09/06/2023
Sharing , berdasarkan referensi:
1. Competence at work for Superior Performance , Spencer and Spencer
2. Tuckman Stage Development Model
Membuat Observable Behavior menggunakan Chat GPT 💪
23/03/2016
Anak-anak hidup didunianya orang dewasa.
Yup, is always be.
Dunia ini miliknya orang dewasa, bahasa mereka, tingkah laku mereka.
Kalo ada dunia yg diciptakan untuk anak-anak itu cuma sedikit. 1%.
Coba perhatikan tingkah laku orang dewasa, anak-anak memperhatikan.
Coba perhatikan peraturan lalu lintas yg di langgar, anak-anak memperhatikan.
Demo anarkis, anak-anak memperhatikan.
...
...
...
Masih banyak lg.
Setelah memperhatikan, meniru, lalu mempraktekkan.
Maka ketika orang dewasa bertindak, perhatikanlah mereka (anak-anak).
12/03/2016
Memaksimalkan Gaya Belajar Visual, Auditory, dan Kinestetik
Artikel ini akan memaparkan sebuah pembahasan mengenai bagaimana memaksimalkan gaya belajar visual, auditory, dan kinestetik. Sebagaimana yang mungkin diketahui banyak orang, ketiga gaya tersebut menjadi sebuah kumpulan metode yang sekarang ini sedang marak diterapkan di banyak sekolah serta di rumah oleh para orang tua. Masing-masing gaya belajar bisa diterapkan pada kondisi spesifik, dan tidak semua anak bisa menyerap ketiga gaya dengan baik.
Dengan demikian, masing-masing gaya harus disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan anak. Lalu bagaimana memaksimalkan gaya belajar visual, auditory, dan kinestetik dengan baik? Ada caranya, dan artikel ini ingin memulainya dari bagaimana memaksimalkan gaya belajar visual.
• Sediakan spidol berwarna terang untuk menandai bagian-bagian paling penting dari sebuah buku. Ini supaya buku tersebut mudah dipelajari serta mudah dilihat.
• Bantulah anak/siswa untuk mengulang pengetahuan yang sudah dicatat selama berada di sekolah. Ini membantu menyegarkan ingatan serta menyeleksi informasi penting.
• Gunakan materi-materi alternatif seperti gambar, mindmap, power point, video, dan lain sebagainya.
• Belajarlah menggunakan flashcard yang berisi kata kunci. Ini berguna terutama untuk pelajaran menghafal.
Pada gaya kinestetik, ada beberapa cara yang bisa diterapkan:
• Doronglah anak untuk aktif di dalam kelas, seperti membersihkan papan tulis atau membantu guru membagikan buku maupun modul.
• Berikanlah siswa beberapa macam aktivitas fisik, terutama untuk mereka yang memiliki energi lebih.
• Gunakan alat peraga laboratorium guna menghantarkan pengalaman.
• Libatkan siswa dalam proses belajar.
Pada gaya auditory, cara untuk memaksimalkan proses belajar terdiri dari:
• Rekamlah ide-ide maupun buah pikiran sebelum dituangkan dalam bentuk tulisan.
• Lakukan review/ulasan dengan cara verbal, bersama guru, orang tua, maupun teman.
• Gunakan musik sebagai sarana belajar.
• Bekali siswa dengan tape recorder, yang berfungsi untuk merekam semua materi pengetahuan.
• Berikan reward untuk siswa/anak, guna meningkatkan rasa percaya diri serta motivasi.
Memaksimalkan gaya belajar visual, auditory, dan kinestetik sangat mudah dilakukan bila orang tahu kendala yang dihadapi, serta tahu bagaimana metode yang pas untuk diterapkan pada masing-masing gaya spesifik.
02/03/2016
Pada dasarnya orang tua tidak bisa memaksakan gaya belajar dengan suasana serta gaya yang diinginkan, karena itulah diperlukan pemahaman mendalam tentang belajar gaya visual, auditory, dan kinestetik. Setiap anak memiliki caranya sendiri dalam belajar. Beberapa mungkin mudah menyerap pengetahuan serta pengalaman dengan metode visual, sementara yang lain akan dengan mudah menyerap segala sesuatu dengan berbekal audio visual. Di saat bersamaan, ada juga kelompok anak yang mudah menyerap segala sesuatunya dengan cara bergerak serta berteriak sekeras mungkin. Masalah sering muncul ketika seorang anak dipaksa belajar dengan metode yang tidak cocok dengan kondisi gaya pribadinya. Karena itulah rumusan yang sering muncul adalah: kemampuan anak dalam menangkap pengetahuan dan pengalaman sangat tergantung dari gaya belajarnya.
Di dalam teori pembelajaran yang menerapkan belajar gaya visual, auditory, dan kinestetik, ada banyak hal yang mesti dipikirkan. Mulai dari metode yang cocok untuk diterapkan di gaya tertentu, sampai bagaimana kita mengamati psikologis anak-anak sekaligus mengamati bagaimana tingkah laku ketika mereka belajar. Orang yang belajar dengan gaya visual, misalnya, cenderung bertindak sebagai individu yang tidak mendengarkan dengan baik ketika melakukan komunikasi. Dia akan cenderung melihat gerakan dan sikap pengajar, serta melihat gerakan teman lainnya sebelum dia sendiri mulai bertindak. Dalam sebuah kegiatan diskusi pun, dia terlihat pasif dan tidak s**a bicara dengan yang lain.
Di sisi lain, orang dengan gaya belajar auditory biasanya mampu mengingat penjelasan orang lain dengan baik. Ia adalah pendengar ulung dan cenderung banyak omong. Ia tidak s**a membaca karena kurang bisa mengingat apa yang sudah dibacaranya. Sedangkan bagi orang dengan gaya belajar kinestetik biasanya s**a menyentuh segala macam benda yang ada di dekatnya ketika belajar. Dia sulit untuk duduk manis dan berdiam diri, serta cendeurng melakukan hal lain ketika guru menerangkan sesuatu di depan kelas. Dengan kata lain, seorang guru atau orang tua mesti paham bagaimana menyodorkan dan mengajari anak dengan gaya yang cocok di antara belajar gaya visual, auditory, dan kinestetik.
01/03/2016
Belajar metode visual, audithory, dan kinestetik sebetulnya bukan perkara sulit kendati tidak berarti bahwa ketiga gaya tersebut sama-sama mudah diterapkan. Ketiga gaya maupun metode tersebut memiliki tingkat kesulitan masing-masing, di mana baik kinestetik, audithory, maupun visual memiliki kekurangan serta kelebihan masing-masing, sekaligus memiliki ciri khas tertentu yang membuat ketiganya terpisah satu sama lain. Seorang siswa yang menyukai metode visual akan kesulitan bila harus belajar dengan metode kinestetik.
Karena itulah dituntut kepekaan serta intuisi dalam belajar metode visual, audithory, dan kinestetik. Ada beberapa cara yang bisa diterapkan guna mengintegrasikan masing-masing gaya ke dalam lingkungan belajar yang spesifik.
• Pada gaya kinestetik, orang cenderung harus bergerak serta menyentuh sesuatu supaya mereka bisa menerima pengetahuan dan pengalaman baru. Karena itu ada beberapa gaya yang bisa diterapkan dalam lingkungan belajar semacam itu.
• Memutar music, bila memungkinkan, ketika melakukan aktivitas tertentu.
• Mengusahakan aktivitas yang membantu siswa bergerak.
• Menggunakan tanda berwarna untuk memperkuat poin-poin kunci pada grafis atau papan tulis putih.
• Mengistirahatkan otak bisa ada kesempatan.
• Memberikan transfer informasi dari teks ke media lain seperti tablet atau keyboard.
• Berikan petunjuk melalui visualisasi tertentu dari sebuah tugas yang kompleks.
• Memberikan tanda dengan pensil warna atau cahaya tertentu yang mencolok.
• Pada gaya visual, ada dua jenis orang yang biasanya terlibat, yakni orang yang mampu menyerap pengetahuan secara visual-linguistik dan orang mampu menyerap pengetahuan secara visual-spasial. Ada beberapa metode yang bisa diterapkan.
• Menggunakan grafis, diagram, ilustrasi, atau jenis materi visual lainnya.
• Menyertakan outline, agenda, map konsep, handout, dan lain sebagainya, untuk bahan bacaan.
• Menyertakan banyak konten di dalam handouts untuk dibaca ulang setelah kelas selesai.
• Meninggalkan ruang kosong di dalam handouts, supaya siswa bisa menulis catatan tertentu.
• Pada gaya audithory, di mana seseorang bisa berbicara dengan keras pada dirinya sendiri, dan cenderung menerima informasi verbal dengan baik, ada beberapa metode yang bisa diterapkan.
• Buatlah materi belajar baru yang menjelaskan segala sesuatunya dengan baik. Berikan sedikit sinopsis tentang apa saja yang dijelaskan lewat materi tersebut.
• Dorong siswa untuk mempelajari bagaimana mengeluarkan pertanyaan secara verbal.