Chairia Nisa

Call Directions Website Contact the school

Chairia Nisa interprener

🚨🇺🇸 Joe Kent, Direktur Pusat Kontra-Terorisme Nasional, secara resmi mengundurkan diri."Iran tidak menimbulkan ancaman l...
26/09/2026

🚨🇺🇸 Joe Kent, Direktur Pusat Kontra-Terorisme Nasional, secara resmi mengundurkan diri.

"Iran tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap bangsa kami, dan jelas bahwa kami memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan kelompok lobi AS yang berpengaruh."

Temen satu kelompok...semanagat bu ibu lintas Generasi..
26/09/2026

Temen satu kelompok...semanagat bu ibu lintas Generasi..

Makanan beracun. Anak-anak masuk IGD berjamaah. Koperasi tapi BUMN. Jaksa terciduk. Buronan jadi komisaris. Pengangguran...
26/09/2026

Makanan beracun. Anak-anak masuk IGD berjamaah. Koperasi tapi BUMN. Jaksa terciduk. Buronan jadi komisaris. Pengangguran makin marak. Hutan dibakar. Desentralisasi dikebiri. Rakyat bikin jalan dan jembatan sendiri. Bapak x anak tidak pernah lulus sekolah jadi pejabat tinggi.

Gaza
25/09/2026

Gaza

Bismillah semoga Allah selalu mudahkan Study Beasiswa RPL (Pendidikan Islam Anak Usia Dini) sampai selesai..
25/09/2026

Bismillah semoga Allah selalu mudahkan Study Beasiswa RPL (Pendidikan Islam Anak Usia Dini) sampai selesai..

PABRIK AIR MINUM INDONESIA, PAHALA JARIYAH SEPERTI AIR MENGALIR.Amal jariyah dermawan NPC.Jangan biarkan pabrik Air Minu...
24/09/2026

PABRIK AIR MINUM INDONESIA, PAHALA JARIYAH SEPERTI AIR MENGALIR.

Amal jariyah dermawan NPC.

Jangan biarkan pabrik Air Minum Indonesia berhenti beroperasi, mari bagian dari kebaikan amal jariyah.

Terima kasih donatur LAZNAS NPC atas kontribusi nya.

Ombudsman RI menemukan bangunan mewah dekat rumah dinas Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, ...
24/09/2026

Ombudsman RI menemukan bangunan mewah dekat rumah dinas Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong, Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, pada Rabu (23/9).
Anggota Ombudsman RI Syafrida Rachmawati Rasahan mengatakan pihaknya mendapati beberapa rumah mewah dengan fasilitas lengkap yang dihuni warga binaan.

"Di dekat rumah itulah berdiri beberapa rumah petak kayak vila mini, fasilitas lengkap dan juga dihuni warga binaan. Kami wawancara langsung," kata Syafrida dilansir detikJabar, pada Rabu (23/9).

Bangunan mewah tersebut juga rencananya akan dibangun gym hingga minigolf.

"Lagi dibangun fasilitas gym, dan ada rencana pembangunan shelter untuk golf mini. Kita tanya petugasnya ya," ucapnya.

Ombudsman Temukan Kamar Mewah Berfasilitas Lengkap di LP Cibinong
Syafrida juga menemukan beberapa benda mewah lain, seperti televisi berukuran besar, pendingin ruangan, dan alat kebugaran. Bahkan, pada pendingin ruangan ditemukan botol minuman keras.

Berdasarkan pantauan Syafrida, para warga binaan yang menempati fasilitas mewah ini harus membayar sejumlah uang. Walau, pengakuan dari warga binaan tersebut belum didalami lebih lanjut.

"Dia ngaku warga binaan, dia berbayar, mengeluarkan uang," ujarnya.

Ternyata, kawasan rumah mewah ini tidak memiliki pagar pembatas yang permanen. Bahkan, kawasan ini terhubung langsung dengan perkampungan melalui semak dan rumpun bambu di sekitarnya. Akibatnya, ini jadi potensi akses keluar masuk tanpa pengawasan.

Mendapat penolakan
Tim Ombudsman mendapat penolakan saat masuk ke area lapaa walau sudah mengantongi surat tugas. Bahkan, petugas meminta mereka menunggu kepala lapas.

"Sudah sidak ke beberapa institusi UPT lapas, tidak mengalami penolakan. Kenapa ini ditolak? Ini kali kedua," ujar Syafrida.

Selain penolakan, Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin juga menyatakan kesulitan memeriksa seluruh kawasan mewah di lapas. Bahkan, selama pemeriksaan, mereka diawasi oleh lebih dari 10 petugas yang menjaga dan mengikuti.

""Kita itu tarik-tarikan sama mereka, ada 10 lebih, sambil wawancara orang," kata Fikri.

Bahkan, petugas tersebut kerap menutupi kamera milik Ombudsman ketika melakukan dokumentasi terhadap kawasan.

Tim Ombudsman juga sempat bertanya kepada salah satu penghuni mengapa ia ada di kawasan tersebut. Namun, tim belum dapat penjelasan yang lebih komprehensif.

"Nah, itu yang mereka enggak mau terus terang sama kita," ujarnya.

Sementara itu, pihak Lapas Cibinong belum memberikan respons mengenai fasilitas dan penggunaan rumah mewah ini, termasuk juga mengapa tim dihambat masuk saat sidak. Terlebih, tim sudah menghubungi Kalapas Wisnu Hani namun belum ada jawaban.

Tim Ombudsman menegaskan pihaknya akan menyampaikan tindakan korektif kepada Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan

"Kita akan sampaikan tindakan korektif kepada Pak Menteri, ditindaklanjuti rumah-rumah itu dan kembalikan warga binaan ke sel masing-masing," kata Syafrida.

Tim meminta bangunan mewah ini dibongkar dan dievaluasi, walau belum ada respons dari pihak lapas mengenai status rumah dan pengakuan warga yang membayar sewa rumah itu.

Bangunan mewah tersebut juga rencananya akan dibangun gym hingga minigolf.

"Lagi dibangun fasilitas gym, dan ada rencana pembangunan shelter untuk golf mini. Kita tanya petugasnya ya," ucapnya.

Syafrida juga menemukan beberapa benda mewah lain, seperti televisi berukuran besar, pendingin ruangan, dan alat kebugaran. Bahkan, pada pendingin ruangan ditemukan botol minuman keras.

Berdasarkan pantauan Syafrida, para warga binaan yang menempati fasilitas mewah ini harus membayar sejumlah uang. Walau, pengakuan dari warga binaan tersebut belum didalami lebih lanjut.

"Dia ngaku warga binaan, dia berbayar, mengeluarkan uang," ujarnya.

Ternyata, kawasan rumah mewah ini tidak memiliki pagar pembatas yang permanen. Bahkan, kawasan ini terhubung langsung dengan perkampungan melalui semak dan rumpun bambu di sekitarnya. Akibatnya, ini jadi potensi akses keluar masuk tanpa pengawasan.

Mendapat penolakan
Tim Ombudsman mendapat penolakan saat masuk ke area lapaa walau sudah mengantongi surat tugas. Bahkan, petugas meminta mereka menunggu kepala lapas.

"Sudah sidak ke beberapa institusi UPT lapas, tidak mengalami penolakan. Kenapa ini ditolak? Ini kali kedua," ujar Syafrida.

Selain penolakan, Anggota Ombudsman RI Fikri Yasin juga menyatakan kesulitan memeriksa seluruh kawasan mewah di lapas. Bahkan, selama pemeriksaan, mereka diawasi oleh lebih dari 10 petugas yang menjaga dan mengikuti.

""Kita itu tarik-tarikan sama mereka, ada 10 lebih, sambil wawancara orang," kata Fikri.

Bahkan, petugas tersebut kerap menutupi kamera milik Ombudsman ketika melakukan dokumentasi terhadap kawasan.

Tim Ombudsman juga sempat bertanya kepada salah satu penghuni mengapa ia ada di kawasan tersebut. Namun, tim belum dapat penjelasan yang lebih komprehensif.

"Nah, itu yang mereka enggak mau terus terang sama kita," ujarnya.

Jika Anda tidak dapat membebaskan para tahanan Palestina dari penjara Israel, setidaknya bicaralah tentang merekaBicaral...
23/09/2026

Jika Anda tidak dapat membebaskan para tahanan Palestina dari penjara Israel, setidaknya bicaralah tentang mereka

Bicaralah tentang mereka agar dunia dapat mendengar jeritan mereka, tentang tahun-tahun yang direnggut dari hidup mereka di balik jeruji besi, dan tentang keluarga-keluarga yang menanti kepulangan mereka, tanpa tahu kapan mereka akan bisa memeluk mereka kembali

Mereka tidak mati hanya sekali
Mereka mati seribu kali setiap hari; dengan setiap pagi yang terbit sementara mereka tetap terkurung di balik jeruji, dan dengan setiap momen ketika mereka merindukan ibu mereka, anak-anak mereka, dan rumah mereka

Jangan biarkan penjara itu menelan nama-nama mereka, dan jangan biarkan kelupaan menjadi penjara lain bagi mereka

Jika kita tidak dapat membuka pintu penjara untuk mereka, maka marilah kita membuka pintu dunia dengan kata-kata kita

Bicaralah tentang para tahanan Palestina. Jangan biarkan dunia melupakan mereka

TEROR HINDUTVA DI KOLKATA 🚨Masjid Jama Ghouri berusia 136 tahun 🕌dekat bandara dihancurkan pakai buldoser oleh RSS untuk...
22/09/2026

TEROR HINDUTVA DI KOLKATA 🚨
Masjid Jama Ghouri berusia 136 tahun 🕌dekat bandara dihancurkan pakai buldoser oleh RSS untuk membangun Ram Mandir 🛕Umat Muslim menangis, memohon tapi para preman saffron ini tak tunjukkan belas kasihan sama sekali dan mem martyrs masjid itu 🇮🇳

Address

Jalan Kh Asyim Ashari No 41 Kota Tangerang
Tangerang
16154

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Chairia Nisa posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The School

Send a message to Chairia Nisa:

Shortcuts

Share

Category