Sekolah Entrepreneur Anak

Sekolah Entrepreneur Anak

Share

wawancara dengan wartawati jawa Pos
success for SOS and Komunitas Wirausaha Muslim

17/12/2019

Efek kurikulum baru πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

26/07/2019

pak bu guru, kasih PR yang happy in kita d**g!
==================================

Ada gak sih? Sekolah yg kasih PR ke anak itu kayak gini :
melayani ayah bunda.

Jadi pas pulang kerja,anak anak tiba akan bilang :
kalau anak laki-laki

"ayah sini yah..."
"ada apa bang..."
"ayah tidur tengkurep"
"kenapa nih?" ayah penasaran plus harap-harap cemas dimodusi πŸ˜„, jadi ayah peluk dompet.
anak diem
ayah nurut lalu tengkurep, lalu tiba-tiba sang anak naik ke punggungnya dan mulai bergerak naik turun menjelajah tubuh ayah,layaknya outbond.
"hemmmmm, enaknya banggg....."
satu menit dua menit, ayah ketiduran anak kabur.

atau anak perempuan tiba-tiba

"bunda habis makan duduk aja"
"emang kenapa"
"ga usah beresin makanan dan bekas makan"
"trus?" bunda juga mulai curiga, nglirik lemari tempat dompet πŸ˜„
"udah duduk aja menikmati malam"
lalu selesai makan tiba-tiba anak perempuan beresin semua sisa makanan, nyuciin piring, bersihin meja dan beres semua "clingg!!"

gimana ayah bunda?

ayah bunda pasti bengong dan bertanya
"kamu habis ikut ruqyah massal di sekolah ya nak?"
anak cuma geleng dan senyum lalu minta tandatangan dan foto bersama.

ayah bunda bengong.
tapi bengong ayah dan bunda seneng kan.
lihat anak-anak tiba-tiba beradab dan birrul walidainnya ngegas.
----------
nah, makanya untuk para guru,
kalau kasih PR tugas anak-anak dirumah itu tugas yang nyenengin ortunya.

anak belajar adab
ortu menikmati

kasih PR jangan yang bikin orangtua gelagapan selalu,
- kerjain matematik yg orang tua dulu ga bisa, alias lupa dan sekarang bingung
- jangan juga kasih tugas bawa macem-macem benda kreativitas yang kadang nyarinya mesti harus melakukan "operasi pasar blus**an"

gimana jika sesekali tugas rumah PR itu yang beradab dan bikin orangtua mangap (shock)

kasih tugas d**g
"berbuat baik selama 3 x ke ayah bunda, tulis pake laporan dan foto"

kalau PR sekolah kaya gitu,
bahagia amat orangtua...
jadi pas ditagih uang sekolah juga ga merengutπŸ˜„

MAS, surabaya 260719
ayahanif
tukang kebun 7 anak

kepengen jadi guru, udah dibelain kuliah di universitas top 8 juta πŸ˜„ UI dan plus UGM sampai cumlaude, ga ada juga yang nawarin jadi guru...πŸ˜•πŸ˜πŸ˜„

makanya ngayal nulis jadi guru aja.

25/07/2019

Tumbuhkan pohon mangga, rimbun meneduh, lebat berbuah, bukan BONSAI
===================================

lihatlah sejarah orang orang besar,
mereka dididik dan dihidupkan mentalnya dalam suasana kesederhanaan dan kadang kerumitan masalah sekitar.
bahkan sang pangeran atau keturunan ningrat pun, perlu "dibuang" keluar istana kemewahan agar bergesekan dengan alam.
dan, karenanya mereka menjadi kuat dan besar,

bukankan anda pun demikian ayah bunda?
ingatlah susahnya orangtua menyekolahkan anda, lalu kini anda menjadi besar dan merengkuh banyak hal yang dulu tidak tergapai oleh anda.

jadi,
- orang2 besar dididik dalam kesederhanaan, agar mereka menguat dengan banyaknya gesekan alam
- anda pun hari ini membesar karena gesekan keras perjuangan yang minim fasilitas.

lalu kini?

ayah bunda memberikan segala kemudahan dan fasilitas untuk anak-anak dan berharap mereka menjadi kuat dan besar?
dengan alasan cinta dan kasihan?
dengan alasan "saya kerja buat siapa kalau ga buat anak"?

bisakah anak tumbuh menjadi besar dan bermanfaat dalam kemudahan santai?
mungkin bisa namun menghitung dulu nilai warisan.

maka,
- jika orang besar dididik dalam kesederhanaan dan keterbatasan
- jika kita yang sekarang ini, dulunya dididik dalam kesederhaan dan keterbatasan

lalu kenapa kita membonsai anak anak kita dengan melimpahkan banyak fasilitas kemudahan?
jangan jangan,
kita ini sedang menumbuhkan mereka menjadi tinggi dan berbuah yang bermanfaat
atau,
sebenarnya kita sedang menanam bonsai lucu anak-anak kita,
yang indah dilihat tp tak banyak manfaat?

maka ayah bunda,
lepaskan kemudahan,
anak anak ini makhluk terbaik yg dilahirkan dan dibekali kemampuan untuk bergesekan dengan alam, dengan keterbatasan ia menjadi kuat.

Jika hari ini ayah bunda berlebih fasilitas, maka jangan langsung disiramkan ke pohon anak anak.
Siramkan kelebihan harta dan fasilitas itu di jalanNya
- dengan itu anak anak menguat
- dikawal naungan yang Maha Kuat.
kelak ia besar kuat dan memberi manfaat.

Tumbuhkan anak anak menjadi pohon besar tempat berteduh dan memberi buah,
jangan jadikan mereka BONSAI yg hanya enak dilihat.

250719
MAS, surabaya

ayaHanif,
tukan kebon 7 anak
berharap memanen buah
di dunia dan di syurga.

05/07/2019

serial Jum'ah Barakah
*Siapa bisa hidup tanpa Air?*
====================

seekor itik mati kehausan ditengah laut,
ini hanya sebuah istilah.

AIR,
riset menunjukkan orang bisa bertahan 3 minggu tanpa makan, tapi HANYA bisa bertahan 4-7 hari hari tanpa minum.

Air, segitu penting dan mendasar,
70% tubuh kita air
71% dunia ditutup air
97% air di bumi ada di laut, artinya asin
3% saja yang tidak asin
2,1 milliar orang tidak punya air yang aman untuk diminum (data PBB)

segitu pentingnya AIR,
sehingga semua harus diberi akses
tapi saat air mulai menjadi komersil
maka kebutuhan dasar itu jadi beban

AIR harus ada untuk semua
- untuk orang yang tidak mampu
- untuk mereka yang sedang lemah
- untuk mereka yang di perjalanan
- untuk mereka yang berjalan di jalan Allah
- untuk mereka yang dekat Rasulullah yaitu anak yatim.

mudahkan, berikan AIR untuk mereka.
ini kebutuhan dasar,
tidak harus menunggu pemerintah
KITA juga BISA,

sisihkan sedikit bagian rezeki Allah
alirkan AIR untuk sesama
alirkan kebaikan sepanjang masa
berharap pahala dan syurgaNya

sisihkan uang parkir kita
Rp. 2.000/liter saja
tak kan kita jadi susah karenanya

Rp. 2.000 dari kita,
akan dialirkan dalam bentuk air gelas, air botol, air galon
yang membasahi kehidupan sesama

mari AIRI hidup kita
dengan kebaikan sesama
AIRI bersama GASIM
Gerakan sedekah air minum

sedikit atau banyak dari kita
mengAIRI dahaga mereka

GASIM,
sebuah gerakan awal saja
memberikan apa yang asasi
bagi hidup manusia, AIR.

kelak muncul Bank Air, maka itu berkah Alhamdulillah.

jalani jumat berkah ini
bersama GASIM
gerakan sedekah air minum

salurkan melalui :
BCA no. 7625002133
Fikri Abbas

Bank Muamalat
No. rekening
3040000902
a.n.Muhammad Hanif Anshori

berikan kode keterangan Bank Air GASIM

30/05/2019

Pengenalan Psikologi pada sikecil Sejak usia Dini

Kurangnya pengenalan tentang masalah kejiwaan akan berpotensi membuat seseorang kurang mengenal potensi maupun kekurangan dari dirinya, khususnya masalah kejiwaan. Akibatnya akan beragam, tapi akan lebih nampak pada remaja. Mereka dengan ketidak mengertiannya mengenai seluk beluk kejiwaan akan membentuk pribadi yang cenderung subyektif dan egosentris. Mereka tidak mengetahui mengenai tipe tipe kepribadian. Kurang tahunya potensi diri akan menyebabkan mereka cenderung mengambil keputusan berdasarkan emosinya maupun pengaruh teman temannya.

Para orangtua umumnya tidak memberikan bimbingan psikologis yang baik pada anak anak mereka. Entah karena ketidak tahuan mereka ataupun karena mereka tdak menganggap hal itu sesuatu yang penting. Para remaja lebih s**a curhat ke kawan kawan mereka yang notabene pengetahuan psikologisnya sama sama kurang.
Jika ada perilaku anak remaja yang aneh aneh, para orang tua umumnya berusaha memahami bahwa itu adalah suatu kewajaran yang memang harus dialami setiap remaja. padahal jika perkembangan seseorang tidak mulai diarahkan sejak remaja, maka mereka akan menemukan kesulitan untuk membentuk diri menjadi pribadi dewasa. Sebaiknya kita semua sudah ahrus mulai berpikir untuk mulai melakukan pengenalan psikologi sejak dini pada diri kita, keluarga kita, dan orang orang terdekat kita.

Salah satu langkah yang harus kita lakukan sebelum mulai mengenalkan psikologi kepada keluarga kita, kita harus terlebih dahulu memiliki wawasan yang memadai dan paham secara garis besar mengenai masalah psikologi. Kita dapat mendapatkannya dari bangku kuliah, buku buku psikologi maupun yang mengenai kejiwaan, artikel psikologi di koran maupun di Internet, rubrik konsultasi di berbagai media. Setelah kita memiliki wawasan yang cukup, konsultasikan kepada orang yang lebih paham dari kita karena masalah pembentukan psikologi sama seperti nasehat kesehatan seorang dokter. Jika dokter salah dalam diagnosa dan memberikan obat, maka akibatnya akan berbahaya bagi pasiennya. Begitu juga kita dalam memberikan bimbingan kejiwaan pada seseorang. Jika kita salah mendiagnosa problem klien akan mengakibatkan salah dalam advis solusi sehingga kemungkinan klien akan mengambil keputusan yang beresiko.

Mungkin hal ini terdengar menakutkan, namun seperti di dunia nyata pada umumnya, kita selalu membutuhkan dokter, maka begitu juga kita sekarang harus sudah mulai berpikir untuk membutuhkan jasa seorang psikolog. Untuk para remaja, mereka akan sangat selektif dalam memilih orang yang akan ia dengarkan ucapannya. Maka dalam penyampaian bimbingan kejiwaan pada remaja, sebaiknya dengan menggunakan pendekatan yang dapat diterima oleh remaja tersebut. Pendekatan yang menggurui akan ditinggalkan oleh mereka. Kita harus dapat memposisikan diri sebagai "teman" mereka sehingga mereka memiliki kepercayaan untuk mau menceritakan (curhat) problemanya kepada kita. Setelah itu penting untuk tidak langsung menghakimi maupun menyalahkan si remaja tersebut dengan berbagai masalahnya, namun kita harus bersikap mengerti dan memahami serta memberikan solusi untuk mereka. Remaja yang disalahkan akan menolak karena pada masa itu rasa egoisnya sedang tinggi tingginya

29/05/2019

Menciptakan Anak Pintar Sejak Dalam Kandungan IBU

ADALAH hal yang sangat naif, ketika seorang anak menjadi bodoh, nakal, pemberang, atau bermasalah, lalu orang tua menyalahkan guru, pergaulan di sekolah, dan lingkungan yang tidak beres. Tiga faktor itu hanya berperan dalam proses perkembangan anak, sedangkan bakat anak itu menjadi bodoh, nakal, atau pemberang justru terletak dari bagaimana orang tua memberikan awal kehidupan si anak tersebut. Bukan hal aneh bahwa seorang anak dapat dididik dan dirangsang kecerdasannya sejak masih dalam kandungan. Malah, sejak masih janin, orang tua dapat melihat perkembangan kecerdasananaknya. Untuk bisa seperti itu, orang tua harus memperhatikan beberapa aspek, antara lain terpenuhinya kebutuhan biomedis, kasih sayang, dan stimulasi.

Bicara tentang kecerdasan, tentu saja tidak bisa lepas dari masalah kualitas otak, sedangkan kualitas otak itu dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Secara prinsip, perkembangan positif kecerdasan sejak dalam kandungan itu bisa terjadi dengan memperhatikan banyak hal.

Pertama, kebutuhan-kebutuhan biologis (fisik) berupa nutrisi bagi ibu hamil harus benar-benar terpenuhi. Seorang ibu hamil, gizinya harus cukup. Artinya, asupan protein, karbohidrat, dan mineralnya terpenuhi dengan baik. Selain itu, seorang ibu hamil tidak menderita penyakit yang akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam kandungannya. Kebutuhan nutrisi itu sendiri, sebenarnya bukan hanya ketika ibu mengandung, melainkan ketika ia siap untuk mengandung pun sudah harus memperhatikan gizi, makanan, dan komposisi nutrisinya harus lengkap, sehingga ketika ia hamil, dari segi fisik sudah siap dan proses kehamilan akan berlangsung optimal secara nutrisi. Tapi, memang di Indonesia atau di negara-negara berkembang pada umumnya--boleh dikatakan sangat jarang ada keluarga yang mempersiapkan kehamilan. Malah, kerap kehamilan dianggap sebagai suatu yang mengejutkan. Berbeda dengan yang terjadi di negara-negara maju. Inilah yang cenderung menjadi penyebab awal mengapa anakanak yang lahir kemudian tidak berkualitas, karena orang tua seakan tidak siap dalam segala hal untuk memelihara anaknya.
Faktor kedua adalah kebutuhan kasih sayang. Seorang ibu harus menerima kehamilan itu, dalam arti kehamilan yang benar-benar dikehendaki. Tanpa kasih sayang, tumbuh kembangnya bayi tidak akan optimal. "Si ibu hamil harus siap dan dapat menerima risiko dari kehamilannya," kata mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Dokter Anak Indonesia itu. "Risiko itu, misalnya, seorang wanita karier yang hamil, merasa terbebani dan khawatir akan mengganggu pekerjaannya. Ia sebenarnya ingin hamil, tapi juga merasa terganggu dengan kehamilannya itu. Kondisi seperti ini tidak kondusif untuk merangsang perkembangan bayi dalam kandungannya," tambahnya.

Selain itu, menurut Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, ada faktor psikologis yang memengaruhi perkembangan kecerdasan bayi, yaitu apakah si ibu hamil menikah secara resmi atau kawin lari. Pernikahannya direstui atau tidak, dan apakah ada komitmen antara istri dan suami. Tanpa komitmen di antara keduanya, kehamilan itu bisa dianggap mengganggu.

Juga harus ada support (dukungan). Tanpa support, walaupun ada komitmen dari suami dan orang tua dapat mengurangi perkembangan dan rangsangan kecerdasan bayi dalam kandungan. "Jadi, variabel kasih sayang tadi adalah komitmen dengan suami, serta support dari orang tua dan keluarga, sehingga seorang ibu dapat menerima kehamilannya dengan hati tenteram,"

Faktor ketiga adalah adanya perhatian penuh dari si ibu hamil terhadap kandungannya. Ia dapat memberikan rangsangan dan sentuhan secara sengaja kepada bayi dalam kandungannya. Karena secara emosional akan terjadi kontak. Jika ibunya gembira dan senang, dalam darahnya akan melepaskan neo transmitter zat-zat rasa senang, sehingga bayi dalam kandungannya juga akan merasa senang. Sebaliknya, bila si ibu selalu merasa tertekan, terbebani, gelisah, dan stres, ia akan melepaskan zat-zat dalam darahnya yang mengandung rasa tidak nyaman tersebut, sehingga secara tidak sadar bayi akan terstimuli juga ikut gelisah. "Yang paling baik adalah stimuli berupa suara-suara, elusan, dan nyanyian yang dis**ai si ibu. Hal ini akan merangsang bayi untuk ikut senang. Berbeda jika si ibu melakukan hal-hal yang tidak dis**ainya, karena itu sama saja memberikan rangsangan negatif pada bayi". Tapi, stimuli itu sendiri lebih efektif bila kehamilan sudah menginjak usia di atas enam bulan. Sebab, pada usia tersebut jaringan struktur otak pada bayi sudah mulai bisa
berfungsi.

Untuk mendapatkan kondisi-kondisi itulah, seorang ibu hamil harus tetap menjaga nutrisi yang didapat dari makanan sehari-hari. Bahkan, perlu diimunisasi, misalnya dengan suntik TT. Lakukan juga konsultasi rutin dengan dokter secara berkala. Mulamula sekali sebulan, dan pada bulan terakhir menjelang kelahiran (partus), diperketat menjadi tiga minggu sekali, lalu dua minggu sekali, dan bahkan mendekati partus menjadi setiap minggu.

Juga disarankan untuk tidak meminum obat-obatan yang katanya bisa merangsang perkembangan dan kecerdasan otak bayi. Obat-obatan semacam itu hanya omong kosong. "Pemberian obat semacam itu percuma saja, dan tidak berpengaruh apa-apa," katanya. "Yang penting, ciptakan saja lingkungan mendidik, yaitu tiga faktor tadi. Sementara itu, psikolog anaklainnya juga mengungkapkan pendapat yang sama. Stimulasi positif, menurutnya, memang dapat meningkatkan kecerdasan anak sejak dalam kandungan. Dari stimulasi ini, diharapkan ketika anak tumbuh, bukan hanya menjadi cerdas, melainkan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. "Stimulasi menimbulkan kedekatan antara ibu dan anak.

Bahkan, lanjut Surastuti, bayi masih dalam kandungan bisa distimuli dengan diperdengarkan musik klasik, diajak berbicara, dan diberikan elusan penuh kasih sayang. Orang tua juga harus siap dan berusaha mengajarkan cara anaknya bersosialisasi dengan dunia luar ketika ia masih di dalam rahim.

Tapi, mengapa musik klasik? Pendapat semacam ini memang terus menjadi topik bahasan. Musikus hebat seperti Adhi MS, pimpinan Twilite Orchestra, juga meyakini musik klasik dapat merangsang kecerdasan bayi sejak dalam kandungan. Bahkan, untuk jenis musik yang 'merangsang bayi' ini sudah banyak dijual di toko-toko kaset tertentu. Tapi, untuk lebih tuntasnya kupasan mengenai hal itu, coba kita simak penuturan Psikologi lainnya:

Musik klasik, katanya, memiliki berbagai macam harmoni yang terdiri dari nada-nada. Nada-nada inilah yang memberikan stimulasi berupa gelombang alfa. Gelombang ini memberikan ketenangan, kenyamanan, dan ketenteraman, sehingga anak dapat lebih berkonsentrasi. "Menurut beberapa penelitian, musik klasik memang termasuk metode yang tepat. Anak menjadi siap menerima sesuatu yang baru dari lingkungannya," ujar pengasuh rubrik konsultasi di Klinik Anakku ini. Tapi, jangan coba-coba memperdengarkan musik-musik keras kepada bayi dalam kandungan. Konon, justru menyebabkan timbulnya kebingungan pada si jabang bayi!

Want your school to be the top-listed School/college in Surabaya?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Category

Telephone

Address


Jambangan Palm Spring Regency D22
Surabaya
60232