03/06/2016
Bissmillahirrahmanirrahim ..
_*Kesadaran Akal...*_
-----------------------
Dikisahkan Syekh Abu Dairy adalah seorang ulama' terkenal, beliau menguasai puluhan kitab bahkan ratusan kitab, santrinya b*k mencapai ribuan, dan beliau dikenal sbg Maha Guru, suatu saat Syekh Abu Dairy mengalami kegundahan hati, akhirnya beliau sholat malam utk minta petunjuk pd Allah bagaimana utk mengatasi kegundahan hati ini, maka Allah memberi isyaroh lewat mimpi, Syekh Abu Dairy bertemu dg malaikat dan malaikat itu memberi petunjuk "Carilah Adi Sufi, kegundahan-mu akan hilang saat engkau bertemu dgn-nya". Keesokan harinya saat Syekh Abu Dairy bangun, maka dia menyuruh salah seorang santrinya utk mencari Adi Sufi. Dan santrinya stlh mencari beberapa hari akhirnya dpt informasi ttg Adi Sufi, dia tinggal dirumah yg amat sederhana, dinding"-nya dari bambu dan lantainya tanah. Santri tadi langsung bilang, ada seorang yg namanya Adi Sufi tapi dia itu orang miskin yg kelihatannya bodoh, kenapa Syekh Abu Dairy ingin menemui dia ? sang Syekh Abu menjawab "sudahlah, skrg antarkan aku ke rumah Adi Sufi tsb".
Stlh menempuh perjalanan maka sampailah Syekh Abu Dairy dan seorang santrinya ke rumah Adi Sufi yg sederhana tsb. Syekh Abu Dairy: "Assalaamu 'aikum Yaa Adi Sufi, maka Adi Sufi membukakan pintu dan menjawab "Wa'alaikumussalam, silahkan masuk kalian berdua, stlh ketiganya berada didlm rumah, Adi Sufi menanyakan maksud kedatangan tamunya ini dan bertanya "siapa anda" ini koq tiba" datang ke rumah-ku yg sederhana ini ?" Syekh Abu Dairy menjawab, "Saya Syekh Abu Dairy dan ini salah satu santri saya, saya datang kemari ingin minta saran kpd anda ?" Adi Sufi menjawab: Ooo...anda ulama' terkenal itu ya, apakah anda merasa mampu jadi seorang guru ? maka Syekh Abu Dairy menjawab: Ya, saya mampu, maka Adi Sufi berkata: Kalau sdh merasa mampu buat apa kemari, p**ang saja sana...gak ada gunanya kau kemari ?, santri Syekh Abu Dairy tdk terima gurunya dihina, santri tsb bilang pd gurunya "Syekh lebih baik kita p**ang, benar kan perkiraan saya dia hanyalah orang miskin yg bodoh". Syekh Abu Dairy langsung menatap tajam ke santrinya tsb dan berkata "Diam, kau ini tdk mengerti apa-apa!...akhirnya sang santri diam, dan Syekh Abu Dairy berkata pd Adi Sufi "Tolong saya, saya belum mampu menjadi guru, saya tdk mengerti apa-apa".
Dgn pengakuan yg tulus ini akhirnya Adi Sufi tdk jadi mengusir Syekh Abu Dairy dan berkata: "Baguslah kau sadar...skg saya akan ajukan pertanyaan" yg mudah, bila bisa menjawab kau layak jadi guru, bila belum dpt menjawab maka kau masih perlu belajar lagi". Adi Sufi: pertanyaan pertama, tahukah engkau cara makan yg benar ? Syekh Abu Dairy: tahu, pertama baca bismillah, kemudian makan dgn tangan kanan dan berhenti sebelum kenyang. Adi Sufi: salah...! dasar bodoh..! pertanyaan mudah saja tdk bisa kau jawab, aneh sekali kau bisa menjadi "Syekh/guru besar". Santri yg tdk tahan gurunya dihina utk kedua kalinya berkomentar: Hai bodoh..! jgn menghina guru-ku beliau itu Maha Guru, kau tdk ada apa-apanya, guru ayo p**ang saja, percuma bicara samau orang bodoh..! Syekh Abu Dairy langsung marah pd santrinya: Diam..! ini urusanku dg Adi Sufi bila kau tdk s**a plg saja sendiri...! maka sang santri ketakutan dan terpaksa diam dg hati yg mendongkol, hehehe....kasihan ya teman teman si santri ini.
Syekh Abu Dairy: ya saya bodoh, tolong pertanyaan lain, insya Allah saya bisa menjawab. Adi Sufi: pertanyaan kedua, tahukah engkau cara tidur yg benar ? Syekh Abu Dairy: tahu, sebelum tidur saya berwudlu dulu, kemudian aku berbaring sbg mana berbaringnya Rosulullah sewaktu tidur dan sebelum kupejamkan mata ku membaca do'a sebelum tidur dan surat al-Ikhlas 7 kali. Adi Sufi: salah lagi.
Skg coba kau jawab pertanyaan yg ketiga ini yg paling penting krn kau guru agama, bagaimana cara kau mengajarkan agama..? Syekh Abu Dairy: Aku mengajar agama berdasarkan Qur'an dan Hadits, dan setiap hari ku ajar mereka dg materi baru dan berbeda agar para santriku tdk bosan menerima pelajaranku. Adi Sufi: salah.....! jawaban kamu salah semua. Syekh Abu Dairy: kalau begitu berilah petunjuk diriku yg bodoh ini. Adi Sufi: baiklah bila kamu telah mengakui kekurangan-mu, sebenarnya jawaban-mu semua tadi itu benar tapi benar bagi org" yg tingkatannya masih kesadaran mata, sdangkan kau guru hrs-nya kau lebih tinggi tingkatannya yaitu tingkatan kesadaran akal. ini aku beri penjelasan utk soal pertama sampai ke tiga.
1. Cara makan yg benar, adalah lihat dulu makanannya halal atau haram, suci apa najis, kalau makan babi walau kau baca bismillah 1000x tetap akan membuat-mu berdosa. Stlh jelas" tahu bahwa makanan itu halal dan suci baru melakukan seperti apa yg kamu jawab tadi.
2. Cara tidur yg benar, yg kamu katakan tadi sebenarnya tdk seluruhnya salah, jawaban-mu masih kurang tepat, bagi orang yg berakal tdk cukup hanya dhohirnya saja yaitu berwudlu dan berdoa, tapi juga hati-mu sewaktu belum tidur hrs bersih dari dengki juga memaafkan semua kesalahan manusia dan bersih dari rasa cinta dunia, shg tidur-mu adalah tidur yg diridloi Allah, walau kau berwudlu dan berdoa tapi sebelum tidur dihati-mu masih ada rasa dengki atau dendam atau rasa cinta dunia mengalahkan cinta pd Allah maka tidur-mu adalah tidur yg dimurka Allah SWT.
3. Cara mengajar yg benar, yg kamu jawab tadi itu bisa dilakukan semua orang, tdk hanya kamu, orang kafir pun yg mempelajari Qur'an dan Hadits dan dia pandai juga bisa mengajar seperti kamu, dan inti mengajar agama adalah hrs disertai rasa ikhlas dan hanya mengharap ridlo Allah, bukan pujian lebih" bayaran...faham kamu skg Abu Dairy.
Syekh Abu Dairy: terima kasih Adi Sufi, skg hilang kegundahan hati-ku, atas ilmu yg kamu berikan pd-ku, dan kamu santriku, jgn terlalu mudah menyimpulkan orang hanya dari penampilan, keadaan atau kata-katanya yg kelihatan kurang sopan, terkadang dia hanya menguji kamu, sampai dimana akhlak kamu, dan rupanya kamu hrs belajar tasawuf sama Adi Sufi shg bisa berakhlak dg benar, dan skrg minta maaflah pd Adi Sufi. Santri Syekh Abu Dairy: Maafkan kelancangan saya tadi Syekh Adi Sufi, Maaf saya tadi salah paham, stlh mendengarkan penjelasan anda, ternyata anda orang 'alim. Adi Sufi: Ya, saya maafkan dan tdk apa-apa, sikap kamu membela guru kamu itu juga akhlak yg baik, tapi cara kamu tadi yg kurang baik, walau tujuan kamu benar, tapi kalau kamu pakai cara yg salah, sungguh demi Dzat Yg menguasai langit dan bumi, maka kebenaran tsb sulit utk diterima.
Dari cerita ini lihat perbandingan jawaban Abu Dairy (kesadaran mata) dan jawaban Adi Sufi (kesadaran akal) dan dlm kisah tsb jg kumasukkan adab sbg seorang yg minta petunjuk tdk boleh "merasa mampu/merasa bisa" krn bila ada rasa ini sulit utk menerima "ilmu" yg lebih tinggi tingkatannya.
Salam...😊✨💖💫😇🙏