Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam

Share

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

.. Menjadikan muslim dan muslimah selalu berada di jalan Allah Subhanahu Wa Ta'ala ..

ان شاء الله

Madeenah - Madrasah Diniyah 05/02/2024

╔۩⚘۩ ═════════╗
🇶 🇺 🇴 🇹 🇪
╚═════════ ۩⚘۩╝

🖇️ *DIANTARA TANDA KEBAHAGIAAN DAN TAUFIK*

من علامات السعادة والتوفيق:
‏قال الشاطبي رحمه الله: "قال أبو علي الحسن بن علي الجوزجاني: من علامات السعادة على العبد؛ تيسير الطاعة عليه، وموافقة السنة في أفعاله، وصحبته لأهل الصلاح، وحسن أخلاقه مع الإخوان، وبذل معروفه للخلق، واهتمامه للمسلمين، ومراعاته لأوقاته".
‏الاعتصام (154/1)

✎*Asy Syathibi rahimahullah* berkata,
💬 *Abu Ali Al Hasan bin Ali al Juzjani rahimahullah* berkata,

_Di antara tanda kebahagiaan seorang hamba:_

• *Dimudahkan berbuat ketaatan*
• *Perbuatannya selaras dengan Sunnah*
• *Berteman dengan orang-orang baik*
• *Akhlaknya baik pada saudaranya*
• *S**a berbuat baik pada sesama*
• *Perhatian dengan urusan kaum muslimin dan selalu berusaha menjaga waktunya.*

📔 *_(Al I'tisham 1/154)_*

✎ _Ditulis oleh Dr. Muhammad bin Ghaits_

[Sumber : ]

•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•

🌐 *Follow Akun Resmi 'MADEENAH'*

• Website: https://madeenah.bimbinganislam.com/
• Fanspage: https://facebook.com/madeenah.official/
• Instagram: https://instagram.com/madeenah.official/

•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•

Madeenah - Madrasah Diniyah Madeenah (Madrasah Diniyah) adalah program di bawah Yayasan Bimbingan Islam yang berbentuk pendidikan non formal dengan tujuan memberikan bekal ilmu-ilmu Islam dasar kepada kaum muslimin secara lebih luas. Program ini merupakan hasil pembaharuan program Grup WhatsApp Bimbingan Islam yang sudah berta...

Madeenah - Madrasah Diniyah 05/02/2024

╔●◉࿐•═══════╗
_Faedah Pagi_
╚═══════•࿐◉●╝

📲 *SEMAKIN BANYAK _’AIB_ YANG IA SEBARKAN, SEMAKIN JELAS KEBURUKAN DIRI SI PENYEBAR*

Ketahuilah, *orang yang gemar membicarakan _aib_ orang lain, sejatinya tanpa ia sadari ia sedang memperlihatkan JATI DIRINYA yang asli.*

Yaitu, tidak bisa memegang rahasia, lemah kesetiakawanannya, penggosip, penyebar berita bohong (karena belum tentu yang diceritakannya benar). Dan ketahuilah, *semakin banyak _aib_ yang ia bicarakan/sebarkan, maka semakin jelas KEBURUKAN DIRI si penyebar.*

» Rosululloh ﷺ bersabda,
_”Barangsiapa yang *membela kehormatan saudaranya sesama muslim,* maka Allah Subhana wa Ta’ala akan membelanya dari neraka kelak di Hari Kiamat.”_ [HR Tirmidzi Ahmad 6/450]

Sebaiknya, *sebelum kita memberi reaksi terhadap aib orang lain,* lihatlah dengan jujur;

- _*❝Seperti apa diri kita, lebih baik atau lebih buruk❓❞*_

Apabila ternyata kita lebih baik, maka bersyukurlah, namun jika ternyata kita lebih buruk, *maka segera bertobatlah.*

•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•
🌐 *Follow Akun Resmi 'MADEENAH'*

• Website: https://madeenah.bimbinganislam.com/
• Fanspage: https://facebook.com/madeenah.official/
• Instagram: https://instagram.com/madeenah.official/

Madeenah - Madrasah Diniyah Madeenah (Madrasah Diniyah) adalah program di bawah Yayasan Bimbingan Islam yang berbentuk pendidikan non formal dengan tujuan memberikan bekal ilmu-ilmu Islam dasar kepada kaum muslimin secara lebih luas. Program ini merupakan hasil pembaharuan program Grup WhatsApp Bimbingan Islam yang sudah berta...

Barangsiapa yang Berharap Kepada Manusia Suatu Saat Pasti Ia Akan Kecewa | Firanda.com 05/02/2024

╭───── •✹۩✹• ─────╮⁣⁣
*FAEDAH PAGI*
╰───── •✹۩✹• ─────╯

🥀 *PADA AKHIRNYA JIKA KITA MENARUH HARAPAN KEPADA MAKHLUK, SAMA HALNYA KITA MENARUH LUKA*

Mulai berlatih yuk untuk tidak berharap pada makhluk

Barangsiapa yang berharap kepada manusia suatu saat pasti ia akan kecewa.

_*Sungguh seringkali kita menggantungkan harapan kita kepada manusia namun ternyata mengecewakan apa yang kita dapatkan*_

🏷️ Karenanya : Tatalah hati gantungkanlah selalu harapanmu kepada Allah…jadikanlah manusia hanya sebagai sebab yakinlah Allah tidak akan pernah mengecewakan hambaNya yang bertawakkal dan berhusnudzon kepadaNya

Sumber: https://firanda.com/447-barangsiapa-yang-berharap-kepada-manusia-suatu-saat-pasti-ia-akan-kecewa.html

•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•

🌐 *Follow Akun Resmi 'MADEENAH'*

• Website: https://madeenah.bimbinganislam.com/
• Fanspage: https://facebook.com/madeenah.official/
• Instagram: https://instagram.com/madeenah.official/

•┈┈┈•⊰✿✿⊱•┈┈┈•

Barangsiapa yang Berharap Kepada Manusia Suatu Saat Pasti Ia Akan Kecewa | Firanda.com UNStatus FacebookBarangsiapa yang Berharap Kepada Manusia Suatu Saat Pasti Ia Akan KecewaBy Admin - November 21, 20116102Facebook Twitter Pinterest WhatsApp Barangsiapa yang berharap kepada manusia suatu saat pasti ia akan kecewa.Sungguh seringkali kita menggantungkan harapan kita kepada manusia nam...

Mendoakan Anak 12/08/2016

*MENDO'AKAN ANAK*

Doa orang tua bagi anaknya

Dalam e-book Jurus Jitu Mendidik Anak, kita kembali disadarkan:

Sebesar apapun usaha orangtua dalam merawat, mendidik, menyekolahkan dan mengarahkan
anaknya, andaikan Allah ta’ala tidak berkenan untuk menjadikannya anak salih, niscaya ia tidak akan pernah menjadi anak salih. Hal ini menunjukkan betapa besar kekuasaan Allah dan betapa kecilnya kekuatan kita. Ini jelas memotivasi kita untuk lebih membangun ketergantungan dan rasa tawakkal kita kepada Allah jalla wa’ala. Dengan cara, antara lain, memperbanyak menghiba, merintih, memohon bantuan dan pertolongan dari Allah dalam segala sesuatu, terutama dalam hal mendidik anak.

Secara khusus, doa orangtua untuk anaknya begitu spesial. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan hal itu dalam sabdanya,

ثَلَازُ دَعَىَاخٍ هُسِرَجَاتَاخْ لَا شَكَّ فِيهِيَّ دَعِىَجُ الْىَالِدِ وَدَعِىَجُ الْوُسَافِسِ وَدَعِىَجُ الْوَظْلُىمِ

“Tiga doa yang akan dikabulkan tanpa ada keraguan sedikitpun. , doa musafir dan doa orang yang dizalimi”. (H.r. Abu Dawud dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany)

Nasihat lain di e-book tersebut juga tak kalah penting untuk dicamkan:

Doa orang tua itu mustajab, baik doa tersebut bermuatan baik maupun buruk. Maka berhatihatilah wahai para orangtua. Terkadang ketika Anda marah, tanpa terasa terlepas kata-kata yang kurang baik terhadap anak Anda, lalu Allah mengabulkan ucapan tersebut, akibatnya Anda menyesal seumur hidup.

Dikisahkan ada seorang yang mengadu kepada Imam Ibn al-Mubarak mengeluhkan tentang
anaknya yang durhaka.

Beliau bertanya, “Apakah engkau pernah mendoakan tidak baik untuknya?”.

“Ya” sahutnya.

“Engkau sendiri yang merusak anakmu” pungkas sang Imam.

Berdoa dalam kondisi apa saja

Tak mesti ketika sujud dalam shalat. Tak mesti dalam keheningan malam.

Mendoakan anak bisa dilakukan dalam sela-sela aktivitas kita sehari-hari bersamanya.

Saat kita sedang masak di dapur dan anak sedang mondar-mandir pegang ini-itu, jangan ragu membelainya dengan lembut sembari berdoa kepada Allah, “Allahumma faqqihhu fid din wa ‘allimhut ta’wil“.

Saat anak menolong kita mengambil suatu barang, jangan lupa doakan dia, “Jazakallahu khayran.” Maknanya indah: semoga Allah membalasmu dengan kebaikan. Kebaikan yang datang dari sisi Allah tentu menjadi kabar gembira bagi hamba-Nya.

Saat anak mampu membaca huruf alif sampai ya’ dengan makhraj yang benar, sertakan p**a doa penuh makna untuknya, “Barakallahu fik.” Maknanya dalam: semoga Allah memberkahimu. Dalam keberkahan terdapat kebaikan yang menetap dan terus bertambah.

Saat anak duduk diam di dekat kita sambil membuka mushaf Alquran, doakan kebaikan baginya, “Zadakillahu hirshan fil ‘amalish shalih.” Semoga Allah menambah semangatmu dalam beramal shalih.

Serta berbagai redaksi doa lainnya, seperti: “Ya Allah, cintailah keluarga kami,” “Ya Allah, kumpulkanlah kami di surga firdaus-Mu,” “Ya Allah, jagalah dia.”

Semoga Allah berkenan mengabulkan doa-doa kita untuk anak kita-kita. Allah adalah Sang Khaliq yang Maha Mengabulkan doa.

Read more http://ummiummi.com/mendoakan-anak

Mendoakan Anak Sebuah sub-judul di e-book berjudul “Jurus Jitu Mendidik Anak” mengingatkan kita kepada kisah maqbulnya doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi Ibnu Abbas radhiallahu ‘a…

Dakwah Sunnah 06/06/2016

# Salah Fatal
Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم bersabda;
“Sesiapa yang tak meninggalkan perkataan dusta & malah mengamalkannya,
maka Allah tidak butuh dari rasa lapar & haus yg dia tinggalkan.”
(HR. Bukhari)

Berkata dusta membuat Allah سبحانه وتعالى tak pedulikan puasa orang tersebut,
Sia-sia amalannya.

Mari memfokuskan pikiran sejenak,
Memaksimalkan akal logika,
Merenungi realita yg mungkin ada dalam diri.

Bukan maksud meremehkan dosa,
Namun agar lebih mendekatkan fahaman.

Dosa dari berkata dusta itu tak seberapa jika dibandingkan dosa seorang muslim meninggalkan shalat.

Jika berkata dusta saja membuat Allah سبحانه وتعالى tidak memperdulikan puasa seseorang,
lalu bagaimana jika seorang itu meninggalkan shalat?

Sabdanya صلى اللّه عليه وسلم;
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar & dahaga.”
(HR. Ath-Thabrani)

Inilah kesalahan fatal orang yg berpuasa,
Dia berpuasa namun meninggalkan Shalat wajib.
لا حول ولا قوة إلا بالله
_____
Abu Harun

Dakwah Sunnah ®
Telegram : https://telegram.me/DakwahSunah

Dakwah Sunnah Menebar cahaya sunnah

05/06/2016

Assalamu'alaikum Warrohmatullah Wabarokaatuh ..

Salam sejahtera untk kita semua. Sejenak ...
Seorang profesor yang Atheis berbicara dalam sebuah kelas fisika.

Profesor: "Apakah Allah menciptakan segala yang ada?"

Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."

Profesor: "Jika Allah menciptakan segalanya, berarti Allah juga menciptakan kejahatan."

(Semua terdiam dan agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).

Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.

Mahasiswa: "Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"

Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada."

Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas.

Suhu -460 derajat Fahrenheit adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut.

Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas.

Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?"

Profesor: "Tentu saja ada!"

Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada.

Gelap adalah keadaan di mana tiada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari. Sedangkan gelap tidak bisa.

Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.

Tapi! Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu.

Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.

Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"

Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."

Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Allah tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga.

Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Allah dalam dirinya.

Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Allah dalam hati manusia."

Profesor terpaku dan terdiam!
Mahasiswa tersebut adl: Albert Einstein...

Dosa terjadi karena manusia lupa menghadirkan Allah dalam hatinya..

Hadirkan Allah dalam hati kita setiap saat, maka akan selamatlah kita..

Itulah IMAN..

SESUNGGUHNYA DOSA ITU LAHIR SAAT IMAN TIDAK HADIR DALAM HATI KITA...

Selamat menyambut ramadhan dan selamat menjalankan ibadah, untuk semua bpk/ibu Hebat mohon maaf lahir dan batin ...

04/06/2016

Bissmillahirrahmanirrahim ..

💞Amanah Besar Mendidik Anak💞

Punya banyak anak ataupun sedikit itu membuat otak orang tua tak henti-hentinya mikirin hingga anak sudah dewasa sekalipun tetap saja menjadi bagian dari agenda kalau tidak agenda kesatu, agenda kedua atau agenda ke enam terkadang balik lagi ke agenda pertama.

Dulu ketika anak-anak kecil, sepertinya akan lepas lelah dalam mendidik kalau mereka sudah baligh/dewasa namun ternyata persoalalnnya beda lagi bahkan lebih rumit untuk diselesaikan. Semisal uang kuliah yg sangat menguras dompetlah, dihadapkan pada jiwa remaja merekalah, dihadapkan pada pilihan-pilihan sekolah bahkan dihadapkan pada pilihan-pilihan jodoh, yah...demikianlah hidup bersama anak tak akan ada istirahatnya kecuali kakinya ayah bunda mampu menginjak di surga baru full istitahat.

Jangan berpikir untuk menghindar dari masalah atau berlepas diri dari masalah anak-anak itu hanya akan membuat kita menumpuk-numpuk masalah. Masalah anak itu untuk diselsaikan, kan ada solusinya yaitu Islam, nah jadikan itu kunci penyelesaiannya.

Menghindar dari masalah juga bisa mengurangi pahala, tak seharusnya kita menolaknya kan...tapi bukan p**a meminta minta untuk ditambah tambah lalu dibesar besarkan masalahnya. Apa yang sudah diberikan Allah dalam hidup ini hanyalah bagian dari proses ujian apakah kita mengambil islam ataukah hawa nafsu...

Eh...iya kita jangan mulu sesak dada ketika masalah gak ada jalan keluarnya, itu artinya Allah berikan kesempatan untuk meraih pahala kesabaran, pahala keikhlasan. Kita yang selalu dihadapkan masalah berarti dipercaya untuk bisa menyelesaikannya termasuk berguna bagi orang lain untuk permasalahan yang sama..

Ada masanya akan baru terasa manfaatnya bahwa masalah anak-anak kita belum seberapa dibandingkan masalah anak-anak orang lain. Ternyata Allah memilih kita untuk berbagi solusi pada masalah anak sahabat, anak saudara dan anak entah siapa, sehingga Allah pun meringankan masalah anak-anak kita seakan orang melihat kita tanpa masalah dengan anak-anak padahal.....wow gak ada ruang buat curhat pada orang lain saking banyaknya curhatan para bunda tentang anak-anaknya.

Ketahuilah seiring kita menyelesaikan masalah orang lain, kitapun tengah mengurai masalah sendiri. Maka jangan mulu berkutat di masalah pribadi tapi pikirkan juga masalah umat. Taukan akar masalah semua ini karena kita tidak didukung negara dalam mendidik anak. Karenanya efektifkan memikirkan masalah umat, insya Allah masalah anak akan ikut terselesaikan. Tolonglah agama Allah ini, pasti Allah akan menolong kita.

Wallaahu a'lam bishshowab ..

03/06/2016

Assalamu'alaikum Warrohmatullah Wabarokaatuh ..

Tulisan Prof RK yg ckp panjang, tapi menarik u/ disimak & direnungkan oleh para orang tua & pendidik di negeri ini.
==============
BUDAYA MENGHUKUM DAN MENGHAKIMI PARA PENDIDIK DI INDONESIA
Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah
tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa
Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E
(excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru
saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki
kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai?
Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat.
"Maaf Bapak dari mana?"

"Dari Indonesia," jawab saya.

Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya.
Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

"Saya mengerti," jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. "Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak
anaknya dididik di sini," lanjutnya. "Di negeri Anda, guru sangat sulit
memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! " Dia pun
melanjutkan argumentasinya.

"Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris,
saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat," ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai "A", dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan.
Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut "menelan" mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan,
penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang
maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun
bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya.
Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya
guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya.
"Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang
sudah jauh di depan," ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. "Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah
telah menunjukkan kemajuan yang berarti."

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi
penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan "gurunya salah". Kini saya melihatnya dengan kacamata
yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan
dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur,
dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas.; Kalau,.; Nanti,.; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan
mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil)
atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia
dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan
menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti**

03/06/2016

Bissmillahirrahmanirrahim ..

_*Kesadaran Akal...*_
-----------------------
Dikisahkan Syekh Abu Dairy adalah seorang ulama' terkenal, beliau menguasai puluhan kitab bahkan ratusan kitab, santrinya b*k mencapai ribuan, dan beliau dikenal sbg Maha Guru, suatu saat Syekh Abu Dairy mengalami kegundahan hati, akhirnya beliau sholat malam utk minta petunjuk pd Allah bagaimana utk mengatasi kegundahan hati ini, maka Allah memberi isyaroh lewat mimpi, Syekh Abu Dairy bertemu dg malaikat dan malaikat itu memberi petunjuk "Carilah Adi Sufi, kegundahan-mu akan hilang saat engkau bertemu dgn-nya". Keesokan harinya saat Syekh Abu Dairy bangun, maka dia menyuruh salah seorang santrinya utk mencari Adi Sufi. Dan santrinya stlh mencari beberapa hari akhirnya dpt informasi ttg Adi Sufi, dia tinggal dirumah yg amat sederhana, dinding"-nya dari bambu dan lantainya tanah. Santri tadi langsung bilang, ada seorang yg namanya Adi Sufi tapi dia itu orang miskin yg kelihatannya bodoh, kenapa Syekh Abu Dairy ingin menemui dia ? sang Syekh Abu menjawab "sudahlah, skrg antarkan aku ke rumah Adi Sufi tsb".

Stlh menempuh perjalanan maka sampailah Syekh Abu Dairy dan seorang santrinya ke rumah Adi Sufi yg sederhana tsb. Syekh Abu Dairy: "Assalaamu 'aikum Yaa Adi Sufi, maka Adi Sufi membukakan pintu dan menjawab "Wa'alaikumussalam, silahkan masuk kalian berdua, stlh ketiganya berada didlm rumah, Adi Sufi menanyakan maksud kedatangan tamunya ini dan bertanya "siapa anda" ini koq tiba" datang ke rumah-ku yg sederhana ini ?" Syekh Abu Dairy menjawab, "Saya Syekh Abu Dairy dan ini salah satu santri saya, saya datang kemari ingin minta saran kpd anda ?" Adi Sufi menjawab: Ooo...anda ulama' terkenal itu ya, apakah anda merasa mampu jadi seorang guru ? maka Syekh Abu Dairy menjawab: Ya, saya mampu, maka Adi Sufi berkata: Kalau sdh merasa mampu buat apa kemari, p**ang saja sana...gak ada gunanya kau kemari ?, santri Syekh Abu Dairy tdk terima gurunya dihina, santri tsb bilang pd gurunya "Syekh lebih baik kita p**ang, benar kan perkiraan saya dia hanyalah orang miskin yg bodoh". Syekh Abu Dairy langsung menatap tajam ke santrinya tsb dan berkata "Diam, kau ini tdk mengerti apa-apa!...akhirnya sang santri diam, dan Syekh Abu Dairy berkata pd Adi Sufi "Tolong saya, saya belum mampu menjadi guru, saya tdk mengerti apa-apa".

Dgn pengakuan yg tulus ini akhirnya Adi Sufi tdk jadi mengusir Syekh Abu Dairy dan berkata: "Baguslah kau sadar...skg saya akan ajukan pertanyaan" yg mudah, bila bisa menjawab kau layak jadi guru, bila belum dpt menjawab maka kau masih perlu belajar lagi". Adi Sufi: pertanyaan pertama, tahukah engkau cara makan yg benar ? Syekh Abu Dairy: tahu, pertama baca bismillah, kemudian makan dgn tangan kanan dan berhenti sebelum kenyang. Adi Sufi: salah...! dasar bodoh..! pertanyaan mudah saja tdk bisa kau jawab, aneh sekali kau bisa menjadi "Syekh/guru besar". Santri yg tdk tahan gurunya dihina utk kedua kalinya berkomentar: Hai bodoh..! jgn menghina guru-ku beliau itu Maha Guru, kau tdk ada apa-apanya, guru ayo p**ang saja, percuma bicara samau orang bodoh..! Syekh Abu Dairy langsung marah pd santrinya: Diam..! ini urusanku dg Adi Sufi bila kau tdk s**a plg saja sendiri...! maka sang santri ketakutan dan terpaksa diam dg hati yg mendongkol, hehehe....kasihan ya teman teman si santri ini.

Syekh Abu Dairy: ya saya bodoh, tolong pertanyaan lain, insya Allah saya bisa menjawab. Adi Sufi: pertanyaan kedua, tahukah engkau cara tidur yg benar ? Syekh Abu Dairy: tahu, sebelum tidur saya berwudlu dulu, kemudian aku berbaring sbg mana berbaringnya Rosulullah sewaktu tidur dan sebelum kupejamkan mata ku membaca do'a sebelum tidur dan surat al-Ikhlas 7 kali. Adi Sufi: salah lagi.

Skg coba kau jawab pertanyaan yg ketiga ini yg paling penting krn kau guru agama, bagaimana cara kau mengajarkan agama..? Syekh Abu Dairy: Aku mengajar agama berdasarkan Qur'an dan Hadits, dan setiap hari ku ajar mereka dg materi baru dan berbeda agar para santriku tdk bosan menerima pelajaranku. Adi Sufi: salah.....! jawaban kamu salah semua. Syekh Abu Dairy: kalau begitu berilah petunjuk diriku yg bodoh ini. Adi Sufi: baiklah bila kamu telah mengakui kekurangan-mu, sebenarnya jawaban-mu semua tadi itu benar tapi benar bagi org" yg tingkatannya masih kesadaran mata, sdangkan kau guru hrs-nya kau lebih tinggi tingkatannya yaitu tingkatan kesadaran akal. ini aku beri penjelasan utk soal pertama sampai ke tiga.

1. Cara makan yg benar, adalah lihat dulu makanannya halal atau haram, suci apa najis, kalau makan babi walau kau baca bismillah 1000x tetap akan membuat-mu berdosa. Stlh jelas" tahu bahwa makanan itu halal dan suci baru melakukan seperti apa yg kamu jawab tadi.

2. Cara tidur yg benar, yg kamu katakan tadi sebenarnya tdk seluruhnya salah, jawaban-mu masih kurang tepat, bagi orang yg berakal tdk cukup hanya dhohirnya saja yaitu berwudlu dan berdoa, tapi juga hati-mu sewaktu belum tidur hrs bersih dari dengki juga memaafkan semua kesalahan manusia dan bersih dari rasa cinta dunia, shg tidur-mu adalah tidur yg diridloi Allah, walau kau berwudlu dan berdoa tapi sebelum tidur dihati-mu masih ada rasa dengki atau dendam atau rasa cinta dunia mengalahkan cinta pd Allah maka tidur-mu adalah tidur yg dimurka Allah SWT.

3. Cara mengajar yg benar, yg kamu jawab tadi itu bisa dilakukan semua orang, tdk hanya kamu, orang kafir pun yg mempelajari Qur'an dan Hadits dan dia pandai juga bisa mengajar seperti kamu, dan inti mengajar agama adalah hrs disertai rasa ikhlas dan hanya mengharap ridlo Allah, bukan pujian lebih" bayaran...faham kamu skg Abu Dairy.

Syekh Abu Dairy: terima kasih Adi Sufi, skg hilang kegundahan hati-ku, atas ilmu yg kamu berikan pd-ku, dan kamu santriku, jgn terlalu mudah menyimpulkan orang hanya dari penampilan, keadaan atau kata-katanya yg kelihatan kurang sopan, terkadang dia hanya menguji kamu, sampai dimana akhlak kamu, dan rupanya kamu hrs belajar tasawuf sama Adi Sufi shg bisa berakhlak dg benar, dan skrg minta maaflah pd Adi Sufi. Santri Syekh Abu Dairy: Maafkan kelancangan saya tadi Syekh Adi Sufi, Maaf saya tadi salah paham, stlh mendengarkan penjelasan anda, ternyata anda orang 'alim. Adi Sufi: Ya, saya maafkan dan tdk apa-apa, sikap kamu membela guru kamu itu juga akhlak yg baik, tapi cara kamu tadi yg kurang baik, walau tujuan kamu benar, tapi kalau kamu pakai cara yg salah, sungguh demi Dzat Yg menguasai langit dan bumi, maka kebenaran tsb sulit utk diterima.

Dari cerita ini lihat perbandingan jawaban Abu Dairy (kesadaran mata) dan jawaban Adi Sufi (kesadaran akal) dan dlm kisah tsb jg kumasukkan adab sbg seorang yg minta petunjuk tdk boleh "merasa mampu/merasa bisa" krn bila ada rasa ini sulit utk menerima "ilmu" yg lebih tinggi tingkatannya.

Salam...😊✨💖💫😇🙏

01/06/2016

Assalamu'alaikum Warrohmatullah Wabarokaatuh ..

KAJIAN PARENTING

By : Ibu Elly Risman
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)

Di Indonesia ...
Kita tidak tahu anak kita terlempar di bagian bumi Allah yang mana nanti , izinkan dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran, ya jadi ibu , ya jadi koki, ya jadi tukang cuci . Ya jadi ayah , ya jadi tukang ledeng , ya jadi pengemudi .

Anda bukan anggota tim SAR ...
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya . Berhentilah memberikan bantuan bahkan ketika sinyal S.O.S nya tidak ada . Jangan mencoba untuk membantu dan memperbaiki semuanya .

- Anak mengeluh sedikit karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu , "Sini ... Ayah bantu . "

- Botol minum ditutup
rapatnya sedikit susah , " Sini ... Mama saja " .

- Sepatu bertali lama di ikat , sekolah sudah hampir telat .. " Biar ayah aja deh yang kerjain " .

- Kecipratan minyak sedikit
"Sudah sini, kentangnya Mama saja yang gorengin ".

Kapan anaknya bisa ... ?
Jangankan di luar negeri ....
Di Indonesia saja pembantu sudah semakin langka .

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana ...
Apa yang terjadi ketika bencana benar 2 tiba ... ?

Berikan anak-anak kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri .

Kemampuan menangani stress ...
Menyelesaikan masalah , dan mencari solusi itu keterampilan/skill yang wajib di miliki .

Yang namanya keterampilan/skill, untuk bisa terampil ...
Ya harus di latih .
Kalau tanpa latihan ...
Lalu di harapkan simsalabim mereka jadi bisa sendiri ... ??

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan .

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi ,
tapi juga lulus melewati ujian badai 2 pernikahan dan kehidupannya kelak .

Tampaknya sepele sekarang ...
Secara apalah salahnya sih kita bantu anak ... ?

Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitannya ...
Dia akan menjadi ringkih .. dan mudah layu .

Susah sedikit ... bantuan diminta .
Berantem sedikit ya sudah lah .. cerai saja ...
Sakit sedikit ngeluhnya luar biasa ,
Masalah sedikit ....
Bisa jadi gila .

Kalau anda menghabiskan banyak waktu ...
Perhatian dan uang untuk IQ nya ..
Habiskan hal yang sama untuk AQ nya juga.

AQ ... ?
Apa itu ... ?
ADVERSITY QUOTIENT

ADVERSITY QUOTIENT menurut Paul G. Stoltz dalam bukunya yang berjudul sama ...

Adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami ...

Bukannya kecerdasan ini yang jadi lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari ?

Perasaan mampu melewati ujian juga luar biasa nikmatnya .
Merasa bisa menyelesaikan masalah , mulai dari yang sederhana sampai yang sulit,
Membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar 2 tidak lagi bisa .

Setelah di coba berkali-kali, berulang-ulang , tidak menyerah dalam waktu yang lama .

So izinkan anak anda melewati kesusahan ..

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka , sedikit nangis , sedikit kecewa , sedikit telat dan sedikit kehujanan .

Akui kesulitan yang sedang dia hadapi ...

Tahan lidah , tangan dan hati dari memberikan bantuan ,
Ajari menangani frustrasi .

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel , Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari .. ?

Bisa-bisa anak anda ikut mati .

Sulit memang untuk tidak mengintervensi ,
Ketika melihat anak sendiri susah , sakit dan sedih .

Apalagi dengan menjadi orangtua , insting pertama adalah melindungi ,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua

Tapi sadarilah hidup penuh dengan ketidakenakan dan masalah akan selalu ada .

Dan mereka harus bisa bertahan .
Melewati hujan , badai , dan kesulitan ,
yang kadang tidak selalu bisa kita hindarkan .

" Permata hanyalah orang ... yang bisa melewati tekanan dengan sangat baik "

Selamat merenung..
👍👍

Want your school to be the top-listed School/college in Surabaya?

Click here to claim your Sponsored Listing.

Location

Website

Address


Surabaya
60253