Smpit Azzahra

Smpit Azzahra SMP IT Azzahra adalah sekolah menengah pertama yang berbasis Islam Terpadu di dataran tinggi Gayo

Alqur'an dan prestasi akademik.....
31/05/2018

Alqur'an dan prestasi akademik.....

29/05/2018

TAKENGON-LintasGAYO.co : SMP IT Azzahra Peringkat ketujuh hasil Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) se-Provinsi Aceh…

GENERASI KEDUA
17/03/2017

GENERASI KEDUA

12/03/2017

Guru merupakan sosok manusia yang sangat berpengaruh terhadap masa depan dan karir peserta didik. Guru yang dengan penuh keikhlasan dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, akan menghasilkan para generasi muda yang hebat dan berkualitas. Selain dari pemberian aspek keilmuan yang diberikan, hal tersebut juga tak lepas dari nasehat-nasehat sang guru ketika berhadapan dengan siswa pada saat di sekolah. Dalam interaksinya dengan murid, guru akan selalu memberikan nasehat - nasehat yang sangat bermnafaat bagi masa depan mereka.

Namun demikian, tidak sedikit dari para siswa yang kurang menyadari akan pentingnya nasehat - nasehat dari para guru. Jangankan nasehat yang sangat berbobot, nasehat yang menurut kita biasa saja dan semua orang dapat menerimanya, namun siswa masih mengabaikannya. Padahal sesuatu yang simpel dan sederhana pun harus tetap didengarkan. Karena bisa jadi ada sesuatu yang luar biasa dibalik itu semua.

Mari kita simak beberapa nasehat guru bijak yang sekilas nampak sederhana namun akan sangat bermakna bagi masa depan anak didik:

1. "Kamu Jangan Telat Masuk Kelas Lagi!"

Ucapan tersebut adalah sesuatu yang selalu terlontar dari mulut seorang guru, intensitasnya pun bukan 1 atau 2 kali, tapi bisa jadi setiap hari. Keseringan mendengarkan ucapan - ucapan ini, menjadikan siswa terbiasa dan terkadang mengaggap remeh nasehat guru tersebut. Tidak sedikit siswa yang pada akhirnya menganggap ucapan gurunya tersebut seperti angin yang lewat dan tidak penting untuk didengar. Tapi dibalik itu semua, ungkapan seperti ini memiliki sesuatu yang sangat urgen dan bermanfaat bagi siswa di masa depan. Apa itu? Kedisiplinan.

Guru menyuruh siswa untuk tidak telat masuk kelas terkandang suatu nasehat kedisiplinan bagi anak didiknya. Jika mereka sadar akan pentingnya hal ini, mereka akan berusaha melakukan apa yang dinasehatkan gurunya tersebut. Coba bayangkan, jika sekiranya seorang siswa yang telah lulus dan kebetulan sudah mendapat pekerjaan telat masuk kantor? Ini adalah sesuatu yang lucu. Kebiasaan saat sekolah dibawa-bawa ke pekerjaan. Syukur kalau di sekolah, misalkan telat pun pasti dinasehati tapi kalau di dunia kerja bisa jadi langsung dimarahi atau mungkin di keluarkan dari pekerjaan.

2. "Jangan Mencontek pada saat ulangan!"

Nasehat ini jelas bukan hal yang aneh bagi para kalangan siswa. Guru akan selalu mengingatkan siswanya untuk tidak mencontek pada saat ulangan. Namun demikian, siswa masih saja mencontek meskipun sudah dinasehati beberapa kali. Sungguh sangat miris jika kita melihat realita yang ada. Padahal guru menasehati siswanya untuk tidak mencontek adalah agar siswanya bisa terbiasa menanamkan sikap jujur.
Didunia kerja orang yang jujur akan menjadi sesosok manusia yang dipercaya, tidak hanya sebagai seorang rekan kerja akan tetapi sebagai sosok yang pantas untuk menjadi seorang pemimpin bagi mereka. Tapi sebaliknya, orang yang sudah terbiasa untuk tidak jujur dalam kehidupan sehari - harinya maka hanya akan menghasilkan sebuah penderitaan yang menyakitkan.

Itulah 2 nasehat guru bijak yang terdengar biasa saja namun memiliki makna yang sangat bermanfaat bagi masa depan para siswa. Nah bagi anda yang memiliki nasehat lain silahkan tuliskan di kolom komentar! Mari kita menjadi guru yang baik dan berkualitas, sehingga bisa bermanfaat

Jangan pernah lelah dalam menuntut ilmu   #1,2
10/03/2017

Jangan pernah lelah dalam menuntut ilmu
#1,2

Catatan ; Rhenald KasaliMungkin kita semua sepakat, anak-anak yang pintar di sekolah belum tentu pintar dalam kehidupan....
09/03/2017

Catatan ; Rhenald Kasali

Mungkin kita semua sepakat, anak-anak yang pintar di sekolah belum tentu pintar dalam kehidupan.

Sayangnya banyak orang tua yang masih berpikir, kalau anaknya juara kelas, pintar di sekolah, pasti akan pintar menjalani hidup.

Untuk itulah sering kita lihat orang tua yang amat protektif, membuat anak merasa sudah belajar walau itu hanya di sekolah. Sedangkan perjalanannya menuju sekolah, pergaulannnya, kebiasaannya mengambil keputusan dalam keadaan sulit, selalu diintervensi orangtua.

Apalagi bila orang tua punya kuasa, banyak koneksi, punya uang, maka semua itu akan diintervensi lebih luas lagi. Padahal yang membentuk orang tuanya hari ini sukses sudah jelas: orangtua mereka tak seprotektif mereka.

Kalau sudah begitu, apa hasilnya?

Anda lihat sendiri, banyak anak-anak pandai di sekolah tak berdaya saat di-bully kawan-kawannya, kurang bergaul, dan bila dikejar anjing di kampung, ia tidak bisa melompat, larinya tercekat.

Dan di usia dewasa, ia bisa menjadi sosok yang sulit bagi teman-teman, pasangan dan kolega-koleganya. Ia akan merasa terus pandai, seakan-akan kecerdasaannya tetap, tak berubah.
(Sumber: https://www.google.co.id/amp/bisniskeuangan.kompas.com/amp/read/2016/06/30/050000626/jangan.latih.anak-anak.dijemput.kbri.)

30 Juni 2016 - Sayangnya banyak orang tua yang masih berpikir, kalau anaknya juara kelas, pintar di sekolah, pasti akan pintar menjalani hidup.

INFORMASI UNTUK BAPAK IBU.TELAH DIBUKA PENERIMAAN MIRID BARU SMP IT AZZAHRA TAHUN PELAJARAN 2017/2018.SEGERA DAFTARKAN P...
27/02/2017

INFORMASI UNTUK BAPAK IBU.
TELAH DIBUKA PENERIMAAN MIRID BARU SMP IT AZZAHRA TAHUN PELAJARAN 2017/2018.
SEGERA DAFTARKAN PUTRA DAN PUTRI BAPAK IBU.

Tilawah, Antri makan sahur puasa sunah kamis   ,2
26/01/2017

Tilawah, Antri makan sahur puasa sunah kamis


,2

19/01/2017

PEMIKIRAN SANG ILLUSIONIS TENTANG SEKOLAH

Coba tanya sama orang tua kalian... S**a balet? Mau tidak belajar balet?

S**a catur? Gimana kalau les catur? Mau tidak mereka...
Itu masalahnya...

Masalah kenapa kalau kita tidak s**a matematika...kita dipaksa belajar matematika... Kalau tidak s**a biologi kita dipaksa belajar biologi..

Dan bahkan di berikan pelajaran tambahan matematika pulang sekolah..

Saya ingat sekali saat saya SMP mata pelajaran matematika saya jelek.. Dan saya pun di les kan pada... Siapa lagi kalau bukan GURU matematika saya sendiri (kerja sampingan)... Dan apakah saya jadi pintar matematika sekarang? Ya tetap tidak...

Mengapa saya tidak cukup belajar pertambahan.. Lalu perkalian.. Atau basic basic nya saja... Mengapa saya harus belajar rumus TANGEN... ATAU RUMUS RUMUS lainnya yang saya tidak pakai mungkin sampai saya mati nanti...

Balet... Dasarnya adalah lompat.. Tekuk kaki.. Dll.. Semua org bisa kan.. Tapi tidak semua orang harus bisa balet kan?

Manusia adalah unik... Apalagi anak anak yang masih berkembang... Mengajari ikan untuk terbang.. Hanya akan membuat si ikan Stress dan mati...

Begitu juga dengan anak..
Kalau saya punya hak.. Saya akan berikan penjurusan sejak Smp. Mereka s**a apa...mereka belajar apa.

Pilih yang mereka s**a... Kita maksimalkan pelajarannya... Yang tidak s**a? Ya cukup dasar nya saja..beres bukan?

Saat anak lain di les kan macam macam... Saya tanya anak saya.. Km mau belajar apa... Mau les apa?

Endingnya anak saya Azka les catur dan bela diri..
Kalau pelajarannya jelek? Ah biar saja... Jangan takut nilai pelajaran merah.. Namanya belajar.

Kalau tidak naik kelas? Ya biar saja... Jangan takut tidak naik kelas...

School has to be fun.. Not stressful.

Memarahi anak krn mereka pelajaran jelek?
Menjadikan kita Orang tua bodoh....

Memarahi hal yang si anak tidak s**a akan mematikan proses kretivitas mereka...

Biar saja mereka berkembang.. Sesuai apa yang mereka bisa dan diciptakan.. Ingat kita semua unik.. Mengapa kita diperlakukan sama?

Pernah coba minta guru Inggris mengerjakan soal biologi? Atau guru matematika ujian seni rupa?

Gimana kalau guru bahasa indonesia ujian olahraga?.... Pasti kebanyakan lucu hasilnya.

Inilah mengapa Saat kecil.. Cita cita anak biasanya menjadi astronot.. Presiden.. Polisi... Penari.. Pesulap... Dll.

Sepertinya tidak ada yang cita citanya menjadi.. Profesor biologi.
Kalau pun ada.. Pasti krn si anak nanti mulai mengenal hal itu di saat menjelang remaja dan menjadi s**a... Kalau tidak? Tidak mungkin berita cita jadi ahli akuntan dll.

Lalu mengapa ketika kita besar cita cita jadi presiden berganti jadi asisten dosen?

Atau astronot jadi akuntan?

Atau pesulap jadi... Kerja di bank.

Simple... Coz the parents and the environment including the school refuse the ideas... And Push their own goals...

Saya ingat sekali saat saya SMP nilai akuntansi saya 4..
Lalu si guru marah sambil berkata "kamu gak bisa akuntan gak akan sukses kamu! Mau jadi apa?"

Mungkin sekarang bisa saya jawab... Saya sukses di bidang lain saja ya.. Lalu saya bayar seorang akuntan tuk kerja buat saya.
Si anak dijejali pelajaran yang bahkan mereka tidak mau... Tidak s**a... Dan dijejali nya sampai eneg. Bukan di perkenalkan... Pernah menghafal peta buta??

Aneh bukan... Sampai detik ini setiap saya tersesat saya pakai GPS. Setiap saya beli peta... Selama ini ada tulisannya... Nah lalu saya belajar peta buta itu untuk apa ya? Oh saya tau... Mungkin mereka berpikir siapa tau saya akan jadi Indiana Jones.

Change the way u think...

If not... U kill your kids most potential ability...

Make them DUMB....

YES DUMB.

I dont need kids who know everything... I need kids who do good on what they love.

CORBUZIER DADDY

Belajar Ilmu Pengetahuan Alam ya harus di alam
20/09/2016

Belajar Ilmu Pengetahuan Alam ya harus di alam

Address

Asir Asir
Takengon
24513

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Smpit Azzahra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category