari obrolan itu aku tersadar. Aku aja belum pernah ikut Rohis, bagaimana bisa aku menilai buruk terhadap Rohis? Dan kemudian, hidayah itu datang. Hehe. Sejak saat itu, aku memutuskan untuk membayar kesalahan yang telah aku perbuat ini!”

Dia juga mengatakan –ini yang membuat saya merinding- “Jadi sekarang kalau ada yang bilang Rohis sesat, mentoring sesat, mereka harus berhadapan sama aku dulu.”

Segudang Kesibukan dan LDK Sebagai Tempat Berpulang

Bertekad untuk membayar segala kesalahan, Mantas membuktikan diri dengan ikut salah satu UKM yang justru tidak direkomendasikan oleh kakak tingkatnya, Lembaga Dakwah Kampus. Atau di Fakultas Teknik UNS dia menyebutnya Sentra Kegiatan Islam (SKI).

“Semua UKM yang aku ikuti di semester satu itu adalah rekomendasi kakak tingkat, kecuali satu, SKI. Tapi justru disana aku menemukan kebahagiaan. Di semester-semester berikutnya, saat semua kerjaan udah numpuk, SKI atau lembaga Dakwah Kampus bener-bener jadi rumah buat kembali. Saat udah capek dengan semua permasalahan, LDK bener-bener ngasih nutrisi yang bisa bikin aku semangat lagi. Pokoknya kalau lagi capek, aku pengennya main sama anak SKI. Bodo amat mau kemana yang penting main sama mereka. Gatau kenapa, seneng aja rasanya kalau lagi bareng-bareng sama mereka. Beban-beban yang selama ini numpuk tiba-tiba luntur. Benar-benar tempat kembali yang nyaman. Ketemu mereka itu sama artinya dengan ketemu sama kebahagiaan. Pokoknya, LDK itu sesuatu banget.”

Mau tahu bagaimana sibuknya seorang Mantas?

“Jadi waktu itu, pas aku jadi ketua Biro AAI (mentoring) Fakultas Teknik, pas banget sama aku lagi magang proyek di jogja. Waktu itu juga aku lagi megang banyak asisten dosen. Jadi asdos di banyak mata kuliah. Aku nggak mau ngorbanin akademik, tapi aku juga nggak mau ngorbanin organisasi. Jam 2 pagi aku harus udah bangun, ngerjain tugas, deadline asisten dosen. Terus jam 6 pagi udah harus berangkat ke jogja, muterin proyek-proyek sambil kepanasan sampek jam satu siang. Begitu nyampek solo, rapat-rapat langsung menanti. Udah gitu, adek-adek tingkat juga udah pada tanya, mas bisa konsultasi jam berapa? Karena nggak cuma satu mata kuliah yang harus aku cover dan karena nggak ada waktu selain malem, akhirnya jadwal konsultasi itu bisa sampai jam 1 pagi. Ya Allah.. Kadang stres banget. Harus tidur jam satu dan bangun lagi jam dua. Rasanya Cuma pas sholat aja aku bisa istirahat. Tidur setengah jam, sejam, udah alhamdulillah banget. Waktu itu tempat tidur favoritku adalah bus, kereta, stasiun, terminal, tangga proyek, sampai meja lab hidrolika. Bahkan sering adek-adek mahasiswa yang mau minta konsultasi, mereka ngantre di luar lab karena nungguin aku yang ketiduran di atas meja lab. Haha. ”

Awal Kecemerlangan

Memulai kehidupan kampusnya sebagai aktivis dakwah kampus, Mantas membuktikan bahwa saat kita bergabung dalam kereta dakwah, semua urusan dunia dan impian-impian kita –atas izinNya- justru akan mudah kita gapai.

Sebelum menjadi asisten dosen, Mantas terlebih dulu menjadi Asisten Agam Islam, atau kita akrab menyebutnya sebagai “kakak mentoring”. Pasca itu, di semester yang sama, Mantas menjadi asisten fisika dasar dan fisika terapan. Hal ini berlanjut ke semester-semesster berikutnya, hingga dia mendapat julukan “The King of Asdos”. Sebagai contoh, di semester tujuh dia menjadi asisten di tujuh mata kuliah! Apa saja? Hidrolika, hidrolika dan saluran terbuka, mekanika fluida dan jaringan perpipaan, struktur beton, struktur kayu dan alaisis struktur dengan metode matriks! Hebat bener kan?

Dan yang lebih mengagumkan, di semester-semester tersebut dia sedang memegang amanah dakwah dengan jam terbang yang sangat tinggi: koordinator fakultas Biro Asistensi Agama Islam, atau ketua mentoring Fakultas Teknik! Bayangkan, dengan kesibukan dakwah yang tinggi, dia masih sempat menjadi asisten dosen di berbagai mata kuliah, yang tidak jarang memaksa dia memberikan konsultasi kepada adik tingkat sampai jam 1 pagi.

Tidak berhenti disana, kecemerlangan Mantas terus berlanjut hingga dia menjadi juara III dalam lomba Desain Kawasan Navigasi Sungai di Universitas Hasanuddin Makassar. Karya tulisnya yang lain juga pernah lolos ke dalam top 10 Finalis dalam lomba Green Innovation yang diselenggarakan Univeritas Riau. Mengikuti prestasi yang lainnya, pada tahun 2014 Mantas memperoleh predikat sebagai runner-up Mahasiswa Berprestasi Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret. Dan yang terakhir, dia menjadi satu diantara 8 penerima manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Saat ini, Mantas sedang mewakafkan dirinya untuk ngopenin Biro AAI (Mentoring) Tingkat Universitas sebagai kepala departmen pengelolaan peserta asistensi dan kaderisasi. Dia juga sedang memperbaikai IPK nya di semester enam yang “hanya” 3,98 agar bisa sempurna menjadi 4.00 saat lulus nanti. Kita doakan Calon Sarjana Teknik Sipil ini bisa lulus dengan IPK bulat 4.00 yak..

Terkahir, apa pesan Mantas untuk kita sobat muda ?

“Teruslah berada di sana, di Lembaga Dakwah Kampus. Berikan yang terbaik untuknya, dan lihatlah, hanya soal waktu untuk mendapatkan apa yang selama ini kita impikan. Hidup adalah pilihan. Pada akhirnya, jika kita memilih menjadi penggerak dakwah kampus, maka setiap langkah kita adalah pengorbanan, setiap goresan pena adalah pengabdian, dan setiap detak jantung yang membuat kita masih bernafas menandakan bahwa tanggung jawab kita belum usai. Maka, teruslah bergerak, dan menggerakkan yang lain dalam kebaikan!”

Sobat muda .. Semoga kita menjadi bagian dari rangkaian inspirasi-inspirasi yang membuat negeri ini terus melaju menuju puncak kejayaannya, seperti Mantas dan para aktor “LDK.Saya!” lainnya. Maka, teruslah hidup dan teruslah menginspirasi!

Terimakasih kepada:

Rumah besar , FSLDK Indonesia, dan Fsldkindonesia.org

Aktor LDK.Saya!

Penulis

***

Sumber:
fsldkindonesia[dot]org/rian-mantasa-adk-ber-ipk-sempurna/

Want your school to be the top-listed School/college in Tangerang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Jalan Drive Sitanala
Tangerang
15121