Majelis Nuurussagaf "Hadrah Basaudan"

Majelis Nuurussagaf "Hadrah Basaudan"

Share

Majelis Ta'lim Nuurussagaf dibawah pimpinan Alhabib Sholeh bin Muhammad bin Ahmad bin Muhsin Assegaf - Cigombong, Bogor.

Jadwal Majelis setiap Hari Rabu Malam Kamis untuk wilayah Tangerang (Ceger,cipadu,peninggilan)
19:30 s/d selesai Hadrah Basaudan adalah kump**an dzikir, munajat, ibtihal, qasidah dan tawassul yang disusun oleh Syaikh ‘Abdullah bin Ahmad Basaudan. Tetapi dikatakan bahwa susunan awalnya adalah daripada Habib ‘Umar bin ‘Abdur Rahman al-Baar lalu dilanjutkan oleh muridnya Syaikh ‘Abdullah Basaudan dan

29/10/2019
Photos from Majelis Nuurussagaf "Hadrah Basaudan"'s post 27/09/2019

Dokumentasi majelis Nuurussagaf setelah melalui tahapan renovasi gedung

Photos from Majelis Nuurussagaf "Hadrah Basaudan"'s post 21/09/2019

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Alhamdulillah puji syukur kehadirat ilahi robbi Allah SWT
Serta sholawat kepada baginda Nabi Muhammad SAW
Telah terlaksana proses pembangunan RENOVASI GEDUNG Majlis Ta'lim Nuurussagaf
Yang beralamat :
Jl. Pesantren kp ceger RT001/03 Jurang Mangu Timur Pondok Aren Tangerang Selatan

Terima kasih kami ucapkan Jazakumullah Khairan katsiran kepada para donatur yang telah memberikan Bantuan berupa Materil dan Imateril semoga Allah SWT membalas dengan penuh pahala Jariyah yang berlipat ganda dan selalu dalam keberkahan

Untuk para donatur yang masih ingin memberikan bantuan dapat disalurkan melalui

BRI : 113201007977507
A/N : Asep Muhammad Luay
Telp/ Wa : 081517028676

Harap konfirmasi setelah melakukan transfer

والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته

21/09/2019

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Hadiri,syiarkanlah dan raih banyak pahala.
Majelis mingguan yang diadakan oleh Majelis Ta'lim & Hadhroh Nuurussagaf (Korwil Tangerang) - Lilhabib Sholeh bin Muhammad Assegaf

Insya Allah akan diadakan pada :
Hari/Tanggal : Rabu, 25 september 2019
Waktu : Pukul 19.30 WIB s/d selesai
Tempat : Gedung Majlis Ta'lim Nuurussagaf CEGER Jl.Pesantren kp Ceger RT001/03 Jurang Mangu Timur Pondok Aren Tangerang Selatan Kediaman Ust HM Luay
Agenda : Pembacaan Ratib AlAtthos, Pembacaan Burdah Imam bushiri, Pembahasan Kitab-kitab Salaf

Insya Allah akan dihadiri oleh:

- Alhabib Ahmad Rizieq bin Sholeh Assegaf
Dan Habaib, alim ulama lain nya

Demikian undangan ini kami sampaikan, semoga kita semua mendapatkan taufiq dan hidayah untuk menghadirinya.
Info :*
- Ustadz H. Muhammad Luay (0815-1702-8676)
- Sholahudin Al-Ayubi (0857-1571-5813)
- Bpk. Bembenk
(0838-9472-3710)

والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Hormat kami,
(Pengurus MT&H Nuurussagaf - Korwil Tangerang)

23/07/2019

*السلام عليكم ورحمة الله وبركاته*

Hadiri,syiarkanlah dan raih banyak pahala.
Majelis mingguan yang diadakan oleh *Majelis Ta'lim & Hadhroh Nuurussagaf (Korwil Tangerang) - Lilhabib Sholeh bin Muhammad Assegaf*

Insya Allah akan diadakan pada :
Hari/Tanggal : *Rabu, 24 juli 2019*
Waktu : *Pukul 19.30 WIB s/d selesai*
Tempat : *Gedung MT&H NUURUSSAGAF (korwil tangsel) Jl.Pesantren Kp.Ceger Jurang mangu Timur tangsel, atau kediaman bapak.Hm.Luay*

Agenda : *Pembacaan Ratib AlAtthos, Pembacaan Maulid Simthudduror, Pembahasan Kitab Manhajussawi karya Alhabib Zein bin smith*

Insya Allah akan dihadiri oleh:

- *Alhabib Ahmad Rizieq bin Sholeh Assegaf*
*Dan para habaib, kiyai, tokoh masyarakat lain nya*

Demikian undangan ini kami sampaikan, semoga kita semua mendapatkan taufiq dan hidayah untuk menghadirinya.
*Info :*
- Ustadz H. Muhammad Luay (0815-1702-8676)
- Sholahudin Al-Ayubi (0857-1571-5813)

*والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته*

Hormat kami,
*(Pengurus MT&H Nuurussagaf - Korwil Tangerang)*

16/07/2019

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Hadiri,syiarkanlah dan raih banyak pahala.
Majelis mingguan yang diadakan oleh *Majelis Ta'lim & Hadhroh Nuurussagaf (Korwil Tangerang) - Lilhabib Sholeh bin Muhammad Assegaf*

Insya Allah akan diadakan pada :
Hari/Tanggal : *Rabu, 17 Juli 2019*
Waktu : *Pukul 19.30 WIB s/d selesai*
Tempat : *Musholla Al-hidayah Jl.KH.Wahid Hasyim Gg.Nawi Kel.Cipadu Kec.Larangan Kota.Tangerang Banten*
Agenda : *Pembacaan Ratib AlAtthos, Pembacaan Maulid Simthudduror, Pembahasan Kitab Fiqih Nailurroja' Syarah Safinatunnaja' Karya Alhabib Ahmad bin Umar Assyathiri*

Insya Allah akan dihadiri oleh:

- *Alhabib Ahmad Rizieq bin Sholeh Assegaf*
*Dan habaib, alim ulama lain nya*

Demikian undangan ini kami sampaikan, semoga kita semua mendapatkan taufiq dan hidayah untuk menghadirinya.
*Info :*
- Ustadz H. Muhammad Luay (0815-1702-8676)
- Sholahudin Al-Ayubi (0857-1571-5813)

والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Hormat kami,
*(Pengurus MT&H Nuurussagaf - Korwil Tangerang)*

10/07/2019

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Hadiri,syiarkanlah dan raih banyak pahala.
Pembukaan Majelis mingguan yang diadakan oleh Majelis Ta'lim & Hadhroh Nuurussagaf (Korwil Tangerang) - Lilhabib Sholeh bin Muhammad Assegaf

Insya Allah akan diadakan pada :
Hari/Tanggal : *Rabu, 10 juli 2019*
Waktu : *Pukul 19.30 WIB s/d selesai*
Tempat : *Gedung Majlis ta'lim Nuurussagaf (peninggilan) Jl.Sukarela RT.04/05 Kp.Peninggilan atau kediaman bang.Bembenk*
Agenda : *Pembacaan Ratib AlAtthos, Pembacaan Maulid Simthudduror, Pembahasan Kitab-kitab Salaf*

Insya Allah akan dihadiri oleh:

- *Alhabib Ahmad Rizieq bin Sholeh Assegaf*
*Dan Habaib, alim ulama lain nya*

Demikian undangan ini kami sampaikan, semoga kita semua mendapatkan taufiq dan hidayah untuk menghadirinya.
*Info
- Ustadz H. Muhammad Luay (0815-1702-8676)
- Sholahudin Al-Ayubi (0857-1571-5813)
- Bpk. Bembenk
(0838-9472-3710)

والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته

Hormat kami,
*(Pengurus MT&H Nuurussagaf - Korwil Tangerang)*

07/07/2019

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Puji serta syukur mari kita panjat kan kehadirat ilahi robbi allah subhanahu wata'ala yang masih memberikan nikmat iman islam dan sehat serta rizkinya , sholawat serta salam tak lupa kita haturkan kepada baginda nabi muhammad ﷺ yang senantiasa menanti umatnya untuk mendapatkan syafa'at di akhirat kelak

Admin ingin mengajak saudara/i untuk memperbanyak tabungan di akhirat
Yang insya allah akan bermanfaat bagi kita semua

Mohon Do'a restu & Bantuannya
Akan dilanjutkan pembangunan
Renovasi gedung
MAJELIS NUURUSSAGAF
Lil Habib soleh bin muhammad assegaf

Alamat : Jl pesantren Kp ceger RT003/01 Jurang mangu timur pondok aren tangerang selatan

Sebagaimana kita ketahui gedung MAJELIS NUURUSSAGAF ini digunakan untuk kegiatan

belajar mengajar
Majelis Ta'lim
Serta asrama santri

Donasi dapat disalurkan melalui :
BRI 113201007977507
a/n asep muhammad luay
Wa : 081517028676

Semoga amal yang antum donasikan dapat menjadi tabungan di akhirat dan mendapat balasan pahala dari allah subhanahu wata'ala
Aamiiin aamiin yaa robbal aalamiin

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

01/07/2019

*GURU KITA, SELAMANYA AKAN MENJADI GURU KITA*

"Kita ini beruntung" kata Habib Umar al-Muthohhar waktu itu. "Guru-guru kita tidak memberikan kita ujian yang berat seperti ujian yangg diberikan ulama - ulama terdahulu, karena mereka tahu hati kita lemah, iman kita lemah tidak seperti santri-santri zaman dahulu."

Beliau lalu menceritakan kisah Habib Ali Bin Abdullah Assegaf ketika "jauh-jauh" datang dari Hadhramaut ke Malibar India untuk berguru kepada Habib Ali Bin Abdullah Alaydrus.

Sesampainya ia di depan rumah gurunya dan mengucapkan salam, Sang guru yangg waktu itu sedang makan dilantai dua menyuruh Khodamnya melihat siapa yang ada didepan pintu.

"Seorang pencari ilmu dari Seiwun-Hadhramaut Habib, namanya Ali Assegaf " Jawab Khodamnya.

Mendengar itu Habib Ali Alaydrus mengambil air bekas cuci tangannya dan memberikannya kepada khodamnya.

"Ambil air ini. Dan siramkan kepadanya "
Dengan segera si khodam mengambil air kobokan itu dan menyiramkannya ke tubuh Habib Ali Assegaf dari lantai dua..

"Mbyuurrr... "

Setengah jam kemudian Habib Ali Alaydrus memanggil khodamnya lagi. "Coba lihat, Apakah orang itu masih ada dibawah." Khodamnya melihat kebawah dan ternyata pemuda itu masih berdiri mematung di depan pintu. Malahan ia masih menunduk penuh ta'dzhim.

"Masih Ya Habib, Dia masih ada di bawah" jawab khodamnya. "Sekarang, Bukakan pintu untuknya" Ujar Habib Ali Alaydrus.

Berkat ketulusan dan keteguhannya itu, kelak Habib Ali Assegaf menjadi salah satu murid kesayangan Habib Ali Alyadrus.

Sebagian ulama terdahulu memang mempunyai cara tersendiri dalam menguji keteguhan dan ketulusan santri-santrinya. Tentunya cara-cara "aneh" yang mereka tempuh dalam mendidik tak lepas dari maksud dan tujuan yang mulia, yang sering kali tak bisa kita ketahui dengan pemahaman dan cara berpikir kita.

Syaikhona KH. Kholil bin Abdul Lathif Bangkalan merupakan salah satu dari ulama yg mendidik murid-muridnya dengan cara-cara unik itu.

Dulu ia mempunyai santri asal Magelang, Manab namanya. Selama liburan - karena termasuk dari golongan yang tak mampu dan tak pernah mendapat kiriman dari orang tuanya - ia bekerja di sawah sekitar pesantren untuk mengumpulkan beberapa ikat padi yg akan ia gunakan sebagai "sangu" selama mengaji kepada Syaikhona Kholil.

Sesampainya di Demangan, kebetulan Syaikhona Kholil waktu itu sedang duduk di luar rumahnya, melihat santrinya datang membawa dua karung beras, beliau berkata :
"Kebetulan ayam-ayamku masih belum makan"

Manab lekas memahami keinginan Kiyainya, tanpa menunggu lama ia menaburkan beras dua karung itu di kandang ayam-ayam Syaikhona Kholil.

Hasil jerih payahnya berbulan-bulan ludes pada waktu itu juga. Sebagai ganti beras itu, Syaikhona Kholil menyuruhnya untuk mengumpulkan daun mengkudu sebagai makanan sehari-harinya. Santri bernama Manab itu kelak akan menjadi ulama besar di zamannya, mendirikan pesantren yg memiliki ribuan santri hingga saat ini, ia yg kelak lebih dikenal dengan KH. Abdul Karim, pendiri Pondok Pesantren Lirboyo Kediri.

Lain lagi dengan yang dialami oleh santri bernama Muhammadun. Sehari sebelum santri asal Lasem itu datang ke Bangkalan, Syaikhona Kholil menyuruh murid-muridnya untuk membuat "kurungan" ayam. Keesokan harinya Syaikhona Kholil menyambut kedatangan Muhammadun lalu memerintahkannya untuk menjebloskan diri ke dalam kurung ayam itu.

Sam'an wa tho'atan ia laksanakan perintah sang guru tanpa protes sedikitpun.
Kelak ialah yg akan menjadi salah satu Jago tanah Jawa, menjadi Kiyai Alim nan Kharismatik ysng dikenal dengan Mbah Kiyai Maksum Lasem.

Santri asal Tambak Beras Jombang bernama Abdul Wahhab malah memiliki pengalaman yg seru dan menegangkan.

Ketika baru sampai di gerbang pondok Syaikhona Kholil, ia disambut oleh Puluhan Santri yg membawa clurit dan pedang dan hendak menyerangnya. Tentu saja ia lari terbirit-birit.

Ternyata Syaikhona Kholil sudah mewanti-wanti para muridnya untuk bersiaga di hari itu, kata beliau akan ada "Macan" yg hendak memasuki area pondok. Dan sialnya, Santri baru bernama Abdul Wahhab itu yang Syaikhona Kholil tuduh sebagai "Macan" hingga ia menjadi target serbuan para santri.

Keesokan harinya ia kembali lagi, masih juga disambut dengan clurit dan pedang. Ia belum menyerah, ia mencoba lagi di malam ketiga, dan dimalam itu ia berhasil memasuki area ponpes. Karena kelelahan ia tertidur di Musholla Pesantren, Syaikhona Kholil lalu datang dan membangunkannya.

Di malam itu ia resmi diterima menjadi Santri Kiyai Kholil. Di masa depan, ialah yg akan menjadi Macan NU. Pengasuh Pesantren Tambak Beras yg kita kenal sebagai Kiyai Wahhab Hasbullah.

Dawuh al-Imam Al Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, "Orang Yang mencari ilmu itu, Ibarat orang yg membawa wadah untuk meminta madu. Jika ia membawa wadah yg kotor, apakah sang pemilik madu akan menuangkan madunya untuknya ? Tentunya ia akan menyuruhnya untuk membersihkan wadahnya terlebih dahulu"

Na'am, ilmu itu layaknya madu, sedangkan Hati kita adalah wadah untuk "menampaninya" (menerimanya). Semakin besar rasa ta'dzim dan keyakinan kita terhadap guru kita, semakin besar p**a wadah yg kita miliki.

Dan tentunya "barokah" yg kita dapatkan akan lebih banyak dan melimpah. Seringkali para Ulama mengulang-ulangi ucapan ini :

"Al Madad 'Ala Qadril Masyhad"

Pemberian dan pertolongan Allah - yg akan kita peroleh lewat guru kita - itu tergantung rasa ta'dzhim, keyakinan dan cara pandang kita terhadapnya..

Semoga sampai kapanpun kita tetap bisa menjaga adab dan ta'zhim terhadap para guru kita, para ulama kita, selalu mendapat keridhoan mereka bukan malah menjadi orang yg tak tahu adab dan balas budi, bagaikan kacang yg melupakan kulitnya, karena sejatinya tidak ada istilah mantan guru.

Untuk semua guru-guru kita, alfatihah

26/06/2019

Manaqib al-imam alhabib husein bin abu bakar al-aydrus

Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus memiliki silsilah yang sampai kepada Baginda Rasulullah SAW, di mana silsilah beliau yaitu: Al-imam Husein Bin Abu Bakar Bin Abdullah Bin Husein Bin Ali Bin Muhammad Bin Ahmad Bin Husein Ibnil Imam Syamsi Syumus Abdullah Alaydrus Akbar. Beliau dilahirkan di sebuah desa yang bernama Ma’ibad, Hadralmaut Yaman Selatan, dan pada usianya yang ke 11 tahun, beliau ditinggal wafat oleh ayahnya.

Selepas mangkatnya ayahnya, Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus hijrah ke kota Tarim, dan ternyata di pintu kota Tarim telah menunggu seorang wali besar, yaitu Quthbil Irsyad, Al-imam Abdullah Bin Alwy Alhaddad, yang langsung menyambut kedatangan dari Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus. Setelah tiba di kota Tarim, beliau didampingi oleh Al-imam Abdullah Bin Alwy Alhaddad langsung berziarah kepada Sayyidina Faqih Muqaddam Al’imam Muhammad Bin Ali Ba’alawy, Sayyidina Abdurrahman Bin Muhammad Assegaf dan Datuk Beliau Sayyidina Abdullah Alaydrus Akbar. Al-imam Abdullah Bin Alwy Alhaddad mengatakan kepada beliau bahwa semalam kakekmu, Sayyidina Abdullah Alaydrus Akbar datang kepadaku dan mengabarkan tentang kedatanganmu wahai Husein.


Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus menimba ilmu kepada Quthbil Irsyad, Al-imam Abdullah Bin Alwy Alhaddad, dan menurut cukilan dari Alhabib Ali Bin Husein Alattas dalam kitabnya Taajul A’rasy mengatakan bahwa Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus sebelum hijrah ke Indonesia, beliau telah mendapatkan mandat kepercayaan dari guru beliau Al-imam Abdullah Bin Alwy Alhaddad untuk melaksanakan da’watul islam.

Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus kemudian hijrah ke Asia Timur dan sampai di Indonesia, lalu setibanya di p**au Jawa, tepatnya di Pelabuhan Sunda Kelapa, beliau diusir kembali oleh penjajah Belanda. Akhirnya dengan bantuan para Muhibbin di malam hari dengan menggunakan sekoci beliau tiba kembali di Pelabuhan Sunda Kelapa. Beliau kemudian berda’wah di tanah Batavia ini dan pada saat itu penjajah Belanda sangat sensitif kepada para ulama karena di Sunda Kelapa ini masih ada bekas-bekas pertempuran Sunda Kelapa yang berada di bawah pimpinan dari Sunan Gunung Jati Al-imam Syarif Hidayatullah dan Fatahillah, sehingga penjagaannya sangat ketat dan berakibat pada dicurigainya Al-Habib Husein Bin Abu Bakar Alaydrus sebagai pemberontak, akhirnya beliau dimasukkan ke dalam penjara, yang berada di sekitar Glodok.

Perjuangan da’wah Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus sangatlah luar biasa, dan salah satu karomah beliau adalah di pagi hari beliau berada di dalam penjara sementara anehnya menjelang maghrib beliau sudah tidak ada di dalam penjara, beliau menyampaikan da’wah-da’wahnya di musholla dan masjid-masjid, sehingga membuat takut para sipir penjara dan akhirnya kepala sipir penjara tersebut meminta agar Habib Husein keluar saja dari dalam penjara tapi beliau menolaknya sampai akhirnya beliau keluar dari penjara dengan keinginannya sendiri.

Pada suatu ketika di dalam perjalanan da’wahnya, Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus melihat seorang tentara Belanda yang memang memiliki akhlak yang baik terhadap beliau, di mana tentara Belanda ini selalu menegur dan ramah terhadap Beliau. Akhirnya Habib Husein memanggilnya dan mengatakan bahwa tentara Belanda tersebut kelak akan menjadi Gubernur, di Batavia. tentara Belanda tersebut berkata sambil tertawa “mana mungkin aku menjadi seorang Gubernur”. Selang beberapa bulan kemudian sang tentara Belanda tersebut dipanggil ke negerinya dan kembali ke Batavia untuk dipercaya menjadi Gubernur.

Sang tentara Belanda yang kini telah menjadi Gubernur teringat akan Habib Husein dan menemui beliau seraya ta’jub atas perkataan dari Habib Husein dan sebagai balasannya Tentara ini memberikan hadiah berupa uang, bahkan emas, tetapi semuanya ditolak oleh Habib Husein. Karena Gubernur tersebut memaksa, Akhirnya Al-habib Husein Bin Abu Bakar Alaydrus berkata bahwa jika Engkau ingin memberiku hadiah, maka berikanlah aku tanah yang berada di luar pelabuhan Sunda Kelapa yang saat itu sedang surut. Tentara belanda tersebut kaget dan berkata percuma bila Aku berikan tanah tersebut, sebentar lagi air akan naik dan daratan itu akan terendam air laut. Al-habib Husein berkata “bila Engkau berikan sekarang, maka mulai saat ini air tidak akan pernah pasang bahkan hingga yaumil qiyamah”.. Allahu Akbar.. sehingga akhirnya diberikanlah tanah tersebut.

Al-habib Husein Bin Abu Bakar Alaydrus memiliki tanah ± 10 hektar dan di atas tanah tersebut, kemudian pertama kali yang dibangun oleh Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus adalah Masjid, kemudian rumah beliau yang saat ini menjadi tempat pusaranya beliau. Dan semenjak itu, dipatok tanah-tanah tersebut yang besarnya ± sampai 10 hektar dengan pilar dan batang-batang sehingga daerah ini dikenal dengan sebutan “Luar Batang”, disebabkan diluar pelabuhan Sunda Kelapa muncullah batang-batang. Di sini beliau bersama salah satu muridnya Haji Abdul Qodir yang merupakan penterjemahnya mengajarkan kepada murid-muridnya yang dating dari Banten, Indramayu, Cirebon, Tuban Gresik dan pelosok-pelosok kota lain di Indonesia.
Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus Wafat pada Malam 17 Ramadhan, akan tetapi mengapa acara haul dari beliau diperingati setiap hari Ahad di akhir bulan Syawwal?


Karena ini merupakan ijtima’ dari para ulama dan habaib yang saat itu berada di bawah pimpinan M***i Betawi yaitu Alhabib Utsman Bin Abdullah Bin Yahya. Di mana para penjajah saat itu masih menguasai dan transportasi yang sangat sulit sekali serta bertepatan dengan keadaan orang-orang yang sedang berpuasa, sehingga diputuskanlah oleh para ulama dan habaib agar pelaksanaan Haul Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus diadakan pada akhir Ahad bulan Syawwal, di mana setelah orang-orang melaksanakan silaturrahim lebaranan barulah kembali berkumpul dan bersilaturrahim di pusara beliau untuk memperingati Haulnya Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus.
Inilah sekelumit tentang perjalanan dan perjuangan dari Al-imam Husein Bin Abu Bakar Alaydrus. Semoga Allah semakin mengangkat derajat beliau dan semoga kita semua mendapatkan curahan keberkahan

25/06/2019

Al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaff
Penulis Sejarah dan Sastrawan Hebat

Salah satu pakar nasab di Indonesia yang meletakkan dasar-dasar ilmu nasab adalah Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaff. Selain dikenal sebagai pakar ilmu nasab yang jempolan, ia juga dikenal wartawan, sastrawan dan guru bagi banyak orang.

Habib Ahmad dikenal sebagai wartawan, sejarawan, dan sastrawan keturunan Arab yang terkenal pada masa kemerdekaaan RI. Sayid Ahmad bin Abdullah Assagaf, banyak menyerang pemerintah kolonial Belanda lewat tulisan-tulisannya. Untuk melengkapi data tulisannya itu, dia mendatangi berbagai tempat di Indonesia untuk bertemu dengan tokoh masyarakat, ulama, dan sejarawan.
Ia juga adalah salah satu pendiri pergerakan Arrabithah Al-Alawiyyah dan sekaligus menerbitkan majalah Arrabithah Al-Alawiyyah, majalah yang mengupas bidang keagamaan dan politik. Majalah Arrabithah Al-Alawiyyah dalam waktu yang tidak lama menjadi wadah bagi para penulis muda untuk menyampaikan pendapat mengenai keislaman dan politik, berperan sebagai sarana untuk menampik pengaruh orientalis barat di Indonesia.
Habib Ahmad bin Abdullah bin Muhsin Assegaff sendiri lahir pada tahun 1299 H (1879 M) di kota Syihr, Hadramaut. Ketika umurnya menginjak usia 4 tahun, ia dibawa oleh kedua orang tuanya ke kota Seiwun, saat itu terkenal sebagai kota ilmu yang menghasilkan banyak ulama besar dan shalihin. Di kota itu, ia mempelajari ilmu ushuludin, fiqh, tata bahasa, sastra dan tasawuf.
Tak puas menyerap ilmu di Seiwun, lantas ia pergi ke Tarim yang saat itu juga dikenal sebagai pusat para ulama besar. Hampair setiap hari, ia mendatangi majlis-majlis ilmu dan mengadakan hubungan yang akrab dengan guru-guru yang shalih, seperti Sayid Abdurahman bin Muhammad al-Masyhur, Syaikh Saleh, Syaikh Salim Bawazier, Syaikh Said bin Saad bin Nabhan, Sayyid Ubaidillah bin Muhsin Assegaff, Habib Ahmad bin Hasan Alattas, Habib Muhammad bin Salim As-Siri dan lain-lain.
Ustadz Ahmad Assegaff dikenal sangat gemar mengadakan perjalanan ke berbagai negeri tetangga untuk menemui ulama-ulama dan mengadakan dialog dengan para cendekiawan, sehingga ia sangat dikagumi oleh pusat-pusat ilmiah pada masa itu.
Tahun 1333 H (1913 M), ia berlayar ke Singapura dan ke Indonesia untuk mengunjungi saudaranya yang tertua, Sayid Muhammad bin Abdullah bin Muhsin Assegaff di Pulau Bali. Ia tinggal di Pulau Dewata itu beberapa lama, sambil berguru sekaligus berdakwah di sana.
Ia kemudian melanjutkan perjalanannya ke Surabaya, berjumpa dengan beberapa perintis pergerakan Islam serta para cendekiawan. Mereka sering terlibat diskusi membahas kebangkitan pergerakan keturunan Arab dan kaum muslimin di masa mendatang.
Habib Ahmad saat itu terpilih menjadi direktur yang pertama dari Madrasah Al-Khairiyah di Surabaya. Ia memimpin sekolah yang kebanyakan diikuti oleh warga keturunan arab itu dengan sangat bijaksana dan mulai saat itu namanya dikenal sebagai orang yang ahli dalam bidang pendidikan. Di kota Surabaya, ia menikah dan mempunyai beberapa orang putra.
Kemudian, ia pindah ke Solo dan tetap bersemangat mencari ilmu pengetahuan. Di kota batik inilah ia mempelajari ilmu psikologi dan manajemen sekolah, kebetulan ia juga menjadi salah pengurus sekolah swasta. Selain mengajar, ia juga berdagang sehingga ia sering pergi ke Jakarta untuk mengurus perniagaannya. Usaha dagang semakin maju. Itu membuat Habib Ahmad pindah ke Jakarta dan menjadi pimpinan sekolah Jami’at Kheir.
Berbagai perubahan demi kemajuan dalam pendidikan mulai ia rintis, di antaranya dengan membuka kelas-kelas baru bagi para pelajar, menyusun tata tertib bagi pelajar, mengarang buku-buku sekolah serta lagu-lagu untuk sekolah.
Buku-buku pelajaran yang ia susun diantaranya terdiri dari buku-buku agama, sastra dan akhlaq. Keberhasilannya dalam memimpin sekolah dan menciptakan sistem pendidikan, mengundang perhatian yang luas dari pemerhati masalah pendidikan baik dalam maupun luar negeri, seperti dari Malaysia dan Kesultanan Gaiti di Mukalla. Intinya, mereka meminta Habib Ahmad untuk memimpin pengajaran sekolah di negeri mereka. Namun, permintaan tersebut ditolak dengan halus, karena ia tengah merintis pembentukan Yayasan Arrabithah Al-Alawiyyah.
Melalui pergerakan Arrabithah Al-Alawiyyah p**a, ia mempunyai pengaruh yang sangat kuat di dalam memberikan petunjuk dan pentingnya persatuan di kalangan umat Islam dalam menghadapi penjajahan. Semua itu dapat dilihat dalam qasidah, syair serta nyanyian yang ia karang.
Salah satu kitab yang dikarang oleh Habib Ahmad adalah Kitab Khidmatul Asyirah. Kitab itu dibuat sebagai ringkasan dari kitab Syams Azh-Zhahirah. Dalam kitab ini Habib Ahmad menguraikan secara sistematis mengenai nasab dan pentingnya setiap orang memelihara kesucian nasabnya dengan ahlak yang mulia. Karena tidaklah mudah untuk menjaga nasab, sebagai ikatan penyambung keturunan serta asal-usul kembalinya keturunan seseorang kepada leluhurnya.
Dalam kitab ini, riwayat seseorang ia diteliti dengan seksama supaya terjaga kesucian nasabnya, dengan susunan yang tertib dari awal sampai akhir. Habib Ahmad bekerja keras untuk menyempurnakan isi buku ini walaupun ia mempunyai kesibukan yang luar biasa baik Rabithah Alawiyah maupun sebagai pengajar di Jami’at Kheir. Segala rintangan dihadapinya dengan penuh ketegaran dan semangat pantang mundur dengan satu tekad menyusun sejarah nasab Alawiyin merupakan pekerjaan yang sangat mulia.
Habib Ahmad, dalam kitab Khidmatul Asyirah menambahkan catatan beberapa orang yang terkemuka serta para ulama yang hidup sekitar tahun 1307-1365 H, saat menulis kitab ini sekitar tahun 1363 Habib Ahmad menghitung terdapat lebih dari 300 qabilah dan kitab ini pertama kali diterbitkan di Solo pada Rabiul Awal 1365 H.
Dari sekitar 20 buah bukunya, Ahmad bin Abdullah Assagaf sempat menulis sejarah Banten berjudul Al-Islam fi Banten (Islam di Banten). Karangannya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia adalah Fatat Garut (Gadis Garut) berupa roman kehidupan multietnik Indonesia di awal abad ke-20 oleh penerbit Lentera pada tahun 1997 dan diterjemahkan oleh Drs. Ali bin Yahya. Karya sastra ini sangat indah dan patut untuk dibaca karena banyak mengandung budaya bangsa dan syair-syair.
Karya-karyanya yang lain banyak disebarluaskan di madrasah-madrasah sebagai buku wajib pelajaran sekolah baik dalam mau pun di luar negeri. Diantaranya adalah cerita-cerita yang berisi masalah pendidikan seperti Dhahaya at-Tasahul, dan Ash-Shabr wa ats-Tsabat (berisi tentang cara hidup yang baik di dalam masyarakat untuk mencapai kemulian dunia dan akhirat), buku-buku pendidikan dan ilmu jiwa, Sejarah masuknya Islam di Indonesia dan lain-lain.
Keahlian Habib Ahmad didalam syair mendapat pengakuan dari banyak ahli syair di negara Arab. Selain itu Habib Ahmad juga punya keahlian di bidang kerajinan tangan dan elektronika dan pernah membuat sebuah alat musik yang dinamakan Alarangan.
Saat tentara Jepang datang ke Indonesia pada tahun 1942 dan menyerbu Hindia Belanda serta menyebabkan pertempuran yang sengit di Batavia menyebabkan Habib Ahmad pindah ke Solo. Setelah pertempuran mereda, Habib Ahmad kembali ke Jakarta dan mengajar di Kalibata.
Setelah 40 tahun menetap di Indonesia, pada 1950 ia berniat meninggalkan Indonesia menuju ke Hadramaut. Tepat pada hari Jumat, 22 Jumadil Awwal 1369 H ia berangkat dari Jakarta, dengan mempergunakan kapal laut dari pelabuhan Batavia. Namun Allah SWT telah menentukan umurnya, tepatnya Selasa 26 Jumadil Awal 1369 H ia berp**ang ke haribaan-Nya.
Setelah diadakan upacara keagamaan seperlunya di atas kapal, pada hari Kamis, 28 Jumadil Awal 1369 H, jenazahnya kemudian dimakamkan di laut lepas, sebelum memasuki pelabuhan Medan. Yang sangat disayangkan, banyak karya Habib Ahmad yang belum sempat dibukukan juga ikut hilang dalam perjalanan itu.

Want your school to be the top-listed School/college in Tangerang?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Website

Address


Jalan Pesantren RT 001/03 Jurangmangu Timur, Pondok Aren Tangerang Selatan
Tangerang
15222