29/11/2016
SUDAH TERLAMBAT JON
"Jon, di desa kita ada warung jual miras. Ayo kita tindak!"
"Nggak usah. Yang penting kita sendiri jadi orang baik."
Sebulan kemudian.
"Jon, para pemuda mulai s**a mabuk-mabukan di warung itu. Ayo kita tindak sebelum terlambat!"
"Buat apa? Lha wong mereka juga nggak ganggu kita, kok. Perbaiki diri sendiri dulu lah"
Sebulan lagi berlalu.
"Jon, sekarang warung itu dibangun tambah megah. Nggak cuma jual miras, sudah ada pelacurnya juga. Setengah penduduk desa sudah jadi pelanggan. Kalau kita tidak menindak sekarang, besok-besok kita nggak akan punya kekuatan lagi."
"Urus diri sendiri dulu, nggak usah ngurusin orang lain, doain saja ga terjadi apa apa"
Setahun kemudian.
"Jon, desa kita sudah jadi pusat maksiat. Masjid mau dirobohkan. Kamu, sebagai ta'mirnya, juga akan diusir."
"Lho, lho. Kok gitu? Ya jangan gitu, d**g. Ayo kita lawan mereka!"
"Sudah terlambat, Jon. Kita sudah jadi minoritas. Dulu saat mereka dengan getol menanamkan ideologi dan memperluas kekuasaan, kita cuma sekedar jadi orang baik, cuma doa, ternyata itu tidak cukup tanpa usaha...semua berawal mula dari kecil... sok baik , perhatian kemudian menggurita"
MENCEGAH KEMUNGKARAN
Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.” (HR. Muslim)
TIDAK CUKUP SOLEH SENDIRI
Allah ta’ala berfirman,
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam KERUGIAN. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al 'Asr : 1-3)