22/11/2015
Dies natalis 29 tahun dasapala dan sharing bersama sispala surabaya.
DASAPALA adalah organisasi pecinta alam yang berada di SMA NEGERI 10 SURABAYA
22/11/2015
Dies natalis 29 tahun dasapala dan sharing bersama sispala surabaya.
26/09/2015
Kalian luar biasa
Terima kasih pengurus periode 14/15
25/08/2015
Pre Order kemeja PDL DASAPALA
(Bahan kain ripstop)
Format pemesanan
Nama lengkap:
Nama dada:
Nomer DP:
Angkatan:
Size:
Nomer HP:
Harga nya 150k
Pembayaran juga bisa di transfer via rekening bank (BRI SYAHRIAH) : 1014685177 / atas nama (NUR IMAWATI)
Tanggal akhir pemesanan 31 AGUSTUS 2015
Buat ALB yg lupa dengan nomer DPnya bisa di bantu pengurus aktif untuk di cari di buku anggota.
AprilNur: 089607153166
ID line: aprilliayaa
Bbm: 54F4F2B6
21/08/2015
PENDAKI GUNUNG“ Penampilan yang kumuh, gondrong, lusuh, compang camping itu sebagian yang telah ada dalam pandangan orang pada umumnya (jaman dahulu). Tapi banyak tidak orang ketahui tentang jiwa sosial mereka, kemandirian mereka, rasa peduli terhadap sekitar dan masih banyak lagi. Berbeda saat dulu dengan saat ini, hampir tiga tahun mengamati semakin banyak peminat yang menggemari kegiatan mendaki gunung.
Kegiatan mendaki gunung saat ini seakan menjadi gaya hidup tersendiri dengan banyak tujuan dari setiap personal. Menulis jurnal maupun cerita perjalanan, pembuktian sebagai eksistensi dapat sampai dipuncak, mencoba keluar dari zona aman yang menurutnya itu hal yang baru, berburu foto bagi penggemar fotografi, atau sekedar keluar dari rutinitas sehari-hari mengisi liburan, ada juga yang menganggapnya itu adalh sebagian dari perjalanan spiritual. Itulah sedikit banyak dari tujuan peminat kegitan mendaki gunung, memang setiap orang mempunyai hak untuk meminati tapi apakah karena hak untuk menikmati itu sebagian banyak melupakan keterampilan maupun etika saat menikmatinya…?.
Keterampilan dalam kegiatan mendaki gunung, pastilah itu sangat dibutuhkan. Gunung bukan tempat bermain layaknya taman bermain, sudah banyak korban yang meninggal saat melakukan pendakian. Banyak diantara mereka pendaki-pendaki yang tidak dibekali dengan keterampilan pendakian gunung, tak hanya itu pendaki-pendaki yang sudah punya keterampilan pun juga ada yang meninggal di gunung.
Dalam hal ini keterampilan dalam mendaki gunung bukan yang disebut harus ikut Organisasi atau Komunitas Pecinta Alam, semua orang dapat belajar jika tidak ingin terikat dalam sebuah oraganisasi maupun komunitas. Banyak blog maupun web yang menulis tentang keterampilan mendaki gunung yang dapat dibaca oleh setiap orang dan bahkan juga banyak pendaki yang mau dengan sukarela untuk sharing. Etika Pendakian gunung hal fatal yang sangat sering tidak pendaki perhatikan. Tidak memperhatikan adat setempat, tidak menghargai pendaki lain, berisik saat di camp, bahkan sampai nyampah disembarang tempat dan lebih parahnya lagi buang air besar sembarangan tidak di timbun dalam tanah seperti ranjau yang siap terinjak oleh pendaki lain.
Hanya puncak yang menjadi obsesi banyak pendaki saat ini tanpa memperhatikan hal-hal yang lain. Seperti pendakian kemarin tanggal 2 April 2015 saat sampai dipuncak gunung suasana tidak seperti dahulu mereka hanya sibuk dengan kertasnya masing-masing. Mulai tidak menemukan semua dapat membaur, basa basi mengobrol, serta bercengkrama dengan akrab. Seperti biasa sampai dipuncak memotret, ngopi, dan merokok syukur kalau ada yang bisa diajak ngobrol untuk bersosial karena manusia adalah makluk sosial. Lalu datang seorang dari beberapa kerumunan yang menghampiri bertanya “mas punya spidol…?”. Sambil bengong sedikit mikir “besok-besok lg boleh ini di puncak gunung jualan kertas hvs sama spidol”, lalu saya jawab “maaf nggak punya spidol…!!!”. Dan saat ini hanya bisa menyimpulkan pencapaian akhir mendaki gunung hanya sebatas berfoto dengan memegang tulisan.
Ada yang sangat parah saat pendakian Gunung Merbabu tanggal 24 September 2014, saat sampai di Sabana Gunung Merbabu Jalur Selo Boyolali. Tiba-tiba datang sekelompok pendaki yang baru turun dari puncak saat sampai di Sabana mengeluarkan Bendera Merah Putih yang sudah di corat-coret sedemikian rupa untuk properti berfoto. Tidak habis pikir apa maksud mereka, ingin menegur sedikit malas juga nanti dibilang cerewet atau ikut campur urusan orang lain atau sok sokan lah. Akhirnya sudahlah potret saja terang-terangan biar nanti bisa berguna untuk pembelajaran orang lain.
Hari selanjut saat naik kepuncak Triangulasi Merbabu baru sampai dipuncak disuguhi lagi aksi vandalisme seorang pendaki mencorat-coret batu dipuncak. Sangat heran tak kurang-kurangnya banyak pendaki-pendaki yang posting maupun ngeshare foto serta tulisan tentang kelakuan-kelakuan perusakan, banyak juga yang memberi contoh tentang etika ataupun keterampilan mendaki gunung tetap saja tidak manfaatnya. Masih tetap ada pendaki yang tidak bertanggungjawab dengan aksi-aksinya yang merusak, hargailah mereka pendaki-pendaki yang berusaha agar gunung tidak rusak dan hargailah juga gunung “dia bukan benda mati melainkan benda hidup yang sewaktu-waktu dapat memberontak, manusialah yang benda mati”. -
Sumber Tulisan Dan Foto : https://hardiyantosigit.wordpress.com/2015/04/17/eksistensi-pendaki-1-2/
Euphoria Pendaki Kekinian "PENDAKI GUNUNG" Penampilan yang kumuh, gondrong, lusuh, compang camping itu sebagian yang telah ada dalam pandangan orang pada umumnya (jaman dahulu). Tapi banyak tidak orang ketahui tentang jiw...
18/08/2015
Pada tanggal 17 Agustus 2015 dalalm rangka Memperingati HUT RI yang ke 70, DASAPALA beserta KPL (Komunitas Peduli Lingkungan) dan organisasi pecinta alam lainnya se-GERBANG KARTASUSILA telah berpartisipasi dalam UPACARA AIR di sungai kalimas surabaya.
Besok jangan lupa ikut berpartisipasi di acara upacara air di skate park ya
Acara start jam 7
Haai selamat siang ^^
Mimin mau kasih info nih .. 😄
Bagi calon anggota dasapala yg belum dapat formulir pendaftaran kalian bisa minta ke kita ..
Jika yang sudah punya dan diisi kalian bisa serahkan ke anggota dasapala.
? Dimana ?
Kita kumpul setiap selasa kamis di pendopo/di depan ruang kopsis.
Ajak teman² kalian juga ya untuk gabung dengan DASAPALA ...
Invite juga akun kita :
Line :
Fb : Dasapala SMAN 10 SBY
Oke terima kasih ,, 🙌
Rimba
08/08/2015
Pintu yg sempat menjadi gudang perlengkapan DASAPALA. sekarang pintu itu yg masuk gudang
06/08/2015
Yuk invite akun official line DASAPALA
05/08/2015
"2015, Suhu Bumi Meningkat 1,26 Derajat"
Bulan Juni di tahun 2015 temperatur permukaan tanah meningkat jadi 1,26 derajat Celcius.
Belakangan ini, cuaca terasa lebih panas daripada tahun-tahun sebelumnya. Tak heran bila sebongkah es lebih cepat mencair dari biasanya. Lantas, apa yang sesungguhnya terjadi? Di tahun 2015, suhu panas bumi sedang meningkat. NASA (National Aeronautics and Space Administration), NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), dan Japan Meteorogical Agency mengklaim kebenaran atas fenomena itu.
Para peneliti dari berbagai instansi telah mengukur suhu panas bumi sejak tahun 1880-an hingga sekarang. Hasil riset menyatakan bahwa tahun 2015 tercatat sebagai tahun terpanas. Pada enam bulan pertama, panas bumi kian meningkat hingga berada di tingkat tertinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
Di samping perihal tersebut, hasil riset NOAA mengatakan, pada bulan Juni di tahun 2015 temperatur permukaan tanah meningkat jadi 1,26 derajat Celcius, melebihi suhu yang tercatat di tahun 2012, yakni 0,06 derajat Celcius. Suhu tersebut telah berada di atas suhu rata-rata sepanjang abad ke-20 dan menjadi puncak suhu bumi terpanas.
Meningkatnya suhu panas bumi terutama disebabkan oleh drastisnya perubahan iklim. Head of Climate Monitoring NCEI-NOAA Deke Arndt menjelaskan bahwa pertemuan perubahan iklim dengan El Nino telah menjadikan bulan Juni kemarin sebagai bulan terpanas.
El Nino merupakan gejala alam berupa peningkatan suhu permukaan air laut secara signifikan di Samudera Pasifik, terjadi di sepanjang ekuator, terutama bagian tengah dan timur. Dampak terburuk dari El Nino adalah pertambahan waktu pada musim kemarau sehingga akan terasa panjang. Bila demikian halnya, semua makhuk hidup di muka bumi ini akan terlibat dalam fenomena kekeringan.
Namun, tidaklah bijak apabila mengambinghitamkan El Nino dalam persoalan meningkatnya suhu panas bumi dan perubahan iklim yang drastis. El Nino hanyalah gangguan yang bersifat sementara. Pangkal sebab paling utama adalah penduduk bumi itu sendiri. Ya, manusia.
Manusia kerap menebang pohon secara liar, tak sedikit p**a jumlahnya. Di sisi lain, tak terhitung berapa banyak hutan yang dibakar secara ilegal. Laut pun tak sejernih yang dikira sebab kini telah jadi tempat pembuangan limbah pabrik.
Tak hanya soal demikian, ada perihal lain. Didasarkan pada data WWF, penyumbang terbesar dalam perubahan iklim dunia adalah pemakaian energi, semacam energi listrik, air, dan lain sebagainya, secara berlebihan dan kian meningkat. Bila setiap kita tidak bergerak cepat untuk mengurangi pemakaian energi secara berlebihan, tidak menutup kemungkinan bumi akan mengalami kerusakan yang sangat parah.
(Arief Kurniawan/Kompas Sains)
04/08/2015
LOMBA LINTAS ALAM MADURA
04/08/2015
Lagi latihan buat persiapan atraksi LOS
Semangat DASAPALA