Ada dua hal yang dapat mengidentifikasi kita;
Kesabaran ketika tidak memiliki apa-apa, dan akhlak ketika memiliki segalanya..
Pon - pes Darulmuta'alimin
pendidikan agama islam
Para ulama sering membuat nazhom dalam bab Aqidah atau Fiqih, yg terkenal misal Nazhom Alfiyah, tujuannya agar mudah dihafal.
Termasuk nazhom tentang 17 Rukun dalam Sholat yg harus diketahui setiap muslim, sebab Rukun dalam Sholat itu jika ditinggalkan maka tidak sah sholatnya.
21/05/2024
Mempelajari dan mengajarkan Al-Qurโan itu bagaikan usaha seseorang pengemis yang berkata pada pengemis lain, dimana dia bisa mendapatkan makanan.
KH Ahmad Dahlan.
21/05/2024
Tidak ada kemuliaan bagi suatu bangsa jika generasi mudanya bodoh-bodoh, dan tidak ada kehormatan bagi suatu bangsa kecuali dengan ilmu pengetahuan.
(KH. Hasyim Asy'ari)
21/05/2024
Assalamu'alaikum mama..
Berhubung hari kamis libur..
Jadi olahraga kita adakan di hari rabu saja ya..
Setelah iqro & buku bacalah kita langsung olahraga.
Untuk jadwal olahraga besok adalah
Bermain engklek.
Manfaat permainan engklek :
*Melatih motorik anak
*ketangkasan
*kecepatan
*kelincahan
dan
*keseimbangan.
Happy selalu ya anak2 ๐ค
18/08/2022
AWAL MULA BENIH CINTA KHADIJAH PADA MUHAMMAD
Pada suatu sore yang lengang, dua wanita melangkah menuju distrik terdekat kota Makkah. Keduanya saling bercanda, saling menggoda dan membicarakan cinta. Nafisah menyela pembicaraan:
"Kulihat wajahmu seperti tengah menyembunyikan sesuatu, atau mungkin dugaanku saja?"
Khadijah tampak tak seperti biasanya, ia hanya diam.
"Ceritakan padaku, kawan. Barangkali aku bisa membantumu meringankan beban kesedihan yang kau pendam diam-diam dariku." Lanjut Nafisah.
Khadijah menarik nafas dalam-dalam, lalu berujar, "Ya, semua itu adalah keinginan yang berkecamuk di hatiku."
"Perempuan macam dirimu masih diliputi keinginan yang berkecamuk?"
Khadijah mengangkat tangannya lalu meletakkannya di kening sahabatnya.
"Masalahnya tak sesederhana yang kau bayangkan, kawan." Khadijah mencoba menyangkal.
"Lalu?"
Lama Khadijah diam, hingga membuat Nafisah hilang kesabaran.
"Apa pendapatmu perihal Muhammad bin Abdillah?"
Nafisah balik bertanya penuh heran, "Mengapa kau menanyakan ini?"
Nyatanya, setelah mendengar pertanyaan sahabatnya, Nafisah justru memahami apa yang sedang berkecamuk di hati Khadijah. Dua wanita ini lama disandera sunyi.
Sore yang lengang kian membentang di atas bukit yang memanjang ke atas Ka'bah, memantulkan kharisma abadi selama bertahun-tahun sejak masa Nabi Ibrahim as.
Setelah menyadari bahwa Nafisah memahami gejolak hatinya, Khadijah justru kian berani buka-bukaan. Ia lalu bertanya-tanya:
"Mana bisa aku bersanding dengan Muhammad? Ia masih sangat muda, dimuliakan kaumnya, murah hatinya, bersih nasabnya. Sedangkan aku hanyalah perempuan berusia 40 tahun, artinya 15 tahun lebih tua darinya dan dua kali menjanda. Mungkinkah ia berkenan menerimaku?"
Nafisah menjawab:
"Tidak begitu, Khadijah. Meskipun umurmu sudah berkepala empat, kau masih punya kemuliaan. Kau juga punya nasab terhormat di kaummu.
Kau masih tampak muda dan kuat, seperti masih berusia 30-an atau bahkan lebih muda lagi. Dan jangan lupa, sudah banyak orang yang melamarmu, setiap hari mereka juga membicarakanmu. Nyatanya, kau tolak semuanya.
Seketika lega hati Khadijah karena ucapan sahabatnya itu. Khadijah merasakan hati yang tenteram dan damai. Ia berharap mimpinya bisa terwujud menjadi kenyataan. Atau paling tidak, ia mampu meluapkan harapannya itu. Khadijah lalu bertanya penuh harap:
"Tetapi, di manakah jarak antara hasratku dan hasrat Muhammad bin Abdillah? Antara cintaku dan cintanya? Bagaimana ia bisa tahu jalan menuju diriku? Atau, bagaimana aku bisa menemukan jalan menuju dirinya? Nafisah, yang kita perbincangkan ini hanyalah sekilas mimpi yang jauh..
Yang akan lenyap saat mata kembali terjaga. Ini hanyalah puncak hasratku seperti yang kau lihat."
Nafisah tersenyum sambil menepuk dada Khadijah penuh manja:
"Serahkan saja semua urusan ini padaku. Nanti hasilnya pasti akan membuatmu senang."
Dan pada saat Nafisah berlalu, tetiba ingatan Khadijah kembali pada kenangan masa lalu, sebuah peristiwa yang terjadi pada tahun-tahun silam. Ia sendiri tak habis pikir, bagaimana bisa ia mengingat kembali sebuah kenangan yang sebenarnya sudah ia lupakan.
Kala itu di suatu pagi, Khadijah bersama teman-teman dekatnya berjalan-jalan di salah satu distrik kota Makkah. Tahu-tahu muncul pria Yahudi di depan mereka, tanpa mereka sadari. Barangkali kakinya menuntun dirinya untuk pergi ke Makkah tepat pada saat musim penuh berkah,
untuk sebuah misi yang nyata di depan mata. Pria Yahudi itu berhenti di hadapan mereka, tertawa terbahak-bahak:
"Tibalah kini zaman kedatangan nabi terakhir, siapa di antara kalian yang bisa menjadi istrinya, lakukanlah!" Teriaknya.
Para perempuan itu terperanjat mendengar ucapannya. Mereka berang pada pria itu, lalu membalasnya dengan caci maki dan melemparinya dengan batu. Hanya Khadijah yang tak ikut-ikutan. Dia masih terperangah pada ucapan pria Yahudi itu.
Mengenang peristiwa itu, Khadijah membatin dalam dirinya: mengapa ingatan itu tiba-tiba muncul sekarang, ada apakah di balik semua ini? Khadijah masih terus menunggu, sementara hari demi hari terus berlalu.
Sementara itu, Nafisah binti Munyah pada suatu malam merencanakan hal penting untuk pagi harinya. Ketika pagi tiba, ia pergi menuju Ka'bah untuk mencari Muhammad bin Abdillah. Begitu melihat Muhammad di jalan, ia mengikuti di belakangnya.
Nafisah meminta kesempatan untuk berbicara empat mata dengan Muhammad. Tak lama kemudian, di jalan yang tak begitu ramai di salah satu gang kota Makkah, Nafisah mendekati Muhammad sambil berbisik, "Wahai Muhammad, aku Nafisah binti Munyah, datang untuk mengabarimu sosok perempuan mulia, suci, agung dan mapan. Ia cocok denganmu. Bagaimana menurutmu jika aku membisikkan namamu di sisinya?"
Muhammad hanya terdiam. Pernyataan Nafisah benar-benar mengejutkannya. "Siapakah perempuan itu?" tanya Muhammad.
"Khadijah binti Khuwailid. Kau pasti sudah mengenalinya dengan sangat baik." Balas Nafisah.
Sebagai perempuan, Nafisah mampu membaca beragam luapan rasa pada wajah Muhammad yang berbinar cahaya dan penuh wibawa. Khawatir jika ada orang kepo datang dan tiba-tiba mengganggu, atau Muhammad malah menjawab dengan nada penolakan, Nafisah lalu berkata, "Besok atau lusa, aku akan menemuimu kembali. Tak perlu buru-buru memberi jawaban, kau bisa mempertimbangkan matang-matang semua omonganku tadi."
Muhammad terus kepikiran pada ucapan Nafisah. Ia masih heran pada Nafisah yang memulai sebuah perbincangan yang sedikitpun tak pernah terlintas di benaknya. Apakah ini memang dari Khadijah yang sengaja mengutusnya? Atau ia hanyalah basa-basi para wanita yang biasanya s**a iseng?
Dalam hatinya Muhammad bertanya-tanya, mungkinkah Khadijah bersedia padanya? Sementara ia adalah perempuan cerdas, mulia dan kaya raya? Apakah ia bersedia menjadikan pembantu bisnis perdagangannya sebagai suami?
dst...Karya: Nizar Abadhah
10/08/2022
Kifayatul Atqiya', karya Syekh Abu Bakar Syatha, penulis kitab I'anatut Thalibin. Kitab ini sangat menarik, membahas tentang tasawuf tapi dibungkus dengan untaian bait nazham. Dan beberapa spillnya nih .
ููุง ุชูุธูููุฑููู ููุถูููููุฉู ููู ุชูุนูุชูููุฏู # ููุง ุชูุจูุฑูุฒููู ููููููููุฑููููู ุฑูุฐูุงุฆูููุง
Jangan memperlihatkan amal ibadahmu agar orang-orang mengakui kemuliaanmu. Jangan juga memperlihatkan kesalahanmu dengan sengaja supaya kamu tidak dipercaya oleh mereka
ุฅูููู
ูุงูู ู
ูุฑูุกู ููุง ูููููููู ุชูููู
ูููุง # ุญูุชููู ููุฑูู ููุงุณูุง ุจูุฅูุจููู ู
ูุซูููุง
ููููููููู ู
ูุฏูุญูููู
ู ููุฐูู
ููููู
ู ุณูููุง # ููู
ู ููุฎูุดู ููููู
ูุฉู ููุงุฆูู
ู ููู ุฐูู ุงููุนูููุง
Iman seseorang tidak sempurna, sampai dia melihat manusia seperti unta
Sehingga, pujian dan cacian dari mereka tidak ada bedanya.
ุนูู
ููู ุจูููุง ุฐูููุฑู ุงููู
ููููููุฉู ููุง ุฃูุซูุฑู # ููุจูุฐูููุฑูููุง ุญููููุง ููุถูุฑูุจู ุงููู
ูุนูุงููููุง
Ibadah tanpa ingat kematian tiada berguna. Sebab dengan mengingat mati, bekas ibadah dalam diri kita seperti bongkahan kayu yang terkena kapak besar
ููุฌูููู ููููุงู
ู ุงููููููู
ู ุบูููุฑู ู
ูุฎูุทููุฆู # ููู
ูุนููููู
ูุง ูููููุฑู ููููุณูุชู ู
ูุฌูุงุฏูููุง
Jangan menyalahkan pendapat guru, juga tidak malah mengajarinya. Ingatlah, kau sedang belajar, bukan berdebat
ููููุนูุงููู
ู ููุถููู ุนูููู ู
ููู ููุนูุจูุฏู # ููุถููู ุงููุจูุฏููุฑู ุนูููู ุงููููููุงููุจู ููู ุงููุฌูููุง
Derajat orang yang alim melampaui derajat ahli ibadah. Bagaikan bulan purnama dan bintang di sekelilingnya.
Barangsiapa yang ingin menjadi baik, maka jadilah tanah dibawah telapak kaki para Guru.
โข As-Syekh Abdul Qadir Al-Jailani โข
07/07/2022
Pemesanan https://wa.me/6288215506773
Click here to claim your Sponsored Listing.
Location
Category
Contact the school
Address
Tangerang
15561
08/09/2022