Assalamu'alaykum wr.wb halo sahabat fb semua dimana pun kalian berada semoga allah swt memberikan kesehatan kepada kita semua dan yg sedang sakit semoga allah memberi kesembuhan kepada kita semua. Admin baru nongol lagi nih postingan pertama admin tentang sholat hanya mengingat pribadi dan mengajak kalian kepada kebaikan :)
Berbagi Ilmu Agama Islam
Berbagi Ilmu tentang agama islam.
๐Kump**an Petuah Indah Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah (56-60)๐
ุจูุณูู
ู ุงูููููู ุงูุฑููุญูู
ููู ุงูุฑููุญููู
ู
(56) Tiga Hak Saudara Seiman yang Sering Terabaikan:
โกAl-Imam Yahya bin Muโadz Ar-Razi rahimahullah berkata,
ูููู ุญุธูู ุงูู
ุคู
ู ู
ูู ุซูุงุซุฉ: ุฅูู ูู
ุชููุนู ููุง ุชุถุฑูููุ ูุฅูู ูู
ุชููุฑุญู ููุง ุชูุบูู
ูููุ ูุฅูู ูู
ุชู
ุฏุญู ููุง ุชูุฐูู
ููู
๐ปHendaklah seorang mukmin mendapatkan darimu 3 bagian:
1) Apabila engkau tidak memberi manfaat kepadanya maka janganlah membahayakannya,
2) Apabila engkau tidak membahagiakannya maka janganlah membuat ia sedih,
3) Apabila engkau tidak memujinya maka janganlah engkau mencelanya.
[Jaamiโul โUluumi wal Hikam libni Rajab rahimahullah, 2/283]
(57) Bagaimana Cara Bersyukur Secara Hakiki Atas Limpahan Kenikmatan dari Allah yang Tak Terhingga?
โกAl-'Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
ุงูุดูุฑ ูููู: ุจุงูููุจ: ุฎุถูุนุง ูุงุณุชูุงูุฉุ ูุจุงููุณุงู: ุซูุงุก ูุงุนุชุฑุงูุงุ ูุจุงูุฌูุงุฑุญ: ุทุงุนุฉ ูุงูููุงุฏุง
๐ปSyukur itu terlaksana dengan (tiga perkara):
1) Hati: Tunduk dan merendah karena takut kepada Allah,
2) Lisan: Memuji Allah dan mengakui nikmat-Nya,
3) Anggota tubuh: Taat dan patuh kepada-Nya.
[Madaarijus Saalikin, 6/246]
(58) Satu Ayat Al-Qur'an Sangat Bermanfaat Jika Dipahami dengan Baik:
โกAl-'Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
ููุฑุงุกุฉ ุขูุฉ ุจุชููุฑ ูุชููู
ุฎูุฑ ู
ู ูุฑุงุกุฉ ุฎุชู
ุฉ ุจุบูุฑ ุชุฏุจุฑ ูุชููู
ูุฃููุน ููููุจ ูุฃุฏุนู ุฅูู ุญุตูู ุงูุฅูู
ุงู ูุญูุงูุฉ ุงููุฑุขู
๐ปMembaca satu ayat disertai perenungan dan usaha memahami adalah:
โข Lebih baik,
โข Lebih bermanfaat bagi hati,
โข Lebih mendorong dalam meraih keimanan,
โข Lebih menghasilkan manisnya Al-Qur'an;
Daripada sekedar membaca sampai khatam tanpa perenungan dan tanpa usaha memahami. [Miftah Daris Sa'aadah, 1/187]
(59) Tidak Halal Bagimu Menyakitinya...!
โกAl-Fudhail bin 'Iyadh rahimahullah berkata,
ูุงููู ู
ุง ูุญููู ูู ุฃู ุชุคุฐู ููุจุง ููุง ุฎูุฒูุฑุง ุจุบูุฑ ุญู ูููู ุชุคุฐู ู
ุณูู
ุงู
๐ป"Demi Allah, tidak halal bagimu menyakiti anjing dan babi tanpa alasan yang benar, tapi mengapa engkau menyakiti seorang muslim?!" [Siyar A'laamin Nubala', 8/427]
(60) Mendoakan Penguasa adalah Ibadah yang Agung, Karena Kebaikan Penguasa Dampaknya Lebih Luas ke Masyarakat:
โกAsy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata,
ุงูุฏุนุงุก ูููู ุงูุฃู
ุฑ ู
ู ุฃุนุธู
ุงููุฑุจุงุชุ ูู
ู ุฃูุถู ุงูุทุงุนุงุชุ ูู
ู ุงููุตูุญุฉ ููู ููุนุจุงุฏู
๐ป"Mendoakan penguasa termasuk sebesar-besarnya ibadah, seutama-utamanya ketaatan dan ibadah kepada Allah, dan nasihat bagi hamba-hamba-Nya." [Al-Fatawa, 8/210]
Keutamaan bulan ramadhan dengan bulan lainnya seperti Keutamaan Allah dengan makhluk2 NYA =)
Fastabiqul Kharot
Belum Mau Berjilbab
Beralasan belum siap berjilbab karena yang penting hatinya dulu diperbaiki?
Kami jawab, "Hati juga mesti baik. Lahiriyah pun demikian. Karena iman itu mencakup amalan hati, perkataan dan perbuatan. Hanya pemahaman keliru dari aliran Murji'ah yang menganggap iman itu cukup dengan amalan hati ditambah perkataan lisan tanpa mesti ditambah amalan lahiriyah. Iman butuh realisasi dalam tindakan dan amalan"
Beralasan belum siap berjilbab karena mengenakannya begitu gerah dan panas?
Kami jawab, "Lebih mending mana, panas di dunia karena melakukan ketaatan ataukah panas di neraka karena durhaka?" Coba direnungkan!
Beralasan belum siap berjilbab karena banyak orang yang berjilbab malah s**a menggunjing?
Kami jawab, "Ingat tidak bisa kita pukul rata bahwa setiap orang yang berjilbab seperti itu. Itu paling hanya segelintir orang yang demikian, namun tidak semua. Sehingga tidak bisa kita sebut setiap wanita yang berjilbab s**a menggunjing."
Beralasan lagi karena saat ini belum siap berjilbab?
Kami jawab, "Jika tidak sekarang, lalu kapan lagi? Apa tahun depan? Apa dua tahun lagi? Apa nanit jika sudah p**i keriput dan rambut ubanan? Inilah was-was dari setan supaya kita menunda amalan baik. Jika tidak sekarang ini, mengapa mesti menunda berhijab besok dan besok lagi? Dan kita tidak tahu besok kita masih di dunia ini ataukah sudah di alam barzakh, bahkan kita tidak tahu keadaan kita sejam atau semenit mendatang. So ... jangan menunda-nunda beramal baik. Jangan menunda-nunda untuk berjilbab."
Perkataan Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma berikut seharusnya menjadi renungan,
ุฅูุฐูุง ุฃูู
ูุณูููุชู ูููุงู ุชูููุชูุธูุฑู ุงูุตููุจูุงุญู ุ ููุฅูุฐูุง ุฃูุตูุจูุญูุชู ูููุงู ุชูููุชูุธูุฑู ุงููู
ูุณูุงุกู ุ ููุฎูุฐู ู
ููู ุตูุญููุชููู ููู
ูุฑูุถููู ุ ููู
ููู ุญูููุงุชููู ููู
ูููุชููู
"Jika engkau berada di waktu sore, maka janganlah menunggu pagi. Jika engkau berada di waktu pagi, janganlah menunggu waktu sore. Manfaatkanlah masa sehatmu sebelum datang sakitmu dan manfaatkanlah hidupmu sebelum datang matimu." (HR. Bukhari no. 6416). Hadits ini menunjukkan dorongan untuk menjadikan kematian seperti berada di hadapan kita sehingga bayangan tersebut menjadikan kita bersiap-siap dengan amalan sholeh. Juga sikap ini menjadikan kita sedikit dalam berpanjang angan-angan. Demikian kata Ibnu Baththol ketika menjelaskan hadits di atas.
Moga di bulan penuh barokah ini, kita diberi taufik oleh Allah untuk semakin taat pada-Nya. Wallahu waliyyut taufiq.
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.
Kita telah mengetahui bersama mengenakan jilbab adalah suatu hal yang wajib. Sebagaimana kewajibannya telah disebutkan dalam Al Qur'an dan hadits sebagai pedoman hidup kita. Namun kenyataaan di tengah-tengah kita, masih banyak yang belum sadar akan jilbab termasuk pada bulan Ramadhan. Tulisan ini akan menjelaskan bagaimanakah status puasa wanita yang tidak berjilbab. Semoga bermanfaat.
Kewajiban Mengenakan Jilbab
Allah Ta'ala berfirman,
ููุง ุฃููููููุง ุงููููุจูููู ูููู ููุฃูุฒูููุงุฌููู ููุจูููุงุชููู ููููุณูุงุกู ุงููู
ูุคูู
ูููููู ููุฏูููููู ุนูููููููููู ู
ููู ุฌูููุงุจููุจูููููู ุฐููููู ุฃูุฏูููู ุฃููู ููุนูุฑููููู ููููุง ููุคูุฐููููู ููููุงูู ุงูููููู ุบููููุฑูุง
โHai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.โ (QS. Al Ahzab: 59). Jilbab bukanlah penutup wajah, namun jilbab adalah kain yang dipakai oleh wanita setelah memakai khimar. Sedangkan khimar adalah penutup kepala.
Allah Taโala juga berfirman,
ูููููู ููููู
ูุคูู
ูููุงุชู ููุบูุถูุถููู ู
ููู ุฃูุจูุตูุงุฑูููููู ููููุญูููุธููู ููุฑููุฌูููููู ููููุง ููุจูุฏูููู ุฒููููุชูููููู ุฅููููุง ู
ูุง ุธูููุฑู ู
ูููููุง
โKatakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.โ (QS. An Nuur [24] : 31). Berdasarkan tafsiran Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Athoโ bin Abi Robbah, dan Mahkul Ad Dimasqiy bahwa yang boleh ditampakkan adalah wajah dan kedua telapak tangan. (Lihat Jilbab Al Marโah Al Muslimah, Amru Abdul Munโim, hal. 14).
Orang yang tidak menutupi auratnya artinya tidak mengenakan jilbab diancam dalam hadits berikut ini. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
ุตูููููุงูู ู
ููู ุฃููููู ุงููููุงุฑู ููู
ู ุฃูุฑูููู
ูุง ููููู
ู ู
ูุนูููู
ู ุณูููุงุทู ููุฃูุฐูููุงุจู ุงููุจูููุฑู ููุถูุฑูุจูููู ุจูููุง ุงููููุงุณู ููููุณูุงุกู ููุงุณูููุงุชู ุนูุงุฑูููุงุชู ู
ูู
ูููุงูุชู ู
ูุงุฆููุงูุชู ุฑูุกููุณูููููู ููุฃูุณูููู
ูุฉู ุงููุจูุฎูุชู ุงููู
ูุงุฆูููุฉู ูุงู ููุฏูุฎููููู ุงููุฌููููุฉู ูููุงู ููุฌูุฏููู ุฑููุญูููุง ููุฅูููู ุฑููุญูููุง ูููููุฌูุฏู ู
ููู ู
ูุณููุฑูุฉู ููุฐูุง ููููุฐูุง
โAda dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.โ (HR. Muslim no. 2128). Di antara makna wanita yang berpakaian tetapi telanjang dalam hadits ini adalah: (1) Wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud wanita yang berpakaian tetapi telanjang; (2) Wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 17: 190-191).
Dalil-dalil di atas menunjukkan bahwa wajibnya wanita mengenakan jilbab dan ancaman bagi yang membuka-buka auratnya. Aurat wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan. Bahkan dapat disimpulkan bahwa berpakaian tetapi telanjang alias tidak mengenakan jilbab termasuk dosa besar. Karena dalam hadits mendapat ancaman yang berat yaitu tidak akan mencium bau surga. Na'udzu billahi min dzalik.
Puasa Harus Meninggalkan Maksiat
Setelah kita tahu bahwa tidak mengenakan jilbab adalah suatu dosa atau suatu maksiat, bahkan mendapat ancaman yang berat, maka keadaan tidak berjilbab tidak disangsikan lagi akan membahayakan keadaan orang yang berpuasa. Kita tahu bersama bahwa maksiat akan mengurangi pahala orang yang berpuasa, walaupun status puasanya sah. Yang bisa jadi didapat adalah rasa lapar dan haus saja, pahala tidak diperoleh atau berkurang karena maksiat. Bahkan Allah sendiri tidak peduli akan lapar dan haus yang ia tahan. Kita dapat melihat dari dalil-dalil berikut:
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ู
ููู ููู
ู ููุฏูุนู ูููููู ุงูุฒูููุฑู ููุงููุนูู
ููู ุจููู ููููููุณู ููููููู ุญูุงุฌูุฉู ููู ุฃููู ููุฏูุนู ุทูุนูุงู
ููู ููุดูุฑูุงุจููู
โBarangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.โ (HR. Bukhari no. 1903).
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ููููุณู ุงูุตููููุงู
ู ู
ููู ุงูุฃููููู ููุงูุดููุฑูุจู ุ ุฅููููู
ูุง ุงูุตููููุงู
ู ู
ููู ุงููููุบููู ููุงูุฑููููุซู ุ ููุฅููู ุณูุงุจูููู ุฃูุญูุฏู ุฃููู ุฌููููู ุนููููููู ููููุชููููู : ุฅููููู ุตูุงุฆูู
ู ุ ุฅููููู ุตูุงุฆูู
ู
โPuasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan sia-sia dan kata-kata kotor. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, โAku sedang puasa, aku sedang puasaโ. (HR. Ibnu Khuzaimah 3: 242. Al Aโzhomi mengatakan bahwa sanad hadits tersebut shahih)
Jabir bin โAbdillah radhiyallahu 'anhu berkata, โSeandainya engkau berpuasa maka hendaknya pendengaran, penglihatan dan lisanmu turut berpuasa, yaitu menahan diri dari dusta dan segala perbuatan haram serta janganlah engkau menyakiti tetanggamu. Bersikap tenang dan berwibawalah di hari puasamu. Janganlah kamu jadikan hari puasamu dan hari tidak berpuasamu sama saja.โ (Lathoโif Al Maโarif, 277).
Mala โAli Al Qori rahimahullah berkata, โKetika berpuasa begitu keras larangan untuk bermaksiat. Orang yang berpuasa namun melakukan maksiat sama halnya dengan orang yang berhaji lalu bermaksiat, yaitu pahala pokoknya tidak batal, hanya kesempurnaan pahala yang tidak ia peroleh. Orang yang berpuasa namun bermaksiat akan mendapatkan ganjaran puasa sekaligus dosa karena maksiat yang ia lakukan.โ (Mirqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih, 6: 308).
Al Baydhowi rahimahullah mengatakan, โIbadah puasa bukanlah hanya menahan diri dari lapar dan dahaga saja. Bahkan seseorang yang menjalankan puasa hendaklah mengekang berbagai syahwat dan mengajak jiwa pada kebaikan. Jika tidak demikian, sungguh Allah tidak akan melihat amalannya, dalam artian tidak akan menerimanya.โ (Fathul Bari, 4: 117).
Penjelasan di atas menunjukkan sia-sianya puasa orang yang bermaksiat, termasuk dalam hal ini adalah wanita yang tidak berjilbab ketika puasa. Oleh karenanya, bulan puasa semestinya bisa dijadikan moment untuk memperbaiki diri. Bulan Ramadhan ini seharusnya dimanfaatkan untuk menjadikan diri menjadi lebih baik. Pelan-pelan di bulan ini bisa dilatih untuk berjilbab. Ingatlah sebagaimana kata ulama salaf, "Tanda diterimanya suatu amalan adalah kebaikan membuahkan kebaikan."
Bismillahirrahmaanirrahiim,
Berikut dalil Al Qurโan dan Hadits Puasa Ramadhan :
ููุง ุฃููููููุง ุงูููุฐูููู ุขู
ููููุง ููุชูุจู ุนูููููููู
ู ุงูุตููููุงู
ู ููู
ูุง ููุชูุจู ุนูููู ุงูููุฐูููู ู
ููู ููุจูููููู
ู ููุนููููููู
ู ุชูุชููููููู
โHai orang2 yang beriman, diwajibkan bagimu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan pada orang2 sebelum kamu. Mudah2an kamu bertakwaโ (Al -Baqarah:183)
Dari ayat di atas jelas bahwa puasa itu adalah wajib. Artinya jika dikerjakan berpahala, dan jika tidak dikerjakan kita berdosa.
***
Keutamaan Puasa:
1. โBarang siapa mendirikan puasa Ramadan dengan penuh keimanan dan kebaikan, maka akan diampunilah dosa-dosanya yang telah laluโ (HR Bukhari โ Muslim)
2. โSeorang hamba yang berpuasa dalam sehari di jalan Allah, maka akan dijauhkan Allah orang tersebut pada hari itu wajahnya dari neraka sejauh 70 musim dinginโ (HR Bukhari โ Muslim)
***
Dua hari sebelum bulan Ramadan dan hari Raya kita dilarang berpuasa:
3. Dari Abu Hurairah, dia berkata: โBersabda Rasulullah : โJanganlah kamu dahului puasa Ramadan dengan puasa satu hari atau dua hari, kecuali bagi orang yang biasa berpuasa (mis: puasa Daud, penulis), maka puasa sehari (sebelum Ramadan) itu diperbolehkanโ (HR Bukhari dan Muslim)
4. Dari Abu Saโid Al Khudri, ia berkata โBahwasanya Rasulullah melarang berpuasa 2 hari, yaitu hari Idul Fitri (1 Syawal) dan hari Idul Adha. (HR Bukhari โ Muslim) Berpuasa setelah Ruโyat (melihat bulan pertanda tanggal 1 Ramadan), begitu p**a berhari raya (melihat bulan pertanda tanggal 1 Syawal):
5. Dari Ibnu Umar, ia berkata: โAku pernah mendengar Rasulullah bersabda: โBila kamu telah melihat tanggal 1 bulan Ramadan, maka puasalah, dan bila kamu melihat tanggal 1 Syawal, maka berhari rayalah. Tetapi bila mendung, maka perkirakanlah (sesuai dengan hari perhitungan)โ (HR Bukhari dan Muslim)
6. Pada riwayat Muslim disebutkan: โMaka jika mendung terhadapmu, perkirakanlah sampai hari ketiga puluh.โ Pada Imam Bukhari: โMaka Sempurnakanlah sampai hitungan 30 hari.โ
***
7. Dari Hafsah, Ummul Mukminin: โBahwasanya Rasulullah telah bersabda: โBarang siapa yang tidak menetapkan (niat) berpuasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya (tidak sah puasanya).โ (Hadits diriwayatkan oleh Imam Lima).
8. Dari Sahl bin Saโad, ia berkata: โBahwasanya Rasulullah telah bersabda: โAmat baik orang2 itu senantiasa menyegerakan berbuka (dalam puasanya)โโ (HR Bukhari dan Muslim)
9. Dari Salman bin Amir Adh Dhabiyyi, dari Rasulullah, beliau bersabda: โBila seseorang di antara kamu berbuka puasa, hendaklah dengan buah korma, bila tidak ada, maka berbukalah dengan air, sebab air itu suci (Hadits diriwayatkan oleh Imam Lima).
***
Hukum Sahur (Makan sebelum puasa):
10. Dari Anas bin Malik, ia berkata: โBersabda Rasulullah : โSahurlah kamu, karena dalam sahur itu terdapat berkah yang besarโ (HR Bukhari - Muslim)
11. โUmmatku selalu dalam kebaikan selagi mensegerakan berbuka dan mengakhirkan (melambatkan) sahurโ (HR Ahmad)
12. โSesungguhnya mengakhirkan sahur itu merupakan sunnah dari para rasulโ (HR Ibnu Hibban)
***
Yang dilarang dalam Puasa:
13. Barang siapa yang tidak bisa meninggalkan diri dari ucapan palsu (jelek) dan tetap mengerjakannya, maka tidak berguna bagi Allah puasanya (HR Bukhari โ Muslim)
14. Banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan pahala kecuali lapar, dan banyak orang yang shalat (malam) tidak mendapat pahalanya kecuali berjagaโ (HR Al Hakim)
15. Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: โBersabda Rasulullah: โTidak ada puasa orang yang berpuasa selama-lamanya (tidak sahur dan berbuka)โโ (HR Bukhari โ Muslim)
16. Dari Abu Hurairah, ia berkata: โBersabda Rasulullah : โ Barang siapa yang terpaksa muntah, maka tidak ada qadha baginya, dan barang siapa sengaja muntah, maka wajib qadha atasnya (batal puasanya) [hadits diriwayatkan oleh Imam Lima]
17. Dari Abu Hurairah, ia berkata: โSeorang lelaki datang kepada Rasulullah mengadukan hal dirinya, lalu ia berkata: โYa Rasulullah, celakalah akuโ Kemudian Rasulullah bertanya: โMengapa?โ Jawabnya: โAku telah menyetubuhi istriku pada siang hari bulan Ramadan.โ Kemudian beliau bertanya: โApakah kamu punya hamba sahaya yang dapat dimerdekakan?โ Jawabnya: โTidak punya,โ maka beliau bertanya lagi: โMampukah kamu berpuasa selama dua bulan berturut2?โ Jawabnya: โTidak mampu.โ Lalu beliau bertanya lagi: โDapatkah kamu memberi makan 60 orang miskin?โ Jawabnya: โTidak dapat.โ Lalu Rasulullah duduk dan menyerahkan sekarung korma kepadanya, sambil bersabda: โSedekahkanlah ini.โ Maka orang itu berkata lagi: โApakah disedekahkan kepada orang yang paling fakir dari ?kami, sebab tidak ada seorangpun di antara orang yang berdiam pada batu hitam dari ahli Madinah yang paling membutuhkan lebih daripada kami.โ Kemudian Rasulullah tersenyum, sehingga jelas terlihat gigi beliau yang putih, kemudian beliau bersabda: โPergilah, berilah makan keluargamu.โ (Hadits diriwayatkan oleh Imam Tujuh)
18. โSesungguhnya puasa itu perisai. Maka jika salah seorang dari kamu berpuasa, jangan berkata keji dan kasar. Kalau dia dicela atau hendak diperangi seseorang, hendaklah ia berkata, sesungguhnya aku sedang berpuasaโ (HR Bukhari โ Muslim)
***
Semoga bermanfaat
asslamualaikum met pagi semua jangan lupa solat tahajud & baca al-qurannya
:)
kata siapa PACARAN itu HARAM ? HALAL KOK . HALAL MASUK NERAKA :)
apa penting.a suatu golongan ?
mau dia PKS, HTI, MUHAMADIYAH, NU, FPI, PERSIS, SALAFI, DLL. yang penting UKHUWAH ISLAMIYAH itu harus terjaga !!!!! bukan.a saling golok2an , pukul2an , bukan saling hina saling caci memaki !!!!!!
kita lihatlah contoh golongan MUHAJIRIN DAN ANSHAR !!!! apakah mereka saling hina menghina ? olok mengolok ? TIDAK ! tidak sama sekali !!! mereka malah saling tolong menolong !!!
"SEORANG MUSLIM ADALAH SODARA BAGI MUSLIM YANG LAIN " (H.R. MUSLIM)
BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM
IHSAN
Ihsan
Ihsan adalah puncak ibadah dan akhlak yang senantiasa menjadi target seluruh hamba Allah swt. Sebab ihsan menjadikan kita sosok yang mendapatkan kemuliaan darin-Nya. Sebaliknya, seorang hamba yang tidak mampu mencapai target ini akan kehilangan kesempatan yang sangat mahal untuk menduduki posisi terhormat dimata Allah swt. Rasulullah Saw. Pun sangat menaruh perhatian akan hal ini, sehingga seluruh ajaran-ajarannya mengarah kepada satu hal, yaitu mencapai ibadah yang sempurna dan akhlak yang mulia. Oleh karenanya, seorang muslim hendaknya tidak memandang ihsan itu hanya sebatas akhlak yang utama saja, melainkan harus dipandang sebagai bagian dari aqidah dan bagian terbesar dari keislamannya karena, islam di bangun atas tiga landasan utama, yaitu iman, islam, dan ihsan, seperti yang telah diterangkan oleh Rasulullah Saw.dalam haditsnya yang sahih . Hadits ini menceritakan saat Rasulullah Saw. Menjawab pertanyaan malikat jibril โ yang menyamar sebagai seorang manusia โ mengenai islam, iman, dan ihsan. Setelah jibril pergi, Rasulullah Saw. Bersabda kepada sahabatnya, โ inilah jibril yang datang mengajarkan kepada kalian urusan agama kalian.โ Beliau menyebutbut ketiga hal diatas sebagai agama, dan bahkan Allah Swt. Memerintahkan untuk berbuat ihsan pada banyak tempat dalam Al-qurโan
โ Dan berbuat baiklah kalian, karena sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik. โ (Qs Al-baqarah:195)
โ Sesungguhnya Allah memerintahkanmu untuk berbuat adil dan kebaikan . . . .โ(Qs. An-nahl : 90 )
Pengertan ihsan
Ihsan berasal dari kata hasana yuhsinu, yang artinya adalah berbuat baik, sedangkan bentuk masdarnya adalah ihsanan, yang artinya kebaikan. Allah Swt. Berfirman dalam Al-qurโan mengenai hal ini.
โ Jika kamu berbuat baik, (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri . . .โ(Al-israโ:7)
โDan berbuat baiklah (kpd orang lain) seperti halnya Allah berbuat baik terhadapmu . . โ(Qs AL-Qashash: 77).
Ibnu katsir mengomentari ayat diatas dengan mengatakan bahwa kebaikan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah kebaikan kepada seluruh mahluk Allah Swt.
Landasan syarโI ihsan
Pertama Al- qurโanul karim
Dalam Al-qurโan, terdapat 166 ayat yang berbicara tentang ihsan dan implementasinya. Dari sini kita dapat menarik satu makna, betapa mulia dan agungnya perilaku dan sifat ini, hingga mendapat porsi yang sangat istimewa dalam Al-qurโan. Berikut ini adalah beberapa ayat yang menjadi landasan akan hal ini.
โ Dan berbuat baiklah kalian karena sesungguhnyaAllah mencintai orang-orang yang berbuat baik.โ (Qs. Al- baqarah: 195)
โSesungguhnya Allah memerintahkan untuk berbuat adil dan kebaikan.โ (Qs.An-nahl:90)
โ. . . . .serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia. . . .โ(Qs. Al-baqarah:83)
โDan berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapak, kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat maupun yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan para hamba sahayamu. . . . โ (Qs. An-nisaโ: 36)
Kedua, As-sunnah
Rasulullah Saw. Pun sangat memberi perhatian terhadap masalah ihsan ini. Sebab,ini merupakan puncak harapan, perjuangan seorang hamba. Bahkan, diantara hadits-hadits mengenai ihsan tersebut, ada beberapa yang menjadi landasan utama dalam memahami agama ini. Rasulullah Saw. menerangkan mengenai ihsan โKetika ia menjawab pertanyaan malaikat jibril tentang ihsan, dimana jawaban tersebut dibenarkan oleh jibril, dengan mengatakan ,โ Engkua menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, dan apabila engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.โ
(HR. Muslim).
Aspek pokok dalam ihsan
Ihsan meliputi tiga aspek yang fundamental ketiga aspek tersebut ibadah, muamalah, dan ahklak.
Ibadah
kita berkewajiban ihsan dalam beribadah, yaitu dengan menjalankan semua jenis ibadah, seperti solat, puasa, haji dan sebagainya dengan cara yang benar. Yaitu dengan menyempurnakan syarat, rukun, sunnah, dan adab-adabnya. Hal ini tidak akan mungkin dapat ditunaikan oleh seorang hamba, kecuali jika saat pelaksnaan ibadah-ibadah tersebut ia penuhi dengan cita rasa yang sangat kuat (menikmatinya), juga dengan kesadaran penuh bahwa Allah selalu memantaunya hingga ia merasa bahwa ia sedang dilihat dan diperhatikan oleh Allah. Minimal seorang hamba harus merasa bahwa Allah selalu memantaunya, karena dengan inilah ia dapat menunaikan ibadah-ibadah tersebut dengan baik dan sempurna, sehingga hasil dari ibadah tersebut akan seperti yang diharapkan.inilah maksud dari perkataan Rasulullah Saw. yang berbunyi,
โHendaklah kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, dan jika engkau tidak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.โ
Kini jelaslah bagi kita bahwa sesungguhnya arti dari ibadah itu sendiri sangatlah luas. Maka selain dari jenis ibadah itu tadi, yang tidak kalah pentingnya adalah juga seperti ibadah lainnya seperti jihad, menghormati sesame mukmin, mendidik anak, membahagiakan istri, dan menjalankan yang mubah semata-mata demi mencari dan mendapatkan Ridho Allah Swt. dan masih banyak lagi. Rasulullah menghendaki umatnya dalam keadan seperti itu, yaitu senantiasa sadar jika ingin ingin mewujudkan ihsan dalam setiap ibadahnya.
Tingkat ibadah dan derajatnya
Berdasarkan nash-nash dalam Al-qurโan dan sunnah, maka ibadah mempunyai tiga tingkatan, yang pada setiap tingkatan derajatnya seorang hamba tidak akan dapat mengukurnya. Karena itulah kita berlomba-lomba untuk meraihnya, pada setip derajat ada tingkatan tersendiri dalam surga. Yang tertinggi adalah derajat muhsinin, Dan ia akan menempati jannatul firdaus, derajat tertinggi dalam surga. Kelak penghuni surgs tingkat bawah akan memandangi penghunu surga surga tingkat atas, laksana penduduk bumi memandangi bintang-bintang di langit yang menandakan betapa jauhnya jarak antara mereka.
Adapun tiga tingkatan ter sebut adalah sebagai berikut:
Tingkat At-taqwa, yaitu tingkatan paling bawah dengan derajad yang berbeda-beda.
Tingkat Al-bir, yaitu tingkat menengah dengan derajat yang berbeda-beda.
Tingkat Al-ihsan, yaitu tingkat paling atas dengan derajat yang berbeda-beda.
Tingkat taqwa
Tingkat taqwa adalah tingkatan dimana seluruh derajatnya dihuni oleh mereka yang masuk kategori Al-muttaqin, sesuai dengan derajad ketaqwan masing-masing.
Taqwa akan menjadi sempurna dengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi serta meninggalkan segala apa yang dilarangNya, hal ini berarti meninggalkan salah satu perintah Allah saja dapat mengakibatkan sangsi, dan melakukan salah satu laranganNya saja adalah dosa. Dengan demikian puncak taqwa adalah menjalankan semua perintah Allah serta menjauhi segala laranganNya.
Namun ada satu hal yang harus dipahami dengan benar, yaitu bahwa Allah Swt. Maha mengetahui mengetahui keadaan hamba-hambaNya yang memiliki berbagai kelemahan, yang dengan kelemahannya itu seorang hamba melakukan dosa. Oleh karena itu Allah membuat satu cara penghapusan dosa, yaitu dengan cara bertobat dan pengampunan. Melalui hal tersebut, Allah akan mengampuni hambaNya yang berdosa karena kelalaiannya dari menunaikan hak-hak taqwa. Sementara itu, ketika seorang hamba naik peringkat puncak taqwa, boleh jadi ia akan naik peringkatnya pada peringkat bir atau ihsan. Peringkat ini disebut martabat taqwa, karena amalan-amalan yang ada pada derajat ini membebaskannya dari siksaan atas kesalahan yang dilakukannya. Adapun derajat yang paling rendah dari peringkat ini adalah derajat dimana seseorang menjaga dirinya dari kekalnya dalam neraka, yaitu dengan iman yang benar dan diterima oleh Allah Swt.
Tingkat Al-bir
Peringkat ini akan dihuni oleh mereka yang masuk kategoi Al-abror, hal ini sesuai dengan amalan-amalan kebaikan yang mereka lakukan dari ibadah-ibadah sunnah serta segala sesuatu yang dicintai dan diridhai oleh Allah Swt. hal ini dilakukan setelah mereka melakukan hal yang wajib, yakni yang ada pada peringkat At-taqwa.
Peringkat ini disebut derajat Al-bir (kebaikan), karena derajat ini merupakan perluasan pada hal-hal yang sifatnya sunnah, sesuai sifatnya semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah dan merupakan tambahan dari batasan-batasan yang wajib serta yang di haramkanNya. Amalan-amalan ini tidak diwajibkan oleh Allah kepada hambaNya, tetapi perintah itu bersifat anjuran, sekaligus terdapat janji pahala didalamnya.
Akan tetapi mereka yang melakukan amalan tambahan ini tidak akan masuk kedalam tingkatan Al-bir, kecuali mereka telah melaksanakan peringkat yang pertama, yaitu peringkat taqwa. Karena melaksanakan hal yang pertama menjadi syarat mutlak untuk naik keperingkat yang selanjutnya.
Dengan demikian,barang siapa yang mengklaim dirinya telah melakukan kebaikan sedang ia tidak mengimani unsure-unsur kaidaah iman dalam ihsan, serta tidak terhindar dari siksaan neraka , maka ia tidak dapat masuk kedalam peringkat ini. (Al-bir). Allah Swt. telah berfirman,
โBukanlah kebaikan dengan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebaikan itu adalah taqwa, dan datangilah rumah-rumah itu dari pintu-pintunya dan bertaqwalah kepada Allah agar kalian beruntung.โ (Qs. Al-baqarah: 189).
โya tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar seruan orang yang menyeru kepada iman, yaitu berimanlah kamu kepada tuhanmu, maka kamipun beriman. Ya tuhan kami ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang banyak berbuat baik.โ (Al-imran: 193) .
Tingkat ihsan
Tingkatan ini akan dicapai oleh mereka yang masuk dalam kategori Muhsinun, mereka adalah orang yang telah melewati tingkat pertama dan kedua (peringkat At-taqwa dan Al-bir).
Ketika kita mencermati pengertian ihsan dengan sempurna, maka kita akan mendapatkan kesimp**an bahwa ihsan memiliki dua sisi yaitu : Pertama, ihsan adalah kesempurnaan dalam beramal sambil menjaga keiklasan dan jujur dalam beramal.
Kedua, ihsaan adalah sensntiasa memaksimalkan amalan-amalan sunnah yang dapat mendekat diri kepada Allah Swt. selama hal itu adalah sesuatu yang diridhaiNya dan dianjurkan untuk melaksanakannya.
Untuk dapat naik kemartabat ihsan dalam segala amal , hanya bisa dicapai melalui amalan-amalan wajib dan amalan-amalan sunnah yang dicintai oleh Allah Swt. serta dilakukan atas dasar mencari ridha Allah Swt.
BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM
ISLAM
Pengertian islam
kata islam merupakan pernyataan kata nama yang berasal dari bahasa arab aslama, yaitu bermaksud โuntuk menerima, menyerah, atau tundukโ Dengan demikian islam berarti penerimaan dari dan penundukan kepada tuhan, dan penganutnya harus menunjukkan ini dengan menyembah-Nya, menuruti perintah-Nya dan menghindari politheisme. Perkataan ini memberikan beberapa maksud dari Al-qur,an. Dalam beberapa ayat, kualitas islam sebagai kepercayaan ditegaskan: โ Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama islam)โ . Ayat lain menghubungkan islam dan din (lazimnya diterjemahkan sebagai โAgamaโ) .โ Pada hari ini telah Ku-sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Ku- cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai islam jadi agama bagimuโ.
Secara etimologis kata islam diturunkan dari akar kata yang sama dengan kata salam yang berarti โDamaiโ. Kata muslim (sebutan bagi pemeluk agama islam) juga berhubungan dengan kata islam, kata tersebut berarti โOrang yang berserah diri kepada Allahโ.
Islam memberikan banyak amalan keagamaan. Para penganut, umumnya di galakan untuk memegang lima rukun islam, yaitu lima pilar yang menyatukan muslim sebagai sebuah komunitas. Islam adalah syariโat Allah terakhir yang diturunkan-Nya kepada penutup para nabi dan Rasul-Nya, Muhammad bin Abullah Saw, ia merupakan satu-satunya agama yang benar. Allah tidak menerima agama dari siapapun selainnya. Dia telah menjadikannya sebagai agama yang mudah, tidak ada kesulitan dan kesusahan didalamnya, Allah tidak mewajibkan dan tidak p**a membebankan kepada para pemeluknya apa-apa yang mereka tidak sanggup melakukunnya. Islam adalah agama yang dasarnya tauhid, syiโarnya kejujuran, parosnya keadilan, tiangnya kebeenaran, ruhnya kasih sayang.ia merupakan agama agung yang mengarahkan manusia kepada seluruh hal yang bermanfaat, serta melarang dari segala hal yang membahayakan bagi agama dan kehidupan mereka didunia .
Rukun (pilar-pilar) islam
Islam di bangun diatas lima rkun. Seseorang tidak akan menjadi muslim yang sebenarnya hingga dia mengimani dan melaksanakannya yaitu:
Rukun pertama: syahadat (bersaksi) bahwa, tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, dan bahwasanya Muhammad Rasulullah. Syahadat ini merupakan kunci islam dan pondasi bangunannya. Makna syahadat la ilaha illallah ialah : tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah saja,dilah ilahi yang hak, sedangkan ilahi selainnya adalah batil dan ilahi itu artinya sesuatu yang disembah. Dan makna syahadat: bahwasanya Muhammad itu adalah Rasulullah ialah: membenarkan semua apa yang diberitakannya, dan mentaati semua perintahnya srta menjauhi semua yang dilarang dan dicegahnya.
Rukun kedua: shalat:Allah telah mengsyariโatkan lima shalat setiap hari sebagai hubungana antara seorang muslim dengan Tuhanya. Didalamnya dia bermunajat dan berdoโa kepada-Nya,disamping agar menjadi pencegah bagi muslim dari perbuatan keji dan mungkar. Dan Alah telah menyiapkan bagi yang menunaikanya kebaikan dalam agama dan kemantapan iman serta ganjaran,baik cepat maupun lambat.Maka dengan demikian seorang hamba akan mendapatkan ketenangan jiwa dan kenyamanan raga yang akan membuatnya bahagia di dunia dan akhirat.
Rukun ketiga: Zakat yaitu sedekah yang dibayyar oleh orang yang memiliki harta sampai nishab(kadar tertenrtu) setiap tahun,kepada yang berhak menerimanya seperti kaum fakir dan lainya,diantara yang berhak menerima zakat.Zakat itu tidak di wjibkan atas orang fakir yang tidak memiliki nishab,tapi hanya di wajibkan atas kaum kaya untuk menyempurnakan agama dan islam mereka,meningkatkan kondisi dan akhlak mereka,menolak segala balak dari mereka dan harta mereka,mensuccikan mereka dari dosa,disamping sebagai bantuan bagi orang-orang yang membutuhkan dan fakir diantara mereka,serta untuk memenuhi kebutuhan keseharian mereka,sementara zakat hanyalah merupakan bagian kecil sekali dari jumlah harta dan rizki yang diberikan Allah kepada mereka.
Rukun keempat: Puasa yaitu selama satu bulan saja setiap tahun,pada bulan ramadhan yang mulia,yakni bulan kesembilan dari bulan-bulan hijriyah.Kaum muslimin secara keseluruhan serempak meninggalkan kebutuhan-kebutuhan pokok mereka,makan,minum,dan jimak di siang hari mulai terbit fajar sampai matahari terbenam.Dan semua itu akan di ganti oleh Allah bagi mereka berkat karunia dan kemurahan-Nya,dengan penyempurnaan agama dan iman mereka,serta peningkatan kesempurnaan diri,dan banyak lagi ganjaran dan kebaikan lainya,baik di dunia maupun di akhirat yang telah di janjikan Allah bagi orang-orang yang berpuasa.
Rukun kelima: Haji yaiu menuju masjidil haram untuk melakukan ibadah tertentu. Allah mewajibkan atas orang yang mampu sekali seumur hidup,Pada waktu itu kaum muslimiin dari segala penjuru berkumpul di tempat yang paling mulia dimuka bumi ini,menyembah tuhan yang satu,memakai pakaian yang sama,tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin,antara si kaya dan si fakir dan antara yang berkulit putih dan berkulit hitam.Mereka semua melaksanakan bentuk-bentuk ibadah tertentu,yang terpenting diantaranya adalah: wukuf di padang arafah,tawaf di kaโbah,kiblatnya kaum muslimin,dan saโi antara bukit shafa dan marwah.
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Website
Address
Jalan Sesuatu
Tangerang
15000