09/10/2016
MITOS DURIAN : KOLESTEROL, ALKOHOL, dan GAIRAH
Banyak tersebar mitos tentang buah durian yang dikenal sebagai “king of fruits” ini. Oleh karena itu banyak yang menjauhinya karena takut terkena dampaknya. Tetapi, ada juga yang termakan mitos lain yang membuat orang getol memakannya. Apa sajakah mitos-mitos itu ?
1. Mengandung Kolesterol
Salah satu mitos yang beredar di masyarakat adalah : durian mengandung kolesterol. Padahal sebenarnya, belum ada tanaman di dunia ini yang menghasilkan kolesterol. Bahkan 80% kolesterol adalah berasal dari sintesa di dalam tubuh kita sendiri dan selebihnya 20% berasal dari lemak hewani.
Sebaliknya, durian memiliki lemak tak jenuh tunggal yang justru membantu mengurangi kadar kolesterol jahat dalam darah dan durian juga berfungsi sebagai pembersih darah.
2. Mengandung Alkohol
Karena aroma durian yang begitu menyengat, banyak orang yang gegabah mengaitkan aroma tersebut dengan kandungan alkohol di dalamnya. Sebenarnya tidak ada tanaman di bumi ini yang menghasilkan alkohol kecuali karena fermentasi gula atau kandungan karbohidratnya. Jadi, tidak benar jika buah yang dikatakan “smell like hell tastes like heaven” ini mengandung alkohol.
Wong dan Tie (1995) dalam penelitiannya menemukan 63 senyawa yang mudah menguap (volatile compounds), termasuk 30 esters, 5 ketones dan 16 senyawa belerang yang berperan dalam aroma buah durian. Tetapi mereka berdua tidak menemukan adanya senyawa ethanol, methanol, ethyl metacrylate dan berbagai senyawa sulphur yang dilaporkan para peneliti sebelumnya.
3. Meningkatkan Gairah Seksual
Buah yang memiliki nama latin durio zibethinus ini disebut-sebut mempunyai manfaat terhadap kejantanan pria. Banyak pria yang mencari buah ini karena dianggap dapat meningkatkan panas tubuh dan secara tidak langsung dapat meningkatkan libido.
Memang ada sebuah penelitian, seekor tikus jantan di India diberikan konsumsi durian selama 14 hari. Apa yang terjadi ? Jumlah spermanya meningkat dan mobilitas spermanya lebih lincah daripada tikus yang tidak diberikan durian.
Namun, bagaimana efeknya terhadap manusia ? Belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa makan durian dapat meningkatkan gairah seksual.
Tetapi, jika melihat banyak manfaat memakan buah durian kita akan menemukan bahwa durian dapat mencegah depresi. Survey yang pernah dilakukan MIND, menunjukkan bahwa orang yang mengalami depresi kemudian mengonsumsi durian mengalami kondisi yang lebih baik. Hal ini disebabkan karena durian mengandung tryptophan, salah satu jenis asam amino yang dapat diubah menjadi serotonin di dalam tubuh, untuk membuat badan jadi lebih rileks, meningkatkan mood, dan secara umum membuat perasaan lebih gembira.
Dan untuk diketahui, salah satu sebab menurunnya gairah seksual adalah depresi. Perasaan depresi dapat mengganggu kehidupan keseharian anda, termasuk di antaranya kehidupan seks. Durian juga mengandung vitamin B yang dapat memperbaiki sistem syaraf. Dan karenanya p**a secara tidak langsung sebenarnya dapat memperbaiki gairah seksual.
Jadi ? Mitos yang ketiga ini kemungkinan bisa menjadi fakta kalau dikaitkan secara tidak langsung.
sumber : balitbu.litbang.pertanian.go.id
Kompas Online
Rumaysho.com
Klikdokter.com